HOME PROFIL GALERI

Syalwa Bunga Hafiz Sasmita adalah anak pertama dari Hafiz Syarwa dan Windy Octaviani,

menjadi cucu pertama dari Wasdi Sasmita dan Ita Sasmita

lahir di Jakarta, 19 September 2008

Syalwa tumbuh dengan badan yang gemuk, matanya sipit, bibirnya tipis, rambutnya hitam, ikal dan tebal, kulitnya putih, mempunyai tahi lalat di sekitar mata. Selama hidupnya, ia dikenal oleh banyak orang tanpa mandang usia, karena sifatnya yang ramah, rajin menabung, baik dan sangat menggemaskan, pandai bergaul serta menyapa setiap orang yang ditemuinya. Diusianya yang masih belia, ia mampu berpikir dewasa, mungkin karena lingkungan atau karena Allah memberikan sesuatu yang spesial didiri Syalwa, Syalwa memiliki 2 adik, 1 perempuan dan 1 laki-laki, adik perempuannya bernama Salsa dan adik laki-lakinya bernama Hatta, dengan jarak umur yang tidak terlalu jauh, Salsa berusia 4 tahun dan Hatta berusia 2 tahun, ia mampu menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya, cepat tanggap dan mampu diajak curhat seperti orang dewasa, tak heran jika banyak yang menyukai beliau, ia tinggal bersama eyangnya yang ia sebut eyang mamah dan eyang papah, tantenya yang ia sebut Teteh Yola dan Teteh Dela, serta pamannya yang ia sebut Aa Aldy. Eyang papah dan eyang mamah, itu adalah orang tua dari Hafiz Syarwa. Syalwa sekolah di Taman Kanak-kanak Islam Al-Aziz terletak tak jauh dari rumah Eyangnya, di sekolahnya Syalwa dikenal sebagai murid yang sangat baik dan dewasa, karena tidak pernah menangis disekolah ataupun pipis dicelana sebagaimana anak TK pada umumnya, rajin mengerjakan tugas dan meraih prestasi disekolahnya. Syalwa sangat suka bernyanyi, dengan gayanya yang centil menyanyikan sebuah lagu, mampu menghibur seisi rumah. Dibalik sifatnya yang periang, Syalwa termasuk dalam kategori mudah tersinggung, dan sering ngambek. hehe. Syalwa memang kurang perhatian dari orang tua kandungnya, walaupun demikian, ia mengaku sayang sekali dengan orang tuanya, dan ia menabungpun nantinya akan diberikan untuk orangtuanya. Hingga suatu saat ia jatuh sakit, awalnya, saat Syalwa dibawa ke dokter, dokter menyatakan bahwa Syalwa sakit thypus, tanpa ada firasat apa pun, dan percaya dengan dokter, Syalwa hanya berobat biasa, tidak di bawa ke rumah sakit, sampai hari ketiga Syalwa tak kunjung sembuh, malam itu hari jumat tanggal 15 Agustus 2014, suhu badan Syalwa berubah menjadi dingin, matanya tak lagi dapat fokus menglihat, hingga akhirnya barulah Syalwa dibawa ke rumah sakit, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Syalwa sudah tak sadarkan diri namun denyut nadi masih berdenyut, sesampainya dirumah sakit, diusahakanlah Syalwa agar bisa sadar, dicek darahnya ternyata Syalwa menderita DBD dan trombosit darahnya mencapai 7000, 2jam dirumah sakit, akhirnya Allah pun memberikan jalan yang terbaik untuk Syalwa, Allah memanggil Syalwa untuk kembali bersama-Nya, eyang mamah dan eyang papah shock seketika mendengar kabar dari pihak rumah sakit, seluruh keluarga Syalwa berduka, isak tangis menambah suasana duka di rumah sakit, tak hanya keluarga, tetangga, teman, gurunya Syalwa, dan orang-orang lainnya yang mengenal Syalwa merasa sangat kehilangan Syalwa. tidak ada yang menyangka secepat itu Syalwa tutup usia. tak ada lagi cerianya, tak ada lagi senyumnya, tak ada lagi suara tawanya, tak ada lagi centilnya. Sangat mengiris hati kehilangan Syalwa.

 
© 2014 by Yola Puspa. All Rights Reserved