|
Level Kualifikasi |
Kompetensi |
Sub Kompetensi |
|
|
A. Menggambar Kriya
Keramik |
A.1. Menggambar huruf |
|
A.2. Menggambar ornamen |
|
A.3. Menggambar bentuk |
|
A.4. Menggambar tekhnik |
|
B.
Mengolah tanah liat |
B.1.
Mengolah massa plastis dengan teknik kering dan basah |
|
B.2. Menyiapkan tanah
liat dengan pengulian |
|
B.3. Mengolah massa
tuang untuk cetak tuang |
|
C.
Menguji tanah liat
|
C.1. Menguji kemampuan
campuran tanah liat primer/sekunder/mineral terolah |
|
|
D.
Membentuk dengan tangan langsung |
D.1. Membentuk dengan
teknik pijit |
|
D.2. Membentuk dengan
teknik pilin |
|
D.3. Membentuk dengan
teknik lempeng |
|
D.4.. Membentuk dengan
teknik pembentukan bebas |
|
|
E. Membentuk dengan
teknik putar |
E.1. Membentuk
silindris |
|
E.2. Mengembangkan
bentuk silindris dilengkapi dengan lips dan foot |
|
E.3.
Membuat gabungan dari 2 atau lebih hasil putaran |
|
E.4. Menggabungkan
bentukan putaran dengan bagian lain: lids/handle/knobl/ spout/lug
|
|
F. Membentuk dengan
teknik cetak
|
F.1. Membuat model dan
cetakan satu sisi (cetakan tunggal) |
|
F.2.
Mencetak dengan cetakan satu sisi (cetakan tunggal) menggunakan massa
plastis atau massa tuang |
|
F.3. Membuat model dan
cetakan dua sisi atau lebih (cetakan ganda) |
|
F.4.
Mencetak dengan dua sisi atau lebih (cetakan ganda) menggunakan massa
plastis atau masaa tuang |
|
F.5. Membuat cetakan
dan mencetak dengan alat jigger/jolley |
|
|
G.
Menghias Benda Keramik dengan bahan non glasir dan glasir |
G.1.
Menghias berbagai kondisi permukaan benda keramik dengan teknik:
gosok/cap/toreh/ tempel/krawangan |
|
|
G.2.
Menghias berbagai kondisi permukaan benda keramik dengan
slip/warna/engobe dengan teknik marbling/slip trailling/inlay/sgraffito |
|
|
G.3.
Mengolah dan mengglasir dengan teknik dan jenis glasir berbeda |
|
|
H. Membakar Benda
Keramik
|
H.1. Menyusun membakar
dan membongkar keramik untuk pembakaran biskuit |
|
|
H.2.
Menyusun, membakar, dan membongkar keramik untuk pembakaran glasir |
|
|
H.3. Menyusun, membakar
dan membongkar keramik untuk pembakaran tunggal (single firing) |