Artikel

 

 

Catatan :

Kawan kita Budy Pratikto sangat antusias mengirimkan sebuah artikel buat kita, mulanya dia tanya melalui email japri (jalur pribadi..) apa bisa dimasukkan ke milis kita, malahan kita masukkan saja ke situs web kita, ah... Kita senang sekali menerima tulisan kawan kita ini.. Ayo lah yang lain kalian kirim pulak lah cerita2, entah cerita perjalanan atau apalah... Atur kalianlah disitu... !

 

Milis : Komunikasi yang Murah dan Praktis
 

Teknologi Internet membuka banyak sumbat komunikasi. Salah satunya adalah mailing list (milis) - daftar alamat surat.  Di Indonesia peminatnya makin banyak.  Mereka sangat paham kegunaan surel bersama milis yang luar biasa itu.
Meskipun sebagai bangsa kita ketinggalan jauh di bidang Teknologi Informasi (TI), tapi sebagian kecil dari kita juga ada yang menguasainya.  Mailing list, yang dalam bahasa Indonesia disingkat milis, ternyata bukan sarana baru bagi para maniak Internet (�internot�) di sini.  Media komunikasi berbasis surat elektronik (surel) itu sudah ada sejak 1987-1988. Menurut Onno W. Purbo, pakar Internet, �Waktu itu Internet masih belum seperti sekarang. Sekelompok kecil rekan-rekan Indonesia di Berkeley, Amerika Serikat, membentuk milis pertama dengan alamat
indonesians@j... sebagai media tukar-menukar informasi�. Lalu, berkembang ke berbagai topik hangat di berbagai milis Indonesia sebagai arena diskusi. Pesertanya pun alumni berbagai sekolah dan universitas sampai berbagai kelompok yang mempunyai hobi sama. Misalnya, para hackers (pau-ikro@e...), para penggemar otomotif (otomotif@i... ).
Pada awalnya, ITB menjadi host milis terbesar di Indonesia.  Sedikitnya ada 100 milis yang mengangkat berbagai topik menggunakan host milik ITB itu. Saat itu untuk membuat milis harus membayar, hingga akhirnya muncul layanan fasilitas milis gratis yang disediakan oleh www.egroups.com. Otomatis para pengguna milis pun pindah ke situs itu. Baru pada Januari 2000, egroups merger dengan Yahoo!, hingga kalau sekarang Anda klik www.egroups.com maka yang keluar adalah
http://groups.yahoo.com/local/news.html. Di situ Anda dapat membaca keterangan bahwa egroups sudah merger dengan Yahoo!  Milis itu pada dasarnya digunakan sebagai tempat diskusi menggunakan surel di Internet. Milis bekerja dengan konsep sederhana. Seorang pengguna cukup mengirimkan surel ke satu alamat untuk disebarkan ke semua anggota milis yang tergabung-langganan ke alamat tersebut. Misalnya, Anda mau bergabung di milis Spiritual, Anda cukup kirim permintaan bergabung ke alamat milis-spiritual-subscribe@e... Otomatis Anda akan dikirim surel balasan yang mempertanyakan kesungguhan niat Anda bergabung itu. Selanjutnya tinggal mengikuti perintahnya, maka Anda sudah menjadi anggota milis itu.
Menurut Onno, milis merupakan media yang bersifat interaktif dan proaktif dibandingkan situs lain di Internet. Menurut Onno, ada dua keuntungan kalau mengikuti salah satu dari banyak milis itu. Pertama, jika seseorang secara terus-menerus dan serius mengikuti diskusi dalam kurun satu tahun, misalnya, maka dapat diharapkan Anda akan menjadi ahli dalam bidang yang didiskusikan. Artinya, milis merupakan media efektif untuk proses pendidikan. Kedua, bagi dunia usaha, milis dapat menjadi media pemasaran dan PR (public relation) sebuah perusahaan atau produk yang sangat efektif dan efisien, karena prosesnya dilakukan secara interaktif 24 jam sepanjang tahun. Dapat dibayangkan betapa kuatnya image dan eksistensi perusahaan di mata kliennya. Menurut pengamatan telset, di beberapa milis sering masuk iklan, bahkan ajakan untuk melakukan
bisnis.

Dampak Milis
Memang, meskipun faktanya di masyarakat kita para Internot (penggguna Internet) - termasuk pengguna milis - masih sangat sedikit (sekitar 3 juta pengguna), namun akses komunitas elite itu terhadap ekonomi maupun politik, cukup dominan.  Karenanya dampak milis itu tak dapat dipandang sebelah mata.
Contoh paling hangat ialah proses �Revolusi Mei 98� yang menggulingkan hegemoni kekuasaan Orde Baru (Golkar-Soeharto-Militer), milis memegang peranan signifikan dalam mematangkan seluruh elemen pergerakan. Salah satunya adalah milis IndonesiaL, yang populer dengan apakabar@ (
www.indopubs.com/varchives/), yang berperan penting mengabarkan berbagai isu politik terbaru. Bahkan, saat itu banyak wartawan mengangkat isu utamanya dari informasi yang ada di milis itu, saking banyaknya berita panas. Karena itu, tak aneh bila banyak mahasiswa yang terkepung aparat saat menduduki DPR/MPR, membawa laptop. Dari menit ke menit mereka terus mengirimkan pesan dan informasi melalui surel ke berbagai elemen terkait, termasuk wartawan asing yang kemudian meneruskan ke medianya serta aktivis HAM di Amerika Serikat.  Sampai sekarang situs itu masih populer di kalangan ribuan Internot yang suka isu politik.
Menurut Imam B. Prasodjo, pakar sosiologi UI, saat itu gerakan mahasiswa memang sangat mengandalkan jaringan kerja (network) sesama aktivis, satu-satunya media paling praktis yang memungkinkan mereka berkoordinasi dengan cepat dan luas, baik ke dalam atau ke luar negeri.
Namun Onno berpendapat, peran milis di Indonesia belum sehebat di luar negeri.  Menurut Onno, peran milis di sini baru pada upaya membangun kesadaran politik dan demokrasi para Internet, dan belum terlalu berpengaruh menggerakkan aksi massa. Karena, sampai saat ini pun Internot kita masih sedikit. �Kuncinya, harus banyak orang terdidik yang menggunakan Internet�. Toh, Onno mengakui, meskipun sedikit, mereka adalah kelompok elite masyarakat Indonesia yang memegang peranan penting atau menjadi pusat pengaruh di lingkungannya. �Jadi, memang besar kemungkinan mereka memegang peran penting�, kata Onno lagi.
Kesimpulan itu juga diakui Hudoyo, moderator milis Spiritual. �Meskipun yang mengakses Internet masih terbatas, tetapi sebagai media alternatif milis mempunyai arti penting dalam memberikan informasi alternatif  juga disinformasi yang cepat melalui milis lainnya, newsgroup, yang akhirnya disebarkan lagi dari mulut ke mulut. Para wartawan media cetak dan elektronik pun banyak yang mengakses milis�, katanya.
Harus diakui, beberapa milis terkenal sangat mempengaruhi atau dijadikan acuan informasi. Genetika (
http://groups.yahoo.com/group/genetika), milis masyarakat telematika di Indonesia, misalnya, menjadi acuan berbagai pihak, termasuk wartawan, dalam isu-isu telekomunikasi, media, dan informatika, karena anggota milis itu mayoritas para pakar telematika di Indonesia.

Milis di Yahoo!groups
Harus dicatat, bahwa sejak egroups menyediakan fasilitas gratis bagi milis di dunia maya, mereka telah memberi kontribusi penting bagi pertumbuhan milis di Indonesia.  Hal itu diakui Onno W. Purbo dan Hudoyo. Sejak ada fasilitas gratis di Yahoo!groups, itu maka sebagian besar milis di Indonesia pindah ke sana, dan terus menjamur sampai sekarang.
Pengamatan telset membuktikan, begitu mengetikkan nama �Indonesia� di fasilitas milis Yahoo!groups, di situ langsung tertera angka 4.298, yang menunjukkan adanya milis sejumlah itu di Indonesia, dengan topik beragam, tentu.
Fenomena itu menunjukkan bahwa semakin hari jumlah milis pun kian banyak.  Sebab, banyak Internot yang sebelumnya hanya berselancar untuk sekadar having fun, kini sudah mengetahui betapa banyaknya manfaat yang bisa diambil dari milis di Internet. Baik sebagai sarana informasi alternatif maupun edukasi serta untuk kepentingan sehari-hari. Prodeo lagi. Tentu saja bagi yang punya komputer dan modem serta saluran telepon, ....


Tulisan ini kelihatannya masih bersambung...  Nggak tahu si Budy cuma kirim segini... Kita tunggu saja kiriman berikut dari Budy... Salam !

Artikel lain yang terakhir dikirim ke milis..., klik disini...

Untuk berita foto-foto Reuni Jakarta Maret 2003 lalu..., klik disini...

Alumni Immanuel

Home | About Us | News & Events | Mailing List | Links | Guest Book | Contact

HakCipta � Immanuel77, 2003

 

 

Sponsor kita :

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1