CHAPTER VII : WALI
KEDUA HARRY
" Cassandra, maukah kau melanjutkan ceritamu pada kami ? "
tanya Hermione.
" Cerita apa ? " Jawab Cassandra singkat tanpa menoleh.
Malam telah larut, semua murid telah bermimpi di dalam tidur
mereka, tetapi, Harry, Ron, Hermione dan Cassandra memilih
untuk mengerjakan tugas Herbologi mereka tentang tanaman
Klerestika.
" Cerita Sirius... " Hermione melirik Ron, Ron melirik
Harry, Harry menganguk.
" Itu... " Cassandra berpikir sebentar lalu dia berdiri dan
menuju lukisan untuk keluar.
" Kau sudah menyelesaikan tugasmu ? " tanya Hermione.
" Aku selesaikan sejak tadi setelah makan siang.. " kata
Cassandra.
Hermione dan Ron terpesona, Harry hanya menunduk membaca
bukunya.
" Kami belum selesai... " jawab Hermione.
" Kalian bisa menyelesaikannya di suatu tempat, tentunya
setelah kalian mendengar ceritaku, nanti aku bantu, cepat,
kalau lebih malam mungkin Profesor Mc Gonagall sudah
mengganti kata sandinya... " kata Cassandra mulai gelisah.
Harry, Hermione dan Ron bangkit dan bergegas, mereka tak
akan meninggalkan cerita tentang Sirius....
Profesor Mc Gonagall tampak berjalan di depan kantor kepala
sekolah, tampaknya, dia mau tidur...
" Ada Mc Gonagall... " bisik Harry di telinga Ron, Ron
mengangguk.
Tetapi, Cassandra terus jalan sampai Profesor Mc Gonagall
melihat mereka.
" Kau mau kedalam, Lee ? "
" Ya, mereka ingin melihat satu kenangan-ku... "
" Kalau begitu, Coklat Pedas dan... benda itu disimpan di
bawah tangga seperti biasanya... "
" Baiklah, terima kasih, Profesor... selamat malam... "
" Selamat malam, dan... jangan tidur terlalu malam, ya... "
Profesor Mc Gonagall mengangkat sedikit jubahnya lalu
mengangguk pada Harry,Ron dan Hermione.
" Apa dia tak tidur disini seperti Dumbledore ? " tanya
Hermione.
" Tidak, dia tak mau mengganggu ruangan Dumbledore terlalu
banyak...dia akan ketempatnya yang dulu... " jawab Cassandra
lalu berdiri didepan
Gargoyle dan... " Coklat pedas... "
Si Gargoyle melompat
ke samping dan menampakkan tangga batu spiral yang berputar.
Harry, Ron dan Hermione mengikuti Cassandra sampai mereka
tiba diruangan kepala sekolah...
" Sudah lama tak kesini... " kata Harry melirik ke arah
lukisan - lukisan para mantan kepala sekolah yang tertidur
dalam pigura mereka.
" Cassandra, kenapa lukisan Profesor Dumbledore tidak ada...
?! " tanya Hermione hati - hati.
" Dumbledore belum mati, kuanggap dia hidup di sekolah ini,
kusuruh Mc Gonagall menyerahkan lukisan Dumbledore kepadaku...
kuletakkan dikamarku " jawab Cassandra lalu menuju kebawah
tangga.
" Apa itu ? " tanya Ron melihat Cassandra megeluarkan sebuah
baskom batu dangkal, walaupun Harry tidak merasa asing, dia
terkejut juga.
" Pensieve Dumbledore... ? " tanya Harry. " Untuk apa ? "
" Bukan, ini pensieve milikku, milik Dumbledore kusimpan
dengan mantra pengunci terkuat pedangku... "
" Untuk apa Pensieve ini ? "
" melihat kenanganku... "
" melihat kenangan... ? "
" Yah... tunggu sebentar... " Cassandra mengambil sebuah
botol kecil berisi sesuatu yang bergulung berwarna merah
seperti rambut Cassandra. Cassandra menuangkan isinya dan
membuat pensieve itu langsung berputar dan berpendar, bukan
cairan dan bukan gas...
" Ayo, masuk... " Harry mengajak Ron.
" Kalian duluan saja... " kata Cassandra.
Harry, Ron dan Hermione masuk. Cassandra melirik kepintu
lalu menghela napas, " Hagrid, masuklah... "
Pintu terdororong terbuka, Hagrid masuk dengan membawa
sebuah buku...
" Ini bukunya, untuk apa ? " tanya Hagrid.
" Hanya untuk belajar saja, mungkin kau mau meminjamkan
bukumu, karena di Diagon alley, banyak toko yang mau tutup
dan kalau ada, mereka tak mempunyai buku ini... " jawab
Cassandra lalu meletakkan buku Herbologi tingkat pemula dan
lanjut di atas meja Mc Gonagall.
" Mereka masuk ? "
" Yah...mereka ingin melihat Sirius, terima kasih, Hagrid
dan... kau bisa pulang, salam untuk Witherwings dan Grawp,
natal nanti mereka akan kuberi hadiah... " kata Cassandra
tersenyum pada Hagrid.
" Ya... terima kasih, kau mau melindungi Harry.... " Hagrid
tersenyum senang lalu berbalik dan pergi, Cassandra mengunci
pintu dengan tongkatnya. Cassandra menatap pensieve lalu
membungkuk, menarik napas dalam - dalam dan memasukkan
wajahnya....
Harry mengerjapkan matanya, dia bangun dan melihat Hermione
dan Ron duduk di sampingnya, Cassandra berdiri disamping
mereka...
" Berdiri, Harry, aku sudah tiba... " kata Cassandra
membantu Harry berdiri.
Harry, Ron dan Hermione menoleh ke gerbang depan Azkaban,
dari dalam, Azakaban sangat seram, sel - sel yang gelap dan
tampaknya berlumut, banyak Dementor berkeliaran kesana -
kemari, apalagi saat Cassandra masuk sebagai Auror.
" kementrian sihir, Louisya Darkkorch... auror " ucap
Cassandra membuka tudung jubahnya.
Lima dementor yang mengelilinginya, menyingkir sedikit
memberi jalan, Louisya berjalan tegas menuju lantai atas dan
melihat - lihat sel, dementor - dementor yang berada di
depan sel - sel penjara lantai satu itu mulai tertarik pada
Louisya dan mengikutinya, Louisya yang tampaknya merasa geli,
memantrai mereka...
" Expecto Patronus...
" kabut putih berbentuk naga menghalau para dementor dan
mereka menyingkir pergi.
Louisya melanjutkan jalannya sampai akhirnya tiba di lantai
empat, dia ingin segera turun karena di lantai paling atas
ini, sel - sel tampak sangat menyeramkan, tetapi, begitu
melihat sel paling ujung di samping koridor, Cassandra
mendekatinya...
" Hei, siapa namamu... ? " tanya Loisya pada pria kurus
berambut hitam sebahu yang tampak lemah dan lesu tetapi
matanya mengandung aura kehidupan yang segar.
" Sirius... " Hermione bergumam.
" Yah...itu dia, lusuh dan kotor, tapi, dia... menurutku
adalah tahanan paling bersih... " jawab Cassandra.
" Apa kau... bapa baptis...Harry... ? " tanya Louisya.
Sirius menatapnya dan terkejut, " Kau... kau....siapa ? kau
kenal Harry Potter ? "
" Yah... tentu saja, dia yang harus kulindungi... " jawab
Louisya.
" Apa... dia baik - baik saja... ? "
" Tidak, dia masih dikejar Voldemort, kau harus berada
disisinya, kau harus mengungkap kejahatan Peter Pettigrew
didepan Harry, dia pasti akan menyangka kau adalah pengikut
setia Voldemort yang juga telah membunuh Peter, Harry pasti
akan sangat benci padamu... karena itu, buktikanlah... pada
Harry Potter, kau bukan seorang pembunuh... buktikan itu,
Sirius, sementara aku akan mencari cara membunuh Voldemort...
"
" Voldemort, kau... kau akan membunuhnya, kan ? "
" Yah... pasti, aku tak akan pernah melepaskan pembunuh
orangtuaku... "
" Ya...orang terjahat yang pernah aku tahu... "
" Aku permisi, Sirius, aku akan melanjutkan pendidikanku,
dan... kuberitahu sedikit, kurasa Animagus sebagai anjing
memang lebih cocok daripada seorang manusia... " Louisya
tersenyum sekilas.
Louisya berjalan ke koridor lalu menghalau lagi dementor
yang mulai mengerumuninya dan Sirius... Naga putih yang
indah terbang ke arah Dementor, membuat mereka pergi.
" Kau memang hebat... " kata Sirius lalu tersenyum pada
Cassandra.
" Aku harapkan itu, lindungi Harry, sampai aku tiba... "
" Yah... aku janji... "
Louisya menutupkan tudungnya lebih rapat dan turun sampai
lantai dasar. Harry mendekat ke sel Sirius dan bergumam, "
Terima kasih, Sirius... " tapi, Sirius hanya menatap
Cassandra pergi sampai dia menghilang dibalik tangga.
" Ayo, Harry, sudah cukup.... " Cassandra menarik mereka ke
atas, merasakan kaki mereka menjadi ringan, memejamkan mata
dan menunggu sampai mereka merasakan kaki mereka lagi...
" Sirius memang hebat... " kata Ron saat mereka berada di
ruangan kepala sekolah lagi.
" Dia wali yang hebat, ya... " kata Hermione.
" Seandainya, kami bisa bersama lebih lama lagi... " jawaban
Harry membuat Ron dan Hermione sedih, tapi, Cassandra hanya
tersenyum dan menyentuh bahu Harry.
" Kau belum tahu lanjutan tadi, kan, Harry ? " tanya
Cassandra.
" Maksudmu, kenangan tadi masih ada kelanjutannya... ? "
" Yah... sejak kudengar dia berhasil lari dan berusaha
memberitahumu yang sebenarnya, dia juga menyuratiku, sampai
akhirnya, dia menunjukku sebagai walimu yang kedua, Harry...
"
" Kau wali keduaku ? "
" Yah...kutanyakan padanya, kenapa dia memilihku, dan dia
menjawab, aku akan bisa menjadi pelindung terbaik dari semua
pelindung yang telah melindungi Harry. dan kujawab, apa yang
bisa membuatku seperti itu... dan... kata - katanya,
mengingatkanku pada Dumbledore yang juga mengatakan hal yang
sama... "
" Hal yang sama... ? " tanya Hermione.
" Yah...mereka berdua tahu, aku menyamarkan mataku...Dumbledore
tahu kalau ibuku-lah yang menyihir warna mataku yang
berwarna merah ini menjadi biru, dan saat aku bertatapan
mata dengan mereka berdua, mereka bilang, kekuatan mata
merahku yang panas seperti naga patronus-ku bisa mengalahkan
kekuatan dingin Voldemort... "
" Jadi, matamu merah sejak bayi ? " tanya Ron.
" Yah... ibuku yang mengubahnya, agar aku tak dicurigai
didunia muggle, tak ada orang yang mempunyai bola mata
berwarna merah, kan ? "
" Hebat sekali, kurasa, yang dikatakan Dumbledore dan Sirius
memang benar, aku sendiri bisa melihat bagaimana warna
merahnya begitu kuat sehingga warna biru yang terang pun tak
bisa menahannya... " jawab Hermione.
Cassandra tersenyum, " Terima kasih, dan... kau mau bila aku
jadi walimu, Harry ? "
" Yah... tentu saja, kurasa mereka memang benar... " Harry
tersenyum senang, " aku mengaharapkan rumah lain tahun ini,
aku ingin Grimmauld Place tetap menjadi markas orde,
sementara aku akan tinggal di tempat lain... "
Harry berdiri, mengambil perkarmen berisi karangan
Herbologi-nya, dan mulai mengerjakannya lagi, Ron juga,
Hermione ikut bingung.
Cassandra berdiri dan mengambil buku yang tadi dibawa oleh
Hagrid padanya, " Ini akan membantu kalian, Hagrid yang
membawanya... "
Saat mereka melihat sampul buku berwarna merah itu dan
membaca judulnya, Hermione segera menyambarnya dan
membukanya, Ron siap mencatat sedangkan Harry melihat
Cassandra menyimpan pensieve-nya di samping pensieve milik
Dumbledore dan menguncinya lagi dengan tongkat. "
Abrahatrus socika "
Kembali
Next
Previous |