Pengharapan

Penuh Bahagia

Ishak Natan
April 2019, Juni 2020, Aug 2021

Judul diatas berdasarkan janji dari Tuhan Yesus sendiri dua milenial yang lalu sewaktu beliau berkumpul bersama para muridNya (tanpa Judas) pada saat saat terakhir sebelum mati disalib.
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. (Joh 14:1-3)
Pengertian ‘menyediakan tempat’ akan lebih muda dicerna kalau kita melihatnya dari aspek tradisi perkawinan orang Yahudi pada zamannya Tuhan Yesus semasa Dia hidup sebagai manusia yang berdarah dan berdaging. 

Analogi Tata Cara Perkawinan Yahudi

1

Calon mempelai pria melakukan perjalanan dari rumah ayahnya kerumah keluarga perempuan

Inisiatif dari Anak Allah datang kedunia

Joh 3:16

2

Ia bernegosiasi dengan kepala keluarga pihak perempuan besarnya nilai uang ‘membeli’ dia dan membayarnya (mohar). Begitu dibayar, pria muda dan sang perempuan dianggap suami dan isteri (Mat 1:18-19) Mempelai wanita dinyatakan untuk disucikan/ dikuduskan, dipilih (set apart) khusus untuk mempelai pria

Yesus datang dan membayar harga dengan darahnya.

1 Cor 1:2; 6:11,19-20

Eph 5:25-27

Heb 10:10; 13:12

3

Sebagai symbol dari janji hidup bersama (covenant relationship) mempelai pria dan wanita minum anggur dari sebuah cawan yang mana berkat pertunangan diucapkan.

Yesus menetapkan perjamuan kudus dan meneruskan ketetapan ini kepada para rasul

1 Cor 11:23-26

4

Sang pria (the groom) pulang kerumah ayahnya sekitar 12 bulan untuk mempersiapkan tempat tinggal didalam rumah ayah atau disebelah rumahnya. Bersamaan pula bagi yang wanita (the bride) menyiapkan pakaian pengantin dan persiapan untuk dijemput memasuki kehidupan nikah.

 

Joh 14: 2-3

Act 1: 9-11

5

Setelah masa pisah usai, the groom dan best man serta teman temannya datang kerumah sang perempuan menjemput the bride untuk hidup bersama. Biasanya mereka datang malam hari berprosesi dengan membawa obor.

 

1Thes 4:16-17
Mat 25:1-13 –
perumpamaan 10 anak dara

6

Meskipun the bride mengharapkan the groom datang, ia tidak tahu waktu kedatangannya. Biasanya kedatangan sang mempelai pria didahului oleh teriakan, yang memperingatkan the bride supaya siap menyambutnya (ia memasang kerudung kepala).

 

1Thes 4:16-17

Mat 25:1-13

Gen 24:62-66

7

Setelah the groom menerima sang mempelai perempuan, bersama bride girls-nya, rombongan orang yang makin besar itu kembali kerumah bapa sang mempelai pria, dimana disitu sudah berkumpul para tamu pesta kawin.

Pararel dengan
Pengangkatan

1Thes 4:16-17

 

8

The bride (dengan kerudung belum dibuka) dan the groom diantar oleh yang mengatur pesta kebilik pengantin (huppah).

 

 

9

Mereka masuk berduaan saja kedalam bilik dan menggenapkan perkawinan itu dengan bersetubuh untuk pertama kali sejak janji nikah dilaksanakan setahun yang lalu.

 

 

10

The groom keluar sendirian dari bilik dan mengeluarkan pengumuman kepada para anggota pesta kawin yang menunggu diluar bahwa perkawinan telah dituntaskan. The groom balik lagi kebilik pengantin.

 

Psa 19:5
Joh 3:29

11

Selama pesta berlangsung, pasangan pengantin tinggal meyembuyikan diri mereka didalam bilik pengantin selama 7 hari itu.

Pararel dengan masa sengsara Yakub (Israel) minggu ke-70 dari Daniel 9 yang berlangsung diatas bumi. Kristus dan gerejanya (tubuhNya) tersembunyi dari mereka yang hidup dibumi

  Jer 30:7
Dan 9:24-27

12

Sesudah itu pasangan pengantin keluar bersama (kerudung tutup kepala sudah dilepas) dan setiap orang bisa melihat siapa gerangan pengantin wanita itu.

Pararel dengan Kristus dan gerejanya keluar dari tempat sembunyi dari surga tampak oleh seluruh bangsa yang masih hidup diatas planit bumi

Col 3:4
Jude 1:14


 
JanjiNya untuk datang kembali telah memberikan kekuatan bertahan dalam iman kepada umat tebusanNya dari segala zaman. Hal ini juga setidaknya memacu kita untuk membagikan berita Injil Kasih Karunia kepada orang orang yang masih belum percaya khususnya kepada anggota sanak keluarga yang kita kenal, selagi hari “masih siang”. Apalagi pada masa saat ini ‘covid-19’ dan 'krisis Afganistan, gempa bumi, kebakaran wilayah hijau dan
protes massa dibeberapa negara besar mewarnai sosial media diseluruh dunia.
 Mat.24:7  Karena bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan: dan akan ada kelaparan, dan sampar, dan gempa bumi, di berbagai tempat. Semua ini adalah awal dari kesedihan menjelang zaman baru.
Sayangnya banyak warga jemaat Kristen kurang mengantisipasi dan tidak tertarik untuk berbincang dan diskusi Alkitab tentang ‘the 2nd Coming of Christ’.  Mengapa demikian ? Ada tiga alasan setahu penulis.

Pertama, mereka yang antusias dengan kedatangan Tuhan terjebak dengan ‘date setting’ dan berpeluang menjadi orang aneh yang meyendiri bersama kelompoknya menunggu dengan meninggalkan tugas dan kewajiban sehari hari sebagi Kepala Keluarga, Pencari Nafkah.

Yang kedua mereka yang masih memiliki sekian rencana, tuntutan keluarga dan cita cita yang belum terwujudkan. Padahal Tuhan sendiri telah berpesan untuk waspada dan berjaga jaga. Bayangkan apa tindakan yang akan diambil kalau gerejaNya sebagai mempelai perempuan bukannya melakukan persiapan untuk menantikan sang mempelai pria, tetapi santai santai, happy happy dengan konco konco menikmati kenikmatan dunia fana ?
Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!" (Mr 13:33-37)
Yang ketiga Jemaat Tuhan tidak mengerti bahwa kedatangan Tuhan Yesus mengandung dua tahap kejadian yang dipisahkan oleh kurun waktu tertentu.

Tahap pertama disebut pengangkatan (Rapture) berdasarkan :
Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. (1Th 4:15-17)

Tahap kedua;

Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. (Mt 24:30-31)

Apa kelanjutan nya? Klik disini


Maranatha

________________
Renald Showers, “Maranatha”, The Friend of Israel Gospel Ministry,Inc, 1995
Personal Update “The wedding Model ”, The News Journal of Koinonia House, Jan 2003


Kembali