APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

CHAPTER III : Perkenalan pertama

" Harry, tunggu !! aku masih memakai jubah, tunggu sebentar !! " teriak Ron dari sisi tempat tidurnya.

Harry mengambil buku dan pena bulunya, membetulkan jubah lalu melangkah keluar kamar, " Ayo, Hermione sudah menunggu, aku di ruang rekreasi... "

Hermione mengikat rambutnya ke belakang lalu menyapa Harry yang turun dari tangga kamar anak laki - laki, " Hai, Harry, selamat pagi, mana Ron ? "

" Selamat pagi, Ron masih diatas, hari ini dia bangun siang... bagaimana dia ? " bisik Harry.

" Dia siapa ? " Hermione balik bertanya dan mengambil kertas kata kunci hari ini di dekat perapian dan membacanya.

" ... Lee Cassandra... apa dia anak buah Voldemort ? " tanya Harry lebih keras.

" Ada apa denganku ? " tanya sebuah suara di belakang Harry.

Hermione terkejut, Harry juga, dia berusaha menoleh dengan gerakan biasa tetapi itu sulit luar biasa.

" Kalian membicarakanku ? " tanya Cassandra dengan senyum terkembang.

" Ti, tidak... " jawab Harry gugup luar biasa.

" Oh, ya... kita belum berkenalan, tapi, sepertinya kalian sudah mengenalku... panggil aku Cassandra, ya... " kata Cassandra mengulurkan tangan minta dijabat.

Harry menjabat tangannya dengan gemetaran.

" Kenapa ? Oh, ya... kamu Harry Potter yang terkenal itu, ya... Profesor Dumbledore selalu senang membicarakanmu... dan...ini pasti Hermione Granger, dan... ada satu lagi, kan... Ron Weasley... " kata Cassandra.

" Apa kau kenal dengan profesor Dumbledore ? " tanya Harry.

" Tentu saja, dia penyihir pertama yang kukenal... saat Hagrid menjemputmu, dia yang menjemputku di panti asuhan, dia sangat baik dan ramah... kalian pasti juga menyukainya... "

" Yah... tentu, dia yang selalu melindungiku, dalam segala hal... " jawab Harry tenang. dia merasa Cassandra tidak memiliki aura Voldemort, auranya sejuk dan hangat.

" Dia juga selalu membantuku..., oke, kita makan pagi, yuk!! aku tadi bangun kesiangan dan... lupa kata kunci...he..he... aku memang ceroboh seperti kata profesor Dumbledore... "

" Kalau begitu kau bersama kami saja, ya !! " ajak Hermione.

Cassandra tersenyum.

Ron turun dengan tergesa - gesa, buku - bukunya jatuh kebawah, Cassandra mengeluarkan tongkat dari balik jubah dan...

" Scofito!! " buku Ron melayang kembali ke tangannya.

" Te, terima kasih... " jawab Ron. " Aku memang ceroboh... "

Aula sudah penuh sekali... dan ramai.. mereka segera duduk dan makan... Ron segera melahap makanan pagi yang sangat lezat itu...
Tetapi, Cassandra hanya makan roti bakar dan sedikit sphagetti, Hermione jadi penasaran.

" Kau diet ? "

" Tidak, aku... sudah lama tak memakan makanan Eropa.. " jawab Cassandra. " Ouch.... " ada yang menarik jubahnya. " Kreacher, kenapa keluar ?! " tanya Cassandra lalu mengambil sedikit roti bakar dan memberikannya pada Kreacher. Kreacher membungkuk berterima kasih.

" Kreacher kemari ingin mewakili teman - teman peri rumah untuk berterima kasih pada Lee Cassandra karena telah membantu kami membuat makanan pagi hari ini... " jawab Kkreacher dengan nada yang sangat sopan.

Cassandra tersenyum, " Yah... tidak apa, aku juga senang... "

Kreacher tersenyum dan menunduk lagi, lalu menghilang.

" Kau kenal dengannya ? " tanya Harry.

" Yah... saat berkenalan dengannya, dia sedang sakit, aku menolongnya, dan...sejak saat itu dia baik padaku... " jawab Cassandra.

" Apa yang kau lakukan di dapur ? " tanya Hermione.

" Kau membantu mereka memasak ? " tanya Ron seraya mengunyah bubur kacang.

" Tidak, aku hanya membuat alat - alat didapur bekerja otomatis dan lebih cepat... " Cassandra tersenyum.

Dalam hati Harry, Hermione dan Ron mulai mengagumi Cassandra.

Setelah pelajaran Herbologi, Transfigurasi dan lainnya, Harry, Hermione dan Ron ke perpustakaan, disana Cassandra duduk membaca buku yang... sepertinya bukan milik Hogwarts.

" Kalian jangan ganggu dia... " kata Parvati yang berjalan di sebelah Hermione.

" Oooh... dia keren sekali, kan', Ron ? " tanya Lavender.

" Ya... keren dan baik... " jawab Ron.

Harry yang penasaran dengan buku tua yang dibaca Cassandra berjalan menghampirinya, Cassandra yang sadar menoleh dan... Harry terkesima sesaat saat melihat Cassandra memakai kacamata dan... bola matanya berwarna merah...

" Hai, Harry, ada yang bisa kubantu ? " tanya Cassandra melepas kacamatanya dan bola matanya kembali normal, biru malam.

" Oh, tidak. aku hanya ingin tahu buku apa yang kau baca ? "

" Ini, ini kitab tua yang diberikan seseorang di Jepang... buku ini menarik dan... kau mau melihatnya, yah... kalau kau bisa huruf Kanji Jepang... " jawab Cassandra lalu menyerahkan buku tua itu pada Harry.

Harry, Ron dan Hermione membuka buku itu, memang seperti buku tua, didalamnya tulisan Cina berbaris vertikal. buku itu bersampul hijau daun, tak ada judul dibuku itu dan kertasnya, bukan kertas biasa, itu kertas boerboe yang hanya dipakai di sekolah sihir daerah Asia, kertas itu akan menguning dalam sepuluh tahun pemakaian tetapi sangat kuat untuk sebuah buku pelajaran yang akan dipakai berabad - abad. Harry menutupnya lalu menyerahkannya pada Cassandra. Cassandra menerimanya dengan senyuman.

Harry, Hermione dan Ron memilih pergi ke menara Gryfindor untuk mengerjakan karangan ramuan dari Profesor baru mereka, profesor Londrehan, Profesor yang sangat jauh lebih baik daripada Profesor Snape, dia baik dan murah senyum, dia masih tergolong saudara jauh Lupin yang tinggal di Amerika.

" Ron, kau mau minum sesuatu ? " tanya Hermione sejam setelah mereka mengerjakan tugas di ruang rekreasi Gryfindor.

" Tidak, hei, kau sudah menyelesaikan karangan itu ? "

" Sudah, dan semua pekerjaan lainnya... "

" Tidak mengherankan... "

Cassandra memasuki asrama usai makan malam, dia belum kembali ke asrama sejak pagi. dia menyapa semua orang di ruang rekreasi lalu segera naik ke kamar anak perempuan sampai Profesor Mc Gonagall masuk, " Cassandra, Madam Hooch membutuhkanmu dilapangan Quidditch, sekarang!! "

" Tapi, profesor, Cassandra belum menyelesaikan pekerjaan rumahnya... " kata Seamus Finnigan menyela.

" Benarkah, Lee ? "

" Tidak profesor, saya sudah menyelesaikannya di perpustakaan... "

" Tugasku juga, Lee !! "

" Tugas semua profesor hari ini sudah saya tuntaskan... " jawab Cassandra lalu mengambil mantel dan sarung tangan, mengikat rambutnya dan turun kembali.

" Apa kastil ini aman untuknya, profesor ? " tanya Dean Thomas.

" Tidak, tapi kalau dia... pasti bisa kembali dengan selamat, meskipun... kau-tahu-siapa berdiri menghadangnya... ayo, Cassandra !! "

" Cassandra, hati - hati, diluar hujan badai, bawa tongkatmu... " kata Hermione.

" Terima kasih... " kata Cassandra yang segera menghilang dibalik lukisan.

" Tidak mengherankan... " gumam Ron.

 

Kembali     Next     Previous

Hosted by www.Geocities.ws

1