Real Time 

Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Halaman Utama | Tugas Akhir | Biodata | Portal | Berita dan Peristiwa
Info Internet

Internet gratis, mungkinkah?

Penulis: Haemiwan Z. Fathony
Dotcom, Trend munculnya ISP gratis di berbagai belahan dunia, mengundang pertanyaan apakah benar model bisnis seperti itu bisa dijalankan di sini, di Indonesia. Pertanyaan tersebut muncul bukannya tanpa alasan yang kuat. Berbagai ISP gratis yang ada di beberapa negara menunjukkan pendekatan model bisnis yang berbeda-beda.

Di Inggris misalnya, raksaksa retail Dixon Group memberikan akses Internet gratis untuk mendorong pertumbuhan bisnis e-commerce yang dijalankannya. Diluncurkan September 1998 dengan nama Freeserve, mereka berhasil meraup 450.000 pelanggan dalam dua bulan. Model bisnis ini bertujuan memperoleh customer base sebanyak-banyaknya, sehingga mendorong pemasangan iklan dan penjualan e-commerce pada grup retail milik Dixon. Intinya akses Internet gratis sebagai medium pemasaran belaka.

Model serupa juga dilakukan di Perancis oleh Libertysurf, sebuah ISP gratis milik grup konglomerat Arnaud. Kingfisher plc, perusahaan retail Eropa yang berbasis di London juga menjual servis serupa. Di Inggris sendiri, Dixon menghadapi saingan dari sesama bisnis retail, Tesco.

Model lainnya adalah bagi hasil pendapatan pulsa antara operator telekomunikasi dengan ISP. Beberapa yang melakukanny adalah Telinco di Inggris dan World Online France di Perancis. Pendekatan ini bisa dilakukan dimana ada beberapa operator telekomunikasi yang beroperasi. Pasar yang tidak monopolistik, adanya pembagian pendapatan dari biaya interkoneksi antar jaringan, memberi peluang untuk itu. Selain itu, operator telekomunikasi cenderung untuk mendorong utilisasi jaringan secara maksimal, sehingga bersedia bekerja sama dengan ISP gratis tersebut.

Model bagi hasil tersebut banyak tumbuh di Inggris, dimana ISP gratis bekerja sama dengan operator telekomunikasi lokal untuk berbagi pendapatan dari hak 2.5 pence dari British Telecom. Model ini bisa juga bisa berlaku di Jerman dan Belgia dimana biaya terminasi (ke operator lokal cukup tinggi). Sebaliknya di Perancis sulit dilakukan karena kecilnya hak para operator lokal tersebut.
Ada pula model gabungan, seperti yang dilakukan salah satu divisi perusahaan jasa keuangan Prudential di London, Inggris. Mereka menawarkan akses Internet gratis untuk menarik pelanggan baru dan memberikan fasilitas home banking buat mereka. Model gabungan lain dilakukan oleh screaming.net, yang bahkan menawarkan biaya telepon gratis pada jam-jam tidak sibuk untuk mereka yang pelanggan operator telepon lokal Localtel, Ltd.

Indonesia
Di Indonesia, Link Net secara resmi mengukuhkan rumor yang selama ini beredar. Mereka mengratiskan biaya akses Internetnya. Tampaknya mereka akan meniru gaya Dixon, mengingat mereka memiliki Matahari sebagai andalan di bisnis retail.

Sebelum itu web8888 menawarkan akses murah dengan menawarkanRp 88.888 per bulan untuk akses unlimited. Jika kita melihat ke daftar domain *.net.id yang sudah disetujui, ada beberapa nama yang berbau-bau gratis. Tampaknya sebentar lagi pilihan gratis akan semakin banyak.




Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Tulis Buku Tamu whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat Buku Tamu


Isi Siteku

1. Tugas Akhir
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2


Serba-Serbi

Anda Ingin Tahu tentang permasalahan Seks atau info intim yang lain, cari tahu silahkan lanjut .......



Halaman Utama

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi Buku Tamu, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 05/31/00

Design Webmaster TPI-D6 © June 1999-2000

Kontak Aku

Hosted by www.Geocities.ws

1