|
3. Mengorganisasi Waktu |
Gunakan bab ini untuk:
Faktor esensial yang memungkinkan Anda bisa belajar dengan teratur dan sukses di perguruan tinggi adalah Anda harus bisa menggunakan waktu dengan efektif. Untuk sebagian mahasiswa (termasuk juga untuk orang dewasa) memiliki waktu yang cukup untuk mengerjakan segala sesuatu yang mereka inginkan hampir-hampir mustahil. Orang pada umumnya secara kontinyu dihadapkan pada satu seri penyelesaian konflik penggunaan waktu dan mereka dipaksa membuat sejumlah putusan apa yang harus dikerjakan pada saat tertentu. Beberapa contoh konflik pemanfaatkan waktu tersaji berikut:
Menonton film terakhir
vs.
tidur malam yang baik
Memeriksa mobil di garasi
vs.
mengikuti pertandingan sepak bola
Menyertai keluarga berbelanja
vs.
menepati janji dengan dokter gigi
Kadang-kadang konfliks terdiri dari serangkaian pilihan yang sama-sama menyenangkan serta alternatif-alternatif yang bisa menggembirakan. Sebagai misal, apakah Anda akan senang jika mengambil keputusan pergi bermain bowling atau menyaksikan sebuah film pada suatu senja. Konflik-konflik dan pilihan lain yang Anda buat ditentukan oleh kebiasaan dan kebutuhan tertentu. Jika Anda menderita flu, misalnya, Anda mungkin perlu memutuskan untuk tidak kuliah dan dengan demikian Anda bisa mengunjungi dokter.
Masih soal putus-memutuskan yang lain dari hari ke hari, betapa pun, dapat membuat frustasi dan menyita waktu yang sangat berharga sebagai sebuah alternatif yang berat. Boleh jadi yang paling membuat frustasi adalah ketika kita harus memutuskan "apa yang kita mau" dengan "apa yang semestinya". Keputusan-keputusan itu menjadi perlu ketika Anda ingin menjadi bagian dari sebuah aktivitas yang menyenangkan yang dikerjakan pada waktu yang bersamaan dengan sesuatu yang lain yang semestinya Anda kerjakan. Mahasiswa memiliki interes, komitmen sosial, dan tanggung jawab terhadap keluarga yang variatif. Interes-interes itu sering bertabrakan dengan penyelesaian tugas, penulisan makalah, belajar untuk ujian, dan hal lain yang harus dikerjakan. Berikut beberapa contoh tipe konfliks seperti ini.
| Yang diinginkan | Yang semestinya |
| Pergi dengan teman | Menyelesaikan membaca bab sebuah buku teks |
| Menikmati secangkir kopi di kantin | Mengerjakan tugas perpustakaan |
| Bermain bowling | Belajar untuk ujian mata kuliah psikologi |
Tidak hanya sekedar sukar dan membuang-buang waktu untuk menghadapi pilihan-pilihan itu, tetapi juga gampang untuk segera melakukan "yang diinginkan" dan meninggalkan "yang semestinya" kemudian. Sayangnya, hal itu hanya menciptakan problem lebih jauh. Tidak hanya pekerjaan yang masih harus diselesaikan, tetapi pada akhirnya mahasiswa akan merasa bersalah atas pilihannya itu dan aktivitas yang dipilihnya juga jadi tidak benar-benar menyenangkan.
Oleh karena itu, jika ingin sukses belajar di perguruan tinggi, Anda antara lain perlu (a) menganalisis waktu Anda, (b) membangun jadwal untuk diri sendiri, dan (c) menggunakan jadwal waktu sendiri. Untuk melengkapi diskusi mengenai pengaturan waktu, jangan abaikan ikhtisar yang disajikan pada bagian ini.