Real Time 

Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Halaman Utama | Tugas Akhir | Biodata | Portal | Berita dan Peristiwa
Info Gaya Hidup

Awas, Bahaya Kecanduan Cybersex

Reporter: Sara Imban
detikcom - Jakarta, Menurut sebuah penelitian, sepertiga dari jumlah pengakses internet rajin mengunjungi situs-situs, chat rooms, dan news groups bertemakan seks. Kebanyakan pendapat mengatakan bahwa perilaku cybersex ini relatif tidak berbahaya.

Namun tidak demikian halnya dengan para ahli di bidang ini, mereka mengatakan bahwa kecenderungan melakukan seks online berpeluang besar menghasilkan sebuah gangguan psikologis baru, yaitu cybersex addiction. Demikian dikabarkan oleh The New York Times edisi Rabu (17/5/2000).

Pecandu cybersex setiap harinya menghabiskan waktu berjam-jam memuaskan kebutuhan seksualnya dengan stimulasi gambar-gambar pornografi, atau melakukan "hubungan" seks dengan seseorang di chat room. Terkadang pecandu ini juga melakukan affair dengan partner seks onlinenya itu di dunia nyata. Hal terakhir ini seringnya dilakukan oleh pecandu wanita.

Menurut Dr. Cooper, seorang psikolog di California Amerika Serikat, ada beberapa orang yang lebih rentan untuk terjerat cybersex. Diantaranya adalah orang-orang yang menekan kebutuhan seksualnya dan mempunyai keterbatasan dalam menyalurkannya. Kemudian ketika tiba-tiba menemukan media untuk menyalurkan kebutuhannya tersebut, ia akan lebih mudah untuk menjadi pecandu.

Faktor lain yang juga memperbesar kemungkinan kecanduan cybersex adalah yang dikemukakan oleh Dr. Dana Putnam, juga berdomisili di California. Menurutnya, depresi dan masalah-masalah emosi lainnya, masalah dalam hubungan dengan orang lain, dan kegagalan dalam memuaskan kebutuhan seksual juga berperan dalam kecanduan ini.

Namun jangan salah kira, orang yang bahagia dalam pernikahan dan dalam kehidupan seksnya pun dapat saja kecanduan cybersex, demikian menurut sebuah survey. Hal ini disebabkan karena seks di internet ini sangat menggoda dan sangat mudah bagi seseorang untuk terjerat di dalamnya.

Para ahli mulai khawatir dengan gejala cybersex ini. Menurut mereka, cybersex yang sudah mencandu membuat seseorang menjadi terokupasi dengan kegiatannya tersebut, sehingga ia mengabaikan kehidupan di dunia nyata. Yang paling terimbas mungkin keluarga di rumah, yaitu pasangan dan anak-anak.

Para pasangan pecandu cybersex melaporkan bahwa mereka merasa dikhianati. Si pecandu itu sendiri banyak yang berubah, dari individu yang baik dan lembut menjadi orang yang egois dan lupa terhadap tanggung jawabnya di keluarga. Oleh karenanya, banyak yang memutuskan untuk berpisah. Kalau sudah begini, maka anak menjadi korban.

Belum lagi apabila anak ternyata menyaksikan orang tuanya melakukan cybersex, hal ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan mentalnya di kemudian hari.

Sebuah resiko besar yang juga harus dihadapi oleh pecandu ini adalah kehilangan pekerjaannya. Kalau ia dapat mengakses internet dari kantornya, kemungkinan sangat besar ia akan melakukan cybersex ini juga di kantor. Karena ini berarti mengambil waktu kerja, maka efektifitas dan performa kerja juga menurun. Atasan mana yang tidak gemas untuk memecat bawahannya yang seperti ini.

Cybersex mungkin memang menarik. Tapi dari resiko yang harus dibayar, rasanya sayang kalau harus kehilangan kebahagiaan di dunia nyata demi kesenangan sesaat di dunia maya.


Pilihan Berita Lainnya

Pilihan Berita :




Isi Dong !!!

Tulis Buku Tamu whatsnew.gif (278 bytes)
Lihat Buku Tamu


Isi Siteku

1. Tugas Akhir
2. Rincian Pengalaman
3. Persahabatan (Cinta)
4. Profil Usaha
5. Masa Kecil
6. Organisasi
7. Hobby & OlahRaga


whatsnew.gif (278 bytes) Cari dlm Site
Cari luar Web
 


Foto dan Peristiwa


Kasus Halmahera Utara


Tekno & Info Lain


Akses Internet Murah
Protokol Aplikasi Wereless
Rancangan Pesawat Boeing


Hikmah


Nilai Sebuah Do'a
Kesalahan yang dimaafkan


Kata Mutiara


Kata Mutiara 1
Kata Mutiara 2




Halaman Utama

Mohon Saran dan Masukan Pembaca Semuanya dengan Mengisi Buku Tamu, Trim's


Halaman ini terakhir diperbarui pada 05/22/00

Design Webmaster TPI-D6 © June 1999-2000

Kontak Aku

Hosted by www.Geocities.ws

1