News & Events

 

 

Berikut berita dari Medan yang lagi hangat minggu-minggu ini :


PMSK yang Sah Pimpinan Lundu Panjaitan Ambil Alih Kembali Perguruan Kristen Immanuel

Medan (SIB)  - 7 Juli 2004

Perkumpulan Membangun Sekolah Kristen (PMSK) Perguruan Kristen Immanuel yang sah diketuai Lundu Panjaitan SH MH bersama guru-guru kembali mengambil-alih Perguruan Kristen Immanuel Jalan Slamet Riyadi No.1 Medan, Selasa (6/7) pagi. Sekolah ini hampir setahun dikuasai oleh kelompok Efendi Tambunan. Pengambilalihan sekolah tersebut berjalan lancar dan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Dalam pertemuan dengan guru-guru dan pegawai, Lundu Panjaitan didampingi Wakil Ketua I Ir Tjipta sitepu, Drs Wilson Siagian, Drs Parlin Marpaung, Juandi Sidabutar dan Bachtiar Sonar Siregar mengatakan, pengambilalihan sekolah dirasa sangat mendesak menunggu proses hukum secara pidana dan perdata.

�Karena kami yang sah, sementara kelompok Efendi Tambunan menguasai sekolah secara tidak sah. Secara hukum kita mengambil alih sekolah ini, karena kita bukan preman dan tukang sabot atau tukang rampas. Kita mengambil alih harta kita yang dirampas orang dan itupun kita lakukan melalui jalur hukum,� kata Lundu Panjaitan mantan Wagubsu ini.

Dikatakan, secara perdata PMSK pimpinan Efendi Tambunan telah diadukan  ke Pengadilan Negeri (PN) Medan dan secara pidana sudah dilaporkan ke polisi, tapi sampai sekarang nampaknya belum ada penyelesaian hukum. �Maka secara hukum tadi telah kita lapor ke polisi untuk mengambil alih sekolah ini. Bekerjalah dengan baik dan tak usah takut,� kata Lundu.

Lundu mengatakan, kalaupun ada reaksi dari kelompok Efendi Tambunan, para guru tak usah takut, karena mereka di pihak yang benar. Kasus ini telah dilapor kepada Kapoltabes Medan dan Komandan Kodim. Serta jangan lupa tetap berdoa pada Tuhan, demi memajukan Perguruan Immanuel menjadi perguruan Kristen yang maju di Indonesia.

Kalaupun selama setahun ini dikuasai orang-orang yang tidak berhak sekarang kita kembalikan kepada relnya. Karena apa yang dilakukan oleh kelompok Efendi Tambunan satu persen pun tidak ada dasar hukumnya. �Seandainya ada 10 persen saja ada kebenaran di kelompok Efendi Tambunan saya barangkali mendukung mereka,�  katanya.

�Saya tidak punya kepentingan pribadi sebagai ketua PMSK hanya semata ingin menegakkan kebenaran, demi kepentingan masyarakat kristen. Jadi kasus ini tidak bisa kita biarkan, karena kalau ini dibiarkan kita juga ikut berdosa sebagai umat kristen. Saya mencampuri ini karena sebagai pengabdian kepada negara,� katanya.

Sementara Tjipta Sitepu berharap agar kepolisian secara sungguh-sungguh menangani permasalahan Immanuel dan mengusut Efendi Tambunan yang sudah dua kali dipanggil polisi. Karena berlarut-larutnya kasus Immanuel banyak orang tua enggan memasukkan anaknya ke sekolah itu.

Terkait dengan kebijakan PMSK kelompok Efendi Tambunan yang telah melakukan pengutipan uang pembangunan bagi murid baru Rp 1 juta serta untuk siswa dalam (tamatan TK Immanuel masuk ke SD Immanuel) dikenakan Rp 500 ribu per murid dan uang pendaftaran Rp 100 ribu, kata Lundu, itu tidak dibenarkan. Segala biaya pendaftaran kembali seperti semula, sehingga tidak memberatkan orang tua murid. Namun kesejahteraan guru akan diperhatikan. Pendaftaran murid baru dimulai Rabu, 7 Juli 2004.

Menurut Lundu, ia sudah pernah bertemu dengan Efendi Tambunan Cs dimana waktu itu dijanjikan akan banyak donatur menyumbang ke sekolah ini, namun ternyata setelah setahun tidak menjadi kenyataan. Malah orang tua murid dibebani dengan kutipan memberatkan. �Kalau hanya menaikkan uang sekolah dan uang pembangunan cucu saya juga bisa mengelola  sekolah ini,� katanya.

Setelah setahun dikelola kelompok Efendi Tambunan ternyata sekolah ini makin jelek �Oleh karena itu kami berketetapan hati untuk mengambil alih sekolah ini,� katanya. Ia juga menyerukan agar seluruh guru dan pegawai bekerja secara baik dan pihaknya tidak melakukan pemecatan dan dendam.

Menurut seorang guru, jumlah murid baru yang mendaftar ada sebanyak 37 orang dengan uang yang terkutip Rp 13 juta telah disetor ke kelompok Efendi Tambunan. Mendengar ini Lundu mengatakan, agar sisa kutipan dikembalikan kepada orang tua murid. (A9/x3)

Sumber berita : Harian SIB - Online  Rabu, 7 Juli 2004

 


 
Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT

To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]

Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
 

Alumni Immanuel

Home | About Us | News & Events | Mailing List | Links | Buku Tamu | Database | Contact

HakCipta � Immanuel77, 2003

 

 

Sponsor kita :

 

Hosted by www.Geocities.ws

1