Friday, 13/06/03 8:52
In The Name of Allah The Most Gracious The Most Merciful
 


SAJAK SOLIDARITAS UNTUK SANG USTADZ (Abu Bakar Ba'asyir)
Oleh : Doni Riadi

Lautan istighfar beterbangan ke langit biru
Lelehan air mata menetes mengharu
nafas tersedak kelu dan hati tercabik-cabik beku
Ketika robot-robot berseragam
Yang tak lagi punya nurani
Dan Buta mata hati
Menjadikan rumah sakit sebagai medan perang
Menghajar paramedis dan para santri
Menculik sang ustadz layaknya buronan yang paling dicari

Tak ada rasa khidmat
Tak ada rasa hormat
Kepada sang ustadz
Yang bahkan telah bersumpah atas nama Tuhan-Nya
Yang ada hanyalah
Gelegak angkara murka
Lembaran dolar yang membayang dimata
Dan impian kenaikan pangkat jabatan dari komandannya

Ustadz,
Pemimpin negeri ini tak lagi percaya padamu
Mereka lebih percaya pada ramalan mistis
Atau analisis kapitalis yang bermulut manis
Pemimpin negeri ini tak lagi mendengar nasehatmu
Mereka lebih suka menganggapnya sebagai angin lalu
Atau bahkan menjadi bahan untuk dapat menangkapmu

Dan kau Ustadz,
Mengapa tak habis-habisnya sabar dihatimu ?
Bahkan meminta kami juga untuk ikut bersabar
Mengapa kau masih saja sempat mendoakan keselamatan bagi mereka ?
Mengapa tak kau minta saja Allah menimpakan azab kepadanya ?
Disaat mereka memperlakukanmu bagai seonggok sampah !

Ustadz,
Kami iri dengan jalan yang kau tempuh
Kami iri dengan anugerah hati emas dari Allah yang diberikan kepadamu
Kami iri dengan kejujuran yang terpancar dari kata dan sikapmu
Dan kami iri dengan keteguhan dan ketabahan hatimu

Sesungguhnya ustadz,
Itulah tanda-tanda
Bahwa engkau adalah pewaris tahta para nabi
Walaupun ustadz,
Kegetiran yang tersirat dari matamu
Memberikan hikmah kepada kami
Bahwa negeri ini nyata berada di ambang destruksi

Ustadz,
Sejuta kiriman doa terpancar kepadamu
Bersama iringan sholawat kepada Baginda SAW
Semoga niatan hidup mulia dan mati sebagai syuhada
Teranugerah kepadamu

Ustadz,
Kami yakin
Kelak Allah akan membukakan mata dunia
Bahwa sesungguhnya yang benar itu
tidak akan pernah terkamuflase dengan kebatilan
Bahwa sesungguhnya kebatilan itu
tidak akan pernah nampak abadi sebagai kebenaran.

ALLAHU AKBAR !



Renungan Hari Lahir
Oleh Doni Riadi

T-0203,
Mata kita adalah hati kita
Seringkali kita
Manusia
tak bijaksana
saat saling membohongi diantara keduanya

Mata kita sering kita bikin tertawa
Padahal hati kita sebenarnya menangis lirih
Hati kita sering berkata cinta
Tapi kenapa mesti mata membelalak marah

Ketika kita bisa memberikan kejujuran
Pada keduanya
disanalah kita bisa menemukan
Kesejatian kedamaian
dan kebahagiaan


Semarang-Kendal, 29 Agustus 2001

 


>> puisi

"Ceritakanlah siapa saja temanmu, maka aku akan bisa menceritakan siapa kamu."

(Ali bin Abi Thaib, khalifah keempat Khulafa Ar-Rasyidin, 603-661)

All Rights Reserved © 2003, dedicated to godspot journalism, designed by bro_doni under Dreamweaver 4, Swish 2.0, and Photoshop 7.0
1