|
Bagaimana Cara Memfokuskan Perhatian? |
Beri Diri Kita Tujuan
Secara psikologis, menggamit atau meraih tujuan itu sesutu yang positif, pengalaman berhadiah. Itu akan membuat kita merasa baik dan membuktikan bahwa kita mampu menyelesaikan sesuatu. Gunakan prinsip psikologis ini untuk membantu kita memfokuskan pada apa yang sedang dibaca atau sedang dipelajari. Untuk tiap-tiap kegiatan membaca yang perlu dilakukan, beri kita tujuan untuk yang akan dikerjakan kemudian. Supaya tujuan tercapai, ketika kita duduk dan memulai membaca, pertama perhitungkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk dapat menyelesaikannya. Tentukan limit waktu dan bekerjalah sesuai dengan waktu itu. Bekerja di bawah tekanan waktu akan membantu kita memfokuskan pikiran pada apa yang sedang dikerjakan sebab kita akan waspada bahwa gangguan dan lanturan akan dibayar dengan waktu kita dan memperlambat kita dalam mencapai tujuan yakni batas waktu yang ditetapkan sebagai tujuan. Juga ketika beroleh tujuan, kita akan merasa positif dan tahu bahwa kita telah dapat menyelesaikan sesuatu yang berfaedah.
Pilih Tujuan-Tujuan yang Mudah Diselesaikan
Sebagaimana kita menetapkan tujuan -sesuatu yang akan dicoba diselesaikan dalam waktu tertentu- kita perlu memilih jumlah bahan yang relatif sedikit yang dapat dibaca atau dipelajari dalam tempo yang singkat. Apabila kita selesai, istirahat sejenak. Kemudian, tentukan waktu lain untuk unit bahan berikutnya. Menyusun beberapa tujuan terbatas dan meraihnya lebih menguntungkan daripada menyelesaikan sekaligus, tujuan-tujuan yang lebih ambisius, dan tentu lebih baik daripada tidak mencapai sama sekali. Seseorang yang bernama Janice, misalnya, menyusun tujuan untuk dirinya belajar pada suatu senja.
Beri Diri Bonus
Merancang dan menjumpai tujuan dalam batas waktu tertentu merupakan salah satu bentuk hadiah yang dapat membantu Anda memusatkan perhatian. Bentuk hadiah lain yang dapat digunakan untuk menjaga pikiran pada apa yang dikerjakan: aktivitas sehari-hari yang menyenangkan --seperti nonton TV, makan-makan, menelepon-- yang disusun mengikuti periode baca atau belajar. Anda bisa, misalnya, merencanakan menelepon teman setelah selesai mengerjakan tugas matematik. Atau, jika Anda merencakan menulis ulang tugas menulis sebelum nonton sebuah acara TV favorit, program TV menjadi hadiah atas selesainya revisi tugas menulis itu.
Tertariklah pada Subjek
Interes merupakan faktor utama yang membuat perhatian terpusat pada subjek yang sedang dipelajari. Hampir tak ada seorang pun yang sulit berkonsentrasi terhadap artikel majalah yang sangat menarik atau menjaga pikiran terhadap satu film atau tayangan TV yang memang mau dilihat. Jika suatu hal sangat tidak menarik, melantur bisa terjadi. Meskipun Anda tidak akan dapat mengubah suatu subjek yang membosankan menjadi menarik, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan atau mengembangkan interes kita pada suatu subjek. Cobalah saran-saran berikut:
| 1. | Baca dengan kritis. Selama membaca, cari ide-ide yang dapat menjawab | pertanyaan atau yang tidak cocok dengannya. Cari sudut pandang, pendapat-pendapat, dan pernyataan-pernyataan yang tidak mendukung. |
| 2. | Coba prediksi atau antisipasi pikiran penulis. Jika Anda dapat | memprediksi apa maksud penulis akan membawa pada pada poin-poin yang ia kerjakan kemudian. |
| 3. | Coba kaitkan, atau Anda lihat hubungan antara materi yang baru dan | informasi yang telah dipelajari. Apakah materi yang baru itu memperluas, mengganti, atau berlawanan dengan ide-ide yang telah dimiliki sebelumnya. |
Kombinasikan Aktivitas Fisik dan Mental
Aktivitas pisik --seperti menulis dan menggarisbawahi-- jika dikombinasikan dengan aktitivitas mental membaca, mereview, dan mememori, akan membantu memusatkan perhatian Anda. Banyak teknik belajar dan teknik membaca yang secara pisik digunakan dalam mengkonjungsi kegiatan membaca atau belajar. Teknik-teknik menandai dan menggarisbawahi buku teks, menulis catatan-catatan pada margin, dan belajar untuk ujian semua termasuk ke dalam menulis dan membaca. Dengan menggarisbawahi ide-ide yang penting atau mencatat hal-hal penting yang dibaca, Anda mendorong diri sendiri untuk menjaga pikiran dengan aktif dan terlibat. Ketika membaca, Anda mereaksi dan mengevaluasi tiap-tiap ide dan memutuskan apakah itu cukup penting untuk digarisbawahi atau dicatat. Untuk sekedar mencoba mengetes nilai yang telah Anda pelajari, cobalah eksperimen berikut.
Variasikan Aktivitas Anda
Kemampuan memusatkan pikiran pada sebuah subjek tertentu akan meningkat jika Anda mencoba untuk tidak memaksa konsentrasi hanya pada jenis aktivitas untuk waktu yang lama. Anda dapat merencanakan jadwal belajar misalnya membaca sosiologi sebentar, kemudian mengerjakan tugas matematik, dan berakhir dengan pindah pada tugas membuat makalah. Rencana ini akan lebih efektif tinimbang semuanya hanya membaca --membaca sosiologi, lalu membaca kimia, kemudia membaca essai bahasa Inggris. Ketika memvariasikan tipe dan hakikat belajar, Anda sesungguhnya menggunakan proses mental yang berbeda-beda dan ketrampilan yang berbeda pula. Berubah dari satu ketrampilan atau proses mental kepada yang lain akan menyegarkan dan membuat konsentrasi lebih mudah.
Buat Daftar Penggangu
Ketika sedang belajar atau membaca, Anda akan sering terpikirkan sesuatu yang memang harus diingat. Jika, sebagai contoh, Anda perlu mengingat janji yang dijadwalkan dengan dokter gigi untuk sore nanti, Anda akan menemukan bahwa sekali-kali ingatan tentang hal itu akan terlintas dalam pikiran. Sesungguhnya, hal itu merupakan suatu cara yang baik untuk mengingat sesuatu. Itu menjadi problem jika menginterferensi konsentrasi Anda. Untuk menanggulangi proses mental dalam pikiran ketika sedang belajar, daftar hal-hal yang mungkin mengganggu. Siapkan sehelai kertas yang lain dekat dengan tempat Anda belajar. Setiap kali sesuatu yang bersifat menatal itu terpikir, catatlah. Dengan menuliskan apa yang terlintas itu, Anda sementara akan dapat menguranginya dari ingatan. Gunakan kertas yang sama untuk merekam ide-ide dan problem yang lain yang mengganggu Anda. Catatan pengganggu boleh seperti contoh berikut.
Gunakan Sistem Talli guna Membangun Attention Span Anda
Sebagaimana telah dikemukakan pada bagian terdahulu, attention span merupakan jangka waktu lamanya kita dapat memusatkan perhatian pada satu subjek tertentu tanpa pengaruh atau gangguan. Salah satu cara yang mudah untuk meningkatkan jangka waktu pemusatan perhatian adalah dengan memonitor berapa kali Anda tergganggu dalam kurun waktu setengah atau satu jam. Buat sistem tally, atau hitung, gangguan-gangguannya. Setiap kali Anda memikirkan sesuatu selain yang sedang dipelajari, tandai pada secarik kertas. Jumlahkan keseluhan tanda itu pada akhir waktu. Periksa kembali diri Anda, dan coba untuk mengurangi jumlah gangguannya sepuluh persen. Hal itu tidak perlu Anda lakukan setiap kali membaca atau belajar, atau Anda akan menyandarkan diri pada teknik itu sebagai cara untuk memaksa berkonsentrasi. Sebaiknya, lakukan itu sekali untuk beberapa hari hingga Anda merasa konsentrasi cukup meningkat.
Berkenaan dengan sistem talli, lakukan Latihan 4 pada bagian berikut!