Substansi pembelajaran terdiri dari 2 (dua)
kelompok besar yaitu kelompok substansi instruksional
dan noninstruksional. Substansi instruksional adalah substansi pembelajaran
yang dirancang dan terstruktur sebagai substansi kurikulum. Substansi
noninstruksional berisi hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi kunci,
program kecakapan hidup, lingkungan hidup, narkoba dan lain sebagainya yang
dirancang tetapi tidak terstruktur sebagai substansi kurikulum.
Substansi
instruksional dikelompokkan dalam program normatif, adaptif dan produktif,
dirancang dengan pendekatan kompetensi dan dikemas dalam bentuk modul.
Kompetensi
kunci adalah suatu kemampuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan
ke situasi yang baru, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan
kebutuhan dan jenis pekerjaan. Kompetensi kunci merupakan kompetensi yang
mendukung pelaksanaan semua jenis pekerjaan, mencakup pengetahuan dan
keterampilan yang bersifat generik. Jenis kompetensi kunci seperti yang
tercantum dalam Tabel Daftar Kompetensi Kunci.
|
Tabel Level Kompetensi
Kunci |
|
|
|
NO |
KOMPETENSI KUNCI
|
LEVEL 1 |
LEVEL 2 |
LEVEL 3 |
|
1 |
MENGUMPULKAN, MENGANALISA DAN MENGELOLA
INFORMASI
Kapasitas untuk mengumpulkan
informasi, memindahkan dan menyeleksi informasi dalam rangka memilih
informasi yang diperlukan untuk dipresentasikan, mengevaluasi sumber dan
cara memperoleh informasi tersebut |
Mengakses dan menyimpan dari satu
sumber |
Mengakses, memilih dan menyimpan dari
beberapa sumber |
Mengakses, mengevaluasi dan mengatur dari
berbagai macam sumber |
|
2 |
MENGKOMUNIKASIKAN IDE-IDE DAN INFORMASI
Kapasitas untuk berkomunikasi dengan
orang lain secara efektif menggunakan beragam bahasa, tulisan, grafik
dan expresi non verbal lainnya |
Sederhana dengan aturan yang telah
dikenal |
Komplek dengan isi tertentu |
Komplek dengan isi beragam |
|
3 |
MERENCANAKAN DAN MENGORGANISIR
KEGIATAN
Kapasitas untuk merencanakan dan
mengatur kegiatan kerja individu termasuk penggunaan waktu dan sumber
yang baik, pemilihan prioritas dan pengawasan prestasi individu
|
Di
bawah pengawasan |
Dengan bimbingan |
Inisiatif sendiri dan mengevaluasi kegiatan
yang komplek |
|
4 |
BEKERJA DENGAN ORANG LAIN SERTA
KELOMPOK
Kapasitas untuk berhubungan secara
efektif dengan orang lain baik antar pribadi ataupun kelompok termasuk
mengerti dan memberikan respon akan keinginan klien dan bekerja secara
efektif sebagai anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama |
Aktifitas yang telah diketahui |
Membantu merancang dan mencapai
tujuan |
Kolaborasi dalam kegiatan komplek |
|
5 |
MENGGUNAKAN IDE-IDE SERTA TEKNIK MATEMATIKA
Kapasitas untuk menggunakan konsep
bilangan, spasi dan ukuran dan teknik seperti perkiraan untuk praktek |
Tugas yang sederhana |
Memilih tugas yang komplek dan sesuai |
Evaluasi dan mengadaptasi sebagai tugas
yang sesuai |
|
6 |
MENYELESAIKAN MASALAH
Kapasitas untuk menjalankan strategi
penyelesaian masalah baik untuk situasi dimana masalah dan solusi yang
diinginkan memiliki bukti dan dalam situasi yang memerlukan pemikiran
kritis dan pendekatan kreatif untuk mencapai hasil |
Rutin, sedikit pengawasan
Eksplorasi – pengawasan melekat |
Rutin, mandiri
Eksplorasi – dengan bimbingan |
Masalah yang komplek, pelaksanaan
pendekatan sistematis, menjelaskan proses |
|
7 |
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI
Kapasitas untuk menerapkan teknologi,
mengkombinasikan keahlian fisik and sensor yang diperlukan untuk
menjalankan peralatan dengan pengertian ilmiah dan prinsip teknologi
yang diperlukan untuk mengadaptasi sistem |
Produksi ulang atau melaksanakan produk
dasar atau jasa |
Menyusun, mengatur atau mengoperasikan
produk atau jasa |
Mendesain atau merangkai produk atau jasa |
|
8 |
PEMAHAMAN BUDAYA
Kapasitas untuk memilih keterampilan
guna menangani keragaman budaya dan dapat bernegosiasi dalam konteks
budaya yang luas. |
aplikasi dan
impro
visasi hsil
produk
dasar atau jasa |
Menyusun, me-
ngatur atau meng-
poperasionalkan
produk atau jasa
secara aplikatif |
Implementasi
Budaya relevan
dengan produk
dan jasa |
Pendidikan kecakapan hidup adalah
pendidikan yang memberi bekal kecakapan pada peserta didik dalam menghadapi
dan memecahkan problema hidup dan kehidupannya, baik sebagai pribadi yang
mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai warga negara. Program pendidikan
dan pelatihan kecakapan hidup meliputi 5 (lima) jenis kecakapan yaitu:
·
kecakapan
mengenal diri (self awareness);
·
kecakapan
berpikir rasional (thinking skill);
·
kecakapan
sosial (social skill);
·
kecakapan
akademik (academic skill), dan
·
kecakapan
kejuruan(vocational
skill).
Program
kecakapan hidup di SMK Negeri 2 Jepara merupakan kelanjutan dari program
kecakapan hidup yang dilaksanakan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).
Mengacu pada Pedoman Penyelenggaraan Program Kecakapan Hidup di SMK, sekolah
harus menyusun rencana pelaksanaan program kecakapan hidup yang terintegrasi
pada topik pembelajaran instruksional atau pada kegiatan ekstrakurikuler.
Program
noninstruksional lainnya di SMK Negeri 2 Jepara seperti pendidikan
lingkungan hidup, narkoba, budi pekerti dan sebagainya, pada prinsipnya
harus disusun sendiri oleh sekolah dengan pihak lain yang terkait. Program
tersebut harus disisipkan secara harmonis dan sinergis pada program-program
instruksional atau pada kegiatan ekstrakurikuler yang ada.