APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

CHAPTER IX : Pedang Naga Cassandra

Pertandingan Quidditch Ravenclaw dan Hufflepuff sangat menarik, dan pemenangnya adalah Ravenclaw, setelah itu anak - anak Ravenclaw dan Hufflepuff satu - persatu meninggalkan Hogwarts untuk natal bersama keluarga mereka, sehingga pertandingan Slytherin dan Gryffindor terasa sangat kurang menarik, kurang ramai, walaupun tim Slytherin sangat lemah tahun ini, tim Gryffindor sangat gencar menghajar mereka dan angka yang diperoleh sangat luar biasa, Limaratus enampuluh-Seratus duapuluh untuk Gryffindor, dan keesokan harinya, aula berhiaskan warna merah dan emas dan lambang singa Gryffindor.

Menara pos burung hantu tampak sepi, tampaknya semua murid telah bersiap untuk pulang kerumah mereka masing - masing. Cassandra berjalan melewati aula yang sangat penuh dengan hiasan natal yang tinggal lima hari lagi... aula sepi sekali. Profesor Mc Gonagall mengatakan bahwa tahun ini, hanya mereka berempat yang tinggal di Hogwarts, Ginny memutuskan untuk natal di the Burrow saja, karena dia tahu, kalau di Hogwarts dia akan natal-an bersama Cassandra yang sekarang dia sebut 'Cassa sok tahu'..

" Cassandra... ? " kata suara di belakang Cassandra.

Cassandra menoleh, Harry dan Ron berdiri di belakang mereka.

" Ada apa ? " tanya Cassandra.

" Apa yang kau lakukan disini ? " tanya Harry.

" Surat, tentu saja, aku mengirim surat untuk temanku sekaligus utusan guruku yang membawa pedangku... tapi, ini bukan Sakuraba Subata, dia tak bisa datang "

" Kenapa ? apa ada masalah ? "

" Ooh...tidak, tentu saja tidak, aku hanya ingin menceritakan kejadian kemarin dan suatu hal... yah... pribadi... "

" Oh, kami ingin mengirim surat pada Mrs. Weasley, Hermione juga sudah siap mengirim surat pada orangtuanya... " Harry dan Ron mendekat pada burung hantu Ron, Pigwidgeon.

" Yah, semoga sukses, aku pergi dulu... " Cassandra melepas burung hantu besar bermata hitam kelam, bulunya merah kecoklatan.

" Kemana ? mulai hari ini sampai tiga hari sesudah natal kita bebas, kau mau belajar ? "

" Bukan, ke...danau... danau hitam... " Cassandra menuju pintu, ingin keluar.

" Bolehkah kami ikut ? " tanya Hermione yang berada di dekat pintu.

Cassandra minggir sedikit, " Boleh saja...tapi, mungkin... aku ingin sendiri sebentar... "


Hogwarts benar - benar sepi. Mereka berempat berjalan diantara salju - salju yang tebal, merapatkan syal dan sweater mereka serapat mungkin. permukaan danau hitam membeku, Cassandra mencairkannya sedikit dengan mantra.

" Keluarlah, Slavina... aku ingin bicara... " gumam Cassandra dalam bahasa yang diketahui Harry adalah bahasa mermish.

Seorang duyung keluar dari dalam permukaan danau hitam yang mencair, matanya putih, tapi tampak sedih menatap Cassandra. Cassandra duduk di atas salju di depan duyung yang juga duduk, mereka mulai bicara dalam bahasa mermish, tapi, Harry sedikit merasakan kalau Cassandra mengatakan sesuatu yang menyedihkan. Harry, Ron dan Hermione menatap pembicaraan mereka dari bawah pohon, menduga - duga apa yang mereka bicarakan, sesaat kemudian, Cassandra menangis, meraung, dan duyung itu memluknya, lembut, seakan seperti dua sahabat yang saling curhat. dan berikutnya, Cassandra menghentikan tangisnya, dan si duyung mengatakan sesuatu yang tampaknya adalah nasehat, Cassandra mengangguk lalu memeluk si duyung lagi dan Cassandra berdiri, si duyung menyelam lagi dan menghilang, permukaan danau hitam membeku kembali. Cassandra berjalan lagi, menatap Harry, Ron dan Hermione sebentar lalu pergi dengan berlari. meninggalkan Harry, Ron dan Hermione yang penuh dengan pertanyaan.

Siang hari, Hogwarts benar - benar tampak sepi, semua murid yang merencanakan pulang telah pulang, Cassandra makan siang bersama dengan Profesor Sprout, Profesor Mc Gonagall, Madam Pomfrey dan Madam Hooch, Cassandra tampak sedih dan menangis di bahu profesor Mc Gonagall, Profesor Sprout, Madam Pomfrey dan Madam Hooch tampak sedih dan ingin menangis tapi mereka hanya mengelus lembut rambut, punggung dan lengan Cassandra. Harry, Ron dan Hermione tak bisa konsentrasi dengan makanan mereka, mereka sibuk memperhatikan adegan mereka berlima yang sangat mengharukan.

" Kenapa, ya, Cassandra ? " tanya Hermione.

" Entahlah, tapi, mungkin ini yang dimaksud pribadi didalam suratnya itu, mungkin urusan orang dewasa.... " jawab Ron yang terhenti melihat Cassandra menghampiri mereka.

" Hai, kalian selesai makan siang ? " tanya Cassandra, wajahnya terlihat bahagia dan ramah seperti biasa.

" Apa kau mau menceritakan masalahmu pada kami ? " tanya Hermione.

" Ayolah, Cassandra, aku ingin tahu, kau waliku, aku juga penasaran dengan masalahmu, mungkin kami bisa membantu... " jawab Harry.

Cassandra menatap mereka satu persatu, setelah itu mengangguk. " Kutunggu kalian di ruang rekreasi Gryffindor... "

" Cassandra, tunggu sebentar, apakah kau bisa bahasa mermish, dari siapa ? " tanya Harry.

" Aku bisa bahasa mermish dan ular... itu kupelajari dari Mesir... di ruang rekreasi Gryffindor... "

Harry, Ron dan Hermione mempercepat makan siang mereka, segera berlari keatas, ke ruang rekreasi, suasana pesta Gryffindor masih terasa, Cassandra duduk di depan perapian dan menatap kobaran api dengan pandangan kosong.

" Kalian datang, duduklah... " kata Cassandra.

Harry, Ron dan Hermione duduk di sekeliling Cassandra.

" Aku...kehilangan, sesuatu-yang-berharga dalam hidupku, kalung jam antikku dimusnahkan Snape... " bisik Cassandra.

" Snape... ?! dan bagaimana... kau bisa saja membuat benda itu kembali... " kata Harry.

" Tak akan sama, Harry... " jawab Hermione merangkul Cassandra.

" Jam itu... bukan jam biasa, itu peninggalan tiga orang didunia ini yang sangat kusayangi, ayah dan ibuku...juga... Aaron... "

" ...Aaron..?! " bisik Hermione, " Apakah...dia kekasihmu.... ? "

Cassandra mengganguk. " Aaron yang mempunyai barang itu dan memberikannya padaku di saat - saat terakhirnya... itu barang milik orangtuaku, Aaron memilikinya saat aku masih bayi, orangtua Aaron adalah teman ayahku.. aku tak bisa berpisah dengan benda yang selalu bersamaku... Aaron memberikan sedikit nada didalam jam itu, dan... nada itu sangat indah... " Cassandra menangis di bahu Hermione.

Harry dan Ron saling menatap, Harry melihat di wajah Ron sangat sedih sekali, Harry bangkit dan memeluk Cassandra, Ron juga. Lima belas menit mereka saling memeluk dan menenangkan diri masing - masing. setelah itu, mereka bangkit berdiri dan Harry melihat Ron mengenggam erat tangan Hermione dan mereka saling menatap penuh arti.


Besok hari natal, Cassandra tampak baik sekarang, Hagrid dan Grawp berkali - kali masuk hutan bersama Harry, Ron dan Hermione, mencari sisa dari jam antik Cassandra yang kata Hagrid telah dibakar habis oleh Snape. Pencarian mereka berhasil, jam antik Cassandra memang habis menjadi debu dan hampir menghilang, mereka menyerahkannya pada Profesor Mc gonagall yang mengubahnya kembali bersama Profesor Sprout dan Madam Pomfrey menjadi seperti dulu kala,

" Seandainya ada pembalik-waktu.... " gumam Ron.

" Ya... " jawab Harry.

Cassandra tampak siap sore itu, hari itu juga dia menerima jawaban dari Mrs. Weasley, dan menyuruh Hermione membeli semua aksesoris yang bisa didapatkan di dunia muggle, katanya teman yang akan mengantar pedangnya tiba sehabis makan malam, Harry, Ron dan Hermione menyusul Cassandra yang makan malam lebih dulu dan telah berada di bawah dedalu perkasa, wajahnya sedikit tegang.

" Cassandra... ? "

" Ya.. tunggu sebentar, dia akan datang sebentar lagi... " gumam Cassandra.

Angin sesaat bertiup, dedalu perkasa yang telah dimantrai tampak diam seperti pohon biasa, Cassandra merentangkan kedua tangannya dan memjamkan mata, badai salju ringan datang, lalu angin salju membentuk sebuah pusaran putih yang lebat. dan menampakkan penyihir pria muda berwajah tampan memakai kimono hitam, penyihir itu membawa sesuatu yang panjang dan terbungkus dengan kain putih yang diikat ranting kuat.

" Lee-Chan... " kata penyihir pria itu membungkuk dalam pada Cassandra.

Cassandra membalas membungkuk. " Yuki-chan... "

" Apa kabar ? " tanya penyihir muda yang bernama Yuki-chan.

" Aku baik...sedikit lebih baik... "

" Kudengar kau... barang milik Aaron... "

" Ya... hancur, menjadi debu... " gumam Cassandra.

" Tidak apa, Aaron pasti mengerti keadaanmu... " jawab Yuki-Chan tersenyum.

Cassandra tersenyum, " Apa kata guru, aku pasti bodoh, ya... "

" Ya...guru bilang kau bodoh, kau tak mengiriminya surat, dia mau mampir, tapi, yah... kau tahu, sibuk sekali... "

" Pedangku, bagaimana dengan pedangku... ? "

" Outstanding, kalau kau tanya dengan takaran nilai OWL Hogwarts... " Yuki-chan melirik Harry, Ron dan Hermione.

" Bisa aku melihatnya... ? " tanya Cassandra.

" Tidak disini, buka diruang rekreasi saja, disana lebih aman, oh, ya... kalau ada masalah dengan pedang nagamu, surati aku, oke !! dan... selamat natal, aku... memeberikan ini saja sebagai hadiah natal dari perguruan dan guru besar... " Yuki-chan menghilang dibalik tiupan badai salju.

Cassandra, Harry, Ron dan Hermione segera masuk kastil, menuju ruang rekreasi yang sangat meriah dengan hiasan natal... Cassandra meletakkan pedangnya dengan hati - hati diatas meja dan membuka bungkusnya, Harry, Ron dan Hermione mengelilinginya. sesaat kemudian, Hermione terpekik kaget, Ron dan Harry memandang kagum. Pedang perak milik Cassandra sangat indah, isaunya sangat panjang dan tajam, warna emas dan perak menghiasi pedang Cassandra yang terdiri dari bahan - bahan tongkat milik Harry, Ron dan Hermione dan sedikit dari Dumbledore.

" Luar biasa... " bisik Harry.

" Apa namanya, Cassandra... ? " tanya Hermione.

" Naga... Pedang tujuh naga, kalian lihat ada tujuh lengkungan yang mengelilinggi genggamannya, luar biasa... " jawab Cassandra.

" Hebat, aku yakin Kau-tahu-siapa, akan bertekuk lutut melihatnya... "

" Safradastrofidas... " gumam Cassandra dan pedang itu membungkus dirinya sendiri dan terbang ke kamar Cassandra. mengunci dirinya didalam lemari pakaian.

Malam itu mereka habiskan dengan bermain Quidditch mini yang dibeli Cassandra di Kanada, Ron dan Harry melawan Hermione dan Cassandra, semalaman, berbotol - botol butterbeer dihabiskan, Ron memandang aneh tiga botol sherry dan vodka yang di keluarkan Cassandra dari kamarnya.

" Kau akan mabuk sampai pagi kalau minum ini... " Ron bergumam, matanya mulai ngantuk, tengah malam belum sampai, mereka memang telah berada di ruang rekreasi terlalu awal.

" Tidak apa, ini untuk besok, lagipula, ini bukan untukku, ini untuk Hagrid, Mc Gonagall dan...mungkin kuletakkan di kantor Dumbledore... "

" Aku ngantuk, tidur, yuk... " kata Hermione. " Cassandra, tidurlah, ini sudah malam... "

Harry dan Ron melangkah ke tangga kamar anak laki - laki...Hermione menguap dan menggeliat setelah itu dia melangkah lunglai ketangga kamar anak perempuan, Cassandra terduduk sebentar, sesaat kemudian, matanya melebar.

" Harry, Ron, Hermione... "

Mereka bertiga refleks kaget dan segera turun kembali, ngantuk dan capek serasa hilang, mereka bersemangat.

" Aku...ingin mengajari kalian bertiga mantra penting penyerangan untuk pelahap maut dan Voldemort... " kata Cassandra. " Aku yakin, penyerangan pelahap maut kemarin itu, telah menyebar ke para orangtua, walaupun Prophet tak memberitakannya, pasti akan terjadi penurunan murid, karena itu, tiga hari sebelum semester berikutnya dibuka, kalian akan berlatih mantra dan kutukan bersamaku... "

" Benarkah ? " tanya Ron. " Mmungkin kau bisa menguji aku dan Harry dulu dalam Apparatition, agar kami bisa lulus ujian nanti... "

" Tak masalah, Apparatition itu mudah, baiklah, kalian tidur, besok setelah sarapan dan buka hadiah, kutunggu kalian di lapangan Quidditch... "

Harry, Hermione dan Ron berlari dengan semangat kekamar mereka, meninggalkan Cassandra yang masih berdiri di ruang rekreasi. Cassandra menoleh menatap tas Harry, mengambil secarik perkarmen kecil didalamnya, dan membukannya...

" ....R.A.B... " gumam Cassandra. " ...Siapa dirimu... ? "


Kembali      Next      Previous
Hosted by www.Geocities.ws

1