Real Time 

Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Halaman Utama | Tugas Akhir | Biodata | Portal | Berita dan Peristiwa
Info Artikel Politik
 
KKN Musuh Nomor Satu

Adil - Alangkah menyedihkannya apabila berita tentang maraknya KKN di dalam pemerintahan sekarang ini betul-betul kenyataan.

Sofjan Wanandi, Ketua DPUN, mengatakan dengan nada pembelaan bahwa KKN yang ditengarai media massa baru merupakan indikasi. Sekalipun kata-kata Sofjan Wanandi memang bernada defensif, akan tetapi dengan adanya pengakuan bahwa memang benar sudah ada indikasi KKN dari pemerintah Gus Dur ini, maka layak apabila media massa terus melakukan investigasi secara menyeluruh.

Kita tidak boleh lupa bahwa ambruknya setiap pemerintahan, baik di negara berkembang maupun negara maju, tentu diakibatkan karena skandal KKN. Salah satu agenda reformasi yang disepakati bersama oleh seluruh mahasiswa maupun rakyat Indonesia, adalah bahwa pemberantasan KKN merupakan tugas utama yang harus dilakukan oleh pemerintahan pascapemilu kemarin.

Saya sendiri hampir setiap hari mendengarkan cerita yang tidak habis-habisnya mengenai KKN yang berlangsung di berbagai departemen. Juga di berbagai BUMN, bahkan di berbagai perbankan, BPPN, dan lain-lain. Semuanya diceritakan oleh orang-orang yang tampaknya memang mengetahui apa yang sedang terjadi. Setiap kali saya mendengar kasus KKN di ceritakan oleh seseorang, setiap kali pula saya merasa bahwa masa depan reformasi sekarang memang berada dalam bahaya.

Sekalipun majalah sebesar Tempo sudah membuka dengan data yang solid mengenai berbagai kasus KKN yang sudah dan sedang berlangsung di tubuh pemerintah, tampaknya seluruh kasus KKN itu masih harus dibuktikan lewat proses hukum yang wajar. Sudah tentu mustahil dapat membawa seluruh kasus KKN yang berlangsung pada pemerintah sekarang ini mengingat persediaan hakim, jaksa, dan juga penjara yang serba sangat terbatas.

Namun sebelum proses hukum membuktikan berbagai kasus skandal KKN itu, sesungguhnya dengan melihat berita di media massa yang sudah demikian menyeluruh dan tanpa henti maka ibaratnya kasus KKN itu telah menjadi sebuah berita yang mutawatir. Istilah itu meminjam ilmu musthalah hadits, di sana dikatakan sebuah hadis yang mutawatir itu pasti merupakan hadis yang autentik karena saking banyaknya riwayat yang telah meriwayatkan sesuatu hadis. Dengan begitu mutawatirnya media massa baik cetak maupun elektronika dalam menggelar kasus KKN pada zaman pemerintah sekarang ini, hampir bisa dipastikan memang KKN itu benar-benar ada dalam kenyataan.

Oleh karena itulah, bagi rakyat yang sudah lama menderita maupun para mahasiswa yang memperjuangkan reformasi, tentu perkembangan negatif yang kita saksikan sekarang ini benar-benar memprihatinkan. Keberhasilan proses reformasi pada hakikatnya ditentukan oleh mampu tidaknya pemerintah dalam menanggulangi KKN sebagai penyakit kronis, bagaikan kanker ganas dan terminal yang akhirnya menjatuhkan sendi-sendi negara.

Inilah satu hal yang perlu kita waspadai dan betul-betul kita prihatinkan. Tampak sentimen pasar begitu sensitif terhadap kondisi Indonesia. Agaknya, pasar juga tidak bisa ditipu dengan topeng-topeng politik yang mencoba menyesatkan keadaan sebenarnya. Bahwa rupiah terus merosot nilainya berhadapan dengan dolar --sementara semua ekonom menyatakan sulit memahami merosotnya rupiah-- maka dapat disimpulkan bahwa pasar sedang mencoba menghajar pemerintahan Gus Dur agar kembali ke rel yang benar.

Dapat dibayangkan kalau dolar tetap nongkrong di atas Rp 8.000 bahkan sampai Rp 10.000, maka sesungguhnya gejala-gejala bahwa usia politik pemerintahan Gus Dur tidak akan berlangsung lama, sudah tampak di depan mata kita. Tanpa rekayasa apapun juga akan terjadi sebuah proses alami yang otomatis, setiap pemerintah yang sudah mengalami titik jenuh dengan masalah KKN dengan sendirinya akan jatuh. Ini merupakan bagian dari sunnatullah juga.

Dengan demikian, saya menganjurkan agar media massa tetap memegang objektivitas dan melakukan informasi investigatif agar penyakit negara yang demikian destruktif itu masih dapat diselamatkan. Barangkali, hanya dengan peran media massa itulah masyarakat bisa menaruh dan menunggu datangnya harapan mereka. Wallahu a'lam.











Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Tulis Buku Tamu whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat Buku Tamu


Isi Siteku

1. Tugas Akhir
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2


Serba-Serbi

Anda Ingin Tahu tentang permasalahan Seks atau info intim yang lain, cari tahu silahkan lanjut .......



Halaman Utama

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi Buku Tamu, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 06/12/00

Design Webmaster TPI-D6 © June 1999-2000

Kontak Aku

Hosted by www.Geocities.ws

1