Real Time 

Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Halaman Utama | Tugas Akhir | Biodata | Portal | Berita dan Peristiwa
Info Sehat
 
Ras & Jenis Kelamin, Pengaruhi Kesehatan Mental Seseorang

Minneapolis - 14 Jun 00 13:29 WIB - (Berbagai sumber)
Fakta sebuah riset yang dilakukan para dokter di Amerika, menyebutkan bahwa ras dan jenis kelamin ternyata bisa mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Depresi, pada umumnya merupakan permasalahan kesehatan mental yang sering terjadi.

ras
"Berdasarkan hasil riset, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara ras/etnis dan jenis kelamin dengan masalah kesehatan mental yang dialami pasien," kata Steven J. Borowsky, MD, MPH, dari Center for Chronic Disease Outcomes Research di Minneapolis, Amerika.

Studi itu dilakukan berdasarkan data pasien pada akhir tahun 1980 dan memfokuskan sebagian besar pada pasien yang pernah mengalami dan menerima pengobatan kesehatan mental.

Para dokter mendapati bahwa pasien keturunan Negro dan Hispanic(Latin) memiliki permasalahan kesehatan mental yang lebih sedikit ketimbang pasien berkulit putih (keturunan Eropa). Dan begitu pula bagi kaum prianya, baik itu keturunan Negro-Latin atau kulit putih, memiliki permasalahan kesehatan mental lebih sedikit ketimbang kaum wanitanya. Begitu hasil riset yang dipublikasikan oleh jurnal General Internal Medicine pada Juni 2000.

Data angka menyebutkan bahwa hampir 60% pasien yang menderita depresi lebih banyak dialami oleh mereka yang berkulit putih. Selain depresi, mereka yang berkulit putih juga sangat rentan untuk terserang penyakit hipertensi dan diabetes. Bahkan indikasi lainnya dapat dilihat dari frekuensi kunjungan ke dokter yang lebih banyak ketimbang Negro dan Latin.

Mengapa hal ini bisa terjadi! Boleh percaya atau tidak, menurut kesimpulan penelitian itu, faktor kesempatan untuk mendapat layanan kesehatan bagi ras berkulit putih yang lebih baik ketimbang keturunan Negro dan Latin, menjadi penentu mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Namun hasil penelitian tersebut hendaknya bisa lebih diperbaiki. "Strategi untuk mendeteksi persoalan kesehatan mental harusnya lebih spesifik tidak hanya mengambil sampel populasi ras tertentu saja seperti Negro, Latin atau kulit putih dan hanya berdasarkan jenis kelamin saja. Dan itu harus lebih digali lebih dalam dan dievaluasi secara terus-menerus," ujar Borowsky.

Nah, bagaimana dengan Indonesia? Apakah ras dan jenis kelamin juga mempengaruhi tingkat kesehatan mental seseorang. Atau bisa jadi tingkat sosial ekonomi lebih berpengaruh? Kita tunggu penelitian para ahli Indonesia! (heru fahmi)









Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Tulis Buku Tamu whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat Buku Tamu


Isi Siteku

1. Tugas Akhir
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2


Serba-Serbi

Anda Ingin Tahu tentang permasalahan Seks atau info intim yang lain, cari tahu silahkan lanjut .......



Halaman Utama

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi Buku Tamu, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 06/15/00

Design Webmaster TPI-D6 © June 1999-2000

Kontak Aku

Hosted by www.Geocities.ws

1