APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

CHAPTER XIV : LOUISYA BIRDBLUER

" Cassandra, kau dapat surat.. " sapa Hermione pagi itu dikelas Transfigurasi. Hermione duduk di samping Cassandra.

" Surat...? dari siapa ? " tanya Cassandra.

" Entahlah, kami tak mengenalnya, mungkin... kau kenal... " kata Ron yang duduk bersama Harry.

" Siapa, sih... ? " tanya Cassandra membuka amplop putih, saat Cassandra menyentuhnya, bola matanya melebar, tanpa berkata apapun, dia keluar dari ruangan dan bertemu Profesor Mc Gonagall.

" Pagi, Profesor... " kata Cassandra tersenyum sekilas.

" Tunggu sebentar, Lee... kau mau kemana ? pelajaranku akan dimulai... "

Tapi, Cassandra hilang ditikungan.

Setelah makan siang, Harry, Hermione dan Ron bertemu Cassandra di ruang rekreasi. wajahnya ceria sekali.

" Ada apa ? senang sekali ? " tanya Harry.

" Yah... keponakan Rika Annastasya Birdbluer, yang mengirim surat padaku, dia ingin berbicara sesuatu, yang penting, tentang bibinya, Rika, dan juga.... Horcrux... "

" Benarkah?!! kapan dia akan datang ? " tanya Hermione, wajahnya ceria dan sepertinya bersinar.

Cassandra mengeluarkan tongkat dan mengeluarkan mantra non-verbal, tampaknya adalah mantra Mulfiato pada anak - anak sekitar. " Besok, dia penyihir, hanya saja, dia seorang keturunan muggle, selama hidupnya, dia mendapatkan pelajaran sihir di Asia, mungkin pakai pedang juga... setelah lulus, dia bekerja didunia muggle sebagai sekretaris sebuah perusahaan, memang, kata dia, dia bersekolah di dua sekolah dalam satu hari, sekolah pagi didunia sihir dan sekolah malam didunia muggle, tetapi, dia mendapat surat dari bibinya yang mengatakan bahwa dia akan melakukan sesuatu yang membuat keponakannya itu harus tahu segalanya.. dan, dia akan mengetahui yang dia ketahui pada kita, besok, dia tak tahu bagaimana caranya kemari, sampai kuberitahu dengan surat kilatku yang kukirim dengan burung hantu tercepat yang dimiliki Hogwarts... "

" Itu luar biasa, mungkin saja, kau harus menyingkirkan dua pendapat tentang dua orang lainnya, orang yang bernama Rufus Alblomeda, dulu memang aku pernah mendengarnya, dia disebut - sebut sebagai orang yang membantu Sirius kabur dari penjara, dan ibu Malfoy, aku rasa dia tak mungkin berani mengkhianati tuannya walaupun dia telah dibuang... " jawab Harry.

" Yeah... mungkin kau benar, Harry, aku harus mencoret dua nama itu, dan... bagaimana dengan pernikahan Fleur... ? "

" Bukankah masih dua minggu lagi ? " tanya Ron.

" Aku tahu, hanya saja, mungkin aku ingin membawa keponakan Rika, aku ingin memperkenalkan orang yang sangat baik mau membantu kita itu pada anggota orde dan juga Lupin, apa dia tak ingin menikah dengan Nymphadora Tonks, mereka.. terlihat cocok... " jawab Cassandra.

" Lupin akan menikah bila Harry dalam keadaan baik - baik saja, dan kau-tahu-siapa telah mati... aku akan bilang pada mom untuk menambah jumlah tamunya... " jawab Ron.

" Harry aman, di bawah pengawasanku, pengawasan delapan temanku, dan juga pengawasan keponakan Rika... "

" Apa kau mengatakan sesuatu yang lain kecuali bagaimana cara kemari ? " tanya Hermione.

" Aku hanya bilang, apa dia kenal Harry dan kalau iya, apa dia kenal Voldemort, dan kalau iya, apa mereka tahu hubungan Voldemort dan Harry, dan kalau iya, aku minta untuk membantuku melindungi Harry... " jawab Cassandra lalu berdiri dan mengambil makan siangnya, dia memantrai anak sekitarnya lagi agar mereka normal lagi dan makan siang.


Keesokan Harinya, hari sangat cerah, udara sejuk dan hangat keluar masuk kastil. Cassandra keluar lebih dulu dari ruang rekreasi sebelum Harry, Ron dan Hermione turun. Dia berjalan ke Aula dan mengambil makan pagi yang dia bungkus dalam angin dan pergi lagi ke arah pondok Hagrid dan bermaksud makan pagi disana. Dilihatnya, Hagrid sedang menata labu - labunya yang besar dan menjemur musang untuk Witherwings. Grawp sedang memandikan Witherwings dengan bersemangat. Saat Hagrid melihat Cassandra, dia melambaikan tangannya dengan senyum lebar dan memanggil Grawp, Ggrawp yang melihat Cassandra, tampaknya akan memelukanya, mungkin rindu. tapi, Hagrid menghentikan adiknya, dan Grawp hanya melambaikan tangannya.

" Selamat pagi, bagaimana dengan pondokmu, Hagrid ? "

" Yeah...seperti yang kau lihat, sekarang lebih baik dan lebih besar, bisa untukku dan Grawp, dia akan tinggal bersamaku, dan... ini karena bantuanmu... " kata Hagrid yang tampaknya terharu dan ingin menangis lagi, Grawp mengelus lebut bahunya.

" Aku tak membantu apa - apa, Hagrid, kau yang melakukannya, bersama Grawp... " Cassandra menepuk lembut kaki Grawp yang mungkin dirasakan Grawp sebagai tiupan angin, dia tersenyum menatap Cassandra.

" Kenapa kau disini, Cassandra ? kau tak ikut pelajaran ? " tanya Hagrid.

" Aku ingin makan pagi disini, lalu menjemput kenalanku sebentar dibawah dedalu perkasa, apa boleh aku melihat kedalam, Hagrid ? "

" Ooh, tentu saja, silahkan masuk, silahkan... " jawab Hagrid dan Grawp mengangguk - angguk senang.

Cassandra masuk kedalam rumah yang pintunya lebih tinggi sedikit daripada Grawp, dindingnya terbuat dari batu alam dan beton yang tampaknya diberi nanah bunga Clorisifa yang bisa membuat apapun merekat kuat dalam waktu cukup lama, ada dua sofa dengan dua bantal dan dua ranjang yang berbeda ukuran, dan beberapa sofa untuk tamu juga dengan bantal yang sama persis motifnya dengan motif dua sofa yang besar, yang jauh lebih kecil daripada dua sofa lainnya, rak - rak mengikuti besar tubuh Hagrid, tapi, ada juga rak yang tampaknya rak baju yang sebesar tubuh Grawp, dapur menjadi lebih luas, perapian juga lebih besar, semua berubah total sejak tahun lalu, dan juga... terakhir kali Cassandra kemari, semuanya masih berantakan dan ditata seadanya, tapi, kali ini, semua sangat rapi dan bersih... hewan - hewan peliharaan Hagrid disimpan dengan baik di ruangan agak besar di sebelah dapur dan diantara toilet yang berbeda ukuran, gudang pun tampak tertata rapi.

" Hebat sekali penataannya, Hagrid... " kata Cassandra lalu mengambil teko besar milik Grawp lalu mengambil daun teh hijau dari saku jubahnya, menuangkan air panas di teko dan menaburkan pelan daun teh hijau, air panas langsung berubah hijau dan agak tua, Cassandra menuangkan sedikit susu dan sedikit gula batu kedalam teko lalu mengaduknya, semua tanpa sihir. menuangkannya kedalam dua cangkir ukuran besar dan empat ukuran normal.

" Apakah ada tamu lagi ? " tanya Hagrid.

" Yah... kurasa, mereka bertiga akan mencariku yang tak muncul di aula, pelajaran pertama mereka dan aku masih lama, kau tahu, Arithmancy... " jawab Cassandra lalu membagikan gelas Hagrid dan Grawp lalu memandang keluar dan tersenyum. " Lihat, mereka datang, dan tampaknya, mereka sedang senang... "

" Selamat pagi, Hagrid... " kata Harry membuka pintu.

" Selamat pagi, kalian mau teh ini, rasanya sangat aneh, tapi enak dan hangat sekali didada... " jawab Hagrid lalu memberikan masing - masing satu cangkir pada mereka bertiga.

" Teh hijau, bukankah, ini teh yang kau khususkan untuk merayakan sesuatu atau merayakan keberhasilan... " kata Hermione yang duduk dan di samping Ron yang langsung meminum habis teh itu.

" Benar, anak pintar, aku ingin merayakan keberhasilan kalian bertiga telah menata rumah ini... tampak sangat cantik sekali... " jawab Cassandra yang duduk di kursi kayu di dekat meja kecil berisi buku - buku, pena bulu dan sebotol tinta dan disebelahnya berdiri manis rak perkarmen.

" Kenapa bisa tahu ? " tanya Hermione. sedangkan Ron dan Harry tersedak.

" Untuk Hermione, sehelai rambutmu jatuh di gudang... " jawab Cassandra menunjukkan helai rambut Hermione yang mudah dikenali. " Untuk Harry, susunan Rak, kau menyusun rak sesuai dengan kau menyusun buku pelajaranmu dimeja rekreasi, dimulai dari paling kecil, dan untuk Ron, aku melihat dari rajutan bantal sofa kalian itu, itu rajutan Mrs Weasley, kalau itu bukan milik kalian, milik siapa ? "

Harry, Hermione dan Ron memandang terpana Cassandra yang meneruskan menghabiskan teh-nya, Hagrid dan Grawp juga, bahkan mereka seperti melihat sesuatu yang indah yang jarang sekali muncul didunia ini.

Cassandra mengayunkan tongkat dan di meja makan Hagrid muncul makanan pagi di aula. Cassandra segera sarapan sementara, Harry, Ron dan Hermione mengobrol seru dengan Hagrid sedangkan Grawp meneruskan memandikan Witherwings.

" Oke, waktunya sudah tiba, kita pergi sekarang! " kata Cassandra mengayunkan tongkat dan peralatan makanannya menghilang.

" Harry, aku lupa dengan katamu tahun lalu, bukankah kau mau ke Godric Hollow, ke makam orangtuamu ?! " kata Ron berdiri menyusul Hermione yang keluar lebih dulu.

" Ya, mungkin aku akan pergi lain kali saja, sekarang, aku lebih konsentrasi terhadap Voldemort dan Horcrux " jawab Harry yang memandang Cassandra yang sedang menuci teko dan cangkir - cangkir.

" Mungkin, kau bisa pergi bersama keponakan Rika, Harry, dia akan mengunjunggi rumah bibinya yang dekat dengan Godric Hollow... " kata Cassandra yang sekarang meletakkan teko dan cangkir yang basah di tempat menjemur.

" Dengan keponakan Rika ? apa tidak apa - apa ? " tanya Harry.

" Tidak, tidak apa - apa, kau bisa berjalan - jalan bersamanya, sebentar lagi, pelajran untuk kelas tujuh berhenti dan para murid akan lebih berkonsentrasi pada NEWT mereka, dan untuk itu, sebagai hiburan mereka akan berjalan - jalan di Hogsmeade, satu hari untuk satu asrama, dan Gryffindor akan kebagian bulan Mei minggu kedua pada hari sabtu, kau bisa ijin untuk ikut keponakan Rika ke Godric Hollow... "

" Yah, kita lihat saja nanti... " jawab Harry yang memandang aneh Cassandra.

Mereka berempat berjalan pelan ke dedalu perkasa, walaupun, entah kenapa, sepertinya, dedalu perkasa sangat ramah bila didekat Cassandra, hawa panas-nya tak terlalu besar.

" Nah, sebentar lagi... " gumam Cassandra.

Angin lembut meniup wajah Harry, dia merasakan angin tadi membelai wajahnya. dia memejamkan mata dan melihat seorang gadis sebaya dengannya yang berdiri disamping Cassandra memakai gaun pengantin, tapi wajahnya tak terlihat, terhalang topi lebar yang dia pakai, Harry berusaha meyapa, dan...

" Harry, buka mata, Louisya sudah datang... " kata Ron disamping kiri Harry dan Hermione disamping kanan.

Harry mengerjap, bingung dengan mimpi sesaat tadi, tapi, saat melihat keponakan Rika, Harry merasakan perasaan yang dia rasakan di tahun keempat dan tahun keenam, pada Cho dan Ginny. Keponakan Rika bisa dibilang manis dan cantik, walaupun Cassandra bilang dia telah bekerja, dia tampak seperti gadis seumuran Hermione. dia memakai jubah panjang warna abu - abu, dengan kemeja warna hitam dengan motif garis putus - putus dan celana hitam, rambut hitamnya yang panjang diikat kebelakang, sekilas, wajahnya mirip Cassandra, wajah Asia. seperti Cho, pikir Harry.

" Selamat pagi, kau yang bernama Harry ? " sapa keponakan Rika dan mengulurkan tangan, minta dijabat.

Harry serasa ingin melesat, ternyata, wajah cantiknya lebih cantik lagi dari dekat, bola matanya yang hitam sangat mirip Cho, dan rambut hitamnya yang berkibar lembut dibelakang seperti Ginny. Harry mengulurkan tangan dan merasakan bahwa Ron dan Hermione tersenyum genit dibelakangnya, Cassandra yang berdiri dibelakang keponakan Rika juga tersenyum, senyum yang sepertinya mengatakan 'dasar anak muda', Harry segera melepas tangannya dan bersikap biasa.

" Yah, aku Harry, Harry Potter, kau keponakan Rika ? "

" Hmm, yah... aku memang keponakannya, satu - satunya, aku Louisya, Louisya Birdbluer, aku sangat senang bisa bertemu denganmu diusiaku yang cukup muda ini.. "

" Louisya ini seumuran denganmu, Harry, dia akan bersama kita disini dan bersama orde, mungkin kau mau menemani Harry ke Godric Hollow, Louisya ? " kata Cassandra yang masih tersenyum seperti tadi. sedangkan Ron dan Hermione mesra - mesraan dibelakang Harry, dan saat Harry menoleh dengan sebal, Hermione segera duduk dan Ron segera menyingkir untuk bermain bersama Pigwidgeon.

" ...Ke, kenapa, Harry ? " tanya Hermione, wajahnya takut, takut Harry meledak marah.

" Harry, kata Louisya, dia bisa mengantarmu, kalian bisa pergi bersama... " kata Cassandra, senyum menggelikan tadi hilang dan diganti dengan senyumnya yang biasa.

" Kau akan ikut, Cassandra ? " tanya Harry.

" Aku, oh, tidak, aku akan berkonsentrasi belajar untuk NEWT, aku dan Hermione berencana untuk tinggal sepanjang hari di kastil, Ron mungkin akan ke Hogsmeade, untuk membantu mengurus pernikahan Fleur dan Bill... " jawab Cassandra yang ikut bermain bersama Ron dan Pigwidgeon.

" Oohh...ayolah, salah satu dari kalian harus ikut... " pinta Harry.

Mereka bertiga saling pandang, dan Hermione mengehela napas, " Baiklah... "

" Apa kau mau ikut ? " tanya Harry penuh harap.

" Oohh, tentu saja tidak, Ron, Ron akan ikut denganmu, kurasa dia bisa, iya, kan' Ron ? " jawab Hermione sementara sikutnya memukul pinggang Ron yang sudah ingin membantah.

" Oke, baiklah... " jawab Ron memandang Hermione sebal. Hermione hanya tersenyum.

" Bagus, aku ada kawan, ayo, kita ke kastil Cassandra... " kata Harry lalu berjalan didekat Ron dan Hermione yang mulai saling menggelitik dan bermaksud menghindari Louisya dan Cassandra.

" ...Tampaknya, anak asuhmu masih malu padaku, Lee " gumam Louisya.

" Kuyakinkan padamu, dia akan menyukaimu, kau tak lihat ekspresi wajahnya tadi ? " jawab Cassandra. " Dan sekarang, dia menghindari kita "

" Oke, oke, oh, ya, kau sudah dapatkan pedangmu ? "

" Sudah sejak lama, sekarang perkembangan ilmuku berkembang pesat, hanya saja pedangku jadi sedikit berat, mungkin karena belum terlalu baik dalam melakukan suatu sihir... bagaimana denganmu ? "

" Pedangku baru saja kuterima akhir Desember, aku memang agak malas menyelesaikannya, tapi, sekarang sudah sempurna... "

" Lalu, bagaimana dengan bibimu, apa memang dia yang menggambil horcrux itu ? "

" Entahlah, aku membawa banyak bahan yang bisa kita diskusikan sampai pagi, bibiku banyak menulis surat, buku harian, dan memo - memo kecil, juga daily prophet tua yang beritanya dilingkari, mungkin, bibiku memang yang mengambilnya, tapi, ada satu hal yang mungkin kau belum tahu, satu hal yang menyangkut dirimu dan orangtuamu... "

" Wah, apa itu ? "

" Kuceritakan dikastil, di mana saja, yang tidak ada mereka bertiga... kujamin, kau kaget mendengarnya... "

" Aku penasaran.. "

Harry sekarangbermain bersama Pigwidgeon, sementara Ron dan Hermione berkejar - kejaran.

Kembali       Next      Previous

Hosted by www.Geocities.ws

1