CHAPTER VIII :
Apparatition dan penyerangan pelahap maut.
" Harry, Harry... "
Harry membuka mata dan melihat Ron menatapnya, dia bangun
dan duduk tegak di samping Ron yang tampaknya cemas.
" Ada apa ? " tanya Harry memakai kacamata.
" Tidak apa - apa, aku ingin tanya apakah kau ingin menonton
pertandingan Quidditch hari Minggu ? "
" Yah... siapa yang akan bertanding ? "
" Ravenclaw dan Hufflepuff, kita akan melawan Slytherin
minggu depan... "
" Ohh... ya sudah, aku masih ngantuk... " Harry langsung
berbaring kembali
Ron ingin berbicara lagi, tapi, Harry bangun kembali dengan
terkejut,
" Kita akan melawan Slytherin minggu depan ? "
Ron mengangguk, senang, Harry sudah sadar sepenuhnya.
" Kenapa baru bilang, Ron, aku akan mandi, tolong kumpulkan
semua pemain tim kita, kita akan mengatur jadwal latihan...
"
" Mereka sudah di aula, hari ini banyak pelajaran pagi -
pagi... "
" Lalu, jadwal pelajaran pertama kita kapan ? " Harry
mengambil handuk dan mengeluarkan jubah barunya.
" Masih nanti, aku juga belum sarapan, tapi, Hermione sudah
turun dari pagi, Rune kuno-nya dimulai jam tujuh... "
" Kenapa kita tak ikut mata pelajaran itu ? "
" Yah... kau belum tahu, ya... untuk mata pelajaran telaah
rune kuno, sejarah sihir, ramalan dan pemeliharaan satwa
gaib, bukan pelajaran wajib, lagipula empat mata pelajaran
itu punya empat jam kelas, kita bisa ikut telaah rune kuno,
besok pagi, untuk ramalan, setelah makan siang dilanjutkan
dengan pemeliharaan satwa gaib, untuk sejarah sihir, kita
bisa ikut nanti siang setelah pelajaran ramuan... "
" Kalau begitu, kita bisa mengatur jadwal untuk memakai
lapangan, kan ? kalau begitu, ayo bergegas... "
setengah jam kemudian, mereka berdua telah berada di aula,
aula tampak sepi sekali, hanya beberapa orang tersisa disana...
Di pintu aula, Cassandra muncul, dia duduk di kursi terdekat,
mengambil makanan cepat - cepat dan bergegas menghabiskannya,
tanpa menyapa Ron dan Harry, dia bergegas keluar lagi,
tampaknya, dia ada pelajaran yang akan diikuti.
Ron dan Harry yang melihat Cassandra yang begitu semangat,
menjadi bersemangat menghabiskan sarapan mereka, begitu
selesai, mereka segera ke lapangan Quidditch, disana madam
Hooch sedang berbicara dengan Hagrid yang membawa ember -
ember besar berisi cairan hijau. Ron dan Harry segera
berlari ke arah mereka.
" Madam Hooch, kami ingin mengatur jadwal lapangan untuk
latihan... "
" Tidak ada jadwal kosong untuk lapangan, sebagian besar
telah diambil Slytherin, Hufflepuff dan Ravenclaw saja hanya
mendapat sedikit... "
" Bagaimana kalau malam hari ? " tanya Harry penuh
harap,mengingat dia adalah kapten dan dia adalah orang yang
juga akan menghancurkan tim-nya sendiri.
" Kalian tidak boleh bermain malam hari... "
" Kurasa tidak apa - apa, Madam Hooch, aku akan mengawasi
mereka, sekaligus menonton, tentu saja... " jawab sebuah
suara dibelakang Ron.
" Lee... " gumam madam Hooch. " Kau yakin, tidak apa - apa ?
"
" Yah... tidak apa, aku dan Hagrid akan disini, mungkin
sampai malam, mengingat aku juga punya lima mata pelajaran
hari ini, iya kan ? " Lee memandang Hagrid, tersenyum.
" Tentu saja, kami bisa mengawasi Gryfindor, bisa saja... "
jawab Hagrid, tersenyum senang.
Madam Hooch memandang Hagrid lalu Harry dan kemudian
Cassandra.
" Baiklah, terserah kalian saja, aku percaya padamu, Lee...
" Madam Hooch menepuk bahu Cassandra lalu pergi.
Cassandra mengangguk.
" Terima kasih, Cassandra, kami tertolong... " kata Ron
sangat gembira.
" Yah... tidak apa, Hagrid, aku akan ikut Herbologi setelah
ini,membantumu, lalu pertahanan terhadap ilmu hitam,
membantumu, transfigurasi, makan siang, membantumu, sejarah
sihir, dan... mengajar sebentar di kursus Apparatition...
lalu membantumu sampai malam... "
" Kau mengajar kursus Apparatition... ? " tanya Harry.
" Yahh... tahun ini... kursus Apparatition boleh diikuti
oleh anak mulai kelas tiga, Mc Gonagall bilang, ini penting
untuk perang terbuka, bagaimana Hagrid ? "
" Yah... tidak apa, aku akan disini, memulainya... " jawab
Hagrid tersneyum kepada mereka bertiga.
" Baiklah, aku akan ke kelas Herbologi, sampai jumpa nanti
malam... " kata Cassandra menyelipkan perkarmen yang
tampaknya surat didalam buku Herbologi miliknya.
" Tunggu, Cassandra, kami ikut, kami juga Herbologi, oh, ya,
apa yang kalian lakukan ? " kata Harry.
" Ooh, aku dan Hagrid akan mengecat dan rumput lapangan dan
tembok lapangan... yah... aku bisa membantunya dengan sihir...
"
" Apakah kami bisa membantu ? " tanya Ron.
" Tidak, tidak, kalian latihan saja, kalahkan Slytherin dan
dapatkan kehormatan sekali lagi untuk Gryffindor... "
Cassandra berjalan dengan membuka perkarmen yang tadi dia
selipkan di buku Herbologi-nya, memakai kacamata yang
menampakkan bola matanya yang bercampur warna merah... dam
membaca huruf - huruf Cina yang tampaknya adalah sebuah
berita. " Mereka akan mengirimkan pedangku, di malam natal
jam 7... kalian mau ikut ? "
" Yah... aku akan ikut, kau bagaimana ? " tanya Ron pada
Harry.
" Ya, aku juga... "
Mereka bertiga berjalan ke rumah kaca dengan bersemangat,
setelah itu Cassandra memisahkan diri dari Harry, Ron dan
Hermione menuju lapangan Quidditch, bertemu mereka lagi di
kelas petahanan terhadap ilmu hitam, memisahkan diri lagi,
lalu bertemu di kelas Transfigurasi, Mc Gonagall memberikan
senyum terus - menerus kepada Cassandra yang tampaknya sudah
kelelahan berjalan. setelah makan siang yang kilat oleh
Cassandra dia segera berlari menuju lapangan untuk membantu
Hagrid.
" Dia sangat sibuk, ya ? " tanya Ginny pada Hermione yang
mengaduk es buah tropis-nya, " Apa dia hebat ? "
" Yah... dia hebat luar biasa... " jawab Hermione.
" Pantas menjadi Gryffindor sejati... " Harry menambahkan
dengan senyum.
" Aku tidak suka padanya... dia sepertinya akan
mengalahkanmu, Hermione... dia juga mengajar Apparatition,
kan ? "
" Aku tidak apa - apa, dia memang hebat dan cerdas... "
jawab Hermione tersenyum melihat Cassandra membantu Profesor
Sprout yang tampaknya kepayahan membawa mantelnya yang super
tebal padahal dia terburu - buru.
" Apa hari sudah dingin ?! " kata Ginny angkuh lalu berdiri
untuk mengikuti pelajaran berikutnya.
" Kau akan suka padanya, nanti, akan tiba saatnya... " gumam
Ron pada Ginny yang menyeringai sebal.
" Dasar gadis tak tahu sopan... " kata Ron memaki - maki.
Hermione dan Harry saling pandang, Hermione menatap
piringnya lagi yang tinggal sedikit sisa daging dan kentang
bakar-nya. mereka segera menyelesaikan makan siang lalu
menuju kelas sejarah sihir. disana, Cassandra sudah tiba
dulu, napasnya putus - putus, jelas dia takut terlambat ke
pelajaran yang sama sekali tidak disukai oleh Harry dan Ron.
" Kenapa kau sudah tiba, Cassandra ? " tanya Hermione.
" Yah... Hagrid tidak tega melihatku berlari - lari dari
pagi, jadi begitu aku tiba dia hanya menyuruhku menyihir
beberapa kuas cat panjang agar bekerja otomatis lalu aku
disuruh kemari dan jangan kembali sampai aku benar - benar
bebas waktu, dia juga menyuruhku untuk menyelesaikan
tugasku, baru boleh membantu-nya kembali... Yah... Hagrid
memang baik, ya... " jawab Cassandra lalu mengambil bukunya
dari tas-nya yang terbuat dari kulit naga dan bulu pegasus
hitam.
" Kalau aku jadi kau, aku akan membiarkan meninggalkan
pelajaran ini dan membantu Hagrid sekuat tenaga... " kata
Ron mengeluarkan bukunya dengan wajah sebal dan masam.
Cassandra tersenyum, " Hmm... mungkin untuk Ron yang
kelahiran penyihir murni, pasti sudah tahu banyak tentang
sejarah sihir, sehingga bosan, tapi, kulihat Hermione
semangat mempelajarinya, yah... karena kita bukan penyihir
kelahiran murni, pasti merasa penasaran, bagaimana denganmu,
Harry, kau juga sangat menyukai pelajaran ini, kan ? "
Harry menatap Ron dan Hermione yang jelas - jelas tahu bahwa
nilai sejarah OWL Harry mendapatkan D(Dreadful) yang artinya
mengerikan. dilihatnya isyarat dari Ron untuk mengangguk
pada Cassandra, tapi, Hermione menyuruhnya untuk mengatakan
yang sejujurnya, dan menurut Harry itu lebih baik mengingat
Cassandra yang akan menjadi walinya yang berikutnya, Harry
menggelengkan kepalanya, menunduk menatap lantai.
" Sayang sekali, padahal kuharap kau menyukainya, sejarah
sihir cukup menyenangkan, kok... " kata Cassandra lalu
bangkit berjalan ke bangku paling depan, Hermione
mengikutinya, Ron dan Harry memilih bangku seperti biasa,
paling belakang.
" Kau kenapa mengatakan yang sebenarnya, kau
mengecewakannya, Harry... " gumam Ron duduk disebelah Harry
yang menatap Cassandra terus - menerus, mencari ekspresi
kecewa dari wajahnya, tapi tak dia temukan sampai pelajaran
berakhir dan dia bersama Ron dan Hermione berjalan ke aula
untuk menerima kursus Apparitition.
" Mana Cassandra ? " tanya Ron pada Hermione.
" Sudah duluan, katanya, hari ini dia akan menjadi asisten
saja, membantu orang kementrian... " jawab Hermione.
" Ooh, ya... eh..Hermione, siapa yang menjadi kepala asrama
Slytherin setelah Snape pergi... ? " tanya Harry.
" Profesor Mc Gonagall dan Profesor Sprout, mereka berdua
membagi tugas, tapi, mungkin Profesor Slughorn mau memimpin
Slytherin lagi dan... "
" Ada apa ? "
" Harry, kau tak ingin bersama Ginny lagi ? " tanya
Hermione.
" Tidak, tidak, aku tak ingin melibatkan orang lagi, cukup
aku sendiri saja... " jawab Harry.
" ...Dan Cassandra, tentu saja... "
" Ya... aku akan berusaha melindungi waliku... "
" Dia yang akan melindungimu, Harry... " jawab Ron.
" Baiklah, meskipun aku... sebenarnya ingin melindunginya...
" jawab Harry mengalah.
Aula tampak ramai sekali, jelas saja, mulai kelas tiga
sampai tujuh berada di aula, kecuali tim Quidditch Slytherin
yang sedang berlatih di lapangan, Harry, Ron dan Hermione
berusaha melihat kedepan, mencari Cassandra, tapi, Cassandra
tak tampak, di depan hanya berdiri Profesor Mc Gonagall,
Profesor Sprout, Profesor Flitwick, Profesor Slughorn yang
tampaknya mau menerima Slytherin lagi sebagai asramanya dulu
dan seorang penyihir pria yang lain dari tahun lalu, pria
ini menebarkan senyum ke seluruh penjuru aula, Harry melihat
Cassandra masuk ke dalam aula dan berjalan ke depan melewati
sisi aula yang tidak terlalu penuh anak - anak yang
berceloteh dan berdesakan. Cassandra berwajah cemas dan
tampaknya buru - buru, dia membisikkan sesuatu pada Profesor
Mc Gonagall yang juga langsung berwajah cemas lalu berbisik
kepada instruktur dari kementrian, dia menggangguk mengerti
dengan tersenyum. Cassandra langsung melesat keluar aula
lagi.
" Ada apa, ya... ? " tanya Hermione.
" Aku khawatir, jangan - jangan Dementor, atau pelahap maut
atau yang lebih parah lagi, Voldemort, berada di halaman,
aku cemas... " Harry segera berlari ingin keluar, tapi Filch
berjaga di pintu aula, menyeringai kejam pada Harry, Ron dan
Hermione.
" TAK BOLEH KELUAR !! " bentaknya keras sekali, tapi masih
kalah dengan kasak - kusuk didalam aula.
" Tapi, Cassandra... "
" Kenapa dengan Lee... dia akan melindungi kalian... jangan
keluar... " ucap Filch dingin.
" Kalau begitu, pasti terjadi sesuatu, kan ? " tanya Harry
semakin cemas.
" Tidak ada yang penting, kalian masuklah... " kata Filch
mendorong mereka bertiga mundur lalu menutup aula dan
menguncinya...
" Aku... tidak mau kehilangan waliku... " gumam Harry.
Tapi, Profesor Mc Gonagall sudah menyuruh aul berbaris dan
diam, Harry masih penasaran, Ron dan Hermione berdiri di
sebelahnya. mencoba menghiburnya.
" Selamat siang, hari ini kita akan memulai kursus
Apparatition, mengingat kita sedang dalam masa perang
terbuka, aku ingin tahu kemampuan Apparatition untuk anak
kelas tujuh yang tahun lalu sudah memperlajarinya, mohon
bantuannya untuk menuntun adik kelas-nya... " kata
instruktur kementrian memulai, " Perkenalkan, aku Mullkrell
Hillajune, instruktur tahun ini... "
Harry tak bisa konsentrasi mengajarkan ilmu Apparatition-nya
pada dua anak kelas tiga dan dua anak kelas empat, Ron
mengajari Ginny dan beberapa temannya yang lain, sedangkan
murid Hermione tampak sudah mulai lancar. Harry ingin tahu
yang sebenarnya, sampai Hermione menegur untuk membantu,
Harry setuju - setuju saja...
Makan malam hari itu tidak begitu dinikmati Harry, Cassandra
belum kembali, tapi, Profesor Mc Gonagall tampak sangat
senang ketika Filch masuk aula dan mengatakan sesuatu.
Limabelas menit kemudian, Cassandra masuk aula dengan
tampang segar, tapi, ada yang berubah darinya, rambutnya
yang panjang melebihi Ginny itu sekarang hanya sepanjang
bahu dan diikat seadanya, tangan kanannya diperban, tapi, di
wajahnya tersirat kebahagiaan. Profesor Mc Gonagall berdiri
menyambut Cassandra dengan tepukan yang ditirukan oleh semua
guru, termasuk Hagrid yang tampaknya menangis haru melihat
Cassandra kembali dengan sangat sehat seakan Cassandra baru
saja kembali dari perang melindungi negara. Cassandra duduk
dan makan malam, tangan kanannya yang diperban, yang
tampaknya diperban dengan terburu - buru sampai menampakkan
sedikit luka di tangan Cassandra, tampaknya luka bakar,
dagingnya sedikit hangus.
" Cassandra, kau tidak apa - apa, kan ? " tanya Harry saat
mereka berada di lapangan Quidditch malam itu, Cassandra
hanya memakai T-shirt berlengan panjang warna hitam dengan
celana hitam dan sepatu putih, dia tidak apa - apa.
" Yah... aku tidak apa - apa " jawab Cassandra.
" Apa yang terjadi ? " tanya Hermione.
" Tidak, hanya sedikit masalah saja, tapi, sekarang sudah
beres... "
Hagrid masuk ke lapangan, tampaknya ingin memeluk Cassandra
begitu melihatnya, tapi, sadar kalau Cassandra akan remuk
dipelukannya, dia hanya menangis terharu. Cassandra
tersenyum lalu membelai tangan Hagrid.
" Terima kasih, terima kasih banyak, terima kasih,
Cassandra... " ucap Hagrid tersedu - sedu.
" Mereka sudah kembali ? bagaimana keadaan Grawp ? " tanya
Cassandra.
" Yah, para Centaurus dan keluarga Aragog juga semua
penghuni hutan sudah kuselamatkan, kenapa kau bertanya
Grawp, dia yang menanyaimu, bagaimana tanganmu, kau tak
memberitahu madam Pomfrey ? "
Cassandra menggeleng, " Aku akan disuruh tinggal sebulan,
kalau dia tahu... "
" Tapi, tanganmu... aku akan minta obatnya untukmu... "
jawab Hagrid mulai tenang. " Grawp tak akan memaafkan
dirinya kalau dia melihatmu dengan luka bakar, kau sudah
merelakan rambutmu..... "
" Tidak apa, Hagrid, aku suka dengan rambut pendek, kok....
"
" Yah... kalau begitu, sekarang kau duduk saja, aku akan
melanjutkan pekerjaanku, kalian bisa latihan... " ujarnya
pada Harry.
Harry yang sebenarnya masih penasaran dengan yang terjadi,
memutuskan untuk diam saja, dan memimpin tim-nya untuk
segera bersiap latihan, dilihatnya, Cassandra membantu
Hagrid yang tampaknya enggan dibantu.
" Sudah kau duduk saja, kau sudah bekerja terlalu banyak,
kau istirahat saja... " kata Hagrid pada Cassandra yang
bertekad akan membantu. tapi, akhirnya dia mengalah dan
duduk di bangku penonton, membuka buku dan... tampaknya, dia
menyelesaikan PR-nya.
" Cassandra... " gumam seseorang di belakang Cassandra.
Cassandra menoleh dan melihat Hermione tersenyum manis
padanya, " Boleh gabung ? "
Cassandra tersenyum dan mengangguk.
Harry dan Ron melihat Hermione duduk di sebelah Cassandra, "
Berharaplah, Cassandra mau menceritakan semuanya pada
Hermione... " bisik Ron. Harry mengangguk.
" Apa yang terjadi, sih, Cassandra ? "
" Jangan tanya, nanti saja aku ceritakan... " gumam
Cassandra, wajahnya serius.
Hermione menjadi sedikit takut, sampai - sampai tak berani
bertanya lagi. langit malam membuat Cassandra tampak tidak
tenang, dia gelisah, walaupun dalam satu jam saja, dia bisa
menyelesaikan tugasnya, tetapi, setelah itu dia tak bisa
bahagia seperti Hermione yang sangat senang melihat Ron
berkali - kali menyelamatkan gawang-nya tanpa ada kecemasan
dan kegelisahan. Cassandra menggigiti kukunya sendiri,
berwajah cemas dan bingung, bangkit sebelum latihan selesai,
turun kebawah dan keluar, Hagrid hanya mengucapkan selamat
malam pada Cassandra dan Cassandra membalasnya dengan
dingin.
Latihan Quidditch sangat bagus, Harry sangat senang, dia
juga jadi lebih senang saat melihat hal yang tampaknya lebih
baik daripada tahun lalu, Dean Thomas yang sekarang
menggatikan Katie Bell menjadi Chaser mengajak kencan Ginny,
Harry senang karena monster yang tahun lalu bersarang di
dadanya kini tak pernah bangun lagi dan tampaknya telah
mati, dia mengangguk pada Ginny yang menatapnya, bingung
menjawab apa untuk Dean. Harry melihat Hermione turun dari
tribun sendirian tanpa Cassandra dan langsung memeluk Ron
yang juga menerima pelukan Hermione, seakan Ron tentara yang
telah selesai dengan tugasnya dan rindu dengan istrinya.
Harry tersenyum melihat Ron dan Hermione tapi bertanya -
tanya dimana Cassandra. Dilihatnya Hagrid telah selesai
mengecat ulang lapangan dan tampaknya mau pulang ke
pondoknya. Harry mencegahnya...
" Dimana Cassandra ? "
" Oohh...dia sudah kembali ke kastil, tampaknya, dia lelah
sekali, Harry sejak tadi sore, kejadian mengerikan, untung
ada dia, baik sekali, kau mungkin mau memberinya hiburan
karena kerja kerasnya menyelamatkan mungkin semua penghuni
Hogwarts, Grawp, para Centaurus dan... yah, semuanya, dia
bertempur sendiri, aku tak bisa berbuat apa - apa... "
" Apa yang terjadi, sih ? " tanya Ron yang berjalan
merangkul Hermione yang tampaknya sedikit malu melakukan
ini.
" Kalian berdua, tampak seperti sepasang kekasih, bagaimana
dengan Lavender ? " tanya Harry.
" Tenang, sekarang, Lavender bersama Seamus, mereka tampak
sangat bahagia, tuh, lihat saja sendiri... " jawab Ron dan
Hermione berhasil melepas dirinya.
Harry dan Hagrid melihat pemandangan yang aneh, banyak
pasangan kekasih disini, yang... yah... berciuman dan
berpelukan...tampaknya penduduk Gryffindor turun semua...
" Berarti menara Gryffindor kosong ? " tanya Harry.
" Iya, kau tak tahu ? " tanya Hermione.
Harry tak bicara lagi, dia segera berlari keluar, berlari
cepat ke menara Gryffindor, dia cemas dengan Cassandra, Ron
dan Hermione mengejarnya di belakang. mengejar Harry yang
berwajah cemas dan khawatir yang berlebihan, begitu tiba
didepan lukisan, nyonya gemuk tampak sedih.
" Ada apa ? " tanya Harry.
" Oh... aku kasihan melihat gadis itu, dia tampak sedih tapi
bertekad kuat sekali... dia baru saja mengganti kata
sandinya... " jawab Nyonya Gemuk.
" Apa ?! " Harry kaget.
Ron dan Hermione yang dibelakangnya juga kaget.
" Kumohon beritahu kami kata sandinya... biarkan kami
masuk... " Hermione memohon,
" Baiklah, tapi kalian janji padaku harus berhasil
menghiburnya, dia sudah bekerja keras mempertaruhkan nyawa
pada serangan sore tadi... " jawab Nyonya Gemuk.
" Baiklah, kami janji... " jawab Ron.
" Kata sandinya, Kau-tahu-siapa... "
" kau-tahu-siapa... " ucap Hermione.
" Bukan, bukan, nama lainnya... "
" Ayo, Harry, ucapkan... " bisik Ron.
" Voldemort... "
Ron dan Hermione berjengit, Nyonya gemuk juga tapi dia
segera mengayun terbuka. Harry, Ron dan Hermione segera
masuk, Hermione berhenti sesaat, bergumam...
" Kata sandinya kuubah, Larovan... "
" Baiklah... " jawab nyonya gemuk.
Harry, Ron dan Hermione melihat pemandangan aneh di ruang
rekreasi, gulungan perkarmen yang dirusak berserakan di
lantai, tinta - tinta tumpah berantakan, pena bulu
berjatuhan dimana - mana, bulu - bulunya bertebangan,
Cassandra duduk di salah satu anak tangga menuju kamar anak
perempuan, dia sedang menulis yang tampaknya surat, tapi,
tangannya gemetaran, wajahnya pucat, dan dia sedikit
menangis...
" Cassandra, ada apa... ? " tanya Harry berjalan menuju
Cassandra, sedangkan Ron dan Hermione membersihkan ruang
rekreasi yang sangat kacau.
Cassandra tak menjawab, dia hanya mendongak menatap Harry
tanpa ekspresi, bola matanya merah, Harry baru tahu kalau
bola mata Rhea sebenarnya adalah murni merah darah, hanya
sedikit hitam disekelilingnya.
" Ada apa ? " tanya Harry.
sorot mata Cassandra kembali normal, bola matanya kembali
biru, seperti biasanya, dia seakan baru saja kerasukan, dan
sekarang telah sadar, dia berdiri, perkarmen, tinta dan pena
bulu yang tadi berada di pangkuannya jatuh, dia mengeluarkan
tongkat dan mengatupkan bibir, Harry, Ron dan Hermione
menduga Cassandra menggunakan mantra non-verbal. Ruang
rekreasi sekejap langsung bersih, bahkan mantra ini
tampaknya lebih cepat daripada mantra Hermione.
" Kalian tidur, sudah malam... " kata Cassandra." Besok,
pertandingan Quidditch, pagi - pagi, kalian harus
menontonnya... "
Harry mengangguk dan menggandeng Ron keatas, takut sekali
melihat ekspresi wajah Cassandra yang sangat dingin dan
menakutkan. Hermione diam di tempat, tapi, begitu Cassandra
meliriknya, dia segera naik ke kamar anak perempuan.
dilihatnya dari balik pintu kamarnya, Cassandra naik keatas,
kekamarnya yang berada di tingkat paling atas, dia tidur
sendirian sejak awal tahun, lalu Hermione mendengar anak -
anak lain telah datang dan tampaknya tak ingin main lagi dan
langsung tidur, dilihatnya Lavender berciuman dengan Seamus
sebelum mengucapkan selamat tidur, Ginny bergandengan tangan
dengan Dean, dilihatnya Neville berjalan sendiri, tapi dia
mengucapkan selamat malam pada seseorang yang diduga
Hermione adalah Parvati, dilihatnya juga Harry dan Ron
turun, Hermione keluar dari kamar dan bicara dengan
Harry.
" Cassandra mana ? " tanya Ron.
" Tidur, sepertinya, dia diam saja, aku takut sekali melihat
wajahnya, dia seram sekali, untung saja aku tak sekamar
dengannya... "
" Tak sekamar dengannya, Cassandra sekamar dengan siapa ? "
" Dia tidur sendiri, di tingkat paling atas... "
" Tidur sendiri ?! " jawab Harry.
Hermione mengangguk.
" Aku ingin melihatnya... " jawab Harry yang segera naik ke
kamar anak perempuan tanpa menghiraukan pandangan anak
perempuan dan anak laki - laki yang terbengong menatap
mereka.
" Mau ke Cassandra, tidak mau macam - macam, kok... " kata
Ron memberi penjelasan pada semua anak yang menanyainya.
" Prrangggg!!!!! " terdengar dari kamar Cassandra.
Harry, Hermione dan Ron mempercepat langkah mereka, saat
melihat pintu kamar paling atas, Harry segera membukanya.
" Cassandra ?!!!! " teriak Hermione.
dilihat mereka, baskom dari aluminium tertelungkup jatuh di
bawah tempat tidur Cassandra yang sangat luas, tempat tidur
disitu hanya satu, disisi kiri hanya ada seperti area kosong
yang hanya diisi sebuah pemutar musik diujung ruangan,
disebelah kanan, ada rak buku, berisi buku - buku Cassandra,
disampingnya lemari pakaian dan meja kecil yang diatasnya
tergeletak tas Cassandra.
" Ada apa, kalian kenapa disini ? " tanya Cassandra
memunggut baskom aluminium dan membersihkan lantai yang
basah oleh air dengan tongkatnya. wajahnya tak lagi
menyeramkan, ramah seperti biasanya.
" Kau mengganti perban ? " tanya Hermione.
" Aku bantu... " kata Ron mendekati Cassandra bersama
Hermione.
" Kau kenapa ? " tanya Harry yang juga ikut membantu.
" Ini, gara - gara tadi sore... "
" Apa yang terjadi ? "
" Pelahap maut, jumlah besar, ingin membunuh Grawp dan
mengahabisi penghuni hutan lainnya... "
" Pelahap maut ?! " Hermione terpekik.
" Ya...aku tak ingin Hagrid kerja sendirian, jadi setelah
sejarah sihir aku segera ke lapangan tapi disana, Hagrid
tidak ada, aku kepondoknya, dan saat itu aku melihat gaun
hitam pelahap maut melayang di langit, aku segera berlari
kekastil dan memberitahu Mc Gonagall untuk melindunggi aula
dan Filch untuk mengamankan kastil dan mengamankan anak yang
berada di luar aula, meyakinkan Mc Gonagall aku bisa
mengatasinya, dan aku segera meminjam sapumu, Harry, terbang
kesana dan melindungi Grawp dari serangan api biru...
rambutku terbakar, kusuruh Hagrid membawa Grawp pergi dan
mengamankan semua penghuni hutan, Hagrid melakukannya , aku
menyerang pelahap maut yang tadi menyerang Grawp, dia
lumpuh, lalu aku diserang api biru dari pelahap maut yang
lain, tanganku terbakar, tongkatku tidak,
Avadra kedavra keluar dari mulutku sepuluh kali dan
sepuluh pelahap maut tumbang, yang lainnya kuberi mantra
Sectumsempra dan
kutukan imperius,
seranganku tidak membabi buta tapi, pelahap maut itu tak
juga berkurang, kugunakan lagi kutukan
Avadra Kedavra
maksimal dan semua pelahap maut tumbang, datang ratusan
dementor, Hagrid telah berada di pondoknya, aku keluarkan
patronusku, naga, kalau biasanya hanya satu naga, kali ini
tujuh naga keluar sekaligus dari tongkatku, semua dementor
berhasil kukalahkan, aku turun di pondok Hagrid,
kuterbangkan sapumu ke menara Gryffindor, untung salju tak
menghalangi, tak ada badai, maksudku, dilihat Hagrid
rambutku yang terbakar tampak sangat jelek, kurapikan
rambutku, lalu Hagrid memperbankan luka bakarku yang
mengeluarkan darah, dia tak begitu bagus dalam memperban,
walaupun rambut unicorn sangat kuat sekali... aku mandi dan
ke aula dengan tenang seakan tak terjadi apa - apa... " kata
Cassandra panjang lebar." Harry, salah satu dari pelahap
maut yang hanya kulumpuhkan adalah Snape "
Harry, Ron dan Hermione tercengang sebentar lalu mereka
kembali tenang.
" Aku takkan heran... " gumam Hermione.
" Pembunuh... " Ron menambahkannya dengan mengumpat keras -
keras.
" Dia berani sekali menampakkan diri... " jawab Harry.
" Seorang pembunuh yang ditakdirkan sejak kecil sebagai
pembunuh tak pernah memiliki rasa bersalah, Harry, itulah
sebabnya kenapa aku menciptakan mantra anti efek samping
kutukan-tak-termaafkan... kita bukan pembunuh berdarah
dingin yang angkuh... "
Harry menatap Cassandra, mengganguk setuju. Hermione dan Ron
tersenyum.
" Cassandra, dua minggu lagi natal, aku ingin memberimu
hadiah natal, mungkin kau akan suka, dan... aku sudah
mengirim surat pada mum untuk membuatkan hadiah natal
untukmu, dan... kau diundang pada pernikahan Fleur dan Bill
bulan Mei, kau datang ? " kata Ron sambil mengikatkan rambut
unicorn dengan kuat di perban Cassandra yang telah diikatkan
oleh Hermione.
" Tentu saja, mungkin aku bisa memberikan hadiah kecil untuk
Fleur... "
" Hadiah... ?! " tanya Hermione.
" ...Umm...mungkin, gaun pengantin, Ron, tanyakan pada Mrs.
Weasley, jangan membelikan gaun untuk Fleur dan juga...
tanyakan apa warna kesukaan Fleur dan yang ingin dia
letakkan di gaunnya...oke ? serahkan jawabannya sebelum
natal, bagaimana ? " jawab Cassandra dengan senyum lebar.
" Oke... " jawab Ron senang.
" Ron, mungkin aku... tak bisa memberikan sesuatu kepada
Fleur atau Bill, mungkin... " kata Hermione.
" Tidak, tidak, kalau begitu, gaun ini hadiah dariku, Harry
dan Hermione... " jawab Cassandra.
" Apa ? " tanya Hermione. " Kami bisa membantu apa ? "
" Mudah, Harry, kau bantu aku menggunting kain, Hermione
bisa memesankan untuk orangtuanya membelikan beberapa
aksesoris muggle, itu akan sangat manis di gaun Fleur,
bagaimana... ? "
Harry dan Hermione saling pandang dan tersenyum, mengganguk
setuju pada Cassandra.
" Bagus, sekarang kalian tidur, sudah terlalu larut sekali,
Harry, besok kau harus latihan, Ron, kau sudah sangat hebat,
pertahankan, dan, Hermione, kau mungkin bisa menjadi
suporter bersuara hebat bersamaku... "
Harry, Ron dan Hermione tersenyum pada Cassandra, lalu
keluar menuju kamar mereka masing - masing.
Kembali
Next
Previous |