 |
| Info Teknologi |
|
Paperless atau Mesin Faks?
New York - 14 Jun 00 16:33 WIB - (Berbagai sumber)
Prakiraan munculnya era tanpa kertas seperti yang pernah diungkapkan CEO Microsoft, Bill
Gates, tampaknya masih diragukan. Kalangan tertentu menganggap ramalan ini jauh dari
jangkauan. Buktinya: mesin faks.
Penjualan mesin faksimili tetap naik meskipun hadir teknologi baru yang memudahkan
informasi dikirim secara elektronik. Para analis mengingatkan popularitas mesin faks bisa
menurun nanti. Ini akibat teknologi yang memungkinkan file komputer ditransmisikan melalui
Internet secara langsung ke mesin pencetak (printer).
Sekarang ini banyak orang tetap suka melihat kertas terkirim lewat mesin faks,
kata David Haueter, analis senior di perusahaan riset pasar, Dataquest.
Menurut Dataquest yang berbasis di San Jose, pada tahun 1999 lebih dari 6,6 juta mesin
faks telah terjual, meningkat 16,5% dari tahun sebelumnya. Tahun 2004, angka penjualan ini
diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 8,4 juta, dimana saat itu harga mesin faks
rata-rata diduga jatuh menjadi AS$240 dari AS$364.
Kirim Faks Via Komputer
Setengah dari jumlah tahun 1999 itu dibeli oleh usaha rumahan dan bisnis kecil yang
tertarik dengan harga murah dan kecepatan cetak lebih cepat. Mereka membeli telepon
cordless, tapi kalau duitnya lebih mereka lebih suka mesin faks dan menggunakannya sebagai
telepon juga, tutur Haueter.
Selain mesin faks dengan kertas, yang sedang kondang di kantor-kantor juga adalah menambah
PC dengan software faks. Sehingga dengan satu komputer mereka bisa membundel hasil
printer, mengirimkan faks dan membuat kopinya.
Ada beberapa kelemahan dalam memfaks, terutama biaya telepon jarak jauh. Selain itu
hilangnya kualitas digital ketika dokumen dikirim lewat jalur telepon tradisional.
Tetapi tidak setiap pengusaha suka pada teknologi itu.
Secara pribadi, saya senang memperoleh copy kertas, kata Herbert H Rozoff,
pimpinan Public Relations R Herbert H Rozoff yang berbasis di Chicago. Saya menaruh
catatan di atasnya dan memberikan pada orang lain di kantor, atau membuat 6 kopi dan
mengirimkannya, daripada melalui email.
Menurut para analis, mesin faks bisa saja berkembang menjadi teknologi baru yang
memungkinkannya untuk mengirim hasil cetak berkualitas tinggi secara elektronik secepat
dan semudah mengirimkannya lewat email.
Konsorsium pembuat mesin printer mengembangkan standar, dikenal dengan Internet Printing
Protocol. IPP membuat bisnis seperti milik Rozoff dapat mengirimkan dokumen berkualitas
tinggi melalui Internet ke printer khusus dengan alamat Internetnya sendiri.
IPP berupaya mengerjakan pencetakan berkualitas tinggi dari desktop ke printer Anda
dengan kualitas sama persis dengan printer, kata seorang pengusaha printer.
Sistem operasi Windows 2000 dari Microsoft akan mendukung layanan IPP. Novell Inc., Sun
Microsystems Inc dan IBM Corp. juga sedang membuat software untuk menangani hal itu di
masa depan.
Lexmark, Hewlett-Packard Co. dan Xerox Corp. sekarang ini sedang mengembangkan printer
yang dapat menjalankan versi percobaan IPP. Beberapa perusahaan sedang mencoba teknologi
itu secara serius.
Namun kata analis, pencetakan melalui Internet hanya akan terkenal jika pengirim yakin
dokumen yang dikirimkan melalui jaringan itu aman. Disamping itu, penerima memiliki cara
untuk membatasi akses printer dengan password.
Apalagi aturan federal (yang belum diputuskan) yang menyusun standar nasional untuk tanda
tangan dan rekaman elektronik hadir. Ini akan memberi validitas hukum yang sama seperti
kontrak tertulis dan dokumen. Paling tidak, kata Bajarin, printer yang siap Internet akan
lebih mudah dan tidak mahal untuk pengiriman dokumen berkualitas digital. (lily g nababan)
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |