emailnya Indonesia!
 indeks topik | kajian teologis | pustaka deedat | cari religious forum 
 

[Questions for Christians: Which one is correct?] [berislam setelah 5 tahun murtad]

Dialog Antar-Agama : SEORANG NABI YANG DITUNGGU - sub dari Muhammad dalam Bible

rada

  anggota jaya
 6 Jul 2002 11:43  [202.158.16.162]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang rada][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU - sub dari Muhammad dalam Bible

menanggapi tulisan awal sdr sem

Karen Arsmtrong mungkin adalah seorang ilmuwan, peneliti, ahli sejarah, cendekiawan. Tapi sepanjang menyangkut apa yg sdr sem kutip dari buku beliau, Karen Armstrong sama levelnya dengan anda dan saya: sama-sama mengunakan data dari tangan kesekian. Sesuatu tidak jadi makin benar hanya karena seorang Armstrong mencantumkannya dalam bukunya, demikian pula sesuatu hal tidak menjadi salah hanya karena tidak disinggung2 dalam bukunya.

Hal ini membawa kita kepada: siapa sumber kisah ttg "pendeta" Bahira itu? (mengenai tanda kutip ini akan saya kemukakan nanti).
Apakah sumber2nya sahih?

Ini baru mengenai sumbernya.

Sekarang mengenai siapa isi dari kutipan itu sendiri.

Bahira BUKAN pendeta. Dia adalah seorang petapa (itulah sebabnya dia disebut monk, bukan priest) yg menghabiskan waktunya mengasingkan diri dan bertapa. Itu hendaknya menjadi pertimbangan kritis untuk menilai apakah judgementnya mengenai kenabian Muhammad -jikapun peristiwa itu kita anggap benar-bisa dianggap representatif. Sangat keliru mendasarkan pandangan Kristen thd kenabian Muhammad pada ucapan seorang Bahira atau Waraqah.

Dari beberapa sumber saya membaca variasi2 dalam kisah dan percakapan antara sang monk, Muhammad dan Pamannya dan itu juga menimbulkan perbedaan dalam hal apa sebenarnya yg diucapkan oleh Bahira mengenai Muhammad. Misalnya apa yg dimaksud dengan "yg ditunggu2" itu. Apakah memang Bahira menunggu2 sang nabi atau Bahira sekedar punya sixth-sense (berhubung dengan nyepinya) bahwa Muhammad adalah yg ditunggu2 oleh org Arab? Kenapa dalam pembicaraan2 itu sedikitpun Bahira tidak mengeluarkan pernyataan bahwa Muhammad adalah Nabi yg ditunggu2 oleh siapapun? Coba baca ulang apa yg sdr sem kutip di atas dan jawab pertanyaan ini: Darimana sipenulis tahu -saya kutip kembali- which told him the long awaited PROPHET must be present padahal sang monk sama sekali tidak mengatakan hal itu?

Mengenai tanda kenabian Muhammad juga banyak simpang siur, minimal memgenai ukurannya. Dan yg penting: TIDAK ADA KEHASUSAN TANDA-TANDA FISIK UNTUK SEORANG NABI. Seorang Nabi tidak harus punya tanda2 fisik dan seorang yg punya tanda2 fisik belum tentu Nabi.

Itu dulu yg bisa saya kemukakan.

[ di-edit oleh rada - 6 Jul 2002 12:02 ]

goldy

  anggota tetap
 6 Jul 2002 16:41  [202.152.1.146]  nilai: 1 [komentar yang ini][tentang goldy][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU - sub dari Muhammad dalam Bible


19: Dilihat dari pertanyaan Orang-orang Israel saat itu pada Yohanes pembaptis maka nyatalah bahwa mereka menunggu-nunggu kedatangan tiga orang besar yaitu:
1. Mesias (Yesus)
2. Elia (Yohanes Pembaptis)
3. nabi yang akan datang

Mesias sudah datang
Elia sudah datang.
Yang belum datang adalah seorang nabi yang ditunggu.

Jadi kita nggak bicara masalah Mesias



Goldy:
jadi diskusi ini cuman pengen ngelanjutin diskusi orang lain yg ada di tempat lain, terlepas diskusi itu sendiri udah ngawur ? Silahkan deh kalo gitu.

Sebenernya kalo diskusi awal-nya aja udah ngawur, kita mo nerusin ngawurnya apa mo ngebenerin ?

Orang2 Israel nggak pernah menunggu 3 orang kayak yg si raybean bilang (nunggu 3 orang ??? argumen ini dasarnya apa ?? Ngebaca ayat koq sepotong-sepotong ??) . Faktanya adalah orang Israel menunggu SEORANG mesias - sesuai dgn janji Allah kepada nenek moyang mereka yg mereka pegang:

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu.." (Ulangan 18:15)

..seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini.. (Ulangan 18:1

Mesias yg ditunggu itu jelas2 bukan Yesus dan juga bukan Muhammad karena 2 nama ini emang nggak masuk itungan mereka sehingga sampe sekarang orang Yahudi masih menunggu SEORANG mesias.

Makanya gue bilang, loe nggak bisa pake referensi Karen Armstrong utk ngebuktiin bhw Muhammad adalah mesias yg ditunggu2 itu. Ke laut. Referensi Karen Armstrong cuman sahih utk ngebuktiin bhw memang di jamannya Muhammad (dan sampe sekarang) mesias itu sedang ditunggu2.



G

aths

  anggota jaya
 6 Jul 2002 18:11  [202.155.46.3]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang aths][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

ipunxganteng :
trus elu maunya gimana aths ?

aths:
loh.. ya ga gimana2.. atuh..

ipinxxx:
kalo elu dikasih tau, kitab yg ini asli, yg itu palsu !
trus apa elu bakal manggut kaya kebo ?? gitu ?

aths:
ya ngga.. udah pasti..
tapi buat gua yah.. punxxx
ga penting itu asli apa palsu....
ISINYA..!!!!
bagus apa kagak.. that's all

ipunxxx:
toh semua pemeluk juga bakal mempercayai kitab mereka masing2 !
dan yg jadi sandaran, ya isi dari kitab mereka masing2 !!

aths:
ya terserrrraaaahhh..
kan gua ngga pernah mempermasalahkan KEPERCAYAAN elu..
yang gua omongin itu ARGUMEN...
bisa ngebedain kan ?
dan ini udah dijawab ama si sem...
so.. it's ok...

ipunxxx:
trus yg jadi patokan keaslian & kemurnian sebuat kitab, menurut elu apa say ?

aths :
kok nanya gua...?
taaauuuuu.... apaan
kiq...kiq..kiq....

ipunxxx:
kalo elu emang bisa ngejelasin ke gua, makasih banget dah !

aths:
ngejelasin...? ok dah..
ga usah lah pake patok2 segala..
cukup baca isinya..
bagus.. ikutin
jelek ?.. kencingin aja....
gitu

[ di-edit oleh aths - 6 Jul 2002 18:33 ]

sembilanbelas

  anggota jaya
 6 Jul 2002 23:41  [202.158.57.222]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang sembilanbelas][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

Bismillahirrahmaanirrahiim
-------------------------------
Hallo rada my friend, welcomeback.
Pertama saya tertarik membahas dulu masalah Bahira.

Rada:
Bahira BUKAN pendeta. Dia adalah seorang petapa (itulah sebabnya dia disebut monk, bukan priest) yg menghabiskan waktunya mengasingkan diri dan bertapa. Itu hendaknya menjadi pertimbangan kritis untuk menilai apakah judgementnya mengenai kenabian Muhammad -jikapun peristiwa itu kita anggap benar-bisa dianggap representatif. Sangat keliru mendasarkan pandangan Kristen thd kenabian Muhammad pada ucapan seorang Bahira atau Waraqah.

Sem:
Dari Chatolic Encyclopedia saya dapat sbb: (mengenai sejarah kota BASRA /BOSTRA)
http://www.newadvent.org/cathen/02707a.htm

Under Alexander Severus (222-235) Bostra became a Roman colony. In the fourth
century it is called "a great city", by Ammianus Marcellinus (Resgestae, XIV, 8, 3), and from the extent of its ruins G. Rindfleisch has calculated that it must have had about 80,000 inhabitants (Zeitschrift des deutsehen Palastinavereins, xxi, 32). Remains of
splendid monuments are yet visible, colonnades, triumphal arches, baths, a theatre, temples, churches, etc. Bostra, being an important trade centre for caravans, was visited by Mahomet; it was there that Bahira, a Nestorian monk, acknowledged him as a prophet.


Dari atas ini saya mengambil garis tegas sbb:
1. Bostra, being an important trade
2. centre for caravans
3. visited by Mahomet
4. Bahira, a Nestorian monk, acknowledged him as a prophet

Kesemuanya ini PARALLEL dengan kisah-kisah pertemuan Muhammad saw dengan Bahira seperti yang sudah saya ceritakan dari AWAL. Dengan semikian kisah ini adalah FAKTA SEJARAH. Tidak saja ada pada literature Islam, tapi juga TERCATAT pada Literatur NON ISLAM.
Argumentasi diatas juga menyanggah respon anda masalah sumber dari Karen Armstrong yang anda ragukan.

Bahira tetap saja seorang KRISTIAN, apakah dia pertapa atau bukan. Pegangan utamanya adalah Bible. Perhatikan lagi kalimat ini:
Bahira, a Nestorian monk
Encyclipedia.com mengatakan:
Nestorian Church, Christian community of Iraq, Iran, and Malabar, India. It represents the ancient church of Persia and is sometimes called the Assyrian (or East Syrian) Church.
Jadi, tegas bahwa dia adalah Seorang KRISTIAN. Anda nggak bisa mengatakan buku pegangan dia LAIN dengan umumnya saat itu apa lagi kalau anda mengatakan kitab sucinya bukan Bible. Dan nggak ada alasan bahwa dia TIDAK mewakili para Kristian jamannya karena dia berada dalam CHRISTIAN COMMUNITY. Dengan demikian dugaan anda salah.

Waraqah sekarang.
Anda menyinggung SAHIH atau tidaknya kisah-kisah tsb. Lalu kalau sahih, bagaimana? Anda akan percaya? Kalau benar SAHIH, maka komentar anda" Sangat keliru mendasarkan pandangan Kristen thd kenabian Muhammad pada ucapan seorang Bahira atau Waraqah. Akan gugur dengan sendirinya. Itu karena anda harus konsisten dengan masalah SAHIH yang sudah anda singgung. Saya ingat anda adalah orang yang sangat mementingkan ke SAHIHAN hadits. Anda juga sering mungutip hadis-hadis sahih toh?
Silahkan buka:
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/087.sbt.html#009.087.111

Ini adalah SAHIH BUKHARI Volume 9, Book 87, Number 111:
Waraqa said, "This is the same Namus (i.e., Gabriel, the Angel who keeps the secrets) whom Allah had sent to Moses. I wish I were young and could live up to the time when your people would turn you out." Allah's Apostle asked, "Will they turn me out?" Waraqa replied in the affirmative and said: "Never did a man come with something similar to what you have brought but was treated with hostility. If I should remain alive till the day when you will be turned out then I would support you strongly." But after a few days Waraqa died and the Divine Inspiration was also paused for a while and the Prophet became so sad as we have heard that he intended several times to throw himself from the tops of high mountains and every time he went up the top of a mountain in order to throw himself down, Gabriel would appear before him and say, "O Muhammad! You are indeed Allah's Apostle in truth ..dsb

rada:
Dari beberapa sumber saya membaca variasi2 dalam kisah dan percakapan antara sang monk, Muhammad dan Pamannya dan itu juga menimbulkan perbedaan dalam hal apa sebenarnya yg diucapkan oleh Bahira mengenai Muhammad. Misalnya apa yg dimaksud dengan "yg ditunggu2" itu. Apakah memang Bahira menunggu2 sang nabi atau Bahira sekedar punya sixth-sense (berhubung dengan nyepinya) bahwa Muhammad adalah yg ditunggu2 oleh org Arab? Kenapa dalam pembicaraan2 itu sedikitpun Bahira tidak mengeluarkan pernyataan bahwa Muhammad adalah Nabi yg ditunggu2 oleh siapapun? Coba baca ulang apa yg sdr sem kutip di atas dan jawab pertanyaan ini: Darimana sipenulis tahu -saya kutip kembali- which told him the long awaited PROPHET must be present padahal sang monk sama sekali tidak mengatakan hal itu?

Sem:
Saya ragu apakah Rada sudah baca semua posting saya apa belum. Kok sepertinya nalar anda agak error ya.

Hal 78
"One year he (Abu Thalib) decided to let Muhammad (ketika itu Muhammad berumur 6 tahun - sem) accompany him on a business trip to Syria, and, to the surprise of the Quraisy, when they reach Basra the local monk Bahira rushed out of his cell to invite them to a meal. He usually ignored the caravan but this year he had seen that it was overshadowed by a bright cloud, which told him the long awaited PROPHET must be present "

overshadowed by a bright cloud
Adalah ciri-ciri dari Muhammad saw. Kemana beliau berjalan selalu diiringi awan diatasnya (silahkan anda baca biografi-biografi Muhammad saw). Kenyataannya, disini Bahira juga tau bahwa Nabi yang akan datang itu akan diiringi oleh awan kemana dia berjalan. Itulah yang selama ini ditunggu. ITULAH YANG MEMBUAT DIA KELUAR DARI CELL NYA. Karena sebelumnya dia tidak perduli pada karavan karena lebih asik dalam penyepiannya. Jadi ketika itu dia melihat sesuatu yang aneh.

which told him the long awaited PROPHET must be present
Karena dia melihat tanda AWAN yang mengiringi seseorang.
Kisah selanjutnya kenapa Rada nggak salin?

After the meal, Bahira took Muhammad to one side and ask him to swear by al-Lat and al-Uzza, the goodness of his peopleand he would answer him truthfully "Don't ask me by al-Lat and al-Uzza" Muhammad protested, " for by ALLAH nothing is more HATEFUL to me that those two" instead he swore by ALLAH alone, and answer Bahira's Questions about his life. Then the monk examined his body and found the special MARK of PROPHECY BETWEEN HID SHOULDER

Perhatikan donk bagaimana sang MONK meng interview Muhamamd saw sampai memeriksa fisiknya. Diataskan udah jelas rada.
HIRARKINYA adalah:
1. Melihat keganjilan pada AWAN yang selalul mengiringi kemana karavan berjalan
2. Bagira keluar karena keganjilan itu.
3. Melihat Muhammad saw
4. Membawa kesisinya
5. Mengadakan tanya jawab.
6. Memeriksa tanda kenabian.

Jadi jelas donk Bahira tau siapa yang ditunggu.
Anda juga baca literature saya yang lain yang memberikan informasi mengenai dialog yang lebih detail.

Rada:
Mengenai tanda kenabian Muhammad juga banyak simpang siur, minimal memgenai ukurannya. Dan yg penting: TIDAK ADA KEHASUSAN TANDA-TANDA FISIK UNTUK SEORANG NABI. Seorang Nabi tidak harus punya tanda2 fisik dan seorang yg punya tanda2 fisik belum tentu Nabi.
Itu dulu yg bisa saya kemukakan.


Sem:
Lho ini pendapat pribadi atau apa? Sorry rada nggak bisa pendapat pribadi dalam dialog ini tanpa referensi. Kita sedang bicara masalah sejarah. Kita kan sudah sepakat nggak asal ngomong tanpa referensi. Kok anda lupa my friend.

salam

sembilanbelas

  anggota jaya
 6 Jul 2002 23:42  [202.158.57.222]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang sembilanbelas][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

sdr Goldy, setelah ini giliran anda. Tapi saya ada kerjaan.
I'll be back

jaws

  anggota terhormat
 6 Jul 2002 23:45  [202.158.31.3]  nilai: 2nilai: 2 [komentar yang ini][tentang jaws][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

jaga: ada kerjaan
iqbali: ada kerjaan
sembelit: ada kerjaan

jurig: kurang kerjaan...kix kix kix

sandhu

  anggota tetap
 7 Jul 2002 00:03  [202.155.89.198]  nilai: 1 [komentar yang ini][tentang sandhu][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

maksud pernyataan saya
adalah bukan ciri - ciri, yg saudara 19 sebutkan, tetapi bukti
reall Alkitab yg asli,

seperti uang asli pun bisa dibuktikan secara nyata, bila dibandingkan dgn uang palsu.

maksud saya adalah bukti yg benar - benar reall

sembilanbelas

  anggota jaya
 7 Jul 2002 00:46  [202.158.63.42]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang sembilanbelas][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

Bismillahirrahmaanirrahiim
----------------------------
Saya ingin meyakinkan anda sekalian masalah kota Basra dimana selalu terkait dengan nama pendeta Bahira.
Ini untuk menyanggah bahwa HANYA Karen Armstrong yang memuat kisah tsb.
sengaja saya kutipkan dari Internet supaya anda kita bisa liat bersama. Satu lagi dari buku Biografi Muhammad saw yang dibuat oleh Non Islam.

Ini mengenai kota Basra/bosra.
http://www.syriagate.com/Syria/about/cities/Daraa/bosra.htm

The rest of Bosra is a city resembling the nearby town of Shahba, and like most other Roman cities is built in a grid like pattern. Other vestiges include a monumental arch, the western gate called Bab Al Hawa, the Roman baths, the Mosque of Omar (one of the oldest surviving mosques), the Cathedral of Bosra, the Mameluke baths Hamam Manjak, a Nabatean arch and the basilica known as Church of Bahira. Bahira was a Nestorian Christian monk who met the Prophet Muhammad (P) when Muhammad (P) was 12 years of age, and noticed the seal of prophecy and claimed that he would have a great future.
------------------------
http://www.najaco.com/islam/my_notes/2000/february_2000.htm

To further illustrate the prediction of the Christians of the coming of a prophet, I would like to relate the following story of the Christian monk Bahira. One day, when Mohamed,may peace be upon him, was nine (according to others twelve), his uncle took him
with a merchant caravan as far as Syria. At Bostra, near one of the halts where the Meccan caravan always stopped, there was a cell which had been lived in by a Christian monk for generation after generation. When one died, another took his place and inherited all that was in the cell including some old manuscripts. Amongst these was one which contained the prediction of the coming of a Prophet to the Arabs; and Bahira, the monk who now lived in the cell, was well versed in the contents of this book, which interested him all the more because he too, like many other Christians, felt that the coming of the prophet would be in hislifetime.

He had often seen the Meccan caravan approachand halt not far from his cell, but as this one came in sight his attention was struck by something the like of which he had never seen before: a small low-hanging cloud moved slowly above their heads so that it was always between the sun and one or two of the travelers. With intense interest he watched them draw near. But suddenly his interest changed to amazement, for as soon as they halted the cloud ceased to move, remaining stationary over the tree beneath which they took shelter, while the tree itself lowered its branches over them,so that they were doubly in the shade. Bahira immediately thought of the expected prophet. Bahira sent word to the caravan: "Men of Quraysh, I have prepared food for you, and I would that ye should come to me, every one of you, young and old, bondman and freeman." So they came to his cell, but despite what he had said they left Mohamed, may peace be upon him, to look after their camels and their baggage.

Bahira scanned all the faces of his guests one by one, but he could see nothing which corresponded to the description in his
book, nor did he see among them any many adequate to the two miracles he had just witnessed. "Men of Quraysh," he said, "let none of you stay
behind." "There is not one that hath been left behind," they
answered, "save only a boy, the youngest of us all." "Treat him
not so" said Bahira, "but call him to come, and let him be present
with us at this meal." The Qurayshis reproached themselves for their
thoughtlessness. "We are indeed to blame," said one of them,
"that the son of Abd Allah should have been left behind and not brought to share this feast with us," whereupon he went to him and embraced him and brought him to sit with the people.
When Bahira saw Mohamed, may peace be upon
him, he noticed many features of both face and body which corresponded to what was in his book. He asked him questions about his way of life and about his sleep, and about his affairs in general. Mohamed, may peace be upon him, readily informed him of these things for the questions were courteous and benevolent; nor did he hesitate to draw off his cloak when finally the monk asked if he might see his back. There, between his shoulders, was the very mark he expected to see, the seal of prophethood as it was described in his book.

Bahira turned to Abu Talib: "What kinship hath this boy with thee?" he said. "He is my son," said Abu Talib. "He is not thy son," said
the monk
; "it cannot be that this boy's father is alive." "He is
my brother's son," said Abu Talib. "Then what of his father?"
said the monk. "He died," said Abu Talib, "when the boy was still
in his mother's womb." "That is the truth," said Bahira.
"Take thy brother's son back to his country, and guard him against the Jews, for by God, if they see him and know of him that which I know, they will contrive evil against him. Great things are in store for this brother's son of thine."

--------------------

Ini adalah "LIFE OF MAHOMET" - WILLIAM MUIR, ESQ.,Bengal Civil Service.
[Smith, Elder, & Co., London, 1861]

The youthful Mahomet, with the rest of the caravan, alighted under a tree by the roadside, close to a monastery or hermitage occupied by a monk called Bahira. The monk perceived by a cloud
which hovered over the company
, by the boughs bending to shelter one of them, and by other marvellous tokens, that the party contained the prophet expected shortly to arise. He therefore invited them to an entertainment. But when they had assembled, he perceived that the object of his search was not amongst them. Upon his enquiring where the wanting guest was, they sent out for Mahomet, who on account of his youth had been left to watch the encampment. Bahira questioned him, examined his body to discover the seal of prophecy, and found it plainly impressed upon his back. He then referred to his sacred books, found all the marks to correspond, and declared the boy to be the expected apostle. He proceeded to warn Abu Talib against the Jews, who he said would at once recognize the child as the coming prophet, and out of jealousy seek to slay him. Aba Talib was alarmed, and forthwith set out for Mecca with his nephew.

------------------
Informasi-informasi diatas membantah bahwa hanya Karena Armstrong yang memuat kisah-kisah kesaksian atas Nabi yang ditunggu.

Salam

sandhu

  anggota tetap
 7 Jul 2002 00:54  [202.155.89.198]  nilai: 1 [komentar yang ini][tentang sandhu][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

maksud dari saya adalah buktikan dgn alkitab asli yg seandainya memang saudara punya bukan dgn bukti - bukti tulisan dgn org lain.

salam

raybean

  anggota terhormat
 7 Jul 2002 10:00  [202.153.247.126]  nilai: 2nilai: 2 [komentar yang ini][tentang raybean][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

saya pengin nambahin dikit yaa...

kebetulan ada artikel bagus yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan

lihat di:

http://jews-for-allah.org/Muhammad-and-Judaism/the-Jewish-Bible/Muhammad-in-Songs.htm

bisa diteliti tuh kebenarannya...

jaga

  anggota jaya
 7 Jul 2002 13:57  [202.152.3.165]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang jaga][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

cakepnya neeh thread
BTW ummat kristen tau nggak siapa nabi yg di tunggu sebagaimana yg di informasikan bible ?
yg jelas bukan yesus yah, soalnya yesus khan di sebut mesias
so, siapa lagi kalau bukan Nabi Muhammad ?

larealit

  anggota tetap
 7 Jul 2002 14:31  [202.154.33.41]  nilai: 1 [komentar yang ini][tentang larealit][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

Mas Sem kalau saya mah bisanya bilang GOOD.........GOOD.....GOOD........ISLAM MEMANG PALING GOOD.

morpheus

  pendatang
 7 Jul 2002 15:39  [128.88.255.122]  nilai: 0 [komentar yang ini][tentang morpheus][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

sembilanbelas:

Muhammad saw sebagai mana yang diceritakan didalam hadits-hadits, memiliki tanda FISIK kenabian. Yaitu sebuah tonjolan diantara kedua bahunya.

Jadi ingat film Matrix, mungkin tonjolan itu bekas lubang konektor yang menghubungkannya dengan program superkomputer seperti dalam film Matrix.

Do you believe that he is The Chosen One? I don't think so.
What has he done to save our world?

rada

  anggota jaya
 7 Jul 2002 16:51  [202.155.120.194]  nilai: 3nilai: 3nilai: 3 [komentar yang ini][tentang rada][meningkatkan nilai][menurunkan nilai][edit / delete]

Re: SEORANG NABI YANG DITUNGGU

sdr sem yth

Anda tidak menambahkan apa2 mengenai sumber yg diambil oleh Karen Armstrong mengenai kisah perjumpaan Muhammad dengan Bahira. Pertanyaannya adalah: apakah sumbernya sahih?

Kedua, saya tidak pernah membantah faktualnya peristiwa itu. Saya cuma ingin anda memberikan sumber yg lebih langsung daripada seorang Karen Armstrong.

Sem:
Saya ragu apakah Rada sudah baca semua posting saya apa belum. Kok sepertinya nalar anda agak error ya.

rada:
Sepanjang mengenai fakta, posting anda hanya mengatakan bahwa benar Muhammad bertemu dengan Bahira, benar Bahira menanyai Muhammad, melakukan pengecekan pada tubuhnya. Tapi darimana munculnya overshadowed by a bright cloud, which told him the long awaited PROPHET must be present which told him the long awaited PROPHET must be present? Anda harus mencerna ini baik2. Bahira tidak pernah mengatakan menunggu seorang Nabi dan tidak pernah mengatakan Muhammad adalah Nabi yg ditunggu2! Penulis baru tahu kalau Bahira menunggu seorang nabi jika Bahira memang mengatakannya. Tapi Bahira tidak mengatakannya. Kalau begitu darimana penulis kisah itu menyimpulkannya? Cara2 spt ini adalah cara2 yg khas: si penulis/sumbernya melihat sebuah peristiwa lalu ketika mencatatkannya, dia mencampurbaurkan fakta2 yg dia lihat/dengar itu dengan asumsi pribadinya. Ini sama dengan kalau saya melihat seorang pria berlari di terminal sementara seorang gadis berlari2 di belakangnya sambil mengacung2kan tangan, lalu saya menulis: "Pria itu dikejar2 oleh seorang gadis yang marah". Padahal fakta sebenarnya jauh dari situ: Si gadis justru ikut lari dari kejaran orang lain dan dia tidak sedang marah.

---------------------------
Rada:
Mengenai tanda kenabian Muhammad juga banyak simpang siur, minimal memgenai ukurannya. Dan yg penting: TIDAK ADA KEKHUSUSAN TANDA-TANDA FISIK UNTUK SEORANG NABI. Seorang Nabi tidak harus punya tanda2 fisik dan seorang yg punya tanda2 fisik belum tentu Nabi.

Sem:
Lho ini pendapat pribadi atau apa? Sorry rada nggak bisa pendapat pribadi dalam dialog ini tanpa referensi. Kita sedang bicara masalah sejarah. Kita kan sudah sepakat nggak asal ngomong tanpa referensi. Kok anda lupa my friend

rada:
Anda tidak menangkap maksud saya. Taruhlah Muhammad memang punya kelainan fisik di bahu kirinya.
Tapi darimana pula anda mengira seorang Nabi harus punya tanda2 fisik? Andalah yg harus membuktikan bahwa seorang Nabi harus punya tanda2 fisik, karena Anda menggagas bahwa tanda di bahu Muhammad adalah tanda kenabiannya. Bisakah anda menyebutkan sumber yg anda gunakan untuk menyetujui cara pemeriksaan tanda fisik (birth mark) untuk kriteria seorang nabi? Apakah nabi Adam, Nuh, dan nabi2 yg dikenal Islam punya birth-mark masing2? Kalau tidak, mengapa anda percaya pada Bahira padahal dia melakuan metode pengecekan yg sesat?

Kalau anda belum jelas juga, baik saya jelaskan dengan cara lain:
Mari kita asumsikan saya setuju dengan fakta perjumpaan Muhammad dengan Bahira, dan setuju bahwa Bahira melakukan tanya jawab dengan Muhammad. Untuk kritis, Anda harus memilah2 antara:
- Apa yg benar2 dilakukan oleh pelaku2 kisah itu
- Apa yg benar2 diucapkan oleh Bahira
- Apa yg diasumsikan sendiri oleh penulis kisah itu

Anda (sem) mengatakan:
Perhatikan donk bagaimana sang MONK meng interview Muhamamd saw sampai memeriksa fisiknya. Diataskan udah jelas rada.
HIRARKINYA adalah:
1. Melihat keganjilan pada AWAN yang selalul mengiringi kemana karavan berjalan
2. Bagira keluar karena keganjilan itu.
3. Melihat Muhammad saw
4. Membawa kesisinya
5. Mengadakan tanya jawab.
6. Memeriksa tanda kenabian.

tanggapan saya:

Darimana anda, atau si penulis tahu point no.1 padahal Bahira tidak pernah mengatakan hal itu? Jawabnya: asumsi penulis sendiri (saya tahu ada mitos yg beredari di kalangan Muslim bahwa kemanapun Muhammad pergi, selalu ada awan melindunginya dari matahari)

Darimana si penulis tahu point 2 tsb? Bahira tidak pernah mengatakannya, kok sipenulis bisa mengatakan Bahira keluar karena keganjilan itu? Dari versi lain kisah ini justru Muhammad dan pamannyalah yg mengunjungi Bahira! Jadi hendaknya benar2 anda bisa memilah2 antara fakta dengan asumsi penulis sendiri.

Point 3, 4, 5 itu fakta-keras yg kita bisa simpulkan memang dilihat sendiri oleh penulis atau sumbernya, jadi tidak ada masalah di sana.

Point 6. Jika Bahira memeriksan fisik Muhammad, mengapa langsung ditafsirkan Bahira hendak memeriksa tanda2 kenabian padahal Bahira sama sekali tidak pernah menyinggung2 soal Nabi dalam pertemuan itu? Ini sangat krusial: Anda hendak menggagas bahwa Bahira yakin bahwa Muhamamd adalah Nabi yg ditunggu2, tapi TIDAK SEKALIPN DIA PERNAH MENYEBUT SOAL NABI! Bahira hanya mengatakan bahwa Muhammad akan jadi org Besar dan meminta paman Muhammad menjaganya. Jadi lagi2 ini merupakan asumsi si penulis.

Jadi anda lihat, kalau anda benar2 kritis thd kutipan di atas, tak ada sedikitpun data yg menyimpulan bahwa Bahira sedang menunggu2 seorang Nabi.

[ di-edit oleh rada - 7 Jul 2002 17:17 ]
[ di-edit oleh rada - 7 Jul 2002 17:12 ]

 < komentar sebelumnya

<< awal  [topik lain]  akhir >>

komentar berikutnya

 

[kirim artikel] [buku tamu]

 

copyright © 2002 on their respective owners. All rights reserved.
Editing terakhir: Sabtu, 05 Oktober 2002 03:51

Hosted by www.Geocities.ws

1