CHAPTER XII :
PERTEMUAN ORDE PHOENIX
Latihan mantra dan kutukan bersama Cassandra benar - benar
menguntungkan, kekuatan Harry, Ron dan Hermione sekarang
seimbang. Gaun hadiah untuk Fleur telah dikirim, gaun yang
sangat indah. Dan, sesuai dengan ramalan Cassandra, banyak
murid dari Hufflepuff dan Ravenclaw telah mengundurkan diri,
yang tersisa hanya murid dari Gryffindor dan Slytherin,
seperti yang dirapatkan bulan Desember, mereka akan
mengadakan rapat kembali di Hogsmeade bersama Orde Phoenix,
dan masalah sekarang, dimana ?
" Di Threebroomstick saja... " kata Hermione.
Saat ini, mereka berempat berada di ruang rekreasi, banyak
yang kembali dari rumah mereka, bahkan si kembar Patil dan
Luna Lovegood, Neville berkeras hati untuk tinggal di
Hogwarts. Tapi, malam ini, mereka semua tidur nyenyak.
" ...Jangan, terlalu berbahaya, tahun lalu, madam Rosmerta
terkena kutukan Imperius, jangan - jangan akan ada yang kena
lagi... " jawab Ron.
" Bagaimana dengan R.A.B, Cassandra ? " tanya Harry.
" Tidak bisa dimengerti, tapi, aku dan Hermione punya lima
orang yang bisa berinisial seperti itu " Jawab Cassandra "
Mereka adalah... Rose Abraham Bolder, Roberto Alansa Bordone,
dan tiga pelahap maut, Roemsta Angelina Brekstory, Rugus
Alblomeda Barbadras dan Ronald Afrilffer Broksborn... "
" Tiga menjadi pelahap maut, apa mereka mau mengkhianati
tuannya sendiri... " komentar Harry.
" Aku dan Hermione juga berpikir begitu, tapi, kami
cantumkan saja, kalau memang ada yang jadi pengkhianat, kita
bisa memberinya perlindungan... "
" Lalu caranya menghancurkan Horcrux ? " tanya Ron.
" Pertanyaan bagus, aku belum dapat mantra khusus penghancur
Horcrux, tapi, aku mendapatkannya dari kitab suciku, tapi
bukan mantra penghancur Horcrux, mantra pemusnah barang
sihir berkekuatan tinggi, entahlah, bisa untuk Horcrux atau
tidak... "
" Bagaimana kalau dicoba ? " kata Hermione " Tentu saja
kalau kita sudah temukan Horcrux... "
" Aku dan Hermione akan mencari tahu lagi tentang R.A.B, ada
yang kau curigai, Harry ? " tanya Cassandra.
" Entahlah, tapi rasanya aku tahu nama Rufus Alblomeda
Barbadas, sepertinya aku pernah mendengarnya... " gumam
Harry.
" Siapa ? dimana ? " tanya Ron.
" Entahlah, nanti mungkin, aku ingat... " jawab Harry.
Cassandra mengambil Evening Prophet dari meja lalu
membacanya sampai akhirnya bola matanya melebar. " Hei, ini
ada penyihir wanita dengan inisial yang sama dengan R.A.B...
"
" Siapa namanya ? " tanya Harry.
" Rubbyta Allmalsafoy Bella.. dia tertangkap bersama seorang
anak laki - laki bernama Rusdolpho Allmalsafoy... mencuri
makanan di Hogsmeade... ? "
" Hei, apa itu bukan Malfoy... ? " kata Hermione menunjuk
foto besar di halaman depan, seorang wanita memakai mantel
dan bertudung di peluk oleh seorang anak lelaki yang memakai
mantel dan bertudung, wajahnya terlihat oleh kamera dan
tampak seperti Draco Malfoy, hanya saja, Malfoy yang ini,
diwajahnya penuh dengan luka seperti cabikan dan tusukan.
" ...Malfoy, sedang apa, dia ? apa itu ibunya ? bukankah dia
pelahap maut !! " kata Harry.
" Mungkin... dia kabur, ayahnya di Azkaban, ibunya meminta
perlindungan dari Snape untuk menjaga Malfoy dan, mungkin
harta mereka telah diserahkan pada Voldemort dan mereka
jatuh miskin lalu dibuang... kalau benar, kasihan sekali...
" jawab Cassandra.
" Aku berharap semoga itu benar dan aku tak mau kasihan pada
mereka... sama sekali... " gumam Ron.
" Ron... " kata Cassandra. " Mungkin, kalau mereka kita
tolong, kita bisa mendapatkan keterangan tentang Horcrux
Voldemort... kirim surat ke Grimmauld Place, Harry,
pertemuan dilaksanakan awal Maret, katakan juga kita akan
rapat di bawah tanah, di dekat Shrieking Shack, tempat itu
milikku, aku mau tempat kita benar - benar rahasia... Ron,
sampaikan pada Mc Gonagall kalau kita akan mengadakan rapat
bersama orde, sampaikan bersama Hermione kepada Profesor
Slughorn dan Hagrid, bulan Maret ini, kita harus bisa
mengadakan pertemuan, bawa tongkat, segera panggil aku kalau
ada serangan pelahap maut... pergilah... "
Harry segera mengambil perkarmen, menulis dengan cepat, Ron
dan Hermione segera berangkat, Cassandra menulis untuk
delapan temannya.
" Harry, pakai burung hantu ini, dia baru... " kata
Cassandra memberikan Harry burung hantu berwarna hitam dan
bermata merah seperti Casandra sedangkan Cassandra memakai
burung hantu hitam yang bermata Kuning.
Sejam kemudian, Hermione dan Ron kembali, mereka telah
menyampaikan pesan pada orang yang diminta Cassandra.
Setelah itu, mereka tertidur di ruang rekreasi, Hermione
tidur di bahu Ron yang tertidur di meja, Harry tidur di
sofa, Cassandra tidur bersandar di tangga kamar anak laki -
laki.
Satu Maret tiba, seluruh penghuni kastil telah diberitahu
bahwa hari ini tak ada pelajaran Transfigurasi, pertahanan
terhadap ilmu hitam, dan pemeliharaan satwa gaib, Mc
Gonagall, Slughorn dan Hagrid telah ber-disapparate ke
Hogsmeade, Harry, Ron dan Hermione ber-disapparate
sesudahnya, Cassandra telah menunggu di Hogsmeade, di ruang
bawah tanah, tiga kilometer dari Shrieking Shack.
" Selamat datang, kalian telah ber-disapparate kemari, kita
berkumpul disini, karena untuk merundingkan sebuah misi
penghancuran Voldemort... " kata Harry membuka acara.
Semua anggota orde berkumpul, Profesor Lupin, dan keluaraga
Weasley mengoborl seru dengan Cassandra, hanya Ginny yang
minggir untuk ngobrol dengan Hermione.
" Lee Cassandra, penyihir menggunakan pedang, akan memeriksa
kalian semua, bukan bermaksud menyinggung, hanya untuk
keamanan tingkat tinggi, semuanya, berbaris dan lewatilah
pintu kayu yang disana itu, disana kita akan berunding.... "
Harry minggir untuk membukakan pintu kayu.
Yang pertama masuk adalah teman - teman Cassandra, hari ini,
mereka memakai kimono, bukan pakaian muggle, Mee-mee terus
menerus tersenyum pada Harry, Hikaru tersenyum genit pada
Ron, kemudian, keluarga Weasley, Lupin, Mad-eye Moody, Tonks
dan anggota orde yang lain... kemudian mereka bertiga, lalu
terjadi disapparate di dekat Cassandra dan yang muncul
adalah Percy Weasley, dia menjabat tangan Cassandra lalu
masuk, memeluk Mrs. Weasley dan Mr. Weasley, Ron, Ginny,
Fred dan George, Bill dan Charlie, lalu menjabat tangan
Fleur.
" Siapa disana ? " bisik Cassandra.
Angin pelan bertiup di dalam ruangan kecil itu, Cassandra
menutup pintu kayu dan menguncinya, menunggu sampai ada yang
terjadi, Harry mendobrak pintu itu tapi, tak bisa...
" ....Guru...atau... death-eater... " gumam Cassandra.
" ...Aku sudah menduga, kau bisa tahu aku, Lee... " seorang
pria berjenggot tebal membawa sebuah pedang dan memakai
kimono putih, rambutnya yang panjang dan putih diikat buntut
kuda.
" Guru... " kata Cassandra " Silahkan masuk... "
Saat guru Cassandra mendekati pintu dan membukanya, Yuki
berdiri di depannya, dengan tongkat terhunus kedada Guru,
sang Guru mundur dan kemudian menyadari bahwa dia di jebak,
Cassandra dibelakangnya menghunuskan pedang dan kemudian...
" AVADRA KEDAVRA !!! " Teriak Yuki bersamaan dengan
Cassandra yang meneriakkan, " BEHARSIA SEFAH !! "
tubuh Guru palsu itu hancur menjadi debu, Yuki menggumankan
mantra efek samping, sedangkan Cassandra diam saja,
menghilangkan pedangnya di udara.
" Cassandra, kau jadi pembunuh... " gumam seseorang. Lupin.
" Ya... aku memang sudah menjadi pembunuh, sejak aku
mengalahkan para pelahap maut di Hogwarts, aku baru sadar
kalau aku tak memakai mantra efek samping lagi... "
Cassandra mengambil sedikit dari debu tubuh guru palsu. "
Pelahap maut... "
" Pelahap maut... ? " Mee-mee datang lalu memegang sedikit
debu itu. " Aku baru saja bicara dengan guru, telepati, dia
baik - baik saja... "
" Kutukan-tak-termaafkan milikmu hebat sekali, tubuhnya
hancur... " jawab Keiko.
" Yah... ayo, kita mulai rapat ini... " kata Cassandra dan
tiba - tiba bola matanya berubah merah. " Amari, tolong
bereskan ini... "
" Oke... " jawab Amari yang meniup debu itu dan membawanya
keluar menembus dinding.
Cassandra yang masuk bersama teman - temannya mendapat
pandangan aneh, seakan mereka melihat Voldemort.
" Ada apa ? " tanya Cassandra lalu mengunci pintu dan
membuat meja besar ditengah yang dikelilingi banyak kursi. "
Maaf, ada sedikit pengacau... "
" Bola matamu, Cassandra... " gumam Harry.
Yuki berusaha mengubahnya tapi tak bisa, bola mata Cassandra
tetap merah.
" Tidak apa, ini hanya soal warna, kita mulai rapatnya... "
Dan semua orang duduk. Ruangan ini sangat luas, tapi tak
berjendela dan tampaknya, berdinding kedap suara, dindingnya
sangat tebal, walaupun sepertinya ruangan ini akan pengap
karena penuh sesak dengan orang, Cassandra tampaknya memberi
jendela kecil sebesar pori - pori kulit, udara didalam agak
dingin dan sangat sejuk.
" Apa yang harus dimulai untuk pembahasan pertama ? " tanya
Mrs Weasley.
semua orang terdiam, Cassandra mengayunkan tongkat dan
berpuluh - puluh perkarmen muncul di meja, bertumpuk buku -
buku, daily Prophet, evening prophet, sekotak pena bulu,
tinta berbotol - botol. Cassandra mengayu8nkan tongkat lagi,
dan di dibelakang Lupin berdiri meja kecil yang diatasanya
berbotol - botol butterbeer, sekotak besar permen nanas,
permen jeruk, permen anggur dan permen kacang, berkotak -
kotak kecil kacang madu, tiga botol vodka, empat botol
sherry dan lima botol gin, semua bertenger manis diatas
meja.
" Kita bisa memulai dengan pembahasan... Harry dan kalau
bisa Profesor Slughorn menerangkan pada kita yang belum
paham benar apa itu Horcrux, kemudian Harry bisa menunjukkan
perkarmen kecil dari orang yang bernama R.A.B. yang dia
temukan di Horcrux palsu... " kata Cassandra berdiri lalu
mengelilingi meja dan orang - orang menatapnya, seakan
Cassandra direktur perusahaan yang sedang memimpin
presentasi. " Nah, yang bisa kita lakukan adalah, di depan
kalian ini, adalah perkarmen data - data yang kudapatkan
khusus dari hantu yang kupercayai, data - data peninggalan
barang - barang peninggalan dari Godric Gryffindor, Salaza
Slytherin, Rowena Ravenclaw dan Helga Hufflepuff dan semua
benda lama peninggalan penyihir terkenal, ini data khusus
kementrian... Harry akan menerangkan juga, kenapa kita
membutuhkan data peninggalan para pendiri Hogwarts, lanjut
saja, kita akan mencari tahu bagaimana mencari cara
penghancuran Horcrux, dan itu bisa dicari, mungkin dari
daily prophet atau evening prophet, buku - buku tua yang
rata - rata judulnya adalah penghancuran sihir lama dan
kapasitas kekuatannya dan juga yang pernah menggunakannya...
"
" Apa kau bisa membagi menjadi kelompok saja, Cassandra ? "
tanya Hermione mengangkat tangannya.
" Terima kasih, dan, iya, aku akan membagi orang banyak ini
menjadi beberapa kelompok, dan... beberapa orang akan aku
sebar untuk memperhatikan keadaan dunia sihir, beberapa
anggota orde, temanku, dan... dua anggota keluarga
Weasley... " kata Cassandra, " Yah... untuk sementara, itu
yang kujadwalkan untuk dirapatkan hari ini... "
" Kalau begitu, kita mulai saja, nanti kita terlalu
kemalaman... " kata Harry, dia berdiri di depan.
" Horcrux adalah alat atau sebuah benda yang diubah untuk
menyimpan jiwa, Voldemort... " tak ada lagi orang bergidik
takut mendengar nama ini. " Membagi jiwanya, menjadi tujuh
dan itu perkiraanku dan Profesor Dumbledore, dan katanya
juga, bahwa aku telah menghancurkan satu, Profesor
Ddumbledore juga menghancurkan satu dan, salah satu Horcrux
yang lain, kami duga adalah Nagini, pendamping setia
Voldemort... saya dan Profesor Dumbledore juga mengira bahwa
Voldemort akan memakai Horcrux dari barang peninggalan
pendiri Hogwarts, karena dia telah memiliki dua barang milik
Hufflepuff, sebuah piala dan milik Slytherin sebuah kalung,
dan kami mengira bahwa dia mengingkan benda milik Ravenclaw
dan Gryffindor... "
Profesor Slughorn berdiri, berdeham sebentar, " ...Saya
kira, saya tak bisa mengatakan yang lebih daripada Harry,
dia sudah mengatakan semuanya, saya hanya bisa mengatakan
bahwa Horcrux adalah ilmu yang sangat hitam, dan jarang ada
oarng yang mau melakukannya... " Slughorn duduk kembali dan
pandangan orang - orang kembali menatap Harry.
" Saya rasa cukup sudah, kita bisa memulai mencari benda -
benda peninggalan Ravenclaw dan Gryffindor yang mungkin
masih berada di Inggris dan kemungkinan dia memakainya... "
Harry kembali duduk.
" Oke, saya akan membagi kelompok, sepuluh orang dari orde
phoenix bersama saya akan mencari tahu apa itu R.A.B. di
ruangan sebelah, sekaligus menjaga kalau - kalau ada pelahap
maut diluar. tenang, ruangan ini anti sihir dan sihir hitam,
pelahap maut takkan bisa menembus dinding dan Voldemort
juga, semua keluarga Weasley, Lupin dan Hermione , kecuali
si kembar, mencari tahu tentang cara menghancurkan Horcrux,
Harry, Hagrid dan lima orang orde, mencari tahu barang
peninggalan Ravenclaw dan Gryffindor juga barang milik
Hufflepuff dan Slytherin yang bertebaran di Inggris,
sementara sisa anggota orde dan para auror silahkan berjaga
diluar dan berpencar keseluruh penjuru Diagon Alley,
Knockturn Alley dan Leaky Cauldron, George dan Fred
mengawasi Hogwarts, segera hubungi aku bila terjadi sesuatu
disana, Amari dan Subaru ikut anggota orde dan auror yang
berjaga diluar, Miyuki, Mee-mee, Hikaru dan Hikari, menjaga
di sekitar Hogsmeade, khusus Yuki dan Keiko, kalian tetap
disini membantu yang lain, saat terjadi sesuatu di luar, aku
akan ber-disapparate keluar dan kalian para auror dan
anggota orde yang berjaga diluar harus segera
ber-disapparate kembali kemari, semua, kecuali Mee-mee,
Amari, Subaru, Miyuki, Hikari dan Hikaru... semua, silahkan
laksanakan tugas kalian... "
Semua orang mengambil posisi, dan saat Cassandra membukakan
pintu untuk para anggota orde, auror dan temannya yang
berjaga diluar, Kreacher, Dobby dan seorang peri-rumah
wanita yang tampaknya dirawat betul oleh majikannya, muncul
di balik pintu.
" Kalian, masuklah, Woomy, bagaimana peri-rumah yang lain ?
" tanya Cassandra menyapa peri-rumah wanita.
" Mereka baik - baik saja, menjaga rumah anda, tentu saja,
Cassandra... " kata per-rumah wanita bernama Woomy.
" Dia peri-rumah-mu ? " tanya Harry.
" Yah, aku punya lima peri-rumah, Woomy salah satunya, dia,
Dobby dan Kreacher akan melayani kalian dalam hal
menghabiskan makanan itu.. tenang saja, takkan kehabisan,
Yuki akan mengisi ulang... " jawab Cassandra.
para anggota orde, auror, George dan Fred telah keluar,
Woomy tampak aneh sekali sebagai peri-rumah, tubuhnya sangat
ideal seperti manusia biasa, gemuk dan dia bersih sekali,
memakai pakaian rapi dan celemek putih.
" Kau merawat semua peri-rumah-mu, Cassandra ? " tanya
Hermione mengingat SPEW-nya.
" Ya, mereka kuajari makan tiga kali sehari, mandi dan gosok
gigi dua kali sehari, kuberi pakaian dan kamar sendiri -
sendiri... "
" Kau punya rumah, dimana ? " tanya Ron.
" The Burrow, agak sedikit jauh dari rumahmu, Ron, rumah itu
takkan terlihat berpenghuni dari luar, aku tak pernah masuk
lewat pintu, selalu saja dari perapian... "
" Kau punya rumah di the Burrow ? " tanya Harry, Mrs.
Weasley dan Ginny bersamaan.
" Yeah... kenapa ? "
" Hebat sekali, penyihir sepertimu, masih muda, sudah hidup
mandiri... " puji Mrs. Weasley.
" Aku ingin juga main kerumahmu... " kata Ginny.
Cassandra menutup pintu, " Kau benci padaku, kan ? "
" Tak lagi, mana mungkin aku membenci penyayang peri-rumah
?!! " jawab Ginny lalu mengandeng Hermione yang juga kagum -
kagum.
" Oke, tak masalah, bisa diatur, sekarang, kita mulai
pekerjaan kita... " jawab Cassandra.
Semua orang kembali ke posisi mereka, Ginny dan Hermione
berkali - kali memandang Woomy, peri-rumah Cassandra yang
sangat lincah bergerak.
Cassandra berada diluar bersama anggota orde. dan, tanpa
terasa, hari sudah mendekati sore, Cassandra dan anggota
orde yang berada diluar masuk, lalu menggeleng pada Harry
yang bertanya dengan isyarat.
" Aku dan anggota orde tak mengerti arti dari R.A.B.,
mungkin dia Malfoy, itu kesimpulanku... " kata Cassandra,
lalu liontin kalungnya yang berbentuk bulan dipanah
bergetar, ada bahaya.
Cassandra mengerling pada Yuki dan Mee-mee yang mengangguk
mengerti, Cassandra segera ber-disapparate diluar ruangan,
Yuki segera membuka pintu lagi setelah George berteriak dari
luar.
" Puluhan, puluhan pelahap maut, di Hogsmeade dan
Hogwarts... " bisiknya.
Fred, anggota orde dan auror yang tadi berada diluar telah
masuk, wajah takut terlihat diwajah mereka.
" Tanda kegelapan diatas danau Hitam... " gumam Fred dan
Mrs. Weasley memeluknya.
Harry, Ron dan Hermione bermaksud keluar, tapi, Yuki
menghadang mereka, Mee-mee memperkuat mantra pelindung
dengan darahnya.
" Kalian tak boleh keluar, ini perintah Cassandra, kau tak
boleh keluar, Harry, Cassandra akan melindungimu, dia tak
ingin kau terluka sedikitpun, darahmu sangat berharga.... "
kata Yuki.
Lupin menarik Harry mundur dan dia melihat Yuki menahan
pintu juga dengan darahnya. Dia meronta di pegangan Lupin.
Hermione dan Ron juga diam di tempat, menunggu, menunggu apa
yang akan terjadi selanjutnya.
Kembali
Next
Previous |