Text Box: 7. Mengidentifkasikan diri dengan orang atau objek yang kita doakan. Salah satu tanda pendoa syafaat sejati adalah saat seseorang mau menanggung beban atau salib dari orang yang kita doakan seperti yang          dilakukan Yesus saat Dia datang ke dunia untuk menanggung dosa manusia. Seperti juga Musa saat dia berdoa untuk bangsa  Israel dan mau menanggung beban dosa mereka (Kel 32:31-32).
8.  Berdoa di dalam kesatuan hati (Mat 18:19). Kunci penting dalam doa syafaat adalah kesatuan hati di dalam Kristus agar iblis tidak dapat memecah belah. 
9. Berdoa dengan beban rohani (2 Kor 11:28-29). Salah satu tanda bahwa seseorang     dipanggil menjadi pendoa syafaat adalah bila orang tersebut memiliki beban dalam hatinya untuk mendoakan orang lain.
10. Berdoalah dengan tekun. Setelah mengajar doa Bapa Kami, Yesus juga mengajarkan bahwa kita harus berdoa dengan tekun dan secara terus-menerus sampai Tuhan mem- bukakan pintu-Nya bagi kita (Luk 11:5-13). 
11. Berdoa syafaat dengan menaikkan syukur dan pujian kepada Tuhan karena kita tahu bahwa Dia sudah menjawab doa kita seperti yang dilakukan Yesus saat Dia membangkitkan Lazarus (Yoh 11:1-44).
Doa Syafaat yang Profetis 
[Profetik berkenaan dengan kenabian; Nabi: orang yang menjadi pilihan Allah untuk  menerima wahyu-Nya. Seorang nabi adalah seorang perantara, berada di antara Allah dan umat-Nya. (Ul. 18:18)].
Apakah yang dimaksud bersyafaat secara     profetis? Biasanya saat berdoa syafaat, kita   sudah memiliki ide, keinginan dan rencana   tentang apa saja yang akan kita doakan. Hal ini  tidak salah, namun kita perlu melangkah lebih lagi (bertumbuh) dengan melakukan doa syafaat secara profetis. Yang dimaksud di sini adalah kita perlu fokus pada apa yang menjadi ide, rencana dan keinginan Tuhan untuk kita doakan. Penting bagi pendoa syafaat untuk mengarahkan hati, pikiran, telinga, mata pada apa yang ada di hati Tuhan kemudian          mendoakannya. Seperti halnya para nabi yang menjadi juru bicara Tuhan. Pendoa syafaat  profetis berdoa menurut pesan dari Tuhan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam doa syafaat :
1. Kosongkan pikiran dari ide, rencana-rencana apa yang akan kita doakan, kekhawatiran dan kecemasan kita. Fokuskan pikiran dan hati pada Tuhan.
2. Carilah rencana Tuhan, dan berdoalah minta pada Tuhan ujud doa untuk kita doakan (1 Yoh 5: 14-15).
3. Tanyakan kepada Tuhan bagaimana harus berdoa, misalnya dengan berdoa melalui perantaraan Bunda Maria (Doa Rosario).
4. Melakukan doa syafaat seperti yang Tuhan perintahkan.
5. Setelah  berdoa  syafaat,  dengarkan  lagi      Tuhan. Perkatakan firman Tuhan yang penuh kuasa itu merupakan bagian dari doa syafaat. “Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku; ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” (Yes 55:11).
6. Ucapkan syukur karena Dia selalu menjawab semua doa kita (Yes 65:24). 
Untuk dapat bertumbuh dalam doa syafaat, seseorang perlu selalu memiliki hubungan yang akrab dengan Bapa dalam doa pribadi dan pengenalan akan Firman Tuhan agar semakin peka akan kehendakNya. Sakramen tobat dan Ekaristi menjadi makanannya serta hidup dalam persekutuan umat beriman terutama dalam kelompok pendoa syafaat. Mohonkanlah karunia Roh Kudus (bahasa Roh, nubuat, sabda pengetahuan, pembedaan roh/discrement).
Sumber naskah :
Majalah Shalom, Edisi Mei—Juni 2017 (FW)

DOA SYAFAAT (BAGIAN - II)