NARKOBA DI KALANGAN PELAJAR
Slamet, mahasiswa perguruan tinggi swasta terbesar di
Bogor tertangkap ketika sedang mengambil paket narkoba via pos
(SK Pakuan, Agustus 2000). Mahasiswa ini selama di Kampus
dikenal sebagai mahasiswa yang baik, suka menolong temannya
yang kekurangan uang, gayanya biasa-biasa saja, tidak
menampakkan seorang yang terlibat jaringan narkoba
internasional.
Muri
Afrianto (15 th), pelajar kelas satu SMK Pariwisata Jakarta,
diberitakan meninggal dunia akibat Over Dosis (OD), kejadian
ini ketika rombongan SMK sedang mengadakan study tour ke Dieng
wonosobo dan Jogjakarta. Muri dan teman kelompoknya mengadakan
pesta putaw di kamar hotel tempat transit mereka, rupanya
suntikan putaw Muri kelebihan dosis. Usai menyuntik tiba-tiba
Muri lemas. Prio purwanto dan kelompoknya itu segera melapor
ke guru pembimbing dan langsung membawa Muri ke RS terdekat,
di tengah perjalanan Muri meninggal dunia. Tewas
sia-sia.
Hampir tiap hari kita mendengar berita tentang penyalah
gunaan narkoba, di media massa baik cetak maupun elektronik.
Akankah kita kita biarkan mereka, yang sedang melukis masa
depan mereka dengan warna hitam tidak ada warna lain. Gelap
…
DATA-DATA KORBAN NARKOBA
Drg.
Eko Djatmiko Sukarso ,MM. Direktur pembinaan kesiswaan
Depdiknas menyatakan penggunaan narkoba dikalangan pelajar
seperti fenomena gunung Es yang muncul di permukaan hanya
puncaknya saja tetapi yang tidak nampak sangat banyak
jumlahnya. Data tahun 1998, pemaparan letkol Polri Drs. Sri K.
Marhaeni, guru madya Pusdik Binmas Polri mengungkapkan jumlah
pengguna narkoba di Indonesia ini sekitar 2,4 juta jiwa dan
1,3 juta berada di Jakarta. Sedangkan menurut Ketua Umum
Gerakan Nasional Anti Narkoba (GRANAT) Henry Yosidiningrat,
saat ini ada sekitar 2 juta jiwa menderita ketergantungan
narkoba dan 80 % adalah anak/remaja usia sekolah.
RSKO
Fatmawati mengungkapkan data penderita ketergantungan narkoba
yang datang berobat ke RS itu dari tahun ke tahun terus
menunjukkan penambahan. Pada tahun 1996 sebanyak 1500 pasien,
tahun 1997 meningkat 133 % menjadi 3500 pasien, meningkat lagi
pada tahun 1998 menjadi 5800 penderita dan data sampai oktober
1999 sudah masuk 7000 pasien yang berobat ke RS Ketergantungan
Obat Fatmawati Jakarta.
BOGOR MENJADI KOTA PENTING DALAM PEREDARAN
NARKOBA
Bogor
merupakan kota satelit dari ibu kota Jakarta, didukung dengan
suasana yang sejuk, dan masyarakatnya yang ramah, disamping
itu hanya sekitar 45 menit dapat mencapai Jakarta. Mengutip
data dari letkol Polri Drs. Sri K. Marhaeni yang menyatakan1,3
juta pengguna narkoba ada di Jakarta maka bila diasumsikan
satu orang pemakai menggunakan 2 mg/hari maka narkoba yang
dibutuhkan adalah 2,6 juta mg (2,6 kg) dan bila harganya 100
ribu –300 ribu /mg maka uang yang beredar aantara 260 Milyar –
780 Milyar dan ini berarti 2 sampai 8x Anggaran Tahunan
Pembangunan Daerah Kota Bogor. Oleh karena itu Masyarakat
dibantu Pemda setempat mulai bahu membahu memberantas jaringan
narkoba.
JENIS NARKOBA DAN PENGARUHNYA TERHADAP
KESEHATAN
Heroin
Nama
Beken : Putaw,Putih, Pete, Etep
Jenis-jenis : Banana, snow, white dll.
Bentuk penampilan : Seperti bedak, berwarna putih, dan
dijual didalam kertas (paket) sebesar ujung kuku ibu jari,
hati-hati ada paket het lho.
Efek
setelah dipakai : Mata sayu,muka pucat,tidak konsentrasi,
hidung gatal, mual-mual (bagi pemula), mengantuk, cadel,
pendiam, bisa overdosis atau meninggal.
Efek
Negatif : Nafsu makan kurang, susah untuk berfikir, susah
untuk konsentrasi, dan jadi pemarah.
Gejala putus obat :Mual-mual, mata berair, hidung
berair, perut sakit, tulang-tulang terasa ngilu, keringat
keluar tidak wajar. Bila udara dingin sedikit, dia akan merasa
kedinginan, menguap terus, bulu kuduk berdiri, dan
demam.
Alkohol
Banyak sekali jenis alkohol didunia. Setiap tempat atau
daerah,umumnya mempunyai kekhasan alkohol tersendiri dalam
jenis dan kadarnya. Pemakaiannya akan langsung merasa senang
dan bahagia. Seakan terlepas dari masalah sehari-hari yang
tengah dihadapi. Dalam keadaan mabuk, kesadarannya menurun
hingga mudah kacau omongannya dan emosinya tak
terkendali.
Shabu-shabu
Nama
beken : Ubas,SS,Mecin
Jenis-jenis : Gold river, coconut, cristal,
dll.
Bentuk penampilan : Bola kristal sebesar batu kerikil
yang berbentuk serbuk
Cara
Pakai : Dibakar diatas kertas timah dan diisp melalui alat
yang disebut bong.
Efek
setelah pakai : Bersemangat, seolah gairah seks meningkat,
paranoid, tidak bisa makan, dan tidak bisa tidur
Efek
negatif : Paranoid, otak susah diajak berfikir, dan susah
diajak konsentrasi, jetlag, tidak mau makan.
Gejala Putus obat : Tidak bisa tenang, cewpat lelah,
mudah marah, tidak bisa beraktifitas dengan baik, tidak
bersemangat.
Ekstasi
Nama
beken : Kancing, I, Inek.
Jenis-jenis : Aladin, elektrik, gober, dll (termasuk
golongan amfetamin)
Bentuk penampilan : pil, Kapsul.
Cara
pakai : di kunyah, dikulum, ditelan dengan air.
Efek
setelah pakai : Saraf otak rusak, dihidrasi, liver rusak,
tulang dan gigi keropos, jetlag, syaraf mata rusak, tidak mau
makan.
Dan
masih banyak narkoba lainnya antara lain: Codein, ethidin,
methadon, valium, megadon, rohipnol, mescalin dan LSD
(Dietilamid asam lisergad) – Halusinasiogen yang hanya
digunakan penelitian untuk menimbulkan keadaan mirip
psikosis.
PENGEDARAN NARKOBA DI KALANGAN
PELAJAR
Hasil
studi Kwalitatif oleh Pokja Kajian Masalah Narkoba dengan Tim
inti antara lain Dra. Tri Iswardani Msi, Dr. Abdul Mun’im,
SpF. Tien Handayani, SH, Msi. Serta tim pakar yang
beranggotakan Prof. Dr. Tb. Ronny Nitibaskoro, Dra. F. Iriyani
Yudoyoko, Msi. Drs. Jajang Gunawijaya ,MA. DRs. Arie Setiabudi
Susilo, MSc. Drs.Muh. Fauzi Syuaib Msi, dan Dr. Wildan
didapatkan data bahwa tempat-tempat transaksi narkoba
dikalangan pelajar antara lain: di halaman sekolah, tempat
parkir, warung sekitar sekolah, kantin, toilet, rumah-rumah
lingkungan dekat sekolah bahkan di mobil pengedar. Sedangkan
pengedar narkoba dikalangan pelajar antara lain: Siswa
sekolah, juru parkir, Alumni, satpam, tukang jual rokok,
pedangang makanan dan minuman di sekitar sekolah.
Hasil
yang lebih mengejutkan adalah ditemukannya siswa pengguna
nkoba tidak hanya mereka yang berasal dari golongan ekonomi
atas saja, akan tetapi tak sedikit mereka yang berasal dari
ekonomi menengah ke bawah bahkan siswa dari keluarga tak
mampu.
Sekolah yang dekat dengan pusat perbelanjaan, terminal
dan kawasan kumuh merupakan sekolah yang rawan peredaran
narkoba, selain itu kurangnya kontrol petugas sekolah,
keberadaan waru-warung sekitar sekolah, serta sekolah yang
menjadi"tongkrongan" alumni pengguna narkoba, dan rendahnya
pemahaman guru terhadap narkoba juga menjadi penyebab langsung
meningkatnya penyalahgunaan narkoba dikalangan
pelajar.
ANTISIPASI
Pencegahan agar siswa tidak terkena narkoba merupakan
langkah yang penting karena tingkat kesulitan untuk
merehabilitasi jauh lebih berat, adapun langkah-langkah yang
bisa lakukan antara lain:
Pihak Sekolah mengadakan pengawasan yang ketat
terhadap tempat-tempat rawan pengedaran narkoba dilingkungan
sekolah.
Depdikbud menetapkan peraturan yang tegas dan keras
terhadap pelajar yang menggunakan narkoba kalau perlu
mengeluarkan dari sekolah dan membuat sekolah khusus
pengguna narkoba yang dipadukan dengan program-program
rehabilitasi.
Osis dapat berperan aktif untuk mengadakan
kegiatan-kegiatan yang positif agar siswa tidak tergoda
untuk menggunakan narkoba misalnya Olahraga, seminar,
Kerohanian, Sosial, Penelitian Ilmia, dll.
Siswa seharusnya memahami bahaya narkoba ini, dan
menjaga diri agar tidak tergoda mengkonsumsi zat terlarang
itu walau sebesar darroh pun. Peningkatan keimanan dan
ketaqwaan adalah kunci pokok antisipasi terhadap narkoba.
Lingkungan yang steril akan membantu menjahui godaan
narkoba.
Pihak kepolisian dapat bekerjasama untuk memberantas
narkoba dikalangan pelajar.
Pihak orang tua juga tidak bisa lepas tangan , mereka
lebih berat tugasnya untuk mendidik anak-anak mereka agar
tidak tersentuh narkoba, 18 jam sehari mereka berada diluar
lingkungan sekolah dan ini menjadi tanggung jawab orang tua
dan siswa itu sendiri.
Masyarakat ikut bersama-sama memberantas jaringan
narkoba baik secara aktif maupun sekedar informasi-informasi
yang justru dengan itu dapat dilakukan tindakan yang lebih
tepat.
Demikian menakutkan bayangan narkoba ini, menghantui
pelajar. Genersi penerus bangsa yang diharapkan melanjutkan
tongkat estafet pembangunan. Bagaimana bisa membangun bila
mereka terkungkung dalam lingkaran setan narkoba, mereka
sendiri bingung memikirkan tubuhnya yang menggigil ketagihan
narkoba sedangkan uang tidak ada, barang-barang habis terjual
lantas barang siapa lagi yang akan dijual. Gelap memandang
masa depan. Akankah kita mau seperti itu…..Naudzubillah min
dzalik.
Firman Allah SWT.
"Dan
Janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah
adalah Maha Penyayang kepada kalian." (An-Nisa: 29)
"Dan
janganlah kalian jatuhkan diri kalian sendiri kedalam
kebinasaan" (Al Baqoroh: 195).
Disampaikan dalam Seminar TRUST (Temu Remaja Untuk
Solusi Terbaik) yang diadakan oleh FAJRI dan ILNA, Ahad 17
September 2000, GOR Pajajaran Bogor.