Bertahan Ditengah Badai

Ishak Natan
6 Nov 2020



Badai Ketakutan Dan Ketidak Pastian Politik Dunia Gegara Covid-19

Awal tahun 2020 wabah virus menciptakan kepanikan global dan tampaknya susah ditumpas. Pro-kontra lockdown dan protokol pencegahan melanda disemua pemerintahan negara-negara sedunia.

Apakah kehidupan sehari-hari dapat kembali normal seperti sebelum ada wabah? Apakah usaha bisnis akan mampu kembali seperti semula? Apakah karier saya berhenti seterusnya? Apakah anak dan cucu saya akan survive dibidang mata pencahariannya? Apakah dunia akan makin aman setelah pemilihan presiden Amerika Serikat selesai tuntas?
Kita mana tahu?

Bagaimana kalau aku ketularan lalu mati gegara virus? Seandainya mati what next? Silahkan klik disini.
Namun mulai ada titik terang dari
dokter di Israel.

Badai Kemurtadan Kehidupan Rohani
Penulis bermukim di Selandia Baru sejak 1995
karena alam flora dan faunanya cantik, iklim cuaca sejuk dan lingkungan terawat bersih. Dukanya walaupun konstitusi negaranya  berdasarkan Judeo-Christian values, sayangnya Gereja sebagai institusi keagamaan tergerus oleh sistem pemerintahan sekular, sosialis dan humanism. Ironinya kota terbesar dipulau selatan bernama Christchurch sedangkan lagu kebangsaannya berjudul "God Defend New Zealand". Unit kehidupan keluarga sebagai building block masyarakat semakin berhancuran. Tren single-parent family, bunuh diri dikalangan remaja, aborsi, euthanasia (mercy killing) dan homosex tidak bisa dibendung.

Kisah Nyata

Alkisah ketika perang Timur Tengah diabad yang lalu seorang mata-mata ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh seorang jenderal tentara Persia, seorang yang cerdas dan berbelas kasihan. Dia mengadopsi kebiasaan yang aneh dengan mengizinkan orang yang dihukum  membuat pilihan. Saat eksekusi semakin dekat, sang jenderal memerintahkan agar mata-mata itu dibawa ke hadapannya untuk wawancara singkat dan diberikan pertanyaan: "Pilih regu tembak atau Pintu Hitam? "
Yang ditanya itu ragu-ragu, tetapi segera diketahui bahwa ia lebih memilih regu tembak ketimbang kengerian yang menunggunya di balik pintu misterius dan tidak tahu ada apa dibaliknya. Tidak lama kemudian, tembakan voli terdengar sebagai tanda bahwa hukuman telah dijatuhkan. Jenderal itu, menoleh ke ajudannya dan berkata, "Engkau lihat umumnya orang akan selalu lebih suka yang diketahui daripada yang tidak diketahui. Itulah karakteristik manusia yang takut pada yang tidak diketahuinya. Karenanya saya telah memberikan pilihan kepadanya. "
"Apa yang ada di balik Pintu Hitam?" tanya sang ajudan.
"Kebebasan," jawab sang jenderal, "dan saya tahu hanya beberapa yang cukup berani untuk menerimanya."

Kisah diatas menggambarkan situasi terkini - sebuah pilihan antara yang diketahui dan yang tidak. Hanya sedikit yang bertahan hidup ditengah badai. Sebab itu Tuhan Yesus memanggil: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Mt 11:28)

Pintu Hitam Apa?

Sama seperti pintu hitam mengumpamakan kebebasan dari hukuman mati, demikian juga jemaat Tuhan dibebaskan dari ketakutan akan masa depan serta kematian kekal. Karena apa? Sebab ada tertulis; Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Joh 3:16).

Tambahan lagi; Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini. (1Th 4:15-18) Penjelasan lengkap disini.

Ajakan Firman Yang Telah Menjadi Manusia Kekal
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya. (1Th 5:23-24)
Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. (Re 22:12)
Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! (Re 22:17) Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! (Re 22:20)


Maranatha




Beranda