Tiga
Tahapan Jabatan Tuhan Yesus Kristus
Ishak Natan
April 2021
Part 1of2
Pengantar
1. sebagai Nabi; 2. sebagai Imam Besar
& Perantara; 3. sebagai
Raja;
Dia tidak menyandang deretan jabatan ini secara bersamaan tetapi
berurutan.
Sebelum kelahirannya, seorang
malaikat berbicara kepada Maria
Dan lihatlah, engkau akan mengandung di dalam rahimmu, dan melahirkan
seorang putra, dan engkau akan menamakannya YESUS. Dia akan menjadi
besar, dan akan disebut Putra Yang Tertinggi: dan Tuhan Allah akan
memberikan kepadanya takhta
ayahnya Daud: Dan dia akan memerintah atas
keluarga Yakub untuk selama-lamanya; dan kerajaannya tidak akan ada
akhirnya. (Luk 1: 31-33)
Sebagai Nabi
Ketika Yesus hidup dalam daging, dia
adalah seorang Nabi seperti yang dikatakan Musa dalam kitab Ulangan.
TUHAN, Allahmu, akan membangkitkan bagimu seorang Nabi dari
tengah-tengahmu, saudara-saudaramu, seperti aku; kepadanya kamu akan
menyimak; (Deu 18:15)
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari
padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan
buah Kerajaan itu. (Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan
hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.)" Ketika
imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar
perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang
dimaksudkan-Nya. Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka
takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi. (Mt 21:43-46)
Dikonfirmasi
oleh Petrus setelah
seorang pria lumpuh sembuh ...
Petrus
melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu
heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah
kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami
sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah
memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan
Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.
Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki
seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada
hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari
antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Dan karena
kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang
kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi
kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. Hai saudara-saudara,
aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama
seperti semua pemimpin kamu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah
menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan
nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar
Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula
diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di sorga
sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah
dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah
telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang
nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku:
Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.
Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu,
akan dibasmi dari umat kita. (Ac 3:12-23)
Setelah kebangkitan-Nya sebelum
kenaikan kesurga, pekerjaan penebusan telah tuntas ...
Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia
menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat
berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di
sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat
itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada
mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia
diletakkan." Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan
melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah
Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah
yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman,
lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia,
katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat
mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan
berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata
Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi
kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan
katakanlah
kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,
kepada Allah-Ku dan Allahmu." (Joh 20:11-17)
Setelah menyelesaikan pengorbanan
sebagai imam besar, Dia mempersembahkan
darah suciNya di surga
Dengan ini Roh Kudus
menyatakan, bahwa jalan ke tempat yang kudus itu
belum terbuka, selama kemah yang pertama itu masih ada. Itu adalah
kiasan masa sekarang. Sesuai dengan itu dipersembahkan korban dan
persembahan yang tidak dapat menyempurnakan mereka yang
mempersembahkannya menurut hati nurani mereka, karena semuanya itu, di
samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan, hanyalah
peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai
tibanya waktu pembaharuan. Tetapi untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah
melintasi
kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh
tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- dan Ia
telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus
bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, Kristus telah datang sebagai Imam
Besartetapi
dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat
kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah
lembu
jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis,
sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah
Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya
sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan
menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,
supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. Karena itu Ia
adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang
telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia
telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan
selama perjanjian yang pertama. (Heb 9:8-15)
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa
yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia
menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat
kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut
peraturan Melkisedek. (Heb 5:8-10)
Sebelum penciptaan Ekklesia (Gereja =
Tubuh-Nya)
Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita
dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi:
dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus
disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah
saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang
dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi
kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan
kekuasaan dari tempat tinggi." Lalu Yesus membawa mereka ke luar
kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan
memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah
dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya,
lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. (Lu
24:46-52)
1. sebagai Prophet > 2. sebagai
Priest > 3. sebagai King

Sebagai Imam Besar dan Perantara
Siapakah yang menghukum? Kristuslah yang mati, ya, yang bangkit
kembali, yang bahkan berada di sebelah kanan Allah, yang juga menjadi pembela bagi kita.
(Rom 8:34)
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara
Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (1Ti 2:5)
Karena dengan satu persembahan Dia
telah menyempurnakan untuk
selama-lamanya mereka yang disucikan. (Hebr 10:14)
Jika kamu kemudian dibangkitkan bersama Kristus, carilah hal-hal yang
di atas, di mana Kristus bersemayam di sebelah kanan Allah. Tetapkan
kasih sayang Anda pada hal-hal di atas, bukan pada hal-hal di bumi.
Karena kamu sudah mati, dan hidupmu tersembunyi dengan Kristus di dalam
Allah. Ketika Kristus, yang
adalah hidup kita, akan muncul, maka kamu
juga akan menampakkan diri bersamanya dalam kemuliaan. (Col 3:
1-4)
Ketika Gereja Kudus dan Am tidak
berada lagi di bumi dan menjelang kedatangan-Nya menginjakan
kakiNya dibumi
Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia
berperang pada hari pertempuran. Pada waktu itu kaki-Nya akan
berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah
timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat,
sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit
itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. Maka
tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan
menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah
melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang,
dan semua orang kudus bersama-sama Dia. (Zec 14:3-5 )
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang
belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak
akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari
segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena
orang-orang pilihan [orang-orang Yahudi] waktu itu akan dipersingkat. (Mt
24:21-22)
Kesengsaraan di depan adalah untuk keselamatan bangsa Yahudi. Dan untuk
menghakimi bangsa-bangsa yang tidak percaya, penghuni bumi yang tidak
bertuhan (Rev 6: 1-17 - Rev 18: 1-24) yang memilih untuk menolak
pemberian TUHAN Allah atas Anak-Nya, Yesus Kristus. Masa Ini disebut "masa
sengsara Yakub" (Jeremia 30: 7). Tapi dia (Israel) akan diselamatkan
darinya! Sepertiga dari bangsa Yahudi bertahan selamat dan “melihat Dia
yang
mereka tusuk” (Zech 12:10). Perlu diingat bahwa Gereja (Eklesia) bukanlah Yakub [umat Israel].
Sebagai Raja
Setelah kedatangan-Nya yang Kedua Dia
akan menjadi Raja Kemuliaan.
Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat
bersama-sama dengan Dia, maka
Ia akan bersemayam di atas takhta
kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya
dan Ia
akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala
memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di
sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu
akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu
yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan
bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku
makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang
asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi
Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam
penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab
Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami
memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi
Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami
mengunjungi Engkau? Dan Raja
itu akan menjawab mereka: Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah
seorang dari saudara-Ku [the Jews] yang paling hina ini, kamu telah
melakukannya
untuk Aku. (Mt 25:31-40)
Maranatha