APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

CHAPTER X : Latihan Apparatition Ron

" Ron, bangun, hei, kau tak mau hadiah ? " kata Harry membangunkan Ron yang mendengkur keras dan sekarang mengeliat dan menguap lebar.

" Oh, Harry, selamat pagi, selamat natal... " gumam Ron mengosok -gosok hidungnya.

" Hadiahmu banyak, Hermione, Mrs. Weasley dan Mr. Weasley, Fred dan George, Ginny, Bill dan Fleur, aku, Cassandra, Charlie, dan...oh, tidak mungkin, Percy... "

" APA?!!!! " teriak Ron keras. " Ada hadiah Percy, mana, mana ? "

Harry mendorong kotak hadiah Ginny dan Hermione, mengangkat kotak kecil berbungkus kertas merah dan dipita emas...

" Apa yang dia kirimkan ? surat kementrian, mungkin dia melamar jadi menteri berikutnya... !! " kata Ron gusar.

" Kalau begitu, kubukakan untukmu... " kata Harry , merobek dan membuka kotak kecil dan terkesima. " Percy mengirim coklat isi nanas untukmu dan sebotol butterbeer, dia baik sekali, dan... ada suratnya... "

" Nah, ini dia, maksud dibalik coklat dan butterbeer... " Ron membuka kasar surat dari Percy dan membacanya keras - keras. " dear, Ron. mungkin kau kaget kenapa aku mengirimimu hadiah natal, tapi, sebelumnya, aku ingin mengucapkan selamat natal, Ron dan juga... aku ingin kau tahu, kau yang kuharapkan dari keluarga kita yang mau memaafkan semua keegoisan dan kesombonganku selama ini, kudengar Bill terluka tahun lalu dan... kau dan Ginny melawan pelahap maut, aku benar - benar takut membayangkan yang terjadi pada kalian, tapi, aku akan kembali, kerumah, aku akan minta dipindahkan ke departemen dad, aku akan datang ke pernikahan Bill dan Fleur, dan juga... tolong mintakan maaf untuk keluarga, aku berharap disini, kalian mau memaafkanku... salam hangat, Percy Weasley.... "

" Ayolah, Ron, laksanakan semua keinginanya, dia sudah jera mengikuti si Rufus... " kata Harry.

" Aku tidak mau, kalau dia mau minta maaf, biar dia lakukan sendiri, aku akan menuruti apa pendapat Bill, Charlie, fred dan George, mereka seperti apa, aku akan menuruti mereka... "

Harry diam, dia memilih untuk tak mencampuri lagi masalah keluarga Weasley, dia kembali ke tempat tidurnya dan membuka hadiahnya. Hermione memberikan satu dasi kupu - kupu hitam, dia menulis untuk pernikahan Bill dan Fleur, Cassandra memberikan Satu stel jas juga untuk pernikahan, Mrs Weasley memberikan rajutan sarung tangan warna merah dan di jahit tengahnya, gambar singa Gryffindor, George dan Fred memberinya, pena bulu dan tinta yang tanpa tipuan, Kreacher memberinya hadiah yang lebih baik daripada tahun lalu dan kali ini hadiahnya atas namanya dan Dobby, sepasang kaos kaki berlubang. Bill dan Fleur memberikannya jubah baru, Charlie memberinya sekotak coklat, Percy juga mengiriminya hadiah, sekotak coklat nanas dan sebotol butterbeer sama dengan Ron, tapi tak ada suratnya, hanya kartu ucapan selamat natal dan ucapan maaf, Hagrid memberinya selimut tebal.
Ron juga mendapatkan dasi pita kupu - kupu dan satu stel jas hitam dari Hermione dan Cassandra, Lavender tak memberikan hadiah apa - apa, sarung tangan dari Mrs. Weasley sudah dipakainya, Bill dan Fleur memberinya jubah, George dan Fred memberinya pena bulu dan tinta juga, Hagrid juga memberinya selimut, Charlie memberinya empat botol butterbeer dengan kartu bertuliskan 'bagi butterbeer ini dengan Harry, Hermione dan Cassandra, jangan diminum sendiri, nikmati dengan coklatku yang kuberikan pada Harry, oke '.

Duapuluh menit kemudian, Harry dan Ron bertemu Hermione di ruang rekreasi, Hermione sangat senang, dia menumpuk hadiah natalnya di meja dekat tumpukan hadiah natal Cassandra, Cassandra duduk di sofa dekat meja, memakan coklat sisa kemarin malam.

" Bagaimana hadiah kalian ? " tanya Hermione.

" Ini, banyak, kan !! " jawab Ron lalu meletakkan hadiahnya di sebelah tumpukan hadiah Hermione, Harry juga melakukan hal yang sama.

" Kalian dapat hadiah dari Percy ? " tanya Hermione.

" Yah, kau juga, wah, kurasa dia memang merasa bersalah kali ini... " jawab Ron.

" Aku dapat gaun juga, dari Cassandra... "

" Aku dan Harry juga, satu stel jas hitam, tapi kuletakkan diatas, ini, aku disuruh Charlie membagi butterbeer ini untuk kalian, Harry juga diberi coklat, kau apa ? "

" Aku, lolly-jam yang kelihatannya dari honeydukes, Cassandra diberi kacang-madu, kalian mau ? "

" Oke, sekarang, kita pesta lagi, yuk... " ajak Harry.

" Oke, ayo, kita makan hadiah kita, lalu makan pagi, setelah itu, pelajaran apparatition bersamaku... " kata Cassandra berdiri dari sofa lalu membagi hadiah di meja.

" Kau dapat hadiah dari siapa saja ? " tanya Harry.

" Aku, banyak juga, tak menyangka, Mrs. Weasley memberiku syal, Mr. Weasley memberiku boneka malaikat kecil, Fred dan George Weasley memberiku pena bulu dan tinta, Percy Weasley memberiku butterbeer dan coklat nanas, Charlie Weasley memberiku kacang madu, Ginny Weasley gabung dengan Ron Weasley memberiku gelang kerang perak, Bill dan Fleur memberiku jubah, Mc Gonagall memberiku sekotak permen jeruk dan straw-jam, Hagrid memberiku selimut, Grawp memberiku topi rajutan, Kreacher, Dobby dan peri-rumah Hogwarts memberiku jubah hitam yang...penuh dengan tambalan, lalu Hermione memberiku kalung mutiara yang tampaknya buatan muggle, aku suka sekali, Harry memberiku coklat jeruk, permen jeruk, selai jeruk, dan... pena bulu, hadiahmu banyak sekali, Harry, lalu... hadiah terakhir dari... Harry, Ron, Hermione, Hagrid, Mc Gonagall, Sprout, madam Hooch, madam Pomfrey, profesor Flitwick, dan profesor Slughorn, memberiku jam antikku yang telah hancur, walaupun rasanya beda dengan yang dulu, tapi... terima kasih banyak... "

Harry, Ron dan Hermione memeluk Cassandra. satu jam kemudian mereka ke lapangan Quidditch, Cassandra bermaksud mengajak Hagrid dan dia menyuruh Harry, Ron dan Hermione lebih dulu. sebentar kemudian, Cassandra datang, Hagrid tak bersamanya, gantinya, dia membawa Fang bersamanya.

" Kita mulai latihannya, Hagrid sedang sibuk memperbaiki sisa rumahnya bersama Grawp, Ron kau ikut aku, Lapangan ini, dan sampai batas keluar bebas mantra anti disapparate, Harry, kau ajarkan pada Hermione mantra, Sectumsempra, Levicorpus, Avadra Kedavra, Impedimenta dan... yah, lainnya yang kau bisa dan Hermione tak bisa, mengerti ? " kata Cassandra. " Kau bisa ujian Apparatition ?"

Harry mengangguk.

" Bagus, Ron, kau ikut aku, " ajak Cassandra.

Cassandra membawa Ron dan Fang ke tepi lapangan, Fang tidak mau diam dan memilih untuk berlari mengitari lapangan, lapangan sangat sepi, tak ada orang disana kecuali mereka berempat. Cassandra memakai baju santai yang tidak terlalu tebal, Harry, Ron dan Hermione masih memakai syal dan mantel yang tebal, wajah mereka masih menampakkan kedinginan, Ron dengan sedikit gemetar memegang tongkatnya, kedinginan.

" Ooh, sebentar, tak kusangka kalian kedinginan... Macooltas... " kata Cassandra mengayunkan tongkatnya pada Ron, Harry dan Hermione dan mereka merasakan sensasi aneh, udara dingin yang menusuk sampai tulang sumsum bertukar dengan udara hangat dan sejuk yang meniup punggung mereka.

" Terima kasih... " jawab Hermione, Ron dan Harry mengangguk mengucapkan terima kasih.

" Oke, Ron, sekarang kau masih ingat pelajaran yang kau pelajari tahun lalu, Oh, ya.. tunggu sebentar " kata Cassandra menghampiri Harry dan menariknya sedikit minggir. " Harry, setelah latihan ini kau harus membahas soal Horcrux, ini penting... "

Harry memandang Cassandra sesaat lalu mengangguk. Cassandra kembali ke Ron.

" Kau ingat, Ron ? " tanya Cassandra.

Ron menggeleng, dia memang tak menghapalkan pelajaran tahun lalu.

" Oke, pertama, aku akan mengingatkan tentang hal penting dalam ber-Apparate, tiga-D, kau ingat ? "

Ron menggeleng, malu sekali, dia tampak bodoh.

" Kurasa, ini penyebab kau tak lulus tahun lalu, Ron, pertama, pusatkan pada Destinasi atau tujuan yang kau inginkan, sekarang, sebaiknya kau pusatkan ber-apparate ke depan Hermione, nah, sekarang pusatkan destinasi-mu, aku menunggu... "

Ron memejamkan mata, setelah itu dia mengangguk.

" Nah, langkah kedua, Determinasi atau tekad, bulatkan tekadmu bahwa kau harus bisa dan tepat berada di depan Hermione, bulatkan tekadmu Ron... "

Wajah Ron sedikit pucat, dia sedikit mengeluarkan keringat dingin, dan mengangguk lagi.

" Dan terakhir Delibrasi, bergeraklah dengan pertimbangan matang, berputar dengan pasti dan tetap konsentrasi, Ron... kuhitung sekarang, pada hitungan Tiga, kau akan ber-apparate, mengerti ? " kata Cassandra " Bersiaplah... "

Ron mengangguk, sedikit takut rupanya.

" ...Satu... "

Ron bertambah takut.

" ...Dua... "

wajah berubat putih pucat, mirip Draco Malfoy. Harry dan Hermione berhenti sesaat untuk memperhatikan Ron yang tampak tegang.

" ...Tiga... "

Ron berputar di tempat, kehilangan keseimbangan sesaat, lalu tiba - tiba membuka matanya dan didepannya tampak Hermione dengan wajah cemas, tapi, wajah Hermione berubah semakin cemas saat melihatnya.

" Ron, Hidung dan bibirmu ketinggalan... " kata Cassandra lalu memantrainya sebentar dan hidung dan bibir Ron kembali pada tuannya. " Kau belum berhasil Ron, kita harus coba lagi, kalian berdua lanjutkan latihan... "

" Hermione sudah berhasil melakukan empat mantra, dia capek, bolehkah kami menonton kalian... " kata Harry.

" Yeah...kalau kalian merasa cukup, kalian bisa duduk disini atau duduk di tribun... "

" Kami disini saja... "

Dan Cassandra mengayunkan tongkatnya lagi, membuat dua kursi empuk berdiri di depan Harry dan Hermione, mereka duduk dan memperhatikan Ron yang tampaknya sedikit putus asa.

" Ayo, Ron, sekali lagi, kau masih ingat... ? "

" Yah... Destinasi, Determinasi dan... dan...Delibrasi... " kata Ron.

" Tepat, hapalkan, sekarang, coba sendiri... " kata Cassandra " Di depan Hermione " Cassandra mendekati Ron dan berbisik, " Kalau kau berhasil, kau boleh memeluknya ataupun menciumnya... "

Ron menatap Cassandra, tersenyum. " Benarkah ? "

" Kurasa kau butuh sebuah hadiah yang besar... " Cassandra tersenyum lalu minggir ke samping Harry.

Ron berjalan ke tengah lapangan, semakin jauh sampai ke seberang lapangan, berbalik dan menatap Hermione, Hermione tersenyum, Ron membalasnya. Dia memasukkan tongkat ke balik sweater-nya, menghadap ke depan, memjamkan mata dan berkonsentrasi...

sesaat kemudian, Ron menghilang, tapi tak didepan Hermione, Ron hilang, Cassandra menyulap gumpalan asap didepannya, menatap asap yang mulai menampakkan gambarnya, Ron berada di tempat gelap, Cassandra terkesima sesaat lalu menghilangkan asap itu, Harry dan Hermione berdiri, menatap serius Cassandra. Cassandra tak berkata apa - apa lalu ber-disapparate dalam sekejap.

Harry dan Hermione saling pandang, mereka memilih untuk duduk dan menunggu. jam makan siang telah datang, Cassandra telah pergi lebih dari satu jam, dan dia belum kembali. setelah beberapa saat kemudian, Ron muncul, saat dia melihat seluruh tubuhnya ikut ber-disapparate dia memeluk Hermione.

" Ron, mana Cassandra ? " tanya Harry.

Ron melepaskan Hermione, seakan ingat apa yang terjadi, " Cassandra, dia bersama pelahap maut, katanya dia akan ber-disapparate ke rumah Hagrid, kita kesana saja... "

Harry dan Hermione bangkit, bergegas mengikuti Ron, tiba - tiba saja, kursi dibelakang mereka lenyap, Harry dan Hermione saling pandang.

" Apakah dia... ? " kata Hermione.

" Tidak, tidak mungkin, dia bisa mengalahkan banyak pelahap maut, masa' dia... "

" Ayo, kita harus melihat di rumah Hagrid... " ajak Ron.

Harry dan Hermione melupakan obrolan mereka lalu bergegas lari. lari mereka cepat sekali, melewati Mc Gonagall yang memanggil mereka, dan terpaksa mengikuti mereka, ingin tahu penyebab mereka berlari - lari...
Dilihat Harry, Ron dan Hermione, di pondok Hagrid, Witherwings duduk malas di halaman, Grawp duduk disampingnya, Hagrid tak tampak, mereka bertiga diikuti Mc Gonagall segera berlari ke pondok Hagrid dan mendorong paksa pintunya, begitu terbuka Hermione tampak hampir menangis, Harry seakan melihat orang mati, Ron bergetar hebat. Cassandra terduduk di kursi malas Hagrid, kepalanya berdarah dan sedang dibalut perban oleh Hagrid, tangannya teriris sesuatu yang tajam seperti pisau, darah mengucur deras, napas Cassandra sangat lemah, tubuhnya kotor, kaki kanannya seperti patah, begitu melihat mereka, Cassandra tersenyum.

" Kau sudah memeluknya, Ron ? " kata Cassandra lemah.

Ron mengangguk, merasa bersalah, mendekat dan segera membantu Hagrid, Hermione juga, Harry duduk disisi Cassandra dan mencoba membersihkan luka di kaki Cassandra, merasa sangat sedih sekali, Cassandra telah bertarung dua kali dan dia tak bisa melakukan apa -apa.

" Jangan berwajah rasa bersalah, aku tidak apa - apa, Ron, kau harus melatih apparatition-mu, kau harus punya kontrol, tadi itu berbahaya sekali... " kata Cassandra terputus.

Mc Gonagall telah masuk rumah Hagrid dan memekik kaget melihat Cassandra. " ...OH, Lee... kenapa kau... ? "

" Saya tak apa - apa, Profesor, hanya sedikit serangan mendadak dari pelahap maut... "

" Sekarang, siapa yang kau lindungi ? " tanya Profesor Mc Gonagall tajam menatap Cassandra.

Ron menunduk, dia semakin merasa bersalah, Hermione mengelus lembut punggungnya dan tersenyum.

" Oh, jadi Mr Weasley, kenapa kau bisa... ah, sudah kuduga disapparate, yah... kau sudah membahayakan nyawamu, Cassandra, dua kali dalam sebulan... "

" Tidak apa, saya senang, karena jumlah pelahap maut berkurang, mungkin lima atau tujuh, saat saya menyuruh Ron untuk ber-disapparate, saya diserang, dan tampaknya ada yang menciptakan mantra pecutan api, kulit saya robek, Profesor... "

Profesor Mc Gonagall menatap Cassandra, semakin iba, lalu menatap Ron, " Bukan salahmu, Mr Weasley, jangan menunduk rasa bersalah... " kata Mc Gonagall lembut. " Hagrid, rawat lukanya, lalu bawa dia ke rumah sakit, madam Pomfrey akan segera merawatnya kalau tahu, muridnya ada yang terluka parah seperti ini, dan ingat Mr Weasley, berkonsentrasilah dalam apparatition, jika kau membahayakan nyawa orang lain, kau tak akan pernah lulus... Cassandra, mantra anti apparatition-mu jangan sampai menembus dinding, atau korban seperti Mr Weasley akan ada lagi... " Mc Gonagall keluar pondok Hagrid tergesa - gesa dan mengucapkan selamat sore pada Grawp dan Witherwings.

" Cassandra, maaf, maafkan aku.... " gumam Ron, tampaknya dia ingin menangis, dan benar saja, dia menangis di bahu Hermione yang memeluknya.

" Jangan dibahas lagi, aku tak akan menyalahkanmu dan siapapun, aku akan menyalahkan diriku sendiri, aku kurang latihan, maaf, Ron... "

Harry menunduk juga dan meneruskan pekerjaannya, membersihkan luka - luka Cassandra.

" Jangan berwajah cemberut Harry, aku tahu kau mungkin ingin juga menghancurkan mereka, tapi, belum saatnya, nanti, kau akan ikut denganku mengalahkan mereka, dan... aku belum pernah bertemu Malfoy... apa dia benar - benar menjadi pelahap maut juga... ? "

" Semestinya begitu... " jawab Hagrid yang dari tadi diam saja. " Sudah selesai, sekarang tinggal kakimu, Cassandra, mereka memang kejam... "

" Aku janji, Cassandra, aku akan giat belajar mantra dan kutukan, agar aku bisa membantumu, mereka berpuluh - puluh sedangkan kau sendirian, dan aku hanya bisa melihatmu melawan mereka tanpa bisa berbuat apa - apa, kau harus melindungiku dan dirimu sendiri... aku tak mau mengingat kejadian tadi... "

" Kalau begitu, lupakan... " jawab Cassandra menepuk lembut punggung Ron.

Harry mengambil tongkat Cassandra yang tergeletak di meja dan menyerahkannya pada Cassandra. Cassandra menerima dengan tangannya yang tak terkena pecutan api dan mengucapkan terima kasih.

" Selesai, kita bisa membawamu ke madam Pomfrey sekarang... " kata Hagrid terputus.

Angin dingin dan sedikit salju masuk kedalam pondok Hagrid yang hangat, Cassandra melihat gumpalan salju yang bercampur dengan angin dan menyuruh mereka semua mundur, dia bangkit duduk dan mencoba berdiri dengan tongkat kayu yang dibawa Hagrid.

" Yuki... " gumamnya.

Penyihir pria yang mereka lihat (kecuali Hagrid) dimalam natal muncul kembali, tapi, ada yang berbeda darinya, dia memakai pakaian muggle Inggris, sebuah jas dan kemeja putih juga memakai celana hitam dan kacamata tanpa frame, terlihat lebih tampan.

" Lee, kau tak apa - apa ? " tanyanya lalu menggapai pinggang Cassandra dan mengajak duduk di kursi malas Hagrid.

" Aku tak apa - apa, kenapa kau disini ? "

" Aku di London, biasa, aku ingin jalan - jalan, dan kurasakan pedangmu bergetar hebat yang menandakan kau dalam bahaya, dan pedangmu memberikan getaran pada kalungku... guru yang menyuruhku mengawasimu... "

" Terima kasih, kau mau datang, aku tadi... mengajari Ron ber-apparate tapi, dia meleset terlalu jauh... "

" sarang pelahap maut tadi tak begitu jauh dari sini, berada sekitar seratus kilometer dari Hogwarts dan Hogsmeade... kau tak tahu ? "

" Aku terluka dan... lenganku terkena pecutan api, kau bisa membetulkannya, tampaknya, juga merobek sedikit dagingku... "

Yuki mengeluarkan sebotol cairan hijau kental dari dalam saku jas-nya, menyerahkannya pada Cassandra, " Cairan Phoe-corn... aku rasa kau tahu campurannya, oleskan pada lukamu dan campur pada teh hijau yang kau minum pertama kali... oke, aku akan kembali lebih awal saat kau dalam bahaya, dan... aku bersama beberapa murid guru yang lain... "

" Oh, ya... siapa ? " tanya Cassandra sambil mengambil botol cairan itu dengan tangannya yang tak terluka.

" Mee-mee Sikawanata, si kembar, Hikaru dan Hikari Kuroda, Subaru Sukawa, Amari Kogawa, Keiko Kitagani dan Miyuki Mazawa, kau mau bertemu mereka, mereka kangen padamu... "

" Besok saja, kalian ber-disapparate di luar Hogwarts, lalu jalan kemari, katakan pada Filch, penjaga sekolah, kalian tamuku, nanti kuberitahu dia... "

" Oke, sampai jumpa Lee-Chan... "

" Sampai jumpa.. "

Yuki menghilang di balik pusaran angin dan gumpalan salju..

" Ayo, kau harus menceritakan padaku siapa penyihir pria yang tampaknya... bukan orang Inggris itu... " kata Hagrid memapah Cassandra.

" Cassandra, katanya kau mau bicara... " kata Harry.

Cassandra menoleh, " Besok Harry, besok saat teman - temanku datang, kita akan membahas itu bersama - sama, Hermione dan Ron kalian juga ikut... sekarang, kembalilah ke ruang rekreasi, jangan keluar sebelum makan malam, kalian hanya boleh menjengukku setelah makan malam dan itu hanya sebentar... Hagrid, tunggu... " Cassandra menatap langit dan mengacungkan tongkat dan mengucapkan mantra non-verbal. siluet kabut putih muncul dan bergabung dengan kabut putih yang muncul tiba - tiba. " Sekarang, tak ada yang bisa menembus tembok Hogwarts lagi... "

Harry, Ron dan Hermione berjalan bersama Hagrid yang memapah Cassandra, berpisah di persimpangan dan menuju ke ruang rekreasi, mereka memutuskan untuk menghabiskan hadiah natal dan tiduran sampai waktu makan malam.

" Mungkin kita bisa membahas Horcrux dan R.A.B, sebentar... " Gumam Harry.

Ron dan Hermione mengangguk setuju.

Kembali       Next       Previous

Hosted by www.Geocities.ws

1