HOME

TULISAN BERIKUTNYA => SATU DUA TIGA EMPAT LIMA STOP

Genetika Mikroorganisme

Genetika merupakan suatu cabang ilmu yang membahas tentang sifat-sifat yang diturunkan oleh suatu organisme. Penelaahan genetika secara serius pertama kali dilakukan oleh  Gregor Mendel seorang Austria terhadap  sebidang tanaman kacang polong. Pada tahun 1860 ia menyilangkan tanaman-tanaman kacangnya yang kemudian mengamati perubahan-perubahan warna, bentuk, ukuran dan sifat-sifat lain dari kacang hasil silangannya. Hasil penelitiannya ia mengembangkan hukum-kuhum dasar kebakaan yang dikenal dengan hukum mendel. Perubahan warna, bentuk, dan ukuran biji banyak menghasilkan keterangan mengenai ciri gen-gen di dalam kromosom. Pengembangan teori Mendel kemudian dilakukan oleh ahli-ahli lain menggunakan organisme percobaan yang populer dalam penelitian genetika, yaitu lalat Drosophilla. Pada tahun 1950-an Drosophilla diganti dengan bakteri Escherichia coli sebagai organisme percobaan, karena Escherichia coli ini yang paling dipahami pada taraf molekulernya.

Pada era yang sama, Charles Darwin seorang berkebangsaan Inggris memperkenalkan teorinya mengenai evolusi. Teori evolusi Darwin didasarkan kepada prinsip-prinsip seleksi alamiah dan kelangsungan hidup dari yang terkuat. Oleh karena itu hanya organisme yang dapat beradaptasi secara genetis terhadap lingkungan yang berubah-ubah dalam kurun waktu lama (masa) yang akan bertahan hidup.

Ciri khas bentuk kehidupan dari segi genetika adalah mempunyai “kesamaan” (kemiripan)  ciri progeni dan tetuanya. Mari kita amati spesies manusia misalnya, beberapa keluarga mempunyai rambut hitam, mata hitam, bentuk hidung tertentu karena tetuanya demikian adanya, sedangkan beberapa keluarga lain mempunyai rambut pirang, mata biru, dan bentuk hidung yang lebih menonjol sesuai dengan tetua mereka. Dengan cara yang sama, mikroorganisme juga

Pada bab ini hanya dibahas tentang pengendalian asam nukleat terhadap kegiatan sel mikroorganisme dan transfer material yang diturunkan. Oleh karena bahasan bab ini melibatkan senyawa-senyawa organik, terutama protein, ensim dan asam nukleat, maka sebelum membaca bab ini, perlu difahami terlebih dahulu tentang senyawa-senyawa yang bersangkutan.

E1.Sifat Dasar DNA

Kromosom yang kita kenal, sesungguhnya adalah rantai DNA (dioxiribo nucleic acid = asam dioksiribo nukleat)  yang pada organisme tingkat tinggi (tumbuhan dan hewan) diselubungi oleh suatu jenis protein yang disebut histon. DNA merupakan bahan genetik yang menyimpan informasi genetik (sifat menurun ke generasi berikutnya) dan dapat dipindahkan. Avery pada tahun 1941 mampu mengubah bakteri Pneumococcus yang tidak beracun menjadi bakteri yang menghasilkan toksin (racun) dengan cara menambah ekstrak DNA bakteri beracun. Hal tersebut membuktikan bahwa DNA bakteri yang beracun tersebut dapat dipindahkan (ditransformasikan) sifat-sifatnya kepada DNA bakteri generasi baru. Dengan demikian disimpulkan bahwa bahan yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan sifat individu bakteri tersebut adalah DNA.

DNA mengandung dua basa yaitu purin dan pirimidin. Basa purin terdiri dari adenin [A] dan guanin [G], sedangkan basa pirimidin terdiri dari citosin [C] dan timin [T]. DNA merupakan rangkaian basa-basa purin dan pirimidin yang sangat panjang. Secara skematis dapat digambarkan seperti berikut :

Ingin teks selengkapnya ?                 YA                 TIDAK

Hosted by www.Geocities.ws

1