Sekilas Sejarah Gereja Versi Kitab Wahyu :
Part 1 of 3
Ishak Natan
Sep 2012, 20 Juli 2020
Dari
Yesus yang berkata: "Aku telah mati,
namun lihatlah,
Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan
kerajaan maut." (Re 1:17-20)
katanya:
"Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan
kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke
Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia." (Re
1:11-14)

Para
sarjana Kitab Suci bertanya-tanya mengapa pesan penting dikirimkan ke
gereja-gereja yang
sudah
punah, yang berlokasi diwilayah
Barat negara modern Turki
sekarang.
Efesus
adalah kota terkemuka saat itu. Mengapa
bukan ditujukan kepada Gereja di Roma misalnya, yang sudah ada sejak
abad ke-4 sampai sekarang diabad ke-21?
Walaupun TUHAN
tahu bahwa Roma akan menjadi ibukota Kekristenan bagi banyak sejarah
gereja pra Reformasi, namun
jawabannya
terletak pada realisasi bahwa surat-surat kitab Wahyu bab 2 dan 3
mengandung pesan
abadi mewakili
sejarah gereja mula-mula sampai pada hari ini diabad ke21 dan berisi
pesan pesan tertentu. Semua surat surat ketujuh jemaat dapat
dibaca dengan empat tingkat aplikasi.
Empat Tingkat Aplikasi
Pertama
adalah sejarah
gereja mula mula. Ketujuh
gereja tersebut benar-benar ada dan masing masing mengalami masalah
khusus dimana Tuhan disebut sebagai Dia yang mendiktekan surat kepada
rasul Yohannes (John).
Kedua,
semua gereja diminta untuk membaca semua surat -surat, sebagai
peringatan untuk semua.
Aku
ini Yesus sudah menyuruhkan
malaekat-Ku hendak menyaksikan segala perkara ini kepadamu bagi segala
sidang jemaat, Akulah Akar dan Benih Daud, dan Bintang fajar yang
gilang-gemilang itu. (Revelation
22:16) Terjemahan Lama
Ketiga,
ada tantangan dan janji yang ujung ujungnya
adalah
surat pribadi dan bukan ditujukan ke-institusi gereja melulu, melainkan
surat-surat untuk individu/ pribadi yang hidup sampai sekarang
diabad ke21 ini.
[Siapa bertelinga, . .
.
Barangsiapa menang, . . . ]
Dan terakhir,
membaca sesuai urutan nama ketujuh jemaat, mereka masing
masing menyingkapkan nubuatan sejarah gereja mula-mula sampai zaman
akhir. Ada sesuatu yang baik dari enam
jemaat, kecuali pada jemaat yang terakhir, jemaat di Laodikea.
Surat pertama kepada jemaat di Efesus
Tuliskanlah
kepada malaikat jemaat di
Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di
tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. Aku
tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku
tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa
engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang
sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka
pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan
engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena
engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu
ingatlah
betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa
yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang
kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau
engkau tidak bertobat. Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau
membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga
Kubenci. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan
Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan
dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah." (Rev 2:1-7)
menggambarkan jemaat yang kasih
pertamanya pudar diabad ke-1 sampai menjelang memasuki
abad ke-3. Sekitar
setengah abad sejak penyaliban Yesus, fokus Kekristenan berubah dari
hubungan
mesra pribadi dengan Yesus berganti rupa menjadi agama ritual berfokus
kepada
pelayanan Kasih dengan mengkesampingkan sumber Kasih. Mirip dengan
pelayanan alah Marta yang sibuk melayani sedang Maria duduk dikaki
Yesus mendengarkanNya sehingga ia minta Yesus menegur Maria. Tapi Yesus
membela Maria. (Luk
10: 39-42)
Tuhan memperingatkan, "Kamu
telah meninggalkan kasihmu yang semula . . . bertobat
atau aku akan mengambil kaki dian Anda ". Kaki dian (Dudukan lampu)
diidentifikasi dalam Rev 1:20 sebagai gereja, sehingga menghilangkan
itu berarti menghapus gereja Efesus. Para
pelancong diabad 21 membutuhkan setengah hari untuk menemukan
jejak-jejak samar sebuah gereja abad ke-1 di Efesus.
Yang baik, jemaat ini membenci perbuatan dan tingkah laku
pengikut Nikolai/aus. Dari tulisan sejarah gereja, tidak
teridentifikasi kelompok yang bernama demikian. Arti dari bahasa
Grikanya adalah 'penguasa
orang-orang' (rulers of the people). Niko = mengalahkan, Laos = orang
orang. Hal ini mengindikasikan akan
adanya sebagian kecil kelompok yang 'memerintah' kelompok yang lebih
besar
yang kemudian dikenal dengan sebutan kaum clergy 'memerintah' kaum
awam, meniru
model praktek agama Yahudi yang dipimpin
oleh kelompok Sanhedrin (Imam besar, Farisi, Saduki & para ahli
Taurat) pada zamannya
Yesus.
Rasul Paulus sebelumnya telah menulis:
Dan
Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik
pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi
pembangunan tubuh Kristus, (Ephesians 4:11-12) .
Dalam pertumbuhannya, kelompok pejabat pejabat diatas didalam melayani
bergeser mengambil posisi sebagai boss, karena merasa lebih
dekat ke Tuhan dan terpelajar sehingga berhak
'memerintah' jemaat yang tak terpelajar ketimbang memberi 'makanan
Firman'. Lukas melaporkan
keprihatinan Paulus sebelum berpisah dengan para penatua Efesus di
Melitus (Acts 20: 17-38).
Sebab
itu
berjaga-jagalah dan
ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada
berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air
mata. (Acts 20:31-34)
Surat kedua kepada jemaat di Smirna
Dan
tuliskanlah kepada malaikat jemaat
di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati
dan hidup kembali: Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau
kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi
yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis
akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya
kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari.
Hendaklah engkau setia sampai
mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu
mahkota kehidupan. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan
apa yang
dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan
menderita apa-apa oleh kematian yang kedua." (Revelation 2:8-11)
menggambarkan gereja menderita
sewaktu
mengalami penganiayaan besar
sejak akhir abad 1 sampai awal abad ke-3.
Ibadah
dan penyembahan kepada Kaisar
didekritkan di seluruh Kekaisaran Romawi, selama kurun waktu sepuluh hari.(~250 tahun). Masa ini menurut penelitian sejarah adalah
masa pemerintahan sepuluh kaisar dari Nero (AD 64) sampai Diocletian (AD 310).
Jemaat yang menolak untuk tunduk dan mengakui kaisar sebagai
'Allah' berarti kematian. Gereja
Kristen didorong kebawah tanah sementara pemusnaan orang-orang
percaya diwujudkan dalam bentuk
tontonan hiburan
umum.
Tuhan
tidak menjanjikan pembebasan dari penganiayaan ini, melainkan
janji kehidupan kekal dan mahkota kehidupan bagi
mereka yang setia sampai mati.
https://en.wikipedia.org/wiki/Diocletianic_Persecution
Surat ketiga untuk jemaat di Pergamus
Dan
tuliskanlah kepada malaikat jemaat
di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan
bermata dua: Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat
takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak
menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku,
yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.
Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu
ada beberapa orang yang menganut
ajaran Bileam, yang
memberi nasihat
kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan
persembahan berhala dan berbuat zinah. Demikian juga ada padamu
orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Sebab itu
bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan
Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. Siapa
bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada
jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna
yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang
di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun,
selain oleh yang menerimanya." (Revelation 2:12-17)
mengambarkan
gereja mendua
hati (bercabang hati) dari abad ke-4 memasuki abad ke-7.
Tuhan Yesus menginstruksikan para murid muridNya untuk pergi ke seluruh
dunia (Matt 28:19-20), sedangkan sebaliknya di Pergamus dunia justru
datang ke gereja. Terjadilah Pernikahan Campuran (Unholy Marriage). Dunia
dan
Gereja 'kawin'. Setiap orang menjadi anggota Gereja tanpa kelahiran
baru (John 3:3).
Nabi
Bileam, setelah gagal menerima upah dari raja Balak untuk mengutuki
bani Israel. Namun melalui nasihatnya ia berhasil menghasut umat Israel
kawin campur dengan bangsa
lain sehingga undur dan berubah setia kepada Tuhan dan menjadi peyembah
berhala, dicatat dikitab Bilangan pasal 22 - 24 (Nu 22:5-9; Num
24:10-25). Pada
abad ke-4 Dekrit Milan oleh kaisar Konstantin menjadikan Kekristenan
legal dan menjadi agama resmi Kekaisaran. Agama-agama
Babilonia yang berpusat di Pergamus (di mana Setan memiliki tahtanya)
digabung dengan KeKristenan dan festival peyembahan berhala menjadi
hari libur Kristen. Perayaan-perayaan
Saturnalia dan Ishtar menjadi Natal dan Paskah. Hal
ini menjelaskan mengapa simbol peyembahan berhala seperti pohon cemara,
dapat dikaitkan dengan pohon Natal (Jer 10:2-5). Disamping itu kesuburan
disimbolkan dengan kelinci dan telur Paskah.
Ishtar adalah
dewi kesuburan Babel. Pohon
cemara, dan roti bertanda palang (hot cross buns) digunakan dalam
ritual
memperingati acara tersebut.
Gereja
Pergamos 'mengandung janin' yang nantinya menjadi suatu institusi
keagamaan yang amat kuat diatas bumi setelah lahir.
Sejak
abad ke-4 tradisi seputar Semiramis dan Tammuz dikaitkan dengan
peyembahan ibu & anak dan nantinya menjadi doktrin gereja Roma
Katolik. Di
Tiongkok disebut Shing Moo, Di India dewi Devaki dan Krisna
(ibu&anak), Dikota Efesus
sebagai Diana (Act 19:25-28), Di Mesir sebagai Isis dan Horus, Di
Yunani
dewi Aphrodite, Di Kerajaan Romawi sebagai Venus & Jupiter dan di
Israel sebagai dewi
Astaroth & Baal. Penjelasan dengan gambar klik disini.
Gereja-gereja
di Efesus, Smirna, Pergamus telah punah, baik secara
simbolis maupun secara kenyataan.
Pernikahan campur antara peyembahan berhala dengan Kekristenan di
Pergamus menghasilkan 4 keturunan yang berlanjut sampai diabad 21 dan
diwakili oleh empat surat-surat yang tersisa.
Jemaat
Tiatira sebagai representatif Gereja Roma Katolik dan Eastern
Orthodoks; orang orang
Protestan dan Reformasi
mewakili jemaat Sardis; Filadelfia kaum Injili dan para
misionaris;
Laodikia sebagai gereja liberal, promotor injil sosial, lingkungan
hidup, dan cenderung kharismatik & ekumenikal.
Mari
Kita Kupas Satu Persatu