Text Box: Bagaimana Berdoa Syafaat
Beberapa bentuk dari doa syafaat:
1. Berdoa, dengan menaikkan doa saat doa pribadi maupun dalam pertemuan doa syafaat, dan bisa dengan cara berdoa        Novena, Rosario.
2. Persembahan melalui Misa Kudus dengan melakukan pantang dan puasa, serta     mempersembahkan penderitaan kita. Dengan menyatukan penderitaan kita dengan penderitaan Kristus di salib, hal itu merupakan salah satu bentuk doa syafaat kita yang akan bermanfaat bagi keselamatan jiwa-jiwa, dan untuk Kerajaan Allah. 
3. Tindakan nyata, seperti Jalan Salib, berdoa di tempat atau daerah sekitar yang perlu      didoakan. Untuk ini perlu hikmat dari Roh Kudus agar tidak melakukan menurut   keinginan manusia belaka yang dapat mengakibatkan kekacauan atau gangguan keamanan bagi mereka yang melakukannya. 
4. Keberadaan kita, dengan berusaha hidup  kudus di hadapan Tuhan adalah salah satu bentuk doa syafaat kita. Untuk itu perlu   sering mengaku dosa dan mengikuti Ekaristi. 
Hal yang bisa didoakan saat bersyafaat
• Memohonkan pengampunan dosa seseorang atau dosa suatu bangsa atau dosa dunia.
• Memohon  agar  seseorang/suatu   daerah  dilepaskan dari cengkeraman roh jahat.
• Memohon  perlindungan  Tuhan  saat  ada      peperangan, wabah penyakit/bencana alam di suatu daerah.
• Mendoakan   para   pemimpin   (pemimpin   negara, kota, daerah, gereja, komunitas).
• Berdoa  bagi  kelangsungan,  persatuan  dan pertumbuhan PDPKK atau komunitas kita.
• Berdoa bagi karya evangelisasi agar Tuhan membukakan jalan dan menyatakan           kehendak-Nya.
• Berbagai  bentuk  intensi  lainnya  sesuai dorongan Roh Kudus pada saat kita berdoa.
Tips Berdoa Syafaat secara Efektif
1. Berdoa  dalam  kuasa  Roh. Perlu diingat Doa syafaat    adalah sebuah doa Trinitas, yaitu kita berdoa untuk orang lain kepada Allah Bapa melalui/bersama Allah Putera, dalam kuasa dan bimbingan Allah Roh      Kudus. Roh Kudus   adalah agen utama dari doa syafaat. Maka kita perlu berdoa syafaat dengan kuasa Roh Kudus dan terbuka       terhadap dorongan Roh (Rm 8:26-27). 
2. Berdoa  menurut  kehendak  Bapa  (1 Yoh 5:14), karena seringkali doa kita terhambat dikarenakan kita berdoa menurut keinginan kita. Agar dapat bertumbuh dalam berdoa syafaat, maka kita harus datang dengan   tidak membawa daftar doa kita (kekuatiran, rencana/ide-ide kita, dan lain-lain) dan mempersiapkan diri kita untuk terbuka     terhadap tuntunan Roh Kudus sehingga kita bisa berdoa menurut kehendak Bapa.
3. Berdoa sesuai visi (wahyu) dari Allah, serta senantiasa untuk berjaga-jaga (Mat 26:41).
4. Berdoa  dengan  iman (Mat 21:21-22, Luk 5:20). Seringkali kita gagal untuk bisa berdoa syafaat adalah karena kurangnya iman      kepercayaan kita terhadap Tuhan. Percayalah bahwa tiada yang mustahil bagiNya dan bahwa Allah selalu menjawab doa kita. 
5. Berdoa dengan kasih/cinta. Pendoa syafaat berdoa karena hati mereka penuh dengan kasih agar mampu saat harus berdoa untuk seseorang, kepentingan bangsa dan negara, ataupun situasi yang mungkin mereka tidak mengerti atau tidak seberapa suka. 
6. Berdoa dengan belas kasih (compassion), maka kita dapat mendoakan mereka yang berdosa, mereka yang menderita dan ketakutan sekalipun kita tidak mengenal mereka. Kita semua adalah satu anggota  dalam kesatuan tubuh Kristus, maka rasa sakit, penderitaan dan kekuatiran salah satu anggota tubuh juga dirasakan anggota lainnya.

DOA SYAFAAT (BAGIAN - II)