Text 3
Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga
seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong
mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa
minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan
juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama
tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang!
Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan
pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang
bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami
hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti
tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada
penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka
sedang pergi
untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap
sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu
pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan
berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu
tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Mt 25:1-13)
Konteksnya menjelang kedatangan kedua kalinya untuk umat Yahudi
mengakhiri masa tujuh tahun
"sengsara
Yakub". 5 gadis yang bijaksana berjaga-jaga dengan buli minyak yang
cukup. Sedangkan 5 yang bodoh itu pergi dan mampu membeli minyak karena
tangan
kanan atau dahinya telah dimatereikan oleh chip 666. Jemaat Tuhan sudah
diangkat keluar duluan sebelum
dimulainya
Masa Sengsara Yakub.
Dan ia menyebabkan, sehingga kepada
semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba,
diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak
seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang
memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan
namanya. Yang
penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia
menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan
seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam. (Re
13:16-18 Baru)
Kedua - Hujat kepada Roh Kudus
Text
Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu
buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu
berkata-kata dan melihat. Maka takjublah sekalian orang banyak itu,
katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud." Tetapi ketika orang Farisi
mendengarnya, mereka berkata:
"Dengan
Beelzebul, penghulu setan, Ia
mengusir setan." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu
berkata
kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan
setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.
Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan
melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Jadi
jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa siapakah
pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi
hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka
sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Atau bagaimanakah
orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta
bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu? Sesudah
diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. Siapa tidak bersama Aku,
ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia
mencerai-beraikan. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan
hujat manusia akan diampuni,
tetapi
hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan
diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni,
di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak. (Mt
12:22-32)
Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata:
"Ia kerasukan
Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
Yesus
memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan:
"Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan
terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah
tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau
ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba
kesudahannya. Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang
kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang
kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan
diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
Tetapi apabila seorang
menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan
bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena
mereka
katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
(Mr 3:22-30)
Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan
diampuni;
tetapi barangsiapa
menghujat Roh Kudus, ia tidak akan
diampuni.
(Lu 12:10)
Komentari Ellicot
Penistaan terhadap Roh Kudus. —
adalah sifat dosa yang mengerikan dan
dikecualikan dari pengampunan. Mengutuki Kristus sebagai orang yang
rakus dan peminum anggur, seperti melanggar hari Sabat, atau menghujat
ketika Dia berkata, "Dosa-Mu diampuni bagimu," adalah perkataan
terhadap Anak Manusia. Ini mungkin merupakan dosa
ketidaktahuan atau berburuk sangka. Tetapi melihat seseorang yang
dilepaskan dari kuasa Setan,
mengamati pekerjaan Roh Allah, dan kemudian menganggap pekerjaan itu
sebagai kekuatan jahat; ini berarti kelewatan dan masuk wilayah batas
'point of no return'.
Dengan
karakter seperti itu tidak ada celah untuk pertobatan, dan karenanya
tidak ada pengampunan. Orang-orang Farisi
benar-benar telah melakukan dosa ini, ke arah inilah mereka hanyut. Dan
sehubungan dengan masa-masa selanjutnya, kita dapat mengatakan bahwa
ini adalah tahap terakhir dari pertentangan dengan Allah dan
kebenaran-Nya. Ketika bukti paling jelas tentang kekuatan dan kebaikan
ilahi terdistorsi sebagai bukti bahwa kekuatan itu jahat, maka sifat
moral manusia yang paling ekstrem telah mengidentifikasi dirinya
dengan sifat iblis. Dan itu harus berbagi kehancurannya dengan Iblis.
Sebelumnya, Yesus, telah menampilkan diri-Nya sebagai
Mesias dalam berbagai cara, sebagai Anak
Daud, dan Yehuwa Israel. Tetapi akhirnya ditolak secara saksama bahkan
oleh indera mata mereka dalam mukjizat. Peristiwa di depan
mata mereka dikaitkan dengan kekuatan Beelzebub, pangeran setan. Hal
ini mematereikan malapetaka mereka. Pada prinsipnya, kemurtadan mereka
sudah
lengkap, menyudahi nya dengan — pembunuhan Mesias — sebagai
jumlah penuh
kejahatan mereka.
Bagi rakyat jelata Yahudi yang tidak terseret dengan indoktrinasi dari
pimpinan elit ulama mereka, Yesus meratapi masa depan bangsa
Israel yang menolak Dia dengan ucapan:
Yerusalem, Yerusalem, engkau yang
membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus
kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti
induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu
tidak mau. Lihatlah rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi.
Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku
lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama
Tuhan!" (Mt 23:37-39) (Luk 13:34-35)
Pertanyaan
Apakah anggota Jemaat Tuhan dapat melakukan dosa penistaan kepada Roh
Kudus?
Jawabannya;
No way.
Namun manusia berdosa apakah
dari bangsa Yahudi atau bangsa Kafir
(non-Yahudi) bila sampai akhir hayatnya bersikeras menolak anugrah
Yesus yang telah
mati bagi dosa-dosanya, perkara ini menyerupai "dosa penistaan".
Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila
kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk
mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik
dalam dosa yang memimpin kamu
kepada kematian, maupun dalam ketaatan
yang memimpin kamu kepada kebenaran? (Ro 6:16)
Masa Sengsara Yakub klik
disini.
Kesimpulan
Kedua kategori perikop ayat-ayat diatas hanya dicatat dikitab-kitab
Injil sinoptik Matius, Markus, Lukas dan Yohannes.
Perkataan
menakutkan yang keluar dari mulut Yesus ialah semasa Dia sebagai
manusia
yang berdarah
dan berdaging, sebelum menunaikan pekerjaan penebusanNya dikayu
salib. Perkataannya semata-mata ditujukan kepada umat
Yahudi umat pilihan Allah yang menolak Dia sebagai
Mesias mereka. PerkataanNya bukan ditujukan kepada umat jemaat Tuhan
yang sudah
ditebus karena percaya. Jemaat Tuhan adalah "ras manusia baru" sebagai
ciptaan baru didalam Kristus
bagi orang Yahudi yang bertobat maupun
orang non-Yahudi (kafir) yang percaya. Penjelasan RMB (ras manusia
baru)
disini.
Sayangnya sebagian kalangan Kristiani kejebak
memakai ayat-ayat diatas yang 'menakutkan' itu dengan motivasi yang
tidak jelas, padahal ada tertulis;
Demikianlah sekarang tidak ada
penghukuman bagi mereka yang ada di
dalam Kristus Yesus. (Ro 8:1)
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang,
oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut,
maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah,
baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik
yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak
akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus
Yesus, Tuhan kita. (Ro 8:37-39)
Maranatha.
________________________
https://www.swordsearcher.com/
Komentari Alkitab Ellicott untuk Pembaca Bahasa Inggris - Mat 12:31