|
Tarop mengenal 4 warna yang mewakili empat elemen wujud manusia, dalam
falsafah Jawa diurai lebih jauh dalam upaya pengenalan jati diri sebagai
insan kamil. Gambaran anasir bumi yang berwarna ungu/hitam mewakili LUWAMAH
yang mewujud sebagai daging dan kulit.
AMARAH yang mengandung anasir Api berwarna merah mewujud dalam darah.
Sedangkan SUFIAH yang bernanasir Airmenjadi tulang sungsum. MUTMAINAH mewakili anasir angin warnanya putih dan terdapat pada napas.
Sementara dalan filsafat Hindu Bali, keberadaan manusia tertuang pada
Panca Mahabuta, yang menguraikan Pertiwi adalah elemen padat (daging,
kulit,tulang). Apah yang berunsur cair terwujud pada darah,enzim,getah
bening. Teja yang berunsur Sinar yang menghantar panas. Bayu yang berunsur
tenaga, energi, napas. Terakhir adalah Akasa adalah kandungan unsur
kesemestaan.
Dari konsep murni Kebudayaan Nusantara yang luhur, Tarot wayang menyampaikan
panduan bagi pengembara spiritual yang memanfaatkan Tarot Wayang sebagai
sarana pendakian spiritual.
- Aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu bersikap sebagai orang
yang profesional dan selalu siap mengulurkan tangan kepada mereka yang
membutuhkan, dan memperlakukan setiap orang dengan sikap yang hormat
dan kerendahan hati serta memperhatikan dan menghargai kartuku sebaik-
baiknya
- Sebagaimana air mengalir ke samudra luas, aku persembahkan cinta tanpa
syarat, dengan mengirimkan enegri conta kasih bgai segenap penghuni alam
semesta yang tak tertangkap indrawi:"Semoga semua mahluk hidup berbahagia"
Aku tidak membiarkan kehidupan pribadi dan emosi-emosiku mencanpuri hubungkan
ku dengan kepentingan-kepentingan klienku.
- Ketika kuhirup udara. Akupun menyadari dengan sesadar=sadarnya bahwa aku
adalah bagian dari kecerdasan kosmis yang mengajarkan kebijaksanaan melalui
kekuatan alam semesta. Dengan alasan itu, aku tidak harus menjadi jumawa
dengan pikiran dan pendapatku terhadap klienku. Karena aku bukan kecerdasan
kosmis itu.
- Karena aku hidup dimuka bumi, aku menghargai seni wacana Tarot dengan uang.
Namun aku tak menolak untuk memberikan pelayanan bagi para klien yang tak
mampu menukar jasaku dengan nilai uang.
- Aku menyadari, sesadar-sadarnya bahwa sebagai Ciptaan-NYA, aku tak bisa apap-
apa. Aku tak memiliki kekuatan dan kemampuan tanpa pertolongan Yang Maha Hidup.
Aku Hanya alat-NYA yang diberi kepercayaan oleh-NYA untuk menyampaikan pesan-NYA
sebagai rambu-rambu bagi yang bingung, untuk mendorong keberanian dan semangat
juang. Bagi yang tiba-tiba putus asa. Dan mengantarkan kesembuhan bagi yang
sakit baik mental maupun fisiknya melalui anugerah-NYA. Hanya DIAlah kebenaran itu.
|