Halaman DepanArtikelTanya JawabKontak Kami

Global Network Marketing

 
Profil PerusahaanMarketing PlanProduk TianshiDaftar TianshiSupport TianshiBerita Tianshi
 

Artikel

Artikel Kesehatan

Artikel Seputar MLM

Artikel Pengembangan Diri

Artikel Lain-lain

 

 

 

 

 

Sponsor Anda :

Sponsor Anda

 

 

Formula Bisnis

 

 

Make Money While Online

 

 

Toko Buku Online

 

Cara membangun usaha / bisnis yang menghasilkan penghasilan yang berkesinambungan yang diibaratkan seperti sebuah saluran pipa yang mengalirkan airnya tanpa peduli siang atau malam.

 

Alkisah di suatu desa kecil dekat lembah yang asri, hiduplah dua pemuda bersahabat bernama Pipo dan Embro. Mereka adalah tipe pemuda yang berambisi untuk menjadi orang terkaya di desanya. Mereka kerap membicarakan impian dan ambisi mereka itu akan kekayaan, kehidupan dan gaya hidup yang ingin mereka miliki nantinya. Mereka tidak takut untuk bekerja keras, hanya saja mereka masih belum mendapatkan kesempatan untuk dapat mewujudkan cita-cita mereka. Tanpa putus asa mereka terus mencari dan mencoba gagasan-gagasan baru untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

 

Hingga suatu hari, kesempatan itupun datang. Desa mereka membutuhkan lebih banyak air, oleh karena itu kepala desa mempekerjakan Pipo dan Embro untuk mengambil air dari mata air di gunung untuk dibawa ke tempat penampungan di desa. Mereka akan dibayar sesuai dengan banyaknya air yang dapat mereka bawa. Maka mereka berduapun menyambut dengan baik kesempatan ini. Mereka segera melaksanakan pekerjaan tersebut dengan bersemangat. 

 

Setiap hari sejak pagi hingga sore mereka bergegas menuju mata air dengan membawa ember masing-masing. Mereka bekerja keras untuk membawa air sebanyak mungkin ke tempat penampungan air di desa. Menjelang sore hari merekapun pulang membawa upah dari hasil jerih payah merka hari itu. Embro merasa puas sekali dengan pekerjaannya itu dan besarnya upah yang ia dapatkan. Ia yakin bahwa dengan pekerjaannya ini ia bisa segera mewujudkan cita-citanya. Bahkan untuk menambah penghasilannya, Embro membuat ember yang lebih besar agar dapat lebih banyak membawa air. Embro yakin dengan penghasilannya sebesar itu, tak lama lagi ia bisa membeli sapi dan memiliki gubuk baru yang ia idam-idamkan. 

 

Lain halnya dengan Pipo, ia merasa tidak nyaman dengan cara yang mereka lakukan itu. Ia mencari cara yang lebih nyaman untuk mendapatkan lebih banyak uang. Suatu hari, Pipo mendapat sebuah gagasan. Ia berniat membangun sebuah saluran pipa yang akan mengalirkan air dari mata air langsung ke tempat penampungan air di desa. Dengan saluran pipa tersebut ia akan mendapat lebih banyak air tanpa perlu lagi membawa ember ke mata air. 

 

Ia sangat antusias dengan gagasannya ini. Pipo-pun mulai menceritakan gagasannya ini kepada Embro dan mengajaknya bekerja sama. Tetapi Embro tidak sependapat, ia bahkan mentertawakan gagasan Pipo tersebut karena merasa dirinya mampu mendapatkan lebih banyak uang. Embro-pun lebih sering lagi mengambil air dengan ember dan bahkan menggunakan ember yang lebih besar agar dapat membawa lebih banyak air ke desanya. Dengan cara ini Embro yakin penghasilannya akan meningkat.

 

Pipo akhirnya memutuskan untuk mewujudkan sendiri gagasannya itu. Ia mengerti bahwa tidaklah mudah untuk membangun dan menyelesaikan saluran pipa tersebut. Dibutuhkan beberapa tahun untuk bisa menyelesaikan dan menikmati hasilnya. Namun tekadnya telah bulat, iapun tetap bekerja mengangkat air dengan ember setiap hari seperti biasa. Tetapi di akhir minggu dan setiap ada waktu luang Pipo bekerja keras menggali tanah yang banyak berbatu untuk membangun saluran pipanya. Pada bulan-bulan pertama hasilnya hampir tidak kelihatan. Orang-orang desa mulai banyak mentertawakan dan mencemooh Pipo. Mereka menjulukinya "Pipo si manusia saluran pipa". 

 

Sementara itu, penghasilan Embro telah meningkat dua kali lipat. Ia sudah berhasil membeli sapi dan memiliki gubuk baru yang lebih besar. Gaya hidupnyapun sudah mulai berubah. Ia sering menghabiskan waktu sepulang kerja di bar, menikmati hasil jerih payahnya mengangkat ember. Namun tanpa disadari badan Embro kini mulai menjadi bungkuk karena begitu beratnya ia harus mengangkat ember besar setiap hari. Raut mukanyapun terlihat kelelahan. Semakin hari semakin sedikit air yang dapat dibawanya karena tenaganya berkurang seiring bertambahnya usia.

 

Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun dan akhirnya Pipo berhasil menyelesaikan saluran pipanya. Kini tanpa perlu bersusah payah mengangkat ember, Pipo akan mendapat lebih banyak uang berkat air yang terus mengalir memenuhi tong-tong air di tempat penampungan. Air terus mengalir tanpa henti bahkan saat ia tidur, makan, ataupun saat pergi berlibur. Pipo-pun puas dan bangga, berkat tekad dan kerja keras kini penghasilannyapun mengalir tiada henti seiring aliran air di saluran pipanya.

Berdasarkan cerita di atas, kita sadari bahwa cerita mereka menggambarkan kehidupan kita. Pekerjaan yang dilakukan mereka melambangkan apa yang dilakukan kebanyakan orang dalam mendapatkan penghasilan. Embro mendapatkan penghasilannya dengan cara menggunakan ember. Ia harus pulang pergi mengisi embernya dari mata air ke desa untuk ditukarkan dengan uang. Untuk meningkatkan penghasilan yang dilakukan Embro adalah dengan cara lebih rajin pergi ke mata air dan juga memperbesar ukuran embernya. 

Dalam kehidupan yang nyata, sangatlah normal kalau kita ingin meningkatkan penghasilan, kita harus bekerja lebih keras. Misalnya dengan bekerja lembur atau mungkin mendapatkan pekerjaan tambahan. Kita juga dapat memperbesar ember kita yaitu dengan menerima posisi pekerjaan yang lebih tinggi. Sebagian besar dari kita menukarkan waktu kita untuk mendapatkan uang. Seperti juga Embro, kitapun memiliki waktu yang terbatas untuk dibarterkan menjadi uang. Dan kita tahu setiap orang hanya memiliki 24 jam per hari dan tidaklah mungkin kalau kita membarterkan seluruh waktu kita untuk bekerja. Dan yang lebih sulit lagi yaitu jika kita tidak mampu lagi membarterkan waktu kita karena alasan usia, kesehatan, di PHK atau pun alasan lainnya sehingga penghasilan kita terhenti sama sekali. 

 

Tetapi coba perhatikan apa yang dilakukan Pipo, secara bijaksana ia tidak membarterkan seluruh waktunya hanya untuk mendapatkan penghasilan yang terbatas. Tetapi ia menggunakan sebagian waktu yang dimilikinya untuk membangun saluran pipa, karena ia tahu bahwa saluran pipa ini akan mendatangkan penghasilan yang berkesinambungan tanpa ia harus membarterkan seluruh waktunya. Ia tahu bahwa suatu hari nanti mungkin karena alasan usia atau kesehatan, ia akan tidak dapat lagi membarterkan waktunya dengan uang. Sedangkan bila ia mampu mewujudkan gagasan saluran pipanya itu, ia hanya perlu bekerja keras sekali saja untuk membangun saluran pipa.Setelah saluran pipa telah selesai maka penghasilan akan terus mengalir bagi Pipo. 

 

Pipo telah menunjukkan kepada kita bahwa untuk mendapatkan penghasilan, kita tidak selalu harus dengan cara barter waktu dengan uang ada cara lain yang lebih baik. Bagaimana dengan anda ? Apakah anda masih seperti Embro yang membarterkan waktu anda untuk mendapatkan penghasilan ? Atau anda ingin mengikuti jejak Pipo, dengan mulai membangun saluran pipa untuk mendapatkan penghasilan yang berkesinambungan. Jika anda tertarik dengan gagasan saluran pipa, kini saatnya anda membangunnya agar anda dapat segera mulai membangun saluran pipa penghasilan anda saat ini juga.

 

Kita hidup di era dimana perekonomian sedang meningkat pesat. Tetapi, masih banyak orang hidup dengan mengadalkan gaji bulanan. Mereka terpaksa bekerja lebih lama agar bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari. Mengapa bisa demikian ? Karena mereka telah salah dalam perencanaan kehidupan mereka. Mereka terjebak dalam apa yang disebut dengan "Jebakan Barter Waktu dengan Uang" Yaitu kalau bekerja satu hari maka akan dibayar satu hari pula, bekerja satu bulan dibayar juga satu bulan. 

 

Hal ini tampak seperti sesuatu yang sudah dianggap logis. Baik profesi anda sebagai pelayan restoran dengan gaji Rp. 3 juta / bulan maupun Dokter yang berpenghasilan Rp. 10 juta / bulan, tetap saja anda membarterkan satuan waktu dengan satuan uang. Anda tetap saja hidup dari gaji ke gaji. Segi ketenangan kerja juga tidak ada. Kalau anda tidak bisa bekerja karena sakit, cedera, dipecat atau pensiun, otomatis anda tidak akan menerima gaji lagi. Dimana segi keamanan kerja seperti itu ? 

 

Bagaimana caranya agar terhindar dari jebakan waktu dan uang ? Dengan membangun saluran–saluran pipa yang berisi penghasilan kesinambungan. Dengan penghasilan seperti itu, anda hanya perlu melakukan pekerjaan satu kali. Setelah itu, anda akan dibayar terus menerus. Karena itu, saluran pipa nilainya sama dengan ribuan kali gaji. Saluran–saluran pipa terus memompakan penghasilan dari hari ke hari dan tahun ke tahun. Baik anda bekerja maupun tidak. Sekarang kita akan memperoleh rasa aman rasa aman yang sesungguhnya.

 

Apa yang terjadi sekarang ?

Ulasan diatas telah terbukti dijalankan dengan benar oleh rekan bisnis partner / mentor kami di Tianshi. Hasil nyata di depan mata dan terus meningkat penghasilannya, sampai saat ini sudah membangun pipa-pipa secara luas dan hasilnya sudah terbukti banyak yang sudah sukses. Jadi, sebuah saluran pipa sama nilainya dengan ribuan kali lipat gaji ! ! !       q Pipa VS Ember - Jaringan Dwidasa Eka 

 

Back

Next

 

  Copyright © 2003 Tianshi - Global Network Marketing

Situs ini bukanlah situs resmi dari Tianshi ataupun PT Singa Langit Jaya. Situs ini dibuat untuk mempermudah mereka yang ingin bergabung serta mendapatkan informasi penting agar dapat mengembangkan jaringan bisnis mereka dengan cepat.

Creative Design By :

MassGoeh Multimedia

Hosted by www.Geocities.ws

1