|
Selatbaru
Bengkalis |
![]() |
|||||||||||||||
Buat Pengujung Link yang lain : edisutoyo.blogspot.com |
|
ANDA PERLU TAU : * Sekolah Gratis * Islam * Islam dan berita * Mau tertawa ...? * Belanja * Musik midi * Mesin pencari |
|||||||||||||||
| Potensi Lain Selatbaru : . Pertanian : a. Padi b. Palawija c. Kopi d. Kelapa e. Karet . Perikanan : a. Ikan b. Udang c. hasil" laut lain . Kekayaan Alam : a. Minyak bumi b. Gambut c. Dll
|
|
|
Pengacak web : Nama : Edi Sutoyo Penggilan : Awit Istri : Elfiyanti Anak : 1.Humaira Inara Izzati Putri 2.Haura Alya Aqila Putri Bapak : Supeni Ibuk : Alm. Hj.Maisah Saudara : Sariono - Sri sulastri Susiah - Kusmiran Mertua : Bapak : Darmansyah Ibuk : Asni Cerita sekolah : Buat rekan - rekan di Selatbaru, SD 048 Selatbaru, SMP Selatbaru, aku lulusan SMA 1 Bengkalis angkatan 91, Pernah di UIR Fak-Ekonomi, Jurusan Management tahun 1993, Tapi 2 Tahun wes sudah ( selesai ) |
||||||||||||||
| Peluang Investasi : Pembangunan Kawasan dan Penyediaan Fasilitas Wisata Bahari Pantai Selatbaru Potensi : Pantai Pasir Selat Baru dan Panorama laut yang sangat mempesona Wisata Bahari yang dapat di nikmati adalah : - Berjemur (sun burning) - Selancar (surfing) - Memancing (fishing) - Berenang (swimming) - Berperahu (boating) |
|||||||||||||||||
|
Jika ada foto, sejarah, cerita, atau apapun tentang
Selatbaru-Bengkalis-Riau kirim dong biar web ini tambah ramai.!!! |
||||||||||||||||
INFO SELATBARU TERBARU : |
|||||||||||||||||
|
SELATBARU
DAN SEKITARNYA : Bengkalis bangun Pelabuhan Internasional diSelatbaru Komitmen Bupati Bengkalis Tentang Pelabuhan Internasional H.Sarjono Amnan SE Direktor Bank Riau Bengkalis bebas biaya pendidikan Penyeludupan Bayi di Riau Bayi Malang dari pasangan Jumingin dan Asmah |
||||||||||||||||
| SAYANG
BENGKALIS TANPA SELATBARU [email protected] atau [email protected] kalau ada temen" yang mau kritik , kirim saja ke Email saya, juga konco-konco songko selatbaru dan sekitarnya piye kabare ......?....?. banyak di kopy dari http://www.bengkalis.go.id/ dan lain juga ada. @ : 2005 -di tambah kembali Juli 2007 |
|||||||||||||||||
TULISAN :
|
Kepada
Yth:
Dalam
berbagai peraturan yang menjelaskan hubungan antara pengobatan, hak-hak pasien dan hak
Dokter / Pera medik relatif cukup jelas dan mudah dimengerti, hanya saja pasien dan
keluarga pasien yang masuk Puskesmas cendrung tidak memperhatikan hal tersebut atau memang
tidak tahu sama sekali, untuk menyikapi hal ini pihak Puskesmas Melalui Dokter / Para
Medik yang merawat pasien semestinya memberikan penjelasan dan penyadaran kepada
pasien-pasien nya terutama yang menyangkut hak mereka atas informasi pra pengobatan dari
Dokter ( informed concent ) dan kerahasiaan penyakit yang diderita pasien. Kenyataannya
meskipun Undang-Undang praktek Kedokteran
(UUPK ) No.29/ Th.2004 dan Undang-Undang Pelayanan Publik No.43/Th1999 serta didukung
PP.25 telah ditetapkan masih banyak juga pelanggaran yang terjadi, harus disadari bahwa
saat ini masyarakat semakin sadar atas hak mereka untuk mendapatkan pengobatan yang benar,
serta tidak membedakan pengobatan berdasarkan kemampuan pasien, baik pasien yang membayar
langsung ataupun menggunakan ASKESKIN. Puskesmas
Selatbaru dengan segala kekuranganya sudah berusaha untuk memberi pelayanan yang baik,
namun ada hal yang paling mengganjal dihati saya pribadi, juga saya yakin Pasien-Pasien
yang dirawat disini juga mengalami hal serupa, Pelayanan dari Perawat-perawat jaga yang kurang
simpati, etika, sopan santun serta tatakrama
sangat minim sekali, hal tersebut sangat disayangkan sebagai generasi penerus yang
sudah memiliki pendidikan yang baik serta kemampuan yang memadai seharusnya dapat
mempergunakan ilmu yang diperoleh di sekolah dengan baik pula, bukan malah sebaliknya.
hal-hal yang kurang menyenangkan seperti yang saya alami selama tiga hari menjaga Almarhum
Ibu yang di rawat di Puskesmas Selat baru mulai Tanggal 17 sampai 20 April 2007
diantaranya sebagai berikut : 1.
Tanggal 17
April 2007 saat itu waktu menunjukkan pukul 10:00 Wib
Saat itu pesien lagi tertidur lelap 3 orang perawat jaga dan 2 orang
perawat lainnya berjingkrak-jingkrak sambil tertawa histeris, tampa mempedulikan pasien
yang sedang istirahat. 2.
Tanggal 17
April 2007 sekitar pukul 13:15 Istri saya berkeinginan meminjam gunting ( untuk memotong
plaster yang lepas ) jawaban yang diberikan sangat tidak menyenangkan, kalau mau
gunting bedah ada !!
dengan muka masam sambil berdiri dan berjalan menuju pintu keluar. (
tidak akan ada ruginya jika mereka mau menjawab dan melayani dengan santun ) 3.
Tanggal 18
April 2007 Pasien kesakitan akibat luka infeksi dikarenakan saat penusukan jarum infus
yang kasar dan banyak tempat ( sangat tidak profisional ). 4.
Tanggal 18
April 2007 sekitar Pukul 23:15 Kakak saya mau minta perlak diganti dengan yang bersih
karena yang dipakai sudah sudah kotor
( perawat jaga tidur, pintu dikunci dari dalam ) setelah pintu di ketuk sampai
puluhan kali, perawat jaga pun bangun dan menyuruh kakak saya mencarinya sendiri di
gudang. ( Perawat pun kembali ke kamar sambil menutup pintu ). 5.
Tanggal 18
April 2007 sekitar Pukul 11:00 datang pasien laki-laki separuh baya untuk berobat karena
telinganya kemasukan kecoa, pasien tersebut dibiarkan menunggu lama sekali tanpa ada
tindakan, sementara Perawat-Perawat nonton TV sambil ketawa-ketawa. 6.
Tanggal 19
April 2007 sekitar Pukul 11:00 Seorang Pasien Ibu muda dari suku asli sungai liong berobat
karena keguguran menurut hemat saya penanganannya begitu kasar dan kelihatan mereka jijik
saat menangani pasien tersebut ( maaf suku
asli memang terlihat kumuh, lusuh dan sangat dekil ). Hal-hal
kecil semacam ini kadang dianggap sepele namun itu menunjukkan bawa perawat-perawat disini
kurang memiliki kepedulian terhadap pasien yang dirawatnya sehingga pasien dan keluarga
yang menunggu sangat terganggu dan tidak nyaman, seperti : 1.
Tiga hari
saya diruang rawat inap, sekalipun saya tidak pernah melihat perawat membersihkan ( disapu
ataupun dipel ) ruang dimana pasien dirawat. 2.
Alas dan
seprei tempat tidur dicuci dan diganti sendiri oleh keluarga pasien. 3.
Alat-alat
kesehatan diletakkan berserak, berdebu dan tidak tertata rapi ( tidak
steril ) sehingga sangat mengganggu pemandangan. 4.
Menu yang
disediakan untuk pasien tidak disesuaikan dengan kondisi pasien walaupun disini tidak ada
ahli gizi, tentunya Dokter dapat merekomendasikan menu yang sesuai untuk pasien yang
sedang dirawat. 5.
Sampah dan
sisa makan dibuang sembarangan ( kotor dan berlalat ) 6.
Air buangan
dari kamar mandi tergenang menimbulkan bau yang tidak enak dan menjadi tempat nyamuk
bertelur. 7.
Kamar mandi
jorok dan kotor. 8.
Felintasi
berdebu, kotor serta tidak pernah dibersihkan. 9.
Ruang
istirahat perawat Perempuan dan laki bercampur, mereka sering terlihat tiduran bersama
sambil nonton TV. Agar
hal tersebut tidak terus berlangsung dan menjadi tradisi di Puskesmas Selatbaru perlu di
carikan solusi yang tepat, saran saya untuk Perbaikan di Puskesmas Selatbaru adalah : 1.
Sebelum
diterima bekerja perawat dan petugas medik perlu dibekali pengetahuan tambahan tentang
pelayan kepada masyarakat dan pasien walaupun saat disekola mereka sudah mendapat
pelajaran tersebut, sesuai dengan kurikulum KEPMENDIKBUT No 239/U/1999 pasal 1.a serta SK
MENDIKNAS 232/U/2000 perlu dimatangkan dan diingatkan lagi. 2.
Sekali
seminggu diadakan siraman rohani dari Ustad atapun tokoh panutan untuk menumbuhkan rasa
santun dan tanggung jawab yang benar. ( waktu bisa disesuaikan ). 3.
Diadakan
diskusi yang melibatkan semua unsur Puskesmas selama satu jam, minimal sekali seminggu
untuk meningkatkan pelayanan dan mencari solusi jika ada kendala. 4.
Perlu
Cleaning service yang ditugaskan untuk membersihkan semua ruangan dan peralatan yang
dianggap perlu. 5.
Perlu
disediakan kotak Kritik / saran Guna perbaikan. 6.
Ruang
istirahat Perawat laki-laki dan perempuan dipisahkan. Perbaikan
yang menyeluruh akan membuat citra Puskesmas ini semakin baik dan masyarakatpun akan
merasa nyaman saat dirawat di Puskesmas Selatbaru, memang tidak semua pelayanan di
Puskesmas ini buruk contohnya pelayanan dari Dokter Agusta ( maaf jika saya salah menulis
nama dan gelar anda ) cukup baik. rasa hormat dan terimakasih saya atas respon dan
tanggung jawab anda selama merawat Almarhum
Ibu di Puskesmas ini. Dan
terahir apa yang saya tulis dan saya alami semoga menjadi pengalaman yang terahir tentang
kekecewaan pasien dan keluarga yang dirawat di Puskesmas Selatbaru, juga terimakasih atas
perhatian pihak-pihak yang terkait yang mau menerima keritikan serta masukan dalam hal ini
. Pekanbaru,
Juni 2007 ( Edi sutoyo )
|
Inalilahi wa' ina ilaihi rojiun... Ibu dipanggil Allah |
| Ibunda tercinta, terkasih, tersayang HJ.
MAISJAH BINTI HAJI DAUT jam 06:45 hari Kamis 10 May 2007 atau bersamaan dengan 21
Rabiulakhir 1428 - Hijryah telah pergi untuk selamanya memenuhi panggilanMu ya Allah. Almarhum telah mengalami koma selama 21 hari, Sebelumnya dirawat di Puskesmas Selatbaru selama 3 hari dan kemudian dibawa ke Grend Hospital Bengkalis, setelah melalui diaknosa ternyata usus kecil Almarhum Ibu mengalami Pembengkakan dan infeksi, atas petunjuk Dokter Chaca ( kepala ICU Grend Hospital Bengkalis ) kemudian di pindahkan ke Hospital Pantai ayer keroh Malaka selama 14 hari dirawat disana serta diawasi oleh Dr. Lim Chin Seng, walaupun sudah dilakukan operasi Almahum belum juga sadar. Setelah melalui diskusi dan kesepakatan keluarga Almarhum kembali dibawa ke Grend Hospital Bengkalis, 5 hari kemudian, Kamis 10 May 2007, Ibu menghembuskan nafas yang terahir dengan di temani kakaku Susiah. Selamat Jalan Ibu.... untuk Memenuhi panggilan NYA Semoga Ibu tenang di alam sana..... Doa akan terus kami panjatkan.... Ya Allah maaf kan dosa-dosa Ibu... Terimalah semua amalnya..... Berilah tempat yang terbaik..... Selamat Jalan Ibu.... Selamat Jalan Ibu.... Selamat Jalan Ibu.... Kami Ihlas... Karna itu sudah janjimu. Allah lebih menyayangiMu Selamat jalan Ibu.... Doa Kami mengiringi kepergianMu Ibu |
Suku Asli ( Akit ) Selat baru |
| Pandanganku
masih juga tertuju ke langit sebelah barat, putih kemerahan dengan awan yang terbentuk
seperti gelombang besar begitu indah sementara matahari terus mengintip di balik daun
bakau yang terus menari ditiup angin. Perhatiaku terus tertuju ke seorang Laki-laki Akit bernama Lebe sebuah nama yang cukup dikenal dan disegani dalam kelompok suku Asli Akit ( suku Hutan ) yang mendiami tepian sungai liong selat baru Kec.bantan Kab.Bengkalis, Lebe sehari-hari bekerja sebagi pencari kayu teki ( kayu teki adalah kayu bakau kecil yang berukuran 3 inci dan panjang sekitar 2 meteran ) bakau tumbuh subur ditepian sungai liong dan merupakan sumber ekonomi paforit untuk suku Asli Akit ini. Lebe yang mewarisi pekerjaan ini sejak kecil, walaupun pekerjaannya hanya cukup untuk menghidupi keluarga dia tidak pernah menyesal, untuk menandai suku Asli akit disini tidak terlalu susah, biasanya mereka baik bekerja atau dirumah jarang mamakai baju dan alas kaki itu sudah menjadi kebisaan mereka memiliki kulit hitam gelap ( sedikit beda dengan suku akit dari Pulau Rupat ), Lebe mempunyai seorang istri dan empat orang anak, sehari-hari Lebe mendiami rumah panggung yang terbuat dari kulit kayu kerukuran tiga kali tiga meter tanpa sekat dan baratap daun rumbia, kalau malam tiba biasanya rumah Lebe di terangi dengan lampu teplok, Lebe Malam ini sambil merokok gudang garam merah yang dihisapnya dalam-dalam sedang menunggu istrinya menyiapkan makan malam, menu hari ini adalah asam pedas ikan blukang sambal terasi dan ulam pucuk daun tenggek burung yang merupakan menu paforit Lebe. Lebe sudah begitu lama mendiami tepian sungai liong, entah sudah berapa keturunan mereka hidup disini, menurut cerita orang tua Lebe yang merupan batin dikelompok Suku Asli akit, Lebe adalah campuran Cina dan melayu yang berasal dari suku kit di Asia belakang yang sudah migran ratusan tahun yang lalu. Umumnya Suku Asli akit bekerja sebagai nelayan, berburu dan mencari kayu di hutan, senjata Suku Asli akit biasanya tombak panjang ( disini sering disebut kojor ) untuk berburu babi, ada juga sumpit tapi sekarang jarang di pakai, sedangkan agama yang dianut adalah campuran islam dan kong hucu yaitu memuja roh nenek moyang dan mempercayai adanya tuhan, sedangkan garis keturunan nya cendrung patrilineal isti-istri setelah menikah langsung dibawa suami mereka kerumah yang telah disiapkan jauh sebelum menikah. Anak-anak Suku Asli akit jarang yang menamatkan sekolah biasanya sudah pandai baca tulis diakan berhenti dan membantu orangtua karna disamping tidak adanya biaya sekolah mereka berprinsip sekolah tinggi juga tidak menjamin mereka dapat bekerja baik dan dapat merubah ekonomi mereka. untuk makan sehari-hari saja kami susah," kata Itoi (24), perempuan pencari kayu bakar ini sedang Membelah kayu bakau dengan kapak kecil sambil menggedong anaknya, kebiasaan makan sirih juga tidak pernah hilang untuk suku Asli Akit disini, ia bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, biasanya Itoi dapat menjual kayu yang sudah siap diikat ke tengkulak yang tiap hari menjemput ke rumah-rumah dengan harga seribu rupiah perikat, dalam satu ikat biasanya sepuluh batang ukuran setengan meter, setidakya dalam satu hari ia bias membatu tujuh ribuan, mungkin baut orang kota ini adalah upilnya tapi untuk Itoi ini adalah hasil kerja kerasnya. Kelelahan Itoi begitu terlihat kalau dibanding guratan kerput di wajahnya pasti orang menebak umurnya sudah lebih dari tiga pulih lima tahun, ia memang sedang bingung Salah seorang anaknya, Pul (8), yang seharusnya masuk sekolah tahun kemaren belum juga dapat di sekolah kannya, karna terbentur biaya, memang sekolah gratis tapi untuk seragam dan bubu-buku Itoi sangat kewalahan, apalagi jarak sekolah lebih kurang 10 Km harus jalan kaki karna sepedapun ia tak punya, pemerintahpun sampai sekarang belum pernah memberikan Itoi dana BLT. Harapan yang besar kini masih jadi angan-angan Itoi yang kelak Pul anak laki-laki Sulungnya bisa mengubah nasib keluarga dan memberi masa depan yang lebih baik. " Tapi, mau bagaimana lagi? Pendapatan dari suami dan Itoi hanya cukup untuk kebutuhan harian, bahkan ia harus sering mengutang diwarung kalau musim hujan tiba, Kami sekeluarga makan seadanya Tapi, lebih sering makan nasi dengan sambal terasi . Ya, untung masih bisa makan nasi," tuturnya lagi ( itu merupakan potret Suku Asli akit di selat baru Kec.bantan Bengkalis. Sebuah keindahan yang muncul disini jika malam sudah menjelang pohon bakau akan di penuhi dengan lampu kelip dari kunang-kunang yang jumlahnya ribuan, hidup dan matinya bersamaan sehingga membentuk seperti pohon natal menjadi pemandangan yang fantastik. Dan jika malam minggu mereka suka mengadakan acara Joget dangdut anak-anak perempuan yang sudah dewasa berjoget ria diiringi musik dangdut, dengan sedikit senggol sana sini bagi yang berminat harus mengeluarkan dua ribu rupiah untuk satu lagu, biasanya gadis-gadis akit berbaris berjejer lima sampai tujuh orangan begitu juga pasangan jogetnya. Satu dari sisi lain kehidupan Suku Asli akit yang terus menggapai cita-cita untuk mendapatkan kesetaraan, maju terus ....Suku Asli akit di selatbaru Kec.bantan Kab. Bengkalis. |
CERITA LEBARAN 2004 |
Sungguh lawa Mak Limah pandai menghias diri
|
. . Terimakasih . .