Saat
ini mungkin Anda sedang berpikir-pikir untuk mulai terjun di
bisnis Network Marketing. Ya, memang harus diakui bahwa bisnis jaringan pemasaran memang menarik. Bahkan mungkin terlalu menarik untuk
dilewatkan. Sekarang, kalau Anda cermat, sebetulnya ada beberapa perusahaan (bahkan cukup banyak) yang menjadi penyedia barang dan jasa agar Anda bisa berbisnis jaringan pemasaran. Perusahaan ini disebut perusahaan penjual langsung yang memasarkan barang dan jasanya melalui sistem MLM (Multi Level Marketing).
Di Indonesia, perusahaan penyedia barang dan jasa untuk bisnis jaringan pemasaran ini
(selanjutnya disebut Perusahaan MLM), ada banyak sekali. Mulai dari perusahaan yang betul-betul MLM, sampai perusahaan yang bukan MLM, tapi mengaku-ngaku sebagai MLM.
Asal muasal perusahaan-perusahaan MLM tersebut cukup bervariasi. Beberapa ada yang berasal dari Indonesia asli. Namun tak sedikit juga yang tadinya berasal dari Amerika, Inggris, atau bahkan Malaysia. Di antara mereka, ada perusahaan yang memasarkan produk-produk yang spesifik saja (seperti obat-obatan, peralatan makanan, atau asuransi kecelakaan), tapi ada juga perusahaan yang hanya memasarkan produk-produk
umum.
Nah, perusahaan MLM mana yang sebaiknya Anda pilih
? Ada banyak faktor yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih sebuah perusahaan MLM. Namun demikian,
pilihlah perusahaan MLM yang memiliki kriteria sebagai berikut :
1. Usia perusahaannya minimal 3 tahun.
2.
Tergolong
pelopor atau membawa perubahan di bidang bisnis Direct Selling / MLM.
3.
Mampu
bertahan di masa krisis.
4.
Menjadi
barometer bagi perusahaan lainnya.
5.
Tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia).
6.
Perusahaan
di dukung modal kuat (memiliki aset yang dapat di andalkan)
7.
Pemilik
dan manajemennya telah berpengalaman mengelola perusahaan DS/MLM
8.
Produk
terdaftar di instansi terkait dan di jual dengan harga yang masuk akal
9.
Marketing
plan tidak mengarah ke sistem penggandaan uang
10.
Perusahaan
menyediakan training kepada anggotanya
11.
Adanya
kebijakan money back guarantee,
kode etik dan kontrak perjanjian yang jelas antara member dan
perusahaan
Belum lama ini beredar berita buruk. Ribuan orang kehilangan jutaan rupiah, karena bergabung dengan perusahaan yang berkedok multi level marketing (MLM). Padahal, perusahan itu berskema piramid. Skema piramid tersebut karena sejumlah orang yang ada di posisi terbawah dari piramid membayarkan sejumlah uang kepada mereka yang di atas. Setiap anggota baru membeli kesempatan untuk sampai ke posisi teratas, serta mendapatkan keuntungan dari orang lain yang bergabung kemudian. Setelah berhasil mendapatkan banyak anggota satu demi satu anggota mulai merasa dirugikan. Ketika para anggota menarik diri, dan meminta uangnya kembali, ternyata, perusahaan tak sanggup membayarnya. Karena itu, agar tidak tertipu, perlu Anda ketahui beberapa hal mengenai skema piramid.
-
Mereka pecundang: Skema piramid dapat dilihat berdasarkan perhitungan matematis sederhana; sejumlah pecundang membayar kepada sedikit pemenang.
-
Mereka adalah penipu: Peserta skema piramid, sadar atau tidak, menipu orang yang mereka rekrut. Seandainya system itu mereka jelaskan secara jujur, tentu hanya sedikit yang mau bergabung.
-
Mereka Ilegal: Ada resiko bahwa operasi system piramid itu ditutup oleh aparat, bahkan pesertanya ditangkap.
Yang jelas, inilah srigala berbulu domba. Supaya terlihat sebagai perusahaan MLM, system piramid memasarkan rangkaian produk tertentu, dan menyatakan produk itulah yang menjadi objek bisnisnya. Padahal, upaya memasarkan produk sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali. Sebaliknya, mereka menciptakan uang melalui perekrutan. Yaitu, para distributor baru dipaksa membeli sejumlah produk yang mahal ketika menandatangani formulir keanggotaan. System piramid seringkali memilih produk yang mudah diproduksi, namun tidak memiliki nilai jual, seperti obat mujarab, pengobatan eksotis, dan lain-lain. Inilah yang menyulitkan untuk menjelaskan apakah produk ini benar-benar memiliki pangsa pasar. Perbedaan lainnya ialah skema piramid mencari uang dari Anda. Sebaliknya, perusahaan MLM mencari uang bersama Anda, saat Anda (dan distributor lain) mengembangkan bisnis dengan menjual produk.
Bentuk usaha dengan skema piramid ini dapat muncul kapan saja, di mana saja, dengan nama yang menarik dan berbeda-beda. Alasannya, tak lain agar terlihat menyerupai usaha multi level marketing (MLM), sehingga lebih banyak lagi orang terpikat ikut serta. Mereka menciptakan berbagai bentuk usaha baru yang sejenis, dengan nama yang bermacam-macam. Tetapi tujuannya hanya satu, yaitu menguntungkan segelintir orang, namun merugikan banyak orang. Salah satu bentuk usaha tersebut, yang juga perlu diketahui dan diwaspadai adalah system binary. Bentuk usaha ini merupakan hal yang relatif baru dalam skema pemasaran. Di dalam system ini, setiap peserta hanya diharuskan mendapatkan dua orang yang menjadi downline. Kemudian, dua orang itu pun mempunyai beban yang sama, yaitu juga mendapatkan dua orang untuk menjadi downline. Demikian seterusnya, hingga beberapa tahap ke bawah dengan cara yang sama. Walaupun system binary merupakan bentuk yang relatif baru dalam skema pemasaran, tetapi terdapat beberapa kemiripan dengan system piramid, yaitu:
-
Mengharuskan anggota untuk mendapatkan hanya dua orang downline
-
Memfokuskan pada perekrutan daripada penjualan produk
-
Tidak memiliki kebijakan uang kembali
-
Produk berkualitas rendah
Di Indonesia, hingga
kini belum ada undang-undang yang membatasi praktek usaha-usaha seperti di atas. Padahal, sekarang telah banyak bermunculan model-model usaha yang kerap mengaku sebagai usaha MLM, tetapi nyatanya adalah jenis usaha yang pasti nantinya akan merugikan banyak orang. Dengan demikian semakin banyak pula pihak yang mendompleng nama besar MLM. Karena itu, kita dituntut tetap jeli, peka, dan waspada, sehingga mampu menyeleksi apakah usaha yang ditawarkan pada kita adalah murni suatu bentuk MLM, atau sebaliknya, hanyalah usaha berskema piramid yang berkedok MLM. Penting juga untuk dipahami bahwa prinsip umum MLM yang sah adalah: Semua anggota memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan keuntungan dari penjualah produk atau servis, sedangkan dalam system piramid atau binary, orang terakhir yang bergabung memiliki peluang kecil, bahkan tidak ada sama sekali peluang untuk mendapatkan keuntungan.
Itu saja beberapa faktor utama yang bisa Anda pertimbangkan. Pertanyaannya sekarang, kapan Anda akan memulai bisnis jaringan pemasaran milik Anda
sendiri ? Sekarang mungkin saatnya.