 |
| Info Sehat |
75-80% Perokok Ingin Berhenti Merokok!
Jakarta - (Astaga!com)
Sebuah potret dua orang penunggang kuda (lengkap dengan kostum koboinya) dengan latar
belakang pegunungan, mungkin sudah biasa Anda lihat.
Tapi kalau salah seorangnya (seolah-olah) berbicara pada yang lainnya, dan kalimatnya
"Bob, I've got cancer" tertulis besar-besar dalam potret tersebut? Itu hanya
bisa dilihat pada halaman pertama http://www.who.int pada 31/5.
Yang menarik melihat potret itu, imajinasi kita langsung melayang pada sebuah iklan rokok
yang penuh petualangan di negaranya Bill Clinton.
Gambaran itu memang tampaknya dikaitkan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World
No-Tobacco Day) yang jatuh hari ini, Rabu, 31/5.
Masalah merokok memang dilematis. Di satu sisi, rokok memberikan kontribusi ekonomi yang
cukup besar bagi negara, memberikan lapangan kerja kepada ribuan tenaga kerja (buruh
pabrik dan petani tembakau).
Tapi di sisi lain, rokok mengakibatkan dampak serius terhadap kesehatan. Seperti kanker
tadi.
Karena itu, tak heran bila dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia, tahun ini WHO telah
menetapkan tema Tobacco Kills, don't be Duped (Rokok Membunuh, Jangan Terkecoh).
Yang menggembirakan, hasil studi WHO menunjukkan, 75-80% perokok sebenarnya ingin berhenti
merokok. Sayangnya banyak faktor yang menyebabkan sulitnya meninggalkan kebiasaan tak
sehat itu.
Para perokok kebanyakan mulai merokok di usia remaja, misalnya. Padahal, bahaya
ketergantungan nikotin jarang disadari mereka yang berusia remaja. Dan, bila sudah
terlanjur sifat kecanduan sulit sekali dihilangkan, kecuali dengan disiplin yang ketat.
Selain itu, kondisi fisik dan psikis juga mempersulit mereka untuk berhenti merokok. Juga,
tekanan sosial menyebabkan upaya berhenti merokok menjadi lebih sulit.
Berkaitan dengan masalah sosial, maka fokus utama peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia
ini ditujukan pada entertainment.
Demikian Menkes RI, Dr Achmad Suyudi dalam sambutan pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia, yang
dibacakan Dirjen POM Drs. Sampurno, MBA., 31/5 di Jakarta. Pada saat bersamaan, Depkes dan
WHO juga memberikan penghargaan pada 2 figur bisnis hiburan, produser sinetron Raam
Punjabi serta aktor Fuad Baraja.
Menkes juga menyebutkan bahwa, pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat semakin
mendorong masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam peningkatan kesadaran dan kepedulian
terhadap bahaya merokok.
Siapa tahu pula upaya perluasan kawasan tanpa rokok bisa lebih diperluas dan dihargai oleh
para perokok. Semoga! (Susandijani)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |