manta ray

talk more do more

 

 

.:: NEWS ::.      

 

Internasional Nasional

HOME
Gallery
Education
News
About Me

Berita terhangat dari mancanegara...!!!!

Jumat, 29/11/2013 12:02 WIB

Kapal Feri di Hong Kong Tabrak Benda Misterius, 85 Orang Luka-luka

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
 

Hong Kong - Kapal feri dengan mesin jet asal Hong Kong menabrak benda tak diketahui saat dalam perjalanan menuju Macau. Sebanyak 85 penumpang mengalami luka-luka akibat insiden ini.Saat kejadian, pada Jumat (29/11) dini hari, kapal feri bernama Madeira ini membawa lebih dari 110 penumpang dan awak kapal. Kapal jenis jetfoil dengan dua dek sepanjang 27 meter ini bertolak dari Hong Kong pada pukul 01.00 waktu setempat.

Baru sekitar 15 menit perjalanan, tiba-tiba penumpang dikejutkan dengan hantaman keras pada kapal saat melintas dekat pulau kecil bernama Hei Ling Chau. Banyak penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman, sehingga korban luka cukup banyak.Juru bicara otoritas setempat menyebtukan, tiga orang pria mengalami kondisi serius akibat tabrakan ini. Sedangkan 46 orang lainnya, terdiri atas 25 pria dan 21 wanita dalam kondisi stabil. Para korban luka dirawat di enam rumah sakit berbeda.Kapal feri ini membawa 105 penumpang dan 10 awak kapal saat kejadian. Tidak ada laporan korban hilang.

"Tiba-tiba terdengar bunyi tabrakan keras. Kapal feri sempat terlontar ke atas. Kemudian banyak penumpang yang terlempar dari tempat duduk mereka," tutur salah satu penumpang bernama Wong, seperti dikutip Apple Daily dan dilansir South China Morning Post, Jumat (29/11/2013).Pasca insiden ini, feri ini ditarik menuju ke Hong Kong and Macau Ferry Terminal di Sheung Wan. Puluhan ambulans membawa korban luka ke rumah sakit setempat.Namun anehnya, petugas pemadam setempat tidak menemukan kerusakan pada kapal usai insiden terjadi.

 

Namun negara-negara ini berkeras tidak akan menerima limbah itu, meski masyarakat internasional setuju bahwa pembuangan senjata kimia adalah salah satu masalah keamanan yang paling mendesak saat ini.Proses ini akan menghasilkan sekitar 7,7 juta liter limbah cair. OPCW mengatakan cairan ini akan dikemas dalam 4.000 kontainer.


Masalah keamanan

Batas waktu proposal untuk mengajukan pengambilan kargo berisi bahan-bahan limbah ini ditetapkan pada Jumat (29/11).Cairan dalam kargo ini dikatakan sudah tidak begitu beracun dan sebanding dengan limbah industri pada umumnya.Namun yang menjadi masalah adalah, sejauh ini tidak ada yang bersedia untuk membawa bahan kimia ini keluar dari Suriah, di mana perang saudara telah berkecamuk hingga menginjak tahun ketiga.

 

Jumat, 29/11/2013 14:49 WIB

Roket Rakitan Ditembakkan ke Dekat Markas Militer AS di Jepang

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Tokyo - Roket rakitan ditembakkan dan jatuh di dekat pangkalan udara militer Amerika Serikat di Tokyo, Jepang. Diduga, roket ini ditembakkan oleh kelompok radikal setempat.Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan dalam insiden ini. Media setempat melaporkan, insiden ini terjadi hanya selang beberapa jam setelah penangkapan anggota senior sebuah kelompok radikal setempat."Insiden yang terjadi pada pukul 23.30 waktu setempat, Kamis (28/11). Sebuah benda melayang jatuh di dekat Yokota Airbase milik militer AS," ujar juru bicara Kepolisian Metropolitan Tokyo, seperti dilansir AFP, Jumat (29/11/2013).

"Sejumlah laporan warga setempat mengakui bahwa mereka mendengar suara ledakan pada pukul 23.30 waktu setempat. Polisi berhasil menemukan dua pipa besi, dua kabel, baterai, dan beberapa benda lainnya," imbuhnya."Tidak ada kerusakan yang dilaporkan sejauh ini dan polisi belum berhasil menemukan proyektilnya," jelas juru bicara tersebut.Media setempat melaporkan, pipa yang digunakan sebagai peluncur roket rakitan tersebut sengaja ditanam di dalam tanah, dengan bagian ujungnya menghadap ke arah Yokota Airbase. Secara terpisah, militer AS memberikan pernyataan yang isinya membenarkan insiden tersebut. "Sebuah peluncur mortir rakitan di luar Yokota," demikian bunyi penggalan pernyataan mereka."Tidak ada korban luka dan sejauh ini kami belum menemukan adanya kerusakan atau dampaknya terhadap markas ini. Kami menangani setiap insiden yang menimpa markas kami dengan serius dan kami juga membantu kepolisian," imbuh pernyataan tersebut.

Belum ada klaim dari pihak maupun kelompok tertentu atas insiden ini. Namun kepolisian setempat meyakini bahwa kelompok radikal setempat berada di balik insiden ini.Media setempat, NTV melaporkan bahwa kepolisian memfokuskan penyelidikan pada kelompok radikal bernama Revolutionary Labourers' Association Anti-Majority Faction. Penyebabnya, insiden ini terjadi selang beberapa jam setelah polisi menangkap anggota senior kelompok tersebut, pada Kamis (28/11).Selain itu, insiden serupa pernah terjadi empat tahun lalu usai polisi menggerebek persembunyian kelompok yang sama.
 

 

 

MANTA-RAY FAMILY

 

FACEBOOK TWITTER YAHOOGOOGLE DETIK

 

- ^_^ ENJOY MY WEB ^_^ -