Home

 


.

.

 

 

 

Foto masa-masa kuliah yang penuh keceriaan dan keriangan. Tiada minggu tanpa jalan2 ke alam terbuka, sehat,  segar dan GRATIZZ!!!

 


Suasana riuh rendah di kelas masih terngiang di telinga, rasanya baru beberapa hari yang lalu moment-moment bersejarah itu terjadi.  Jumlah anggota alias murid dalam kelas Akuntansi-3 Program Diploma III Politeknik Universitas Diponegoro Semarang, sebanyak 28 orang, nama-nama dan wajahnya masih menempel di ingatan.  Hanya beberapa yang sempat terlupa, tapi dengan melihat foto-foto itu segar kembali diigatan, siapa mereka, bagaimana kelakuannya dan kelucuannya, siapa pacarnya dan berapa kali putus cinta.

Pergaulan yang tiada pernah renggang baik intra-kelas maupun ekstra-kelas selama 3 tahun berturut-turut dari 1989 hingga 1992 membuat persahbatan kian menjadi seperti keluarga.  Keriangan selalu tercipta hingga acara-acara spontan menyatu dengan alam-pun sering dilakukan karena sesuai dengan alam mahasiswa, memilih acara yang menyegarkan, menyehatkan dan yang pasti GRATIZZ. 

Dari situlah muncul benih-benih cinta dan asmara diantara anggota genk, berfalsafahkan “waiting trisnoy zalaran socko cunilony” (cinta karena biasa) atau bahkan “waiting trisnoy zalaran ora ono liyo” (cinta karena tak ada pilihan lain).  Dua faslafah itu yang mungkin digunakan oleh pasangan yang memproklamasikan dirinya berpacaran beberapa minggu sebelum kelulusan (tahun 1992), tepatnya di Bali yang akhirnya 5 tahun kemudian setelah berpacaran secara jarak jauh, tepatnya pada tahun 1997 resmi menandatangani akta nikah di depan penghulu disaksikan saksi-saksi yang cukup.  Dialah Sanuri (SN) dan Chaerun Nisa menikah dengan tanpa tedeng aling-aling di kota tegal pada tanggal 20 Juli 1997. 

Semoga karunia Allah selalu meliputi perikatan yang Insya Allah sesuai dengan sunnah rasul-Nya dan menjadi keluarga Sakinah-mawaddah-warahman. Amien……..

 

 

 

 

 

 

 

 

Awal dari segalanya, terjadi perjanjian dan serah terima tanggung jawab.  Akad nikah secara resmi digelar

 


Senyum Merekah mewarnai permulaan, suatu pertanda adanya harapan yang cerah dalam rangka membentuk keluarga yang tenteram, rukun, sakinah mawaddah warahmah, dengan ridho dan dalam lindungan Illahi

 

 

 

 

 

 

 

Harapan ke depan dihadapi dengan ketekunan dan komitmen yang direalisasikan dengan penuh kesungguhan

Hosted by www.Geocities.ws

1