 |
| Info Sehat |
|
Lagi, Cara Baru Mendeteksi Kanker Payudara
Atlanta - 14 Jun 00 18:02 WIB - (Berbagai sumber)
Kendati bukan merupakan penyebab kematian utama di kalangan wanita, sepertinya kanker
payudara tetap menjadi momok menakutkan bagi mereka. Tidak heran jika berbagai teknologi
baru terus dikembangkan oleh para ahli guna penyembuhan penyakit tersebut.
Belum lama ini angin segar dihembuskan oleh para peneliti dari 'Era of Hope' Department of
Defense Breast Cancer Research. Dimana mereka menemukan cara baru dalam melakukan
identifikasi awal terhadap kanker payudara. Cara baru tersebut berupa pemeriksaan secara
teliti terhadap cairan dalam pembuluh payudara.
Para ahli meyakini cara tersebut mampu mengindetifikasi adanya kelainan sel pada payudara,
sebelum kanker itu sendiri berkembang biak. Lewat cara itu, para dokter bisa mengetahui
bahkan menetapkan ada tidaknya kanker pada payudara seorang wanita.
"Para ahli sebenarnya telah mengetahui bahwa kanker payudara itu berkembang biak
dalam saluran pembuluh susu. Namun, hingga kini untuk mengetahui secara rutin sampel dari
sel pembuluh tersebut, masih terganjal oleh beberapa kendala," jelas Susan M. Love,
MD, pemimpin penelitian asal University of California di Los Angeles.
Disebutkan, kendala yang kerap ditemui itu berupa rumitnya struktur dari sistem pembuluh
itu sendiri, serta keterbatasan alat untuk mengambil sel-sel saluran pembuluh. Karenanya,
untuk mengatasi kedua kendala tersebut, Love Cs. melakukan beberapa ujicoba.
Pertama, mereka membuat sebuah diagram anatomi pembuluh payudara berdasarkan pada hasil
penyinaran dan pemeriksaan atas puting susu beberapa wanita yang bersedia menjadi
sukarelawan. Studi tersebut menunjukkan bahwa masing-masing payudara memiliki rata-rata 5
sampai 9 pembuluh susu yang tidak berhubungan dan membentang dari daerah sekitar puting
hingga ke dada.
Love dan rekan-rekannya kemudian menciptakan alat berupa kateter yang diletakkan jarum
(diameternya kurang dari 0,5 mm) di kedua ujungnya, untuk mencari sel-sel pembuluh. Jarum
tersebut ditusukkan sedalam 0,5 inci ke dalam pembuluh yang terbuka alami di sekitar
puting.
Kemudian, larutan garam disuntikkan lewat jarum yang satu, sementara jarum lainnya
dipergunakan untuk mengalirkan cairan berisi sel-sel dari saluran pembuluh. Proses
tersebut dinamakan ductal lavage. Menurut Love, proses ductal lavage ini sedikit lebih
sakit ketimbang proses mammografi.
"Dengan alat ini, kami bisa mengetahui sel-sel yang kemungkinan besar merupakan sel
penyebab kanker. Sel tersebut termasuk sel pre-kanker yang diketahui sangat berbahaya yang
kemudian memisahkan diri dari sistem pembuluh dan menjadi kanker payudara ganas,"
jelas Love.
Semoga saja hasil temuan Love dan kawan-kawan bisa langsung dirasakan manfaatnya bagi para
wanita. (eno)
|
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |