[ISI BUKU TAMU] [Ihtisar Tarot Wayang] [Buku Tarot] [Artikel] [Arkana Utama] [Galeri photo] [Latihan harian] [kursus] [FAQ] [About us]
Introducing
Menurut catatan sejarah umur "ramalan" dengan kartu tarot sudah lahir semenjak
masa nabi Musa AS. Yang dikenal secara lisan dan berkembang dilingkungan bangsa
Ibrani yang kemudian berproses dalam kurun waktu sangat panjang dan dikenal sebagai
ilmu Qaballa. Pada permulaan abad ke-12 sampai abad ke-15 ilmu ramal
meramal berkembang pesat di daratan Eropa sampai pada abad pencerahan yang
memisahkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan. Tidak heran bila ilmu ramal meramal
pernah menjadi pertentangan yang sengit dan menganggap ilmu ramal-meramal
terkait dengan ajaran yang tidak rasional
Namun bagi kaum yang arif ilmu ini menjadi menarik untuk dikaji lebih profesional
sebagaimana pekerjaan ilmuwan fisika yang menemukan pengetahuan alam semesta
atau materi atom.
Para penemu bahasa simbol kartu tarot pun berpendapat bahwa dibalik
perlambang kartu ada suatu energi yang tak tampak, yang sampai hari ini mengundang
minat orang untuk menambang misteri dibalik semua lambang gambar yang catatanya
ditemukan di meseum di kota Fez Maroko.
Keduapuluh dua lambang kartu Tarot merupakan lambang perjalanan bintang yang
erat kaitanya dengan siklus kehidupan manusia. Seni wacana Tarot di Indonesia
masih terdapat pada kalangan terbatas karena sikap malu-malu atau menganggap
tidak ilmiah. Padahal orang lupa ketika Thomas Alfa Edison menemukan energi listrik
yang tak kasat mata menjadi bahan ejekan. Ternyata penemuanya itu dikemudian
hari banyak memberikan kemudahan dibidang tehnologi bagi umat manusia. Dikemudian
hari seiring perjalanan waktu banyak penemuan iptek yang permulaanya berawal
dari bertafakur melalui gambar-gambar simbol yang mengilhami seseorang
Tarot berarti jalan utama hidup Bangsa Mesir menyebut dengan istilah
Jalan Bangsawan Bahasa Sanskrit menyebut Rota yang berarti Roda hidup.
Sementara bahasa Arab menyebutkanya Turuq, empat jalan, sebagaimana yang
tergambar dari empat rupa gambar yang terdapat pada Arkana penunjang. Dalam
Islam sendiri lebih dikenal dengan kata Tarekat. Tak heran kalau kemudian salah
satu batu ujian akhir seorang penganut paguyuban Tarekat Islam menggunakan pengetahuan
Tarot sebagai batu uji pendalaman tingkat karomahnya, tingkat pencerahan Tarot sebagai
alat mediator mampu mengungkap secercah rahasia diluar ruang dan waktu.
Wacana Kartu
Seni membaca Tarot tidak beda seperti menggunakan sebuah kunci untuk membuka pintu.
Kartu Tarot tidak mengandung unsur-unsur kegaiban yang membawa kemukjizatan atau
jalan pintas untuk mencapai tujuan akhir yang menyenangkan nafsu hewani manusia.
Berkonsultasi melalui pembacaan lambang pada kartu Tarot banyak memberikan penga
laman sebagai salah satu terapi penyembuhan kejiwaan dan fisik. Tarot bukan semata
mata kartu ramal masa depan yang sudah menjadi takdir bagi setiap orang. Tetapi
Tarot digunakan sebagai alat konsultasi yang memberikan jalan keluar saat seseorang
tertumbuk dinding kendala dalam menghadapi perjuangan.
Agar dipahami bahwa pembacaan tarot hampir merupakan membaca sebuah buku yang kaya
dengan resep-resep memecahkan permasalahan hidup. Berpangkal pada pertanyaan-pertanyaan
yang menggelisahkan hati manusia, melalui seni wacana pembacaan tarot berbagai pencerahan
yang berujung pada solusi tindakan tanpa harus meninggalkan akan kebenaran wahyu wahyu
Tuhan. Sebab, masalah kejiwaan tidak cukup hanya dihibur dengan kata-kata "sabarlah nak,
Tawakalah, Serahkanlah semua ini kepada kehendak-NYA". Tarot menawarkan solusi usaha
agar jiwa manusia tetap tegar dan kuat dalam mengahadapi setiap cobaan.