 |
| Info Intim |
Sepuluh Alasan Pentingnya Kondom
Banyak orang yang bicara tentang kondom dan tak sedikit pula yang telah mengetahui
fungsinya. Tapi pernahkan terlintas dalam benak Anda, mengapa ada orang yang mempunyai ide
menciptakannya? Dialah Fallopius, seorang ahli anatomi Italia yang pertama kali
menciptakan cikal bakal kondom yang kala itu dibuat dari bahan linen pada tahun 1564.
Pada awal abad ke-18, alat ini tidak lagi dibuat dari linen tapi dari usus binatang.
Sampai akhirnya diketemukan karet vulkanis pada tahun 1844, produksi masal kondom dari
bahan lateks dimulai. Pada awal penciptaannya kondom dibuat untuk mencegah penyakit
kelamin dan mencegah bertambahnya anak haram.
Kini fungsi itu telah bergeser dan mengalami beberapa penambahan, yang intinya menurut Dr
Adi Sasongko, dari Yayasan Kusuma Buana, kondom tetap satu-satunya alat kontrasepsi yang
paling aman mencegah kehamilan dan terkena Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk
HIV/AIDS.
Mengingat betapa pentingnya kondom, menurut Dr. Adi perlu bagi setiap pria dan wanita
untuk mengetahui sebenarnya apa fungsi dan pentingnya kondom serta kegunaannya bagi kita
semua. Informasi penting yang mulai kini harus diadopsi, antara lain seperti berikut ini.
Kondom efektif untuk mencegah kehamilan, jika digunakan dengan benar dan konsisten.
Kondom efektif untuk mencegah penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS
dan Hepatitis B, jika digunakan dengan benar dan konsisten.
Kondom lateks dibuat sedemikian rupa sehingga tidak dapat ditembus virus maupun sperma.
Kebanyakan kondom tidak dapat robek dengan pemakaian yang benar, jadi perlu sekali
penyimpanan yang baik agar tidak terjadi kerusakan.
Pengujian mutu kondom pada waktu direproduksi sangat ketat persyaratannya.
Pengguna kondom dapat mengubah rasa atau mengurangi ketidaknikmatan dengan menggunakan
pelumas atau pelicin yang baik (yang berdasarkan air bukan minyak).
Kondom dalam kemasan foil yang dipajang pada rak penjualan akan tahan sampai lima tahun.
Jaminan pengontrolan kualitas pada saat produksi dan sesudahnya membantu kepastian bahwa
produk itu layak dipasarkan.
Walaupun belum dapat diperkirakan dengan jelas seberapa baik hasil tes standar penggunaan
kondom oleh manusia, serangkaian tes-tes telah menghasilkan petunjuk yang jelas mengenai
kualitas kondom di lapangan.
Beragam zat sintetis yang sedang dicobakan untuk menggantikan lateks (misalnya plastik)
memberikan harapan bahwa penggunaan kondom akan meningkat dan diterima khalayak
ramai.(*/dr/nk)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |