| |
Kini Memiliki Kapal Pesiar
Sebelumnya, ia seorang Project Managersebuah perusahaan properti yang hendak membangun hotel berbintang lima dan apartemen di kawasan segitiga emas. Namun karena situasi ekonomi yang kurang menguntungkan, akhirnya Fahmi mancari-cari peluang
bisnis.
Berkenalan dengan Tianshi pertama kali, ia mengaku hanya sedikit tertarik. Mengapa? Karena pada waktu itu, banyak bisnis Multi Level Marketing yang berguguran dan hanya sedikit yang bertahan. Namun, Fahmi berasumsi, MLM yang akan bertahan lama adalah yang berskala internasional. Pertimbangannya, bila satu tempat mengalami kolaps, maka akan ditopang oleh tempat lain. Tertarik dengan Tianshi, karena bisnis produk ini berskala internasional.
Selain itu, Fahmi menilai bagaimana visi owner-nya. “Banyak Multi Level yang owner-nya tidak mempunyai visi. Visinya hanya satu, bisnis. Kalau visinya hanya bisnis, jika dia merugi maka dia akan mudah menutup perusahaan. Sedangkan dalam kita membina jaringan di Multi Level, kita menggunakan biaya, waktu dan tenaga. Kalau owner mudah menutup, maka jaringan kita hilang,” kata Fahmi.
Visi Tianshi menyehatkan umat dan mensejahterahkan masyarakat. Investasi yang ditanamkan untuk mendirikan dan mengembangkan Tianshi begitu besar. Sementara produknya, Tianshi dikatakannya telah memiliki hak paten
atas hasil penelitian Institut Science of Cina tentang ramuan-ramuan Cina kuno. Tingginya image ramuan Cina inimembuat ia tertarik bergabung dengan Tianshi.
Kini. Fahmi telah meraih sukses. Kegagalan dan kendala bagi dia adalah hal biasa. Tapi, ia harus mencoba dan mencoba lagi sampai benar-benar sukses. Hasilnya ia kini memiliki kapal pesiar.
|
|