 |
| Info Sehat |
Kokain, 'Lahirkan' Bayi Hiperaktif
ITHACA, N.Y. - 07 Jun 00 16:31 WIB (Astaga.com)
Kokain, memang lebih banyak efek negatifnya. Penelitian terbaru dari Cornell University
dan the University of Kentucky baru-baru ini, menemukan hubungan erat antara konsumsi
kokain selama hamil dan disfungsi yang terjadi pada bayi yang dilahirkan si ibu yang
bersangkutan.
Penelitian dilakukan pada tikus-tikus percobaan di laboratorium. Barbara J. Strupp, salah
seorang peneliti yang ahli di bidang psikologi dan ilmu nutrisi dari Cornell ini,
mengungkapkan bahwa bayi tikus yang terekspos kokain dalam jumlah kecil (setara dengan
jumlah yang biasa digunakan dalam pergaulan manusia) menunjukkan gejala disfungsi
spesifik, terutama dalam hal pemusatan perhatian.
Strupp juga menyebutkan bahwa hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Behavioral
Neuroscience dan direlease 5/6 ini, bisa terjadi pada manusia. "Meskipun ekposur
kokain pada janin tidak menimbulkan efek yang meluas, tapi gangguan pemusatan perhatian
ini bisa terjadi secara konsisten dan dalam jangka waktu lama," tambah Strupp.
Pada manusia, tipe disfungsi ini secara jelas sekali berpengaruh nyata pada usia
kanak-kanak. Kasusnya, biasanya disebut gangguan pemusatan perhatian atau hiperaktivitas
(ADHD/attention deficit hyperactivity disorder).
Penelitian ini dilakukan karena para peneliti prihatin pada banyaknya kasus wanita hamil
yang juga pecandu kokain. Survei National Institute of Drug Abuse, misalnya, yang
dipublikasikan 1996, memperkirakan 1,1% atau sekitar 45.100 wanita hamil di Amerika,
menyesap kokain setiap tahunnya.
Sementara pada 1998, Yale University, mengungkapkan bahwa bayi 'korban kokain' yang
mencari pertolongan ke rumah sakit-rumah sakit semakin banyak. Yaitu sekitar 1 di antara
3-6 bayi yang datang, bahkan jumlahnya bisa lebih.
Efek hiperaktif pada seorang anak jelas tak bisa dianggap remeh. Selain tak gampang
mengurusnya, si anak pun tak akan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Lebih jauh,
beberapa penelitian mengungkapkan anak yang hiperaktif biasanya selalu berurusan dengan
kekerasan. (susandijani)
|
| Pilihan
Berita Lainnya |
Pilihan Berita :
|
|
 |
 |
|
 |