 |
| Info Sehat |
Rabu, 07 Juni 2000
Hubungan Para Model dengan Anoreksia Pada Remaja
Bukanlah hal yang aneh bila para gadis remaja menginginkan bentuk tubuh semampai seperti
Naomi Campbell. Hampir tidak ada gadis remaja yang terobsesi untuk mempunyai bentuk tubuh
yang gemuk, bahkan mereka rela untuk menahan lapar melakukan diet yang ketat demi
tercapainya cita-cita mendapatkan 'tubuh yang ideal' (dalam angan-angan mereka tentu
saja).
Obsesi media massa terhadap para model bertubuh kurus telah memberikan kontribusi bagi
perkembangan gangguan makan pada gadis-gadis remaja, demikian dilaporkan oleh British
Medical Association (BMA). Laporan tersebut mengidentifikasi hubungan antara citra model
"bertubuh langsing tak normal" yang mendominasi TV dan majalah-majalah, dengan
peningkatan kondisi seperti anoreksia nervosa dan bulimia.
Ini merupakan kala pertama kalinya BMA mengakui hubungan semacam ini. Di Inggris
diperkirakan terdapat 60.000 orang yang mengalami gangguan makan. Sembilan di antara
sepuluh penderita tersebut adalah wanita.
Laporan tersebut menyuarakan agar dilakukan langkah-langkah darurat untuk mengurangi
tekanan pada para wanita muda untuk menjadi langsing, dan meminta agar para penerbit
khususnya untuk lebih bertanggungjawab. Asosiasi ini meminta agar media massa menampilkan
"bentuk tubuh yang lebih realistis" untuk mengurangi jumlah wanita yang
menderita akibat penyakit yang disebut penyakit "pengurusan badan."
Para akademika juga didorong agar menghentikan kebiasaan mengolok-olok para pelajar yang
kelebihan berat badan, dan mendorong para pelajar ini untuk ikut ambil bagian dalam olah
raga. Dr. Vivienne Nathanson, kepala ilmuwan BMA, mengatakan: "Citra para model yang
langsing bertentangan dengan realita ukuran dan bentuk tubuh kebanyakan anak-anak dan
wanita muda, yang semakin berat."
Model peraga yang tidak realistis
Laporan tersebut menyatakan bahwa para model dan aktris di tahun 1990-an pada umumnya
memiliki kandungan lemak berkisar 10%, padahal rata-rata kandungan lemak pada seorang
wanita sehat adalah antara 22% hingga 26%.
Dr. Dee Dawson, dari Rhode Farm Clinic, yang merawat para penderita "pengurusan
badan," mengatakan: "Kami melihat anak-anak yang baru berusia enam, tujuh, dan
delapan tahun merasa takut gemuk dan terekspos pada gambar-gambar model bertubuh kurus
sejak usia mereka yang sangat dini".
Nicky Bryant, dari Eating Disorders Association, mengatakan beberapa penelitian telah
menunjukkan bahwa penggunaan para model bertubuh kurus di media massa menimbulkan tekanan
pada anak muda. Ia mengatakan: "Kami melihat perkembangan yang mengkhawatirkan dalam
jumlah anak muda berusia 13 tahun ke bawah yang menghubungi hotline bantuan kami mengenai
masalah sekitar makan."
Nicky Bryant mengatakan bahwa ganguan makan memiliki hubungan dengan gangguan psikologis
yang telah ada sejak lama.
Diserang
Majalah-majalah wanita telah menjadi target serangan selama bertahun-tahun dan dituduh
mempromosikan citra tubuh yang tidak realistis dari para model yang sangat kurus. Editor
majalah Vogue, Alexandra Shulman, membela posisi majalahnya yang sedang disorot oleh hasil
penemuan BMA.
"Yang kami lakukan hanyalah menunjukkan citra wanita yang menurut kami menarik atau
cantik atau bergaya. Namun kami sebenarnya tidak mengatakan bahwa anda harus seperti
ini."
Premier, agen model berbasis di London yang mewakili supermodel Naomi Campbell dan Claudia
Schiffer, mengatakan bahwa para wanita pembeli majalah fesyen yang menampilkan para model
kurus menanggung kesalahan yang sama seperti para editor dan para pengiklan yang
menggunakan model tersebut.
"Ini masalah pasokan dan permintaan - para pengiklan, majalah, dan agen menyuplai
citra yang ingin dilihat oleh para konsumen. Statistik berkali-kali telah menunjukkan
bahwa jika anda memasang seorang gadis cantik bertubuh kurus sebagai sampul muka majalah
anda, oplah majalah anda akan meningkat."
Jadi cara yang paling mungkin kita lakukan tampaknya adalah dengan memberikan pengetahuan
yang benar kepada para remaja kita bahwa kurus dan langsing bukan berarti sehat. Berat
tubuh yang tepat sesuai dengan tinggi badan adalah patokan yang lebih baik untuk diikuti
daripada mencontoh para model yang sangat kurus dan belum tentu sehat.
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |