APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

CHAPTER VI : The Wizardy With Sword

" Cassandra !! " kata Harry terpesona.

dalam sekejap saja, pedang yang terhunus ke langit itu menghilang seperti asap. Cassandra menoleh kepada Harry, bola matanya berwarna merah seperti yang pernah dilihat Harry di perpustakaan.

" Kau melihatnya, Harry... pantas dia langsung kabur... " kata Cassandra menghampiri Harry yang masih terpaku takjub, tak percaya, terkesima dan yang lainnya.

" Harry... " Cassandra memanggil

Harry tersadar dan melihat bola mata Cassandra kembali normal. " Itu tadi apa ? "

" Pedang... " Cassandra melirik pada perkarmen yang dibawa Harry. " Kau sudah membacanya ? "

" Membaca apa ? " kata Harry bego.

" Surat-wasiat-Dumbledore... "

" Er... yah... sudah, baru saja, aku ingin bertanya... "

" Aku akan jelaskan semuanya... " kata Cassandra, " di perpustakaan saja, lebih baik... "

" Bisakah Hermione dan Ron ikut mendengarkan.. ? " tanya Harry.

" Oh... yah... tentu saja, Profesor Dumbledore selalu bilang, apa yang kau tahu sebaiknya diketahui juga oleh dua sahabatmu... " jawab Cassandra lalu mengeluarkan tongkatnya. " Aku punya sedikit mantra untuk memindahkan mereka kemari... Lordotrus... "

dua gumpalan asap muncul di depan Harry, Hermione yang dalam posisi duduk langsung terjatuh, tampaknya dia sedang duduk di suatu tempat, sedangkan Ron yang sedang makan sesuatu langsung tersedak.

" Dimana ini ? " tanyanya.

" Di Hogwarts... " jawab Harry.

Ron menoleh dan melihat Hermione terjatuh disampingnya, Cassandra membantu Hermione berdiri.

" Ada yang ingin dikatakan Cassandra... kita ke perpustakaan... " kata Harry yang langsung menarik lengan Ron.

" Ayo... " Cassandra mengajak Hermione dengan mengandeng tangannya, Hermione merasa tubuhnya menjadi dingin, tangan Cassandra sedingin es...


Perpustakaan Hogwarts tampak sedikit sepi, mungkin karena hari sudah petang dan banyak anak yang lebih suka duduk diruang rekreasi daripada jalan - jalan.

" Agar kami selalu aman... " jawab Dean yang berjalan bersama Seamus dan Neville keluar dari perpustakaan menuju menara Gryfindor.

Harry mencari tempat duduk yang sangat sepi, setelah yakin benar - benar aman, dia duduk, Ron disebelahnya, Hermione berdiri disamping Cassandra yang duduk di meja. Hermione memegang tangannya yang dingin membeku..

" Maaf, tadi dia langsung beku dan menghilang saat Harry melihatnya... " jawab Cassandra yang melihat Hermione sedikit menggigil.

" Siapa... ? " tanya Ron.

" Lristane, kabut perubah bentuk... " jawab Cassandra.

" Lristane... " kata Harry menyela, " Tadi itu pedang dan menghilang seperti asap... "

" Yah... pedangku seperti itu juga, hanya saja kutinggalkan di Jepang, pedang milikku sedang diperkuat oleh guruku..., natal nanti, abdi guruku, Sakuraba Subata, akan membawanya untukku, dua hari sebelum natal, di bawah dedalu perkasa pada malam hari... "

" Kau tidak boleh keluar dari kastil di malam hari... " kata Ron tegas.

" Kalau dia tak akan pernah dilarang oleh siapapun, termasuk profesor Mc Gonagall, dia sudah berhasil mengajariku kutukan tak termaafkan dengan baik, dan... itu membuat bangga profesor Mc Gonagall... " jawab Harry.

Ron dan Hermione saling melirik, lalu menatap Harry...

" Maksudmu, yang mengajarimu mantra hebat itu adalah... adalah... dia... " kata Ron menunjuk Cassandra.

" Apa aku belum mengatakannya ? " tanya Harry.

" Tidak, Harry... " kata Hermione menatap tajam Cassandra yang sibuk memilih buku dirak, disamping meja, kelihatannya dia ingin membaca sesuatu. " Kau berlatih dimana ? "

" Dumbledore yang mengajariku... " jawab Cassandra tanpa menoleh, " Aku akan menceritakannya dari awal, kalian duduk dan tenanglah... "

Hermione duduk di samping Ron, Cassandra duduk di meja didepan mereka, menghela napas dan... " Sebenarnya, aku tak suka memberitahukan siapa diriku, tapi, Dumbledore selalu bilang bahwa yang ku punyai dan kuketahui harus kau punyai dan kau ketahui, Harry, aku... sama denganmu, Harry, seperti yang ditulis di surat itu, Profesor Dumbledore adalah waliku, atas permintaanku... orangtuaku meninggal dunia pada hari orangtuamu meninggal, Harry, aku dan kau dilahirkan pada tahun yang sama, Voldemort membunuh orantuaku yang menghalanginya untuk masuk kerumahmu di Godric's Hollow, sebenarnya, orangtuaku tak ada hubungannya dengan orangtuamu dan Voldemort, tapi saat Voldemort datang dengan nafsu membunuh, ayahku tak bisa menahan gejolak auror yang sudah lama dia tinggalkan... "

" Ayahmu, Auror ? " tanya Harry, terkejut sedikit.

" Ayah dan ibuku adalah auror, ibuku kelahiran Muggle, tapi dia sahabat ibumu, Harry, ayahku turunan penyihir murni tapi dia bukan sahabat ayahmu, ayahku dulu lebih memilih menjadi pendiam dan menjadi anak pintar yang biasa daripada terkenal seperti ayahmu yang hebat itu... ayah dan ibuku murid Gryfindor yang biasa dan tak se-top orangtuamu, memang, ibuku kalah dengan ibumu, tapi, ibumu selalu membantu ibuku dalam mendapatkan nilai outstanding dalam OWL-nya, ibuku bercerita bahwa dia ingin menjadi auror, ibumu memang orang yang sangat baik, Hari itu, Voldemort datang, ayah dan ibuku berusaha menyelamatkanku dan menyelamatkan kehidupan para muggle yang ada disitu, aku diselamatkan, ibuku, membuangku dan memantraiku, hanya secarik kertas bertuliskan namaku-lah yang ditinggalkan ibuku di depan panti asuhan, ibuku kembali ke Godric's Hollow dan ternyata, ayahku sudah meninggal... dan segera saja Voldemort juga membunuh ibuku dengan mudah, aku hidup menderita di panti asuhan, panti asuhan itu hanya memberi tempat tinggal, sedangkan makan harus mencari sendiri, aku sudah bekerja sejak umur empat tahun, sebelumnya, pemerintah Inggris yang mengasuhku... lalu aku diberi ketrampilan agar aku bisa berusaha sendiri... "

" Kenapa Profesor Dumbledore tidak menolongmu ? " tanya Hermione.

" Karena mantra penolak dari ibuku... " jawab Cassandra, " Ibuku memberiku mantra penolak segala sihir, sampai aku benar - benar siap untuk masuk dunia ini... dan, Dumbledore-lah yang menjemputku di panti asuhan, sepanjang jalan ke Leaky Cauldron, dia hanya menceritakan masa laluku, ayah dan ibumu, Harry, foto mereka... dan sejak aku mendengar nama Voldemort, aku selalu benci padanya, aku juga heran, kenapa penyihir disini selalu memanggilnya dengan kau-tahu-siapa, aku tidak suka mendengar nama Voldemort dipanggil seperti itu, Voldemort, bagiku tetap Voldemort, penghancur yang akan kuhancurkan, itulah... yang kukatakan pada Dumbledore saat liburan natal kelas satu, aku... meminta Dumbledore mengijinkanku untuk mengarungi dunia sihir secara menyeluruh, dan... dia-lah yang membiayai awal perjalananku, setelah aku mempelajari semua mantra sampai tingkat lanjut yang menggunakan tongkat, aku pergi ke Asia, di Beijing, aku bertemu dengan penyihir tua yang menggatakan ada satu ilmu lagi yang menggunakan sihir... "

" Ilmu apa itu ? " tanya Ron.

" Ilmu sihir pedang, setelah aku mendengar asal ilmu itu, aku pergi ke Jepang dan berusaha keras agar bisa menjadi murid seorang penyihir besar setara Dumbledore, Sitsuke Honjoi, dia orang yang sangat baik, aku belajar dengan sangat giat, aku selalu mendapat surat dari Dumbledore tentang Sirius, Kematian Cedric Diggory, dan kembalinya Voldemort, aku semakin bersemangat, dan saat guruku mengatakan bahwa aku telah lulus, ilmu sihir pedang, dia memerintahkanku untuk membuat sebuah pedang sendiri, dan inilah tugas beratku, untung saja, tahun kemarin saat aku mendengar Profesor Dumbledore meninggal dari Hagrid, aku bisa menyelesaikannya dan segera mengirimkan sebuah karangan bunga besar, aku minta Hagrid untuk meletakkan bunga mawar itu di pusara Cedric, Sirius dan Profesor Dumbledore, mereka sudah berusaha melindungi Harry, dan sekarang, adalah giliranku, untuk melindungimu, Harry, melindungi dunia, dan membalas atas ulah yang dia perbuat, sinar putih kemerahan yang kau lihat dilapangan pada malam itu, adalah cahaya dari tiga mantra tak termaafkan yang menggunakan pedang, aku selalu melatihnya, agar bisa menggunakannya dengan baik, tapi, saat kau melihatnya, Lristane kabur, dan aku segera mengeluarkan tongkatku dan juga bersiap berargumen untukmu, tapi, kau sudah dihadang oleh profesor Mc Gonagall, aku lega, Lristane memang pemalu, dia hanya ingin bersamaku saja...maaf, Harry, mungkin kau tak bisa melihat kabut unik itu... "

" Kapan kau meminta Profesor Dumbledore menjadi walimu... ? " tanya Hermione.

" Saat dia menceritakan semuanya di Leaky Cauldron, dia menunjukkan gambarmu, Harry, dan mengatakan bahwa kau adalah yang harus kulindungi, setelah itu, aku meminta imbalan darinya dengan memintanya menjadi waliku, karena aku tak punya wali... "

" Apa kau sudah mengenalku di.. tahun pertama itu ? " tanya Harry.

" Yah.. tentu saja, kau begitu mirip ayahmu, matamu mirip ibumu, kau begitu nyata sebagai anak mereka, aku juga meihat bekas lukamu, dan aku selalu berdoa, agar bekas luka itu tidak membunuhmu dengan rasa sakitnya, aku... sebenarnya bisa mengenal dan jadi temanmu, tahun itu, tapi... selama satu bulan aku berpikir untuk keluar dari Hogwarts, dan ternyata... aku melakukannya, sejak aku... merasakan aura Voldemort dari Profesor Quirell, aku sudah berusaha menyelidikinya, dan, ternyata benar, tapi, saat itu aku sibuk dengan kutukan tak termaafkan yang diajarkan Dumbledore, sehingga aku tak bisa membantumu, maaf... saat itu, aku baru belajar menggunakan tongkat dan... aku belum terbiasa, sepenuhnya... "

" Lalu kau keluar di tahun kedua ? " tanya Ron.

" Ya... tapi Profesor Dumbledore, Profesor Mc Gonagall dan Hagrid selalu menyuratiku, burung hantuku selalu berganti setiap bulan, aku tidak punya burung hantu, jadi sering pinjam, mempunyai burung hantu saat itu menurutku adalah hal yang merepotkan, sedangkan aku sendiri sudah kerepotan dengan semua pelajaran yang harus kupelajari secara cepat... "

" Lalu buku dari Jepang itu... ? " Hermione bertanya.

" Itu buku guruku, dia memberikannya sebagai hadiah atas kelulusanku yang sangat diluar dugaan, dia berkata bahwa hanya akulah yang bisa melakukan semua mantra tingkat tinggi yang menggunakan pedang di buku itu, guruku sendiri hanya menggunakan tiga mantra tertentu dari buku itu, sedangkan aku menyelesaikannya dalam satu bulan, semua mantra, aku tak ingin membuang waktuku dan menghilangkan nafsu untuk menghancurkan Voldemort... "

" Apa mantra tongkat dan pedang berbeda ? " tanya Hermione.

" Yah... semua berbeda, hanya lima mantra yang kuciptakan sendirilah yang bisa menggunakan tongkat atau pedang... "

" Oh, ya... ngomong - ngomong, apa kau kenal gadis Jepang yang juga menggunakan pedang itu ? " tanya Ron.

Cassandra tersenyum, " Itu aku, aku menyamar sebaik mungkin, memang tak terlalu beda dengan penampilanku sekarang, tapi, karena di foto itu aku menyamar sedikit tua, hingga semua orang menyangka aku ini ibu yang seumuran dengan ibumu, Ron, Mrs. Weasley, dia orang yang sangat kusayangi, meskipun aku tak pernah bertemu dengannya, tapi, dia sangat baik pada Harry, dan aku merasa dia juga baik padaku, aku selalu melihatnya dari bola ramalan, ibumu sudah menggantikan ibuku secara tidak langsung, Ron, aku berencana memberinya hadiah natal tahun ini, mungkin, aku akan mendapatkan kasih sayang ibu secara langsung darinya... kalau dia menyukaiku... "

" Mrs Weasley pasti menyukaimu, karena aku juga penggemarmu... " kata Hermione berdiri dan menjabat tangan Cassandra, " Oh... aku tak menyangka kau adalah idola yang sangat kudambakan itu... "

" Oh, i, iya... " Cassandra sedikit takut dengan tatapan malu dari Hermione, Ron segera menarik Hermione untuk duduk lagi.

" Baiklah, aku rasa sudah cukup, kalau ada yang ingin kalian tanyakan lagi, tanyakan saja padaku, ya... makan malam di aula sepertinya memanggil kalian... " kata Cassandra lalu berdiri dan menuju pintu keluar... Harry, Ron dan Hermione mengikutinya...

" Tunggu, Cassandra.. " kata Harry, membuat mereka berhenti di dekat taman tengah, " Apakah kau tahu Sirius adalah waliku ? "

" Ya, aku tahu, kau parselmouth, aku juga tahu, setahun setelah aku pergi, tepatnya sebelum Sirius kabur dari Azkaban, aku mengunjunginya, aku menyamar menjadi auror dan masuk, aku memakai mantra anti dementor, sehingga tak ada dementor yang menyentuhku, sebenarnya aku hanya ingin jalan - jalan dan melatih keberanianku, guruku di Argentina menyuruhku begitu, saat aku melewati sel-nya, aku melihatnya sedang menatap keluar, pandangan matanya tetap fokus, aku heran juga, berada disini ditemani dementor, seharusnya sudah bisa dipastikan menjadi orang gila, tapi, dia, seakan masih punya cahaya untuk hidup, kudekati dia, dan kupanggil namanya... dan... "

" Mr Potter, Mr Weasley, Ms Granger dan... Lee, kalian harusnya ada di aula, ayo, aku tahu kalian bersama perisai terkuat, tapi, kalian harus makan... " Profesor Mc Gonagall menarik Lee ke aula..

Ron, Harry dan Hermione saling menatap dan mengangkat bahu, sedetik kemudian mereka mengejar Lee dan Mc Gonagall ke aula untuk makan malam yang lezat.

 

Kembali     Next     Previous

Hosted by www.Geocities.ws

1