SHINE YOUR LIGHT

Natal dan Implikasinya

Ishak Natan
Nov 2004, Aug 2020

Pengantar

Biasanya memasuki bulan Desember umat Kristiani bersiap siap merayakan kisah Natal mengingat ulang kedatangan Yesus pertama.
Phi 2:5-7  ..... Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,  melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Makna Natal

Ribuan tahun yang lampau, seorang Raja dari negeri Persia memerintah dari tahtanya dengan anggun aman dan tenteram. Rakyat sangat menghormatinya, reputasi internasionalnya tersebar sampai keempat penjuru bumi. Ia sangat kaya dan memiliki kekuasaan yang mutlak; perkataannya merupakan hukum. Apabila ia bersabda maka semua perintahnya akan terlaksana. Seluruh pimpinan bawahannya mematuhi akan pemerintahannya. Apapun yang dikelolanya selalu membawa keberuntungan. Pemerintahannya mempromosikan kesejahteraan dan perdamaian. Ia sering dijuluki sebagai "Raja Damai". Oleh karena kekuatannya dan caranya memerintah dengan adil dan bijak, maka bangsa bangsa lain takut dan segan memusuhinya, apalagi berperang dengan raja ini.

Namun, ditengah tengah kehidupannya yang menjulang tinggi itu ia merasa ada ganjalan dalam hatinya. Ia merasa tidak dekat dengan rakyatnya dan merasa "terasing" dengan objek yang dipimpinnya. Ia ingin bisa bergaul, ikut merasakan kebutuhan hidup mereka sebagai rakyat jelata dan bahkan merindukan bagaimana merasakan penderitaan yang masih dialami oleh sebagian rakyatnya.Tetapi bila ia melakukannya dengan mengunjungi mereka dengan memakai jubah kebesarannya pastilah ia akan diperlakukan sebagai layaknya seorang raja. Dan pasti ia tetap merasa "jauh" dan "terasing" dengan mereka yang ditemuinya. Akhirnya ia menanggalkan semua pakaiannya, mahkotanya dan menggantikannya dengan pakaian butut yang banyak dipakai oleh kalangan bawah.  Seorang raja yang dibalut dengan pakaian rakyat jelata.

Pembaca yang budiman sama seperti raja Persia "mengosongkan dirinya" menjadi rakyat jelata, demikian juga Sang Pencipta langit bumi serta isinya telah menjelma dan menjadi serupa sama dengan kita.
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Firman itu telah menjadi manusia, Joh 1:1-3,14

Pertanyaannya -  dengan tujuan apa ?

Tujuan Yang Pertama

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Joh 12:46; 8:12

Apa arti terang ?
Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

Apa saja perbuatan-perbuatannya yang jahat itu ?
Ingatlah ini: Pada hari-hari terakhir akan ada banyak kesusahan.
Manusia akan mementingkan dirinya sendiri, bersifat mata duitan, sombong dan suka membual. Mereka suka menghina orang, memberontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan membenci hal-hal rohani. Mereka tidak mengasihi sesama, tidak suka memberi ampun, mereka suka memburuk-burukkan nama orang lain, suka memakai kekerasan, mereka kejam, dan tidak menyukai kebaikan. Mereka suka mengkhianat, angkuh dan tidak berpikir panjang. Mereka lebih suka pada kesenangan dunia daripada menuruti Allah.
Meskipun secara lahir, mereka taat menjalankan kewajiban agama, namun menolak inti dari agama itu sendiri. 2Ti 3:1-5 BIS

Karena keinginan tabiat manusia nyata dalam perbuatan-perbuatan yang cabul, kotor, dan tidak patut; dalam penyembahan berhala dan ilmu guna-guna; dalam bermusuh-musuhan, berkelahi, cemburu, lekas marah, dan mementingkan diri sendiri; perpecahan dan berpihak-pihak, serta iri hati, bermabuk-mabukan, berpesta-pesta dan lain sebagainya. Gal 5:19-21 BIS

Ada lagi golongan yang memusuhi terang, yang tidak mengenal jalannya dan tidak tetap tinggal pada lintasannya. Pada parak siang bersiaplah si pembunuh, orang sengsara dan miskin dibunuhnya, dan waktu malam ia berlaku seperti pencuri. Orang yang berzinah menunggu senja, pikirnya: Jangan seorangpun melihat aku; lalu dikenakannya tudung muka. Di dalam gelap mereka membongkar rumah, pada siang hari mereka bersembunyi; mereka tidak kenal terang, karena kegelapan adalah pagi hari bagi mereka sekalian, dan mereka sudah biasa dengan kedahsyatan kegelapan. Joh 3:19-20; Job 24:13-17

Tujuan Yang Kedua (lanjutan analogi)

Dibawah kegelapan subuh sang Raja menyelinap keluar dari istananya dan menyusuri jalan yang membawanya ketempat pusat kota yang ada pasarnya. Semua yang dilihatnya tampak aneh, belum pernah ia melihatnya selama  hidup sebagai raja, maklum karena selalu tinggal diistana. Ia dimaki disana sini karena berprilaku seperti orang tolol yang muncul dari desa masuk kota dan menganggu lalu lalang kereta dan orang berjalan. Raja yang terbungkus dengan kesederhanaan itu mulai merasakan bahwa ia telah menyatu dengan mereka. Sementara ia berusaha menutupi identitasnya, mendadak terdengar suara," Itu Raja, itu raja! Selamat Paduka Raja! Salam hormat!" teriak seorang pria lanjut usia dengan membungkukan badannya menyembah serta mencium tangan raja. Sambil mengangkat tubuh orang tua itu raja berbisik supaya tidak bicara keras keras. Tapi terlambat, beberapa orang mulai mengenalinya dan mengerumuninya. Tetapi beberapa orang tidak begitu saja percaya.

Raja itu sekarang menjadi pusat perhatian dan objek kontroversi ."Tak mungkin ia seorang raja'" kata seseorang". Raja tinggal diistana dan tidak mungkin berkeliaran di pasar." "Ini Raja"'kata yang lainnya. "Saya pernah bersalaman dengan beliau."
"Tapi kenapa ia pakai pakaian yang jelek begitu ?," kata yang lain." Raja tidak mungkin berpakaiaan compang camping - raja memakai jubah kebesaran, mahkota dan cincin cincin berlian". Sang raja berdiri diam. Seorang yang skeptis menghampirinya dan orang orang berpikir ia akan menjernihkan permasalahannya. "Bung, apakah kamu raja ya?" Aku tak dapat berdusta pikir raja dalam dirinya. "Ya, saya adalah raja."

"Kalau kamu adalah raja, apa yang engkau lakukan ditempat ini ?" "Saya datang untuk menyelami kebutuhan hidup rakyat, ingin menolong membebaskan mereka dari hutang-hutangnya dan memperbaiki taraf kehidupan mereka." "Saya mengerti", kata sipenanya yang makin bertambah curiga. "Jadi, engkau seorang raja." Buk ! Sebuah tamparan tangan melayang kekepala sang raja sehingga tutup kepalanya mental jatuh. "Nah, mana mahkotamu ?" Krek! Pakaian bututnya disobek. "Mana ,jubah kebesaranmu ?" Duk! Sebuah pukulan tinju mendarat pada kepala membuat ia roboh diatas lututnya. "Dan engkau hai 'raja', adakah yang berlutut dihadapanmu ?"

Beberapa orang mencoba untuk membelanya, namun orang orang yang senang dengan adegan ini menghalangi mereka. Bangkit secara perlahan dan berdiri tegak sebagai layaknya seorang yang memiliki wibawa ia berkata," Mengapa anda memukul saya?  Saya tidak bermaksud menyakiti anda, saya datang demi keuntungan anda." Beek! Tinju orang itu melayang lagi kewajah sang raja.
"Bukan karena kebaikan yang kamu tawarkan saya memukulmu; melainkan karena kamu, manusia jembel, sosok orang tolol - berani berani mengaku sebagai raja kami"

Pembaca yang budiman sama seperti cerita diatas, demikian pula yang terjadi dengan Yesus;
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya (umat Israel), tetapi orang-orang kepunyaan-Nya (orang orang Yahudi) itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya (Yahudi dan non Yahudi) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; Joh 1:11-12

Cuplikan berita
  mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"  Yesus menemukan seekor keledai muda lalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:
"Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai."
Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia. Joh 12:13-16

 Bagi sebagian umat Israel yang menerimanya Ia berpesan;
Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi.
Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Joh 12:35-36

Synopsis penolakan
Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?"

Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."Joh 18:34-37
 
Mendapati bahwa tidak adanya kesalahan yang patut dihukum, Pilatus menyerahkan Yesus agar dirajam cambuk seturut pesakitan hukuman Romawi dengan maksud orang orang pemerintahan Yahudi mau melepaskan tuntutannya. Namun sebaliknya seluruh bangsa Israel menolak Dia dengan amat sangat. Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"
Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Joh 19:15-16

Baru setelah Yesus mati disalib, bangkit dan naik kesurga, Injil Anugrah Keselamatan cuma cuma diberitakan kepada segala bangsa termasuk umat Yahudi yang mau bertobat dan percaya. Inilah tujuan sentral dan maksud utama kedatanganNya lewat peristiwa Natal.  Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. Joh 3:16 BIS

Paulus menambahkan..
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! Phi 2:8-11

Implikasi Pribadi

Pembaca yang budiman apakah Anda tahu dengan pasti bahwa Dia telah mati mengantikan Anda dan telah menjadi Juruslamat pribadimu?
Karena Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Dengan kata lain - Kristus tidak berdosa, tetapi Allah membuat Dia menanggung dosa kita, supaya kita berbaik kembali dengan Allah karena bersatu dengan Kristus.  2Co 5:21 [BIS]

Mengapa Ia dijadikan dosa ganti kita ?
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Sebab kematian adalah upah dari dosa; tetapi hidup sejati dan kekal bersama Kristus Yesus Tuhan kita adalah pemberian yang diberikan oleh Allah dengan cuma-cuma. Rom 6:23 [BIS]

Implikasi Keluar - Natalan dan Hari hari Akhir

Bagaimana berfungsi sebagai terang ditengah masyarakat yang makin gelap?

Pertama tama sama seperti bola lampu butuh listrik, lampu senter butuh bateri, petromax butuh minyak, demikian juga terang butuh sumber yaitu Terang sendiri. Dengan kata lain kita butuh diisi tiap hari dengan Terang itu melalui saat teduh.
Selanjutnya menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataan, dalam tingkah laku, dalam kasih, dalam kesetiaan dan dalam kesucian. Dan membagikan 'Kabar Baik' itu kepada semua orang serta melibatkan diri dalam 'operation rescue', yaitu melarikan orang orang berdosa bukan ke RS Gawat Darurat, melainkan dilarikan ke Juruslamat sebelum terlambat ditelan maut.

Bagaimana berfungsi sebagai penjaga dikalangan sendiri yang masih disibuki dengan urusan dunia ?

Kedatangan Yesus pertama memiliki paralelisme dengan kedatanganNya yang kedua.
Pada waktu Yesus datang pertama, hanya segelintir orang yang siap. Para gembala, Orang-orang majus dari Medes Persia, Maria yang melahirkan Yesus disamping iman Zakharia dan isterinya Elisabet. Simion yang menantikan dengan tekun dan Hana, nabi perempuan.
Sebaliknya kelompok orang yang tidak siap amatlah banyak. Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Mat 2:3 

Menjelang hari hari akhir mayoritas warga Kristen ogah ogahan menantikan kedatanganNya. Banyak yang merasa belum siap karena masih memiliki sekian butir rencana kehidupan yang sedang dijalani atau masih akan diwujudkan. Sehingga Petrus perlu mengingatkan.....
Pertama-tama, kalian harus tahu bahwa pada hari-hari akhir, akan muncul orang-orang yang kehidupannya dikuasai oleh hawa nafsu mereka sendiri. Mereka akan mengejek kalian dengan berkata begini, "Katanya Tuhan berjanji akan datang! Sekarang mana Dia? Bapak-bapak leluhur kita sudah meninggal, tetapi segala-galanya masih sama saja seperti semenjak terciptanya alam!" 2Pe 3:3-4  BIS

Padahal Tuhan Yesus sudah wanti wanti ...
"Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia." Luk 21:34-36
Penjelasan lebih detil silahkan klik disini..

Kesimpulan

CS Lewis memadatkan peristiwa Natal dengan kalimat; "The Son of God became a man to enable men become sons of God".
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Joh 5:24
Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,"  1Ti 1:15
Di dalam hubungan kalian dengan orang-orang yang tidak percaya, hendaklah kalian hidup bijaksana dan memakai setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya. Col 4:5  BIS

Dengan cucuran air mata Paulus mengingatkan..
Saya sudah sering kali memberitahukan kepadamu, dan sekarang saya mengulanginya lagi dengan menangis, bahwa ada banyak orang yang hidupnya merusak arti kematian Kristus disalib. Hidup orang-orang seperti itu akan berakhir dengan kehancuran, sebab ilah mereka adalah keinginan tubuh mereka sendiri. Hal-hal yang memalukan, justru itulah yang mereka banggakan; sebab mereka memikirkan hanya hal-hal yang berkenaan dengan dunia ini saja.
Tetapi kita adalah warga negara surga. Dari situlah juga Raja Penyelamat kita, Tuhan Yesus Kristus, akan datang. Dialah yang kita nanti-nantikan dengan rindu. Phi 3:18-20 BIS

Penutup
Setelah kebaktian hari minggu dengan kotbah kedatangan Yesus kedua, seorang anak perempuan tanya ibunya,"Mama percaya Yesus mau datang lagi?"
"Ya."
"Hari ini?"
"Ya."
"Beberapa menit lagi?"
"Ya, sayang."
"Mami, tolong dong sisir rambutku?"


Maranatha.