Coretan si Putri Kecil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bisikan Sang Putri

Tanah liat merah yang licin, dan terkadang juga ada batu-batu koral kecil yang bertebaran di tanah itu, yang akan membuat kaki boneka itu terasa sangat sakit, aku sudah tahu itu semua dari awal. Tetapi pada nyatanya, aku merupakan boneka yang terlalu pemberani sehingga aku mau melalui dan merasa harus mampu melaluinya apapun resiko yang harus aku ambil. Ingin aku berteriak dan bertanya kepada orang-orang "KENAPA AKU BEGITU BODOH?" Sehingga aku dengan begitu mudah membiarkan boneka-boneka itu tetap masuk ke dalam hidupku dan menghancurkan hidupku. Aku selalu membiarkan mereka untuk mengangkatku terbang melayang tinggi namun juga menjatuhkanku bagai sampah yang sudah tidak bisa di daur ulang kembali. Sering aku menelaah satu persatu boneka yang mencoba untuk mendekatiku, namun hasilnya tetap sama, mereka semua sama, tak ada beda.

    Pernah pada suatu hati, aku sudah menaruh kepercayaan penuh terhadapnya. Aku benar-benar sudah menganggapnya sebagai saudaraku. Boneka yang satu ini adalah boneka yang sangat bijak, dia selalu mengucapkan kalimat-kalimat dengan bahasa tinggi sehingga membuatku merasa kebingungan untuk memahaminya. Namun semua kandas, ketika aku sudah benar-benar paham tentang segala apa yang telah dikatakannya. Baiklah, aku akui jika dia memang benar-benar bijak, namun ternyata dia munafik, dia adalah pembohong besar. Dia selalu berbisik denganku tentang nasihat-nasihat bijaknya, tetapi dia juga yang melanggarnya. Dia yang melarangku untuk berbuat A, tetapi ternyata dialah boneka yang selalu berbuat A itu. Aku memang pernah buta, sehingga kamu bisa dengan begitu mudah membodohiku, tetapi maaf sekarang aku sudah tidak buta. Aku memang sudah tidak buta, tetapi ternyata aku tetaplah menjadi sebuah boneka yang bodoh. Jujur aku ingin berlari, tetapi ikatan ini semakin kuat, membuat tubuh ini tak dapat lagi menahannya, tangan ini berat untuk melepaskannya. Aku kesal pada diriku sendiri. Harus berapa kacamata yang aku pakai agar aku tersadar?. Jujur aku menunggu saat dimana kamu akan menggantungkan topengmu?. Tetapi sepertinya itu tidak mungkin.

    Aku sudah lelah. Aku butuh boneka yang berbeda, bukan boneka yang sudah ku kenal selama ini.

 

Previous Page