Real Time 

Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Halaman Utama | Tugas Akhir | Biodata | Portal | Berita dan Peristiwa
Info Perilaku
 
Membangun Image Saat Kencan Pertama

Banyak orang grogi jika menghadapi kencan pertama. Kata-kata yang sudah tersusun rapih kadang buyar seketika, terpesona oleh sikap dan tingkah laku 'si dia' yang simpatik terhadap kita. Ada beberapa pria dan wanita bahkan mengalami kegagalan pada kencan pertamanya karena mereka tidak memiliki kemampuan membalas sikap lawan kencannya dengan daya tarik komunikasi yang baik saat kencan pertama berlangsung. Perlu Anda ingat, penampilan memang utama dalam kencan pertama, namun ada hal terpenting yang membuat kita memiliki nilai lebih, yaitu kemampuan berkomunikasi dalam menghidupkan suasana. Keterampilan ini bahkan dapat mengalahkan dandanan dan penampilan kita yang sangat anggun saat kencan pertama. 
Mungkin ada baiknya kita memulai pembicaraan pada hal-hal umum yang bersifat pribadi, seperti mengatakan, "Pernahkah kamu pergi ke restoran ini? Hidangan dan fasilitasnya enak sekali..." Anda bisa berbagi informasi dan pandangan tentang keadaan di restoran itu dengan nada yang tidak menggurui. Selebihnya, Anda bisa juga menanyakan tempat tinggalnya dengan lebih detail seolah Anda sangat peduli dengan lingkungan yang membesarkannya. 

Pada saat yang sama, Anda juga harus dapat membuat rithme komunikasi menjadi lebih leluasa dengan memberinya waktu untuk balik bertanya kepada Anda. Tidak perlu Anda mendominasi perkenalan itu dengan keingintahuan Anda yang berlebihan. Paling tidak pembicaraan Anda berdua akan mengalir dengan sendirinya jika suasana yang Anda bangun santai dan menyenangkan. Di situ, Anda bisa menciptakan image bahwa Anda adalah orang yang bisa diajak berdiskusi dan bertukar pikiran terhadap banyak hal. 

Karena itu Anda juga harus pandai mengorek informasi darinya tentang hobi, kesukaan dan keinginannya. Jika ternyata 'si dia' tipe orang pendiam, Anda bisa menceritakan diri Anda terlebih dulu dan sedikit cerita konyol yang pernah Anda alami menyangkut hal yang Anda ceritakan. Tapi seperti yang telah dijelaskan, Anda tidak perlu menjadi moderator yang baik untuk mendominasi keingintahuan Anda. Anda harus lebih peka dengan sesekali melihat reaksi 'si dia', apakah dia sudah mulai merasa jenuh. Bisa jadi ini karena Anda yang terlalu banyak tanya dan cerita. 

Jika masalah yang dibicarakan terlalu merongrong masalah pribadi, mungkin ini akan mengganggu kencan pertama Anda. Namun ada baiknya Anda mulai membicarakan peristiwa-peristiwa hangat di sekitar Anda. Mungkin 'si dia' tidak terlalu mengikuti berita. Namun ada cara bagus untuk mengetahuinya. Saat 'si dia' mengatakan sesuatu yang mengingatkan Anda pada sesuatu yang Anda baca atau lihat di berita, gunakan kebetulan alami ini dan melihat apakah tanggapannya baik. Jika 'si dia' tidak begitu mengikuti berita politik, dia mungkin benar-benar melahap berita selebritis atau budaya populer. Jadi, pelajarilah sedikit artikel utama di koran dan majalah sebelum Anda pergi berkencan. 

Anda juga bisa membicarakan peristiwa-peristiwa yang mempertemukan Anda seperti, teman yang mengenalkan Anda berdua atau tempat dimana Anda bertemu. Ini adalah topik alamiah yang sempurna untuk dibicarakan. Tentu ini akan menjadi cerita yang lucu dan konyol untuk Anda kenang.

Situasi yang sedang alami saat itu juga bisa menjadi topik menarik untuk dibicarakan. Anda bisa saling mengomentari masakan yang sedang Anda berdua lihat atau makan, film yang akan dan telah Anda tonton berdua. Ini agar Anda tidak terlalu mononton dalam pembicaraan yang serius. 

Jika pembicaraan mulai demikian, Anda juga bisa mempertanyakan masalah kasus untuk berandai-andai saja. Pertanyaan ini bisa Anda gunakan untuk mengenal 'si dia' lebih lanjut tentang sikap dan pandangannya terhadap satu masalah. Misalnya saja, "Seandainya kamu terdampar di pulau kecil selama satu tahun, 3 buku apa yang akan kamu bawa?". Atau bisa juga Anda bertanya tentang keinginannya untuk berbagi, misalnya saja, "Seandainya kamu harus dirawat di rumah sakit dan satu ruang dengan seorang pengemis, apakah kamu akan berbagi kamar dengannya? Kenapa?". Paling tidak jawaban itu bisa mewakili siapa dirinya jika ia bisa menjawab dengan jujur. Selamat mencoba! (gn)



 















Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Tulis Buku Tamu whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat Buku Tamu


Isi Siteku

1. Tugas Akhir
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2


Serba-Serbi

Anda Ingin Tahu tentang permasalahan Seks atau info intim yang lain, cari tahu silahkan lanjut .......



Halaman Utama

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi Buku Tamu, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 06/25/00

Design Webmaster TPI-D6 © June 1999-2000

Kontak Aku

Hosted by www.Geocities.ws

1