Real Time 

Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Halaman Utama | Tugas Akhir | Biodata | Portal | Berita dan Peristiwa
Info Kisah Hati
 
Cinta Tidak Harus Memiliki

Pengalamanku bergaul bersama dengan pria berikut ini memang bisa dijadikan pelajaran untuk wanita lainnya. Bahwa masih banyak hal-hal lain yang berguna dan bisa dilakukan selain hanya bercinta.

Masa mudaku yang dihabiskan di sebuah kota besar di Pulau Jawa memang menuntutku untuk selalu kerja keras dan tanggap dengan lingkungan. Apalagi keluargaku cenderung untuk memberikan disiplin yang keras kepada semua anak-anaknya, tak terkecuali dengan anak wanita.

Semua mendapat hak dan kewajiban yang sama, termasuk soal sekolah dan kegiatan ekstra kulikuler. Orangtua memberikan kebebasan kepada anak-anaknya termasuk aku untuk mendalami berbagai kegiatan yang menarik dan tentunya sesuai dengan minat dan bakat.

Tentu saja kesempatan bagus ini aku manfaatkan dengan baik. Maka di sekolah aku terkenal sebagai anak yang aktif dan selalu ikut berbagai kegiatan. Mulai dari Pramuka, Marching Band hingga kelompok vokal dan Paskibraka. Pokoknya bagiku berlaku kata pepatah selagi muda, kejarlah ilmu setinggi mungkin.

Namun semua hal pasti ada sebab dan akibatnya. Begitu juga dengan aku, karena terlalu aktif dengan kegiatan di dalam dan luar sekolah, aku lupa dengan kegiatan umum remaja lainnya, yaitu pacaran. Terus terang hingga duduk di bangku SMU aku belum terlalu tertarik dengan lawan jenis. Padahal banyak teman-teman yang mulai serius melirik sana-sini untuk memulai pacaran. Sedang aku menganggap cowok sebagai teman saja, walau ada juga beberapa teman yang terlihat menaruh hati padaku.

Aku sadar wajah dan posturku cukup lumayan, pasti ada saja dong yang berusaha memberi perhatian lebih. Sayangnya mereka itu hanya ku anggap sebagai angin lalu saja. Dan kebetulan orangtuaku turut mendukung keputusanku untuk tidak pacaran dulu sebelum lulus sekolah (kuliah) atau bekerja.

Selepas sekolah aku memilih kuliah di kota lain. Di kota kecil di Jawa ini aku masih kuat dengan prinsipku itu walau sulit juga menampik godaan yang datang. Akhirnya prinsipku bobol juga di tahun kedua. Saat itu ada kakak kelas yang benar-benar menarik perhatianku. Pokoknya dia benar-benar tipe idealku. Sayangnya aku terlalu angkuh untuk menerima kehadirannya. Maka gelar cewek dingin pun tertuju ke arahku.

Namun yang namanya cinta memang sulit dielakan. Aku pun terjerat dengan namanya cinta. Selama tiga tahun aku merajut benang-benang asmara bersama cowok itu. Walau kami sadar, hnaya kerelaan yang tinggi dari masing-masing pihak yang akan meluruskan hubungan kami. Bagaimana tidak kami memiliki latar belakang yang bertolak belakang, selain itu kami pun berbeda agama. Masalahnya hati sudah cocok satu sama lain.

Akhirnya akal sehat mengalahkan semua angan-angan kami. Kami berpisah dengan baik-baik. Setelah bekerja mantan cowoku menikah dengan orang lain, yang katanya pilihannya sendiri. Mereka pun telah dikarunai dua orang anak. Sayangnya hubungan itu tidak cukup harmonis, mereka berpisah.

Mantanku mencoba menghubungiku untuk memulai hubungan masa silam yang dulu pernah terjalin indah. Sayang posisiku sudah tidak bebas lagi, karena aku sudah mempunyai cowok baru yang terbilang aman-aman saja dari segi bobot, bibit dan bebet.

Tentunya ajakan mantan cowokku itu aku tolak. Walau dia cinta pertamaku tetapi aku harus bisa berpijak dengan kenyataan. Ahkirnya hubunganku dengan mantan cowok hanya sebatas sahabat dan sampai kini masih berlanjut dengan saling berkirim surat. Tampaknya cara ini cukup indah dari hubungan kami dulu.

Tetapi rupanya dewi asmara belum berpihak kepadaku. Pacarku yang sekarang pun telah menentukan pilihannya. Dia mengikuti kata hatinya dengan menjadi seorang rohaniwan dan tidak mungkin menikah. Memang berat keputusan yang diambil olehnya. Tapi aku sadar itu adalah haknya dan pilihannya juga untuk orang banyak.

Kini karena hidup dalam satu kota aku masih sering bertemu dengannya. Melakukan diskusi dengannya dan ini menurutku sekali lagi merupakan hal yang indah. Walau dalam hati ada perasaan getir juga. Mengapa ini selalu terjadi padaku?

Aku selalu berpikir mungkinkah aku ditakdirkan untuk seperti ini. Kebahagianku justru ada pada pengalaman-pengalaman itu. Kini hari-hariku kuisi dengan berbagai kegiatan yang berguna untuk orang lain selain disibukan pula dengan kerja sehari-hari. Apakah salah aku memutuskan untuk tetap begini sampai tua nanti. Mungkin hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Aku yang berbahagia










Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Tulis Buku Tamu whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat Buku Tamu


Isi Siteku

1. Tugas Akhir
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2


Serba-Serbi

Anda Ingin Tahu tentang permasalahan Seks atau info intim yang lain, cari tahu silahkan lanjut .......



Halaman Utama

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi Buku Tamu, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 06/15/00

Design Webmaster TPI-D6 © June 1999-2000

Kontak Aku

Hosted by www.Geocities.ws

1