Pelayanan Era Digital Globalisasi

Ishak Natan
Mei 2004, Aug 2020


1. Tren Global Politik & Sosbud
2. Tren Gerakan Gelobal Ekumeni
3. Tren Global Ekonomi
Apakah kita hidup menjelang akhir era ?
  Bagaimana seyogianya Pelayanan di Era Digitalisasi ?

Prakata
"Pelayanan Mahasiswa di Era Globalisasi" adalah judul awal pada tahun 2004, ditulis setelah terjadi ledakan bom di Marriot Hotel Jakarta pada tahun 2003. Diulas dalam konteks "post-modernism' memasuki dekade pertama tahun 2000.
Sejak Jokowi terpilih untuk kedua kalinya sebagai Presiden, wawasan baru saling bermunculan dibidang sosial, politik dan budaya di nusantara Indonesia.
 
Kebanjiran Informasi Makin Memacu Kebingungan

Bagi anda yang pernah baca bukunya Alvin Tofler - 'The Future Shock' terbitan 1970-an ; masa sekarang inilah kita mengalami shock shock beruntun melalui media sosial dan media massa. Kalangan Kristen intelektual bilang, bahwa kita sekarang hidup seperti pada zaman pemerintahan hakim-hakim. Zaman apa itu ? Bagi anda yang mempelajari - kitab Hakim Hakim di Alkitab Perjanjian Lama, itulah contoh zaman  dimana umat Israel hidup bermasyarakat tanpa sistim kepemimpinan yang mumpuni dan berotoritas.
Kalimat kunci-nya ialah: " ... setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri." Judge 17:6;21:25.

Dengan kata lain masing masing kelompok, golongan, grup memiliki prilaku dan pandangan kebenaran sendiri yang bersifat relatip. Pluralisme  mewarnai kehidupan bermasyarakat dengan melawan yang absolut. Lalu yang absolut itu apa ?
Yaitu ini: Joh 14:6. Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Act 4:12

1.Tren Global Politik & Sosbud

Implikasi dari kehidupan yang diwarnai dengan falsafah hidup 'aku yang paling benar' tanpa memperdulikan kepentingan sesama serta wewenang otoritas yang ditunjuk, merupakan ladang subur bertumbuhnya macam macam aliran agama/ kepercayaan dan aneka ragam falsafah kehidupan. Hal ini mengingatkan penulis bahwasanya kita sudah memasuki kehidupan seperti pada zamannya Nuh dan Lot yang dipaparkan oleh Tuhan Yesus di Lukas pasal 17: 26-37.

Luk 17:26  Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
Luk 17:27  mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
Luk 17:28  Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
Luk 17:29  Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
Luk 17:30  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
Luk 17:31  Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
Luk 17:32  Ingatlah akan isteri Lot!
Luk 17:33  Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
Luk 17:34  Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
Luk 17:35  Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan."
Luk 17:36  (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)
Luk 17:37  Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

Kalimat kunci 'penuh dengan kekerasan', dan 'hidup rusak' tentang zaman Nuh dan Lot bisa dilihat di Gen.6:11-22 dan Gen.19: 1-38.

Kehidupan 'penuh kekerasan' didunia:

Sejak 11 September 2001 lahirlah 'kultur/ budaya bom bunuh diri' demi memusnahkan pihak lawan. Perang Dunia III telah pecah secara tidak resmi seperti diutarakan oleh kepala Dinas Rahasia salah satu negara kuat Timur Tengah pada pertemuan para jendral NATO setelah peristiwa runtuhnya Twin-Towers itu di Amerika. Terrorism dan fanatism keagamaan menerjang negara negara yang pernah dibangun diatas sistim sistim nilai Judeo-Christianity (negara negara Barat). Rasa was was dan takut sudah melanda hampir disemua negara diplanit bumi ini, khususnya menghantui warga Amerika dan Yahudi waktu itu. Tambahan pula solideritas dari negara negara non-demokrasi beralaskan Alquran & Hadits nya berulang kali menyuarakan 'tuntutan panggilan sejarahnya'. Jaringan terorisme international melakukan 'all out' war serta memobilisasi dengan sentimen agama berjihad diwilayah Timur Tengah. Mereka 'dipimpin' bukan oleh darah dan daging, tetapi  pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, roh-roh jahat di udara. (Eph 6:12)
Hal ini mengkontraskan dua oknum pribadi - ayat Joh 10:10 . "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Gerombolan terror ISIS masih gentayangan khususnya dikawasan Syria.  https://time.com/5828630/isis-coronavirus/

Budaya 'hidup berhancuran'di Selandia Baru:

Pada bulan Juli 1986 negara New Zealand melegaliser kehidupan homosex sebagai bentuk kehidupan yang wajar dan dijamin eksistensinya tanpa takut hukuman. Banyak kehidupan keluarga yang berantakan karenanya dengan korban anak anak di'asuh' oleh satu orang tua saja. Tidak heran, angka bunuh diri dikalangan remaja New Zealand termasuk salah satu yang tertinggi dunia.
Tujuh tahun kemudian - Juni 2003, perempuan karier yang mencari nafkah sebagai wanita tuna susila diakui sebagai profesi yang dilindungi Undang Undang. Mereka diberikan fasilitas bantuan meningkatkan ketrampilan kerja serta jaminan sosial seperti layaknya profesi yang lain. Merekrut anak anak gadis remaja menjadi pelacur tidak dikenakan sanksi hukuman.  Tren famili berhancuran melaju hampir tanpa hambatan sejak dekade 1990-an. Tahun 2004 pemerintah NZ menggolkan UU memberikan hak pasangan gay/homo memiliki status hukum seperti layaknya akta kawin suami-isteri, pria & wanita. Alasannya tuntutan Hak Azasi Manusia, zaman baru meninggalkan tradisi keluarga kolot, mengadopsi budaya 'kemajuan global' demi respek, tenggang rasa dan kasih terhadap sesama.
Pembantaian janin dikandungan calon ibu telah disahkan tahun 2020 ini oleh parlemen, selagi New Zealand mengalami lockdown Covid-19.
https://en.wikipedia.org/wiki/Abortion_in_New_Zealand

Dilema Keagamaan Melanda Indonesia:

Ada dua kelompok keagamaan di Indonesia yang terjepit sehubungan dengan tren globalisasi ini.
Yang pertama dari kalangan Kristiani, khususnya dipulau pulau luar Jawa yang mengalami aniaya dan penekanan ekonomi. Sayangnya ada sejumlah umat Nasrani di Indonesia yang memiliki asset berkelimpahan dipulau Jawa. Hal ini mengundang kecemburuan kelompok radikal   sehingga terjadi bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya bulan Mei 2018. https://id.wikipedia.org/wiki/Pengeboman_Surabaya

Yang kedua dari kaum Muslim moderat, yang masih berpikiran jernih dan berusaha menjaga kerukunan umat beragama. Disatu sisi mereka dituntut berpartisipasi untuk berjihad pasif dengan cara Islamisasi secara progresif memakai jalur konstitusi dan hukum (contoh: UU Pendidikan Nasional Baru dan RUU Kerukunan Agama). Dan berjihad aktif karena era pemerintahan berdasarkan Khilafah sudah tiba sesuai 'panggilan zaman'nya. Dilain pihak hati nuraninya menghimbau untuk tidak melakukan kekerasan maupun pembalasan, tetapi rela memaafkan lahir dan batin. Budaya Jawa memperlakukan sesamanya dengan sopan dan respek tanpa memandang kepercayaannya, raut wajahnya maupun warna kulitnya. Umumnya mentalitas kultur bangsa Indonesia termasuk bangsa yang ramah, mudah berbelas kasihan dan murah hati.

Pada kelompok inilah seyogyanya didoakan supaya'dibukakan' mata hatinya agar dapat melihat "Aku lah terang dunia" sehingga boleh percaya,
menerima dan beroleh 'kepastian selamat' dari Gusti Yesus, sang Juruslamat. Salah satu cara ialah dengan membagikan traktat "Apakah Anda Tahu Dengan Pasti ?? ....bahwa Anda akan bersama Allah didalam surga ?" Pepatah Afrika mengatakan: "In the desert there is one crime worse than murder, that is knowing where the water is and not telling the others."
Penjelasan lebih detail disini.

2. Tren Gerakan Gelobal Ekumeni

Di dekade akhir abad ke-20 para pimpinan umat Katolik dibeberapa negara mengajak kerja sama dengan kalangan Kristen non Katolik dalam rangka memerangi kebejatan moral, kemiskinan, ketidakadilan sosial dan memperjuangkan HAM. Dari segi kemanusiaan motivasi kerjasama ini perlu mendapat acungan jempol. Naska kerjasama diberi catatan tersirat bahwa kelompok Injili tidak melakukan PI kepada umat Katolik karena mereka toh sudah Kristen, sama sama saudara seiman dalam Kristus.  Kesepakatan kerjasama akhirnya dituangkan dalam ECT (Evangelical and Catholic Together -  1994) di Amerika. Penanda tangannya antara lain JI Packer pengarang terkenal dikalangan mahasiswa dengan bukunya "Knowing God" dan Bill Bright, pendiri "Campus Crusade for Christ" ( di Indonesia "Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia"). Kesepakatan ini mengundang kritikan dari beberapa tokoh Evangelical di Amerika yang mempertanyakan ECT ini karena ajaran Katolik tidak menerima doktrin keselamatan 'through Christ alone by faith alone' maupun 'sola scriptura'. Dengan kata lain telah terjadi kegerakan meninggalkan pokok kebenaran pada sebagian kalangan Protestan dan Reform.

Pada awal tahun 2001 Paus John Paul menyelenggarakan pertemuan dengan para pemimpin keagamaan sedunia dikota Asisi, Italia. Maksud dan tujuannya menyatukan agama agama sedunia dalam rangka menjalin kerjasama menuju perdamaian dunia; dengan mengembangkan dialog serta menggalang usaha mengatasi peperangan antar etnis dan umat golongan beragama. Yang hadir para pemimpin dari agama Hindu, Islam, Yahudi, Buddha, Kristen Katolik, Kristen Orthodox termasuk pemimpin Voodoo, kepala agama Bahai dan lain lain.
Sebagai pimpinan puncak umat Katolik, beliau berharap bahwa pertemuan ini dapat meningkatkan hubungan antara umat Kristen dan umat Islam. Ironis-nya 'virus' bom bunuh diri 9/11 di New York USA menular ke Indonesia dengan peristiwa bom Bali (Okt 2002) dan disusul di Mariott Hotel Jakarta pada bulan Agustus tahun 2003.
Perkembangan mutakhir menunjukkan bahwa Vatican adalah promotor utama menghendaki One World Religion.
Foto dibawah ini bulan Oktober 2015 https://akacatholic.com/the-conciliar-creed-of-the-church-of-man




3. Tren Global Ekonomi

Awal tahun 2001 MEE telah menyatukan mata uangnya dan berambisi menjadi super power baru. Seluruh tatanan kegiatan badan badan internasional NGO seperti AFTA, NAFTA, WTO pada dasarnya merekayasa agar kegiatan ekonomi global dapat dikendalikan secara terpadu. Kemajuan transaksi elektronik melalui Internet sangat berkontribusi memacu pergerakan lalu lintas barang dan jasa secara global.
Dalam kerangka menanggulangi pencurian kartu kredit dan menjamin transaksi yang jujur, perusahaan Motorlola dan Mondex tahun 2004 menyiapkan alternatif cara bertransaksi bisnis dengan Verichip. Sekeping elemen elektronika lebih kecil dari sebutir beras yang dapat diinjeksikan diatas telapak tangan. Silahkan lihat bentuknya di.. http://www.geocities.ws/ishaknatan/mondex.pps

Di tahun-tahun mendatang kita akan melihat metode pembayaran bertransisi dari tunai fisik ke metode pembayaran digital. Tren ini akan memainkan peran penting dalam membentuk metode pembayaran di masa depan. Apakah teknologi biometrik akan meningkatkan kemudahan dan keamanan pembayaran digital? https://www.digipay.guru/blog/how-biometrics-is-driving-security-in-digital-payments/
Kalau kita simak Alkitab di Kitab Wahyu pasal 13, Rev 13:15-18, apakah tren tren global strategik bidang bidang Politik & Sosial Budaya, Agama dan Ekonomi akan bermuara kesitu ? Silahkan anda selidiki lebih jauh.

Apakah kita hidup menjelang akhir era ?

Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."  Dan 12:4
Dengan kemajuan teknologi yang kita nikmati sekarang, informasi dan arus data melimpah ruah, batasan geografis praktis sudah lenyap. Seseorang mampu mengirim gambar dan text dalam sekejab melalui ponsel ditangan kemanapun didunia. Melalui media sosial Zoom, setiap manusia dapat ikut berdiskusi, rapat, presentasi, menyanyi bersama dengan setiap insan yang bermukim diseluruh permukaan planit bumi.
Media digital merupakan infrastruktur menuju pemerintahan satu dunia, satu agama dan satu ekonomi.
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. (Ge 11:5-8)

Apakah Negara Israel sebagai 'jam dunia' ?
Menjawab pertanyaan apakah kita sekarang hidup dipenghujung zaman, perhatikan ayat-ayat Mat 24:32-35; Mar 13:28-30 dan Lukas 21:29-36.
Mat 24:32  Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
Mat 24:33  Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
Mat 24:34  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.
Mat 24:35  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Mar 13:28  Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
Mar 13:29  Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
Mar 13:30  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.
Mar 13:31  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Luk 21:29  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
Luk 21:30  Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
Luk 21:31  Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Luk 21:32  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
Luk 21:33  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
Luk 21:34  "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Luk 21:35  Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
Luk 21:36  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Pohon ara melambangkan identitas nasional Israel, sedangkan pohon zaitun (Rome 11: 17-24) sebagai lambang umat Israel yang religius. Israel sebagai negara berdaulat lahir pada tahun Mei 1948 setelah bangsa Yahudi sejak tahun 70-an S.M. kehilangan tanah tumpah darahnya dan berserakan keseluruh pelosok dunia, sesuai peringatan nabi Musa dan nubuatan kitab kitab para nabi di Perjanjian Lama.
Sehingga tidak keliru, bahwa sekarang negara Israel dan Jerusalem bakalan menjadi [a cup of trembling] 'cawan bergetar' dan [a burdensome stone] 'batu berat' (Zec 12:2-3) bagi seluruh bangsa bangsa dunia. Para tokoh Kristen yang berkecimpung dibidang Eskatologi (Akhir Zaman) bilang bahwa Israel adalah 'Arloji Tuhan'.

Karena itu - "Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja." Joh 9:4

Bagaimana seyogianya Pelayanan di Era Digitalisasi ?
Polanya meniru pola para pendiri yayasan "Persekutuan Antar Universitas (Perkantas)"  seperti ini: Penginjilan > Pemuridan > Pelipat Gandaan > Pengutusan.

Penginjilan lebih difokuskan kepada 'kerabat sepupu'. Banyak dari kalangan mereka rindu memiliki 'kepastian keselamatan' dan 'damai sejahtera' yang hanya dapat dialami - dalam Kristus Yesus Tuhan saja.
Penginjilan dan Pemuridan ditularkan pula kepada umat Katolik agar mereka juga mendapatkan 'kepastian keselamatan' yang hanya dapat diberikan oleh Tuhan sendiri. Di era reformasi antara abad 16-18 ratusan ribu ex-Katolik mati syahid karena mereka bersikeras bahwa 'perjamuan kudus' adalah lambang peringatan pengorbanan Kristus yang telah mati satu kali saja. Bukan roti hosti yang berubah menjadi 'daging' benar-benar Yesus, anggur merah bertransmutasi 'darah' benar-benar Kristus yang harus disembah sujud pada upacara misa kudus.
Mengapa demikian ? Karena korban Kristus untuk penebusan dosa manusia telah selesai tuntas, satu kali saja dan dibayar lunas [tetelestai] dikayu salib Golgotha. (Heb. 7:27; 9:28; 10:10)
Mungkin ada yang bertanya bagaimana dengan perkataan Yesus: 'Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman'. Joh 6:55  ? Jawabnya disini: Joh 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Kesimpulannya Gereja bukanlah 'the giver of salvation' seperti yang diklaim oleh pemimpin tertinggi gereja di Vatican, melainkan hanya sebagai 'messenger of salvation' saja. Itulah misi utama dari 'ekklesia' dan hakekat eksistensi 'ekklesia' yang disebut tubuh Kristus, umat tebusan, mempelai Kristus. Mereka adalah duta-duta Kristus, sebagai utusan pembawa "berita suka cita". Bandingkan dengan dengan 2Cor. 5:18-21.

Pelipat Gandaan merupakan konsekwensi yang logis dari Pemuridan. Sesorang yang mendapatkan 'berkat luar biasa' dari diskusi dan pemaham Alkitab secara "Kelompok Tumbuh Bersama" (KTB)  atau secara mandiri (autodidak), akan berusaha meyampaikan kepada yang lain tentang '......... betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, .. '  Eph. 3:18-21.  Pada posisi seperti ini, yang bersangkutan sudah saatnya masuk tahapan "Pengutusan".

Pengutusan meliputi bidang bidang profesi dimana mereka terpanggil melalui hasil studinya. Bidang karier, keluarga, bidang sosial ataupun politik sekalipun, sehingga mereka dapat berperan dimasyarakat luas atau pemerintahan sebagai 'garam & terang' sambil berprilaku 'cerdik seperti ular dan tulus seperti burung merpati". Banyak alumni Kristen berguguran dalam panggilan misinya. Sebab utamanya karena kesibukan pekerjaan, kebutuhan hidup dan tuntutan karier. Apalagi kalau sudah berkeluarga dan memiliki anak anak. Daya tarik hidup sukses pola dunia masih sulit diatasi. Bandingkan dengan 1 Joh.2:15-17. Perhatikan karier Dimas, kawan sepelayanan Lukas pada surat surat pasal terakhir dari Paulus kepada jemaat di Kolose, Filemon dan 2Tim 4:10.

Akhirnya . . .

Seorang pelancong berkesempatan mengunjungi sebuah villa serta kebunnya dipinggiran sebuah danau yang amat indah dipulau selatan New Zealand. Sang turis mengetok pintu besar pagar dan seorang penjaga tua mengundangnya masuk. Sang tukang kebun tua senang menerimanya dan ditunjukkan pesona seluruh pertamanan. "Berapa lama anda sudah disini ?", tanya sang pelancong. "30 tahun tuan".
"Berapakali majikan datang kesini?" "Empat kali". "Kapan kunjungannya yang terakhir?". "12 tahun yang lalu". "Ia sering tulis surat?'. "Tidak pernah". "Dari mana engkau menerima gajih?" "Dari agennya yang tinggal dipulau utara melalui pos". Ia juga sering datang kesini?" "Belum pernah." "Lalu siapa yang datang kesini?" "Saya selalu sendiri tuan -jarang sekali ada orang datang kemari". "Namun anda merawat kebun ini dalam kondisi prima seolah olah engkau menantikan kedatangan majikanmu hari besok". "Seolah olah hari ini tuan, hari ini.", cetus sang penjaga kebun.

Pembaca yang budiman, seyogyanya kita tetap giat bekerja diladang kebunNya selagi 'hari masih siang', hidup kudus sambil berjaga jaga menantikan pemunculan/ pernyataanNya setiap saat. KedatanganNya mungkin tertunda sampai kita wafat.
Namun - We are not looking for the end of life's journey on this earth, but we are looking for Him. Mengapa demikian ?
"Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. " Col 3:3-4

Maranatha


Beranda