CHAPTER II : Murid
baru tingkat tujuh
Hogwarts Express tiba di stasiun Hogsmeade. Harry, Hermione
dan Ron turun dengan mudah... mereka menuju ke kereta
seperti biasa... tapi... mereka merasa ada yang aneh,
seharusnya ada sesuatu yang terjadi tapi tak terjadi...
" Hogwarts tak menerima murid kelas satu lagi... " kata
seorang gadis berambut hitam kemerahan dan sedikit keriting
diujungnya yang memasuki kereta di sebelah kereta Harry,
Hermione dan Ron.
" Pantas saja ada yang kurang, Hagrid, ya... suaranya tak
lagi memerintahkan untuk mengumpulkan anak kelas satu... "
kata Hermione disambut anggukan setuju dari dua sahabatnya.
Hermione dan Ron segera memasuki kereta, tapi tidak dengan
Harry, dia diam di tempatnya berdiri...
" Harry, ada apa ? " tanya Ron.
" Yang tadi bicara dengan kita siapa ? " tanya Harry.
" Benar juga, gadis tadi... " jawab Hermione.
" Yah... memangnya kenapa dengan gadis itu, dia hanya
menjawab pertanyaan kita, kan ? " tanya Ron bingung.
Harry naik kereta, " Dia sudah pergi... "
" Memangnya kenapa dengan gadis tadi ? " tanya Ron. " Dia
hanya menjawab kebingungan kita dan... "
" Tapi, kita bingung di dalam hati, kenapa dia tahu apa yang
di hati kita ? " tanya Harry, Hermione mengangguk.
Ron ikut bingung, " Benar juga, kita tak bicara satu kata
pun mulai turun dari Hogwarts express, kenapa dia bisa tahu
? "
Tapi, kelezatan makanan pesta di aula membuat mereka
melupakan gadis itu. Profesor Mc Gonagall berdiri mengisi
singgasana yang biasanya berdiri Dumbledore.
" Selamat datang di Hogwarts, pertama, aku ingin
menyampaikan terima kasih, kalian semua mau kembali ke
Hogwarts, kedua, hari ini kita akan berpesta seperti tahun -
tahun biasanya, ketiga, mulai tahun ini aku memutuskan tidak
menerima murid kelas satu lagi, tapi, khusus hari ini kita
akan menyeleksi satu murid saja, langsung saja, tolong, topi
seleksi dan... murid baru kita... Lee Cassandra Saingreens...
"
Seorang gadis yang duduk di ujung meja Slytherin berdiri dan
maju dengan langkah tegak dan pasti, rambut hitam kemerahan
panjangnya diikat buntut kuda, profesor Mc Gonagall segera
memakaikan topi seleksi dan baru sedetik saja, topi seleksi
telah meneriakkan " GRYFINDOR!! " gadis itu langsung duduk
di sebelah Neville Longbottom yang kebetulan duduk di ujung
meja Gryfindor.
" Hai, senang sekali bertemu kalian... " kata - katanya
dingin dan tegas tetapi masih menyiarkan kesejukan.
Neville tersenyum gugup, Lavender dan Parvati yang duduk di
depan Neville terpesona dengan...gadis itu...
" Saingreens, apakah... kau mantan murid sini ? " tanya
Parvati takut - takut.
Saingreens menoleh padanya dan tersenyum, tetapi,
senyumannya membuat Parvati dan Lavender gemetar saking
terpesonanya. " Jangan panggil aku Saingreens, panggil aku
Lee atau Cassandra, oke ! aku memang mantan murid, tahun
pertama, aku bersama kalian, dan aku belum bisa punya teman
sampai aku keluar di tahun kedua...yah... mungkin karena aku
pendiam dan tertutup "
" Kenapa kau keluar ? " tanya Seamus yang duduk di sebelah
Neville.
" Maaf, itu masalah pribadi, tak bisa kukatakan... "
" Kau tinggal dimana ? " tanya Lavender.
" Sebelum masuk Hogwarts, tinggal di panti asuhan, aku yatim
piatu, lalu setelah... keluar, aku berkeliling dunia... "
" Keliling dunia ? kemana saja ? " tanya Neville.
" Banyak, yang pertama, aku ke benua Amerika, menjelajahi
Brazil sampai Kanada, lalu ke Australia, kemudian ke Afrika
dan terakhir di Asia, Jepang!! "
" Wah, kau pasti penyihir kaya... " puji Dean Thomas yang
duduk di samping Lavender.
" Tidak, aku pergi dengan biaya Profesor Dumbledore, dan
juga... tabunganku... "
Harry, Ron dan Hermione menatap obrolan meriah itu dari jauh
sementara pesta telah dimulai...
" Dia gadis tadi, kan ? " tanya Ron.
" Kurasa, ya... " jawab Hermione.
" Aku tak merasa kenal dia... dan Profesor Dumbledore tak
pernah menceritakan tentang dia sedikitpun... " kata Harry
lalu membetulkan kacamatanya. " Siapa dia ? "
" Tak mungkin dia death-eater, kan ? " tanya Hermione.
Harry dan Ron menatap Hermione.
" Tidak mungkin, dia lolos topi seleksi... " jawab Ron.
" Tapi, mungkin dia akan jadi sainganku... " kata Hermione.
" Soal apa ? " tanya Ron.
" Soal kepintaran... " jawab Hermione, " Dia terlihat cerdas
dan sangat berani... dia mirip dengan... " Hermione
terkesima sesaat.
" Dengan siapa ? " tanya Harry.
" Ti, tidak, lupakan saja... " jawab Hermione.
Pesta dilanjutkan dengan dentingan pisau dan garpu, tawa dan
omelan dari para murid, memang, Hogwarts tak menerima murid
kelas satu lagi, tapi... Hogwarts tampak ramai seperti tahun
- tahun sebelumnya...
Pelajaran pertama akan dimulai besok pagi... dan pelajaran
itu adalah Herbologi...
Kembali
Next
Previous |