riau.jpg (5557 bytes)

Selatbaru Bengkalis
Pantai Selat baru
" SELAMAT DATANG DI WEB SELATBARU " KAMI TERSANJUNG DENGAN KUNJUNGAN ANDA ......

bengkalis.jpg (5667 bytes)

Buat Pengujung

Mengisi buku tamu

Lihat Tamu

Link yang lain :

edisutoyo.blogspot.com
edisutoyo.blogdrive.com
edisutoyo.multiply.com

 

Pelabuhandipantaiselatbaru.jpg (6998 bytes)

Suasanapelabuahan.jpg (7958 bytes)

Kebunbinatang.jpg (7565 bytes)

Pelabuhan di pantai selatbaru

Suasana pelabuahan

Kebun binatang

PenyebranganRoro.jpg (9244 bytes)

KecBantan.jpg (6067 bytes)

Pantaiselatbaru.jpg (12639 bytes)

Penyebrangan Roro Kec Bantan Pantai selatbaru
ANDA PERLU TAU  :

Sekolah Gratis
Islam
Islam dan berita

Mau tertawa ...?
Belanja

Musik midi
Mesin pencari
Potensi Lain

Selatbaru :

. Pertanian :
  a. Padi
  b. Palawija
  c. Kopi
  d. Kelapa
  e. Karet
 
. Perikanan  :
  a. Ikan
  b. Udang
  c. hasil" laut lain

. Kekayaan Alam :
  a. Minyak bumi
  b. Gambut
  c. Dll






Potensi pantai :


-  Terletak ditepi Jalur Pelayaran Internaasional, Selat Malaka -  Selatbaru
-  Muar dipisahkan Selat Malaka, dengan waktu tempuh lebih kurang 40 menit
-  Menjadi Pintu Gerbang dan jembatan antar Malaysia dan daratan Sumatera
-  Didukung Ferry penyeberangan (RORO) Pulau Bengkalis - Daratan Sumatera ( Sungai   Pakning )
-  Lokasi pelabuhan di tepi sungai Bantan ( sungai liong ), bebas pengaruh gelombang Selat Malaka
-  Selatbaru di Kec. Bantan Kab. Bengkalis - memiliki luas wilayah 424,40 km2, jumlah penduduk 32.776,
   dengan 9 buah desa, dan ibukota SelatBaru

Pengacak web :

Nama         : Edi Sutoyo
Penggilan : Awit
Istri            : Elfiyanti
Anak          :
1.Humaira Inara Izzati Putri
2.Haura Alya Aqila Putri

Bapak        : Supeni
Ibuk           : Alm. Hj.Maisah

Saudara    :
Sariono  -  Sri sulastri
Susiah    -  Kusmiran

Mertua     :
Bapak       : Darmansyah
Ibuk          : Asni



Cerita sekolah :

Buat rekan - rekan di Selatbaru, SD 048 Selatbaru, SMP Selatbaru, aku lulusan SMA 1 Bengkalis angkatan 91,    Pernah di UIR Fak-Ekonomi, Jurusan Management tahun 1993, Tapi 2 Tahun  wes sudah   ( selesai )

Peluang Investasi :
Pembangunan Kawasan dan Penyediaan Fasilitas Wisata Bahari Pantai Selatbaru

Potensi :
Pantai Pasir Selat Baru dan Panorama laut yang sangat mempesona

Wisata Bahari yang dapat di nikmati adalah   :
-  Berjemur (sun burning)
-  Selancar (surfing)
-  Memancing (fishing)
-  Berenang (swimming)
-  Berperahu (boating)




Jika ada foto, sejarah, cerita, atau apapun tentang Selatbaru-Bengkalis-Riau
kirim dong biar web ini tambah ramai.!!!

INFO SELATBARU TERBARU :
INFO Forum Komunikasi Keluarga Selatbaru dan Sekitarnya (FKKSBS )

 


SELATBARU DAN SEKITARNYA :
Bengkalis bangun Pelabuhan Internasional diSelatbaru
Komitmen Bupati Bengkalis Tentang Pelabuhan Internasional
H.Sarjono Amnan SE Direktor Bank Riau
Bengkalis bebas biaya pendidikan
Penyeludupan Bayi di Riau
Bayi Malang dari pasangan Jumingin dan Asmah




kemeriahanpantaiselatbaru.jpg (24653 bytes)

SAYANG BENGKALIS TANPA SELATBARU
[email protected]   atau   [email protected]           
kalau ada temen" yang mau kritik , kirim saja ke Email saya,  juga konco-konco songko selatbaru dan sekitarnya piye kabare ......?....?.
banyak di kopy dari  http://www.bengkalis.go.id/ dan lain juga ada.
@ : 2005 -di tambah kembali Juli 2007

TULISAN :


Surat terbuka ( pelayanan puskesmas Selatbaru )

Kepada Yth:
Bapak / Ibu
Pimpinan Puskesmas Selatbaru
Kec. Bantan Kab. Bengkalis
Di _ Selatbaru

Hal             :   Pelayanan Puskesmas Selatbaru
Jumlah      :   3  lembar

Bersukur Puskesmas Selatbaru Kec.Bantan Kab.Bengkalis sudah mempunyai fasilitas kamar rawat inap, walaupun peralatan medis dan laboratoriumnya masih sangat terbatas ( minim ), tidak dapat dipungkiri jika masyarakat disekitar Puskesmas sangat terbantu, walaupun untuk sekedar berobat biasa pasien harus antri berlama lama menunggu giliran dipanggil oleh petugas poliklinik Puskesmas ini, hal itu terjadi dikarenakan tidak semua petugas memiliki jiwa pelayanan yang baik ( Public quality acountability ) sikap ramah dan murah senyum secara ikhlas untuk membantu pasien serta komunikasi yang menyenangkan masih merupakan barang langka, pasien yang berobat selain mengharapkan kesembuhan juga kepuasan ( satis faction ) sewaktu dalam proses pengobatan dan perawatan. 

Dalam berbagai peraturan yang menjelaskan hubungan antara pengobatan, hak-hak pasien dan hak Dokter / Pera medik relatif cukup jelas dan mudah dimengerti, hanya saja pasien dan keluarga pasien yang masuk Puskesmas cendrung tidak memperhatikan hal tersebut atau memang tidak tahu sama sekali, untuk menyikapi hal ini pihak Puskesmas Melalui Dokter / Para Medik yang merawat pasien semestinya memberikan penjelasan dan penyadaran kepada pasien-pasien nya terutama yang menyangkut hak mereka atas informasi pra pengobatan dari Dokter ( informed concent ) dan kerahasiaan penyakit yang diderita pasien. 

Kenyataannya meskipun Undang-Undang praktek  Kedokteran (UUPK ) No.29/ Th.2004 dan Undang-Undang Pelayanan Publik No.43/Th1999 serta didukung PP.25 telah ditetapkan masih banyak juga pelanggaran yang terjadi, harus disadari bahwa saat ini masyarakat semakin sadar atas hak mereka untuk mendapatkan pengobatan yang benar, serta tidak membedakan pengobatan berdasarkan kemampuan pasien, baik pasien yang membayar langsung ataupun menggunakan ASKESKIN. 

Puskesmas Selatbaru dengan segala kekuranganya sudah berusaha untuk memberi pelayanan yang baik, namun ada hal yang paling mengganjal dihati saya pribadi, juga saya yakin Pasien-Pasien yang dirawat disini juga mengalami hal serupa, Pelayanan dari Perawat-perawat jaga yang kurang simpati,  etika, sopan santun serta tatakrama sangat minim sekali, hal tersebut sangat disayangkan sebagai generasi penerus yang sudah memiliki pendidikan yang baik serta kemampuan yang memadai seharusnya dapat mempergunakan ilmu yang diperoleh di sekolah dengan baik pula, bukan malah sebaliknya. hal-hal yang kurang menyenangkan seperti yang saya alami selama tiga hari menjaga Almarhum Ibu yang di rawat di Puskesmas Selat baru mulai Tanggal 17 sampai 20 April 2007 diantaranya sebagai berikut : 

1.         Tanggal 17 April 2007 saat itu waktu menunjukkan pukul 10:00 Wib    Saat itu pesien lagi tertidur lelap 3 orang perawat jaga dan 2 orang perawat lainnya berjingkrak-jingkrak sambil tertawa histeris, tampa mempedulikan pasien yang sedang istirahat.

2.         Tanggal 17 April 2007 sekitar pukul 13:15 Istri saya berkeinginan meminjam gunting ( untuk memotong plaster yang lepas ) jawaban yang diberikan sangat tidak menyenangkan, ” kalau mau gunting bedah ” ” ada !!  ” dengan muka masam sambil berdiri dan berjalan menuju pintu keluar.          ( tidak akan ada ruginya jika mereka mau menjawab dan melayani dengan santun )

3.         Tanggal 18 April 2007 Pasien kesakitan akibat luka infeksi dikarenakan saat penusukan jarum infus yang kasar dan banyak tempat ( sangat tidak profisional ).

4.         Tanggal 18 April 2007 sekitar Pukul 23:15 Kakak saya mau minta perlak diganti dengan yang bersih karena yang dipakai sudah sudah kotor                 ( perawat jaga tidur, pintu dikunci dari dalam ) setelah pintu di ketuk sampai puluhan kali, perawat jaga pun bangun dan menyuruh kakak saya mencarinya sendiri di gudang. ( Perawat pun kembali ke kamar sambil menutup pintu ).

5.         Tanggal 18 April 2007 sekitar Pukul 11:00 datang pasien laki-laki separuh baya untuk berobat karena telinganya kemasukan kecoa, pasien tersebut dibiarkan menunggu lama sekali tanpa ada tindakan, sementara Perawat-Perawat nonton TV sambil ketawa-ketawa.

6.         Tanggal 19 April 2007 sekitar Pukul 11:00 Seorang Pasien Ibu muda dari suku asli sungai liong berobat karena keguguran menurut hemat saya penanganannya begitu kasar dan kelihatan mereka jijik saat menangani pasien tersebut  ( maaf suku asli memang terlihat kumuh, lusuh dan sangat dekil ).
 

Hal-hal kecil semacam ini kadang dianggap sepele namun itu menunjukkan bawa perawat-perawat disini kurang memiliki kepedulian terhadap pasien yang dirawatnya sehingga pasien dan keluarga yang menunggu sangat terganggu dan tidak nyaman, seperti : 

1.         Tiga hari saya diruang rawat inap, sekalipun saya tidak pernah melihat perawat membersihkan ( disapu ataupun dipel ) ruang dimana pasien dirawat.

2.         Alas dan seprei tempat tidur dicuci dan diganti sendiri oleh keluarga pasien.

3.         Alat-alat kesehatan diletakkan berserak, berdebu dan tidak tertata rapi         ( tidak steril ) sehingga sangat mengganggu pemandangan.

4.         Menu yang disediakan untuk pasien tidak disesuaikan dengan kondisi pasien walaupun disini tidak ada ahli gizi, tentunya Dokter dapat merekomendasikan menu yang sesuai untuk pasien yang sedang dirawat.

5.         Sampah dan sisa makan dibuang sembarangan ( kotor dan berlalat )

6.         Air buangan dari kamar mandi tergenang menimbulkan bau yang tidak enak dan menjadi tempat nyamuk bertelur.

7.         Kamar mandi jorok dan kotor.

8.         Felintasi berdebu, kotor serta tidak pernah dibersihkan.

9.         Ruang istirahat perawat Perempuan dan laki bercampur, mereka sering terlihat tiduran bersama sambil nonton TV.
 

Agar hal tersebut tidak terus berlangsung dan menjadi tradisi di Puskesmas Selatbaru perlu di carikan solusi yang tepat, saran saya untuk Perbaikan di Puskesmas Selatbaru adalah : 

1.         Sebelum diterima bekerja perawat dan petugas medik perlu dibekali pengetahuan tambahan tentang pelayan kepada masyarakat dan pasien walaupun saat disekola mereka sudah mendapat pelajaran tersebut, sesuai dengan kurikulum KEPMENDIKBUT No 239/U/1999 pasal 1.a serta SK MENDIKNAS 232/U/2000 perlu dimatangkan dan diingatkan lagi.

2.         Sekali seminggu diadakan siraman rohani dari Ustad atapun tokoh panutan untuk menumbuhkan rasa santun dan tanggung jawab yang benar. ( waktu bisa disesuaikan ).

3.         Diadakan diskusi yang melibatkan semua unsur Puskesmas selama satu jam, minimal sekali seminggu untuk meningkatkan pelayanan dan mencari solusi jika ada kendala.

4.         Perlu Cleaning service yang ditugaskan untuk membersihkan semua ruangan dan peralatan yang dianggap perlu.

5.         Perlu disediakan kotak Kritik / saran Guna perbaikan.

6.         Ruang istirahat Perawat laki-laki dan perempuan dipisahkan.
 

Perbaikan yang menyeluruh akan membuat citra Puskesmas ini semakin baik dan masyarakatpun akan merasa nyaman saat dirawat di Puskesmas Selatbaru, memang tidak semua pelayanan di Puskesmas ini buruk contohnya pelayanan dari Dokter Agusta ( maaf jika saya salah menulis nama dan gelar anda ) cukup baik. rasa hormat dan terimakasih saya atas respon dan tanggung jawab anda  selama merawat Almarhum Ibu di Puskesmas ini. 

Dan terahir apa yang saya tulis dan saya alami semoga menjadi pengalaman yang terahir tentang kekecewaan pasien dan keluarga yang dirawat di Puskesmas Selatbaru, juga terimakasih atas perhatian pihak-pihak yang terkait yang mau menerima keritikan serta masukan dalam hal ini . 

Pekanbaru, Juni 2007
Hormat saya                                                                 

 

(  Edi sutoyo  )
Alamat : Jl. Sentosa Hop x No. x ,  Tangkerang utara – Pekabaru - Riau
Hp        : 0812 760xxxx
E-mail  :
[email protected]   
Web     :
http://edisutoyo.blogspot.com/    
            : http://www.geocities.com/selatbaru/

 Nb.Surat ini telah dikirim ke dinas terkait.

 

Inalilahi wa' ina ilaihi rojiun... Ibu dipanggil Allah

Ibunda tercinta, terkasih, tersayang HJ. MAISJAH BINTI HAJI DAUT jam 06:45 hari Kamis 10 May 2007 atau bersamaan dengan 21 Rabiulakhir 1428 - Hijryah telah pergi untuk selamanya memenuhi panggilanMu ya Allah.

Almarhum telah mengalami koma selama 21 hari, Sebelumnya dirawat di Puskesmas Selatbaru selama 3 hari dan kemudian dibawa ke Grend Hospital Bengkalis, setelah melalui diaknosa ternyata usus kecil Almarhum Ibu mengalami Pembengkakan dan infeksi, atas petunjuk Dokter Chaca ( kepala ICU Grend Hospital Bengkalis ) kemudian di pindahkan ke Hospital Pantai ayer keroh Malaka selama 14 hari dirawat disana serta diawasi oleh Dr. Lim Chin Seng, walaupun sudah dilakukan operasi Almahum belum juga sadar.

Setelah melalui diskusi dan kesepakatan keluarga Almarhum kembali dibawa ke Grend Hospital Bengkalis, 5 hari kemudian, Kamis 10 May 2007, Ibu menghembuskan nafas yang terahir dengan di temani kakaku Susiah.

Selamat Jalan Ibu.... untuk Memenuhi panggilan NYA
Semoga Ibu tenang di alam sana.....
Do’a akan terus kami panjatkan....
Ya Allah maaf kan dosa-dosa Ibu...
Terimalah semua amalnya.....
Berilah tempat yang terbaik.....
Selamat Jalan Ibu....
Selamat Jalan Ibu....
Selamat Jalan Ibu....
Kami Ihlas...
Karna itu sudah janjimu.
Allah lebih menyayangiMu
Selamat jalan Ibu....

Doa Kami mengiringi kepergianMu Ibu


Suku Asli ( Akit ) Selat baru

Pandanganku masih juga tertuju ke langit sebelah barat, putih kemerahan dengan awan yang terbentuk seperti gelombang besar begitu indah sementara matahari terus mengintip di balik daun bakau yang terus menari ditiup angin.

Perhatiaku terus tertuju ke seorang Laki-laki Akit bernama “ Lebe “ sebuah nama yang cukup dikenal dan disegani dalam kelompok suku Asli Akit ( suku Hutan ) yang mendiami tepian sungai liong selat baru Kec.bantan Kab.Bengkalis, Lebe sehari-hari bekerja sebagi pencari kayu teki ( kayu teki adalah kayu bakau kecil yang berukuran 3 inci dan panjang sekitar 2 meteran ) bakau tumbuh subur ditepian sungai liong dan merupakan sumber ekonomi paforit untuk suku Asli Akit ini.

Lebe yang mewarisi pekerjaan ini sejak kecil, walaupun pekerjaannya hanya cukup untuk menghidupi keluarga dia tidak pernah menyesal, untuk menandai suku Asli akit disini tidak terlalu susah, biasanya mereka baik bekerja atau dirumah jarang mamakai baju dan alas kaki itu sudah menjadi kebisaan mereka memiliki kulit hitam gelap ( sedikit beda dengan suku akit dari Pulau Rupat ), Lebe mempunyai seorang istri dan empat orang anak, sehari-hari Lebe mendiami rumah panggung yang terbuat dari kulit kayu kerukuran tiga kali tiga meter tanpa sekat dan baratap daun rumbia, kalau malam tiba biasanya rumah Lebe di terangi dengan lampu teplok, Lebe Malam ini sambil merokok gudang garam merah yang dihisapnya dalam-dalam sedang menunggu istrinya menyiapkan makan malam, menu hari ini adalah asam pedas ikan blukang sambal terasi dan ulam pucuk daun tenggek burung yang merupakan menu paforit Lebe.

Lebe sudah begitu lama mendiami tepian sungai liong, entah sudah berapa keturunan mereka hidup disini, menurut cerita orang tua Lebe yang merupan batin dikelompok Suku “ Asli “ akit, Lebe adalah campuran Cina dan melayu yang berasal dari suku kit di Asia belakang yang sudah migran ratusan tahun yang lalu.

Umumnya Suku “ Asli “ akit bekerja sebagai nelayan, berburu dan mencari kayu di hutan, senjata Suku “ Asli “ akit biasanya tombak panjang ( disini sering disebut kojor ) untuk berburu babi, ada juga sumpit tapi sekarang jarang di pakai, sedangkan agama yang dianut adalah campuran islam dan kong hucu yaitu memuja roh nenek moyang dan mempercayai adanya tuhan, sedangkan garis keturunan nya cendrung patrilineal isti-istri setelah menikah langsung dibawa suami mereka kerumah yang telah disiapkan jauh sebelum menikah.

Anak-anak Suku “ Asli “ akit jarang yang menamatkan sekolah biasanya sudah pandai baca tulis diakan berhenti dan membantu orangtua karna disamping tidak adanya biaya sekolah mereka berprinsip sekolah tinggi juga tidak menjamin mereka dapat bekerja baik dan dapat merubah ekonomi mereka.

untuk makan sehari-hari saja kami susah," kata Itoi (24), perempuan pencari kayu bakar ini sedang Membelah kayu bakau dengan kapak kecil sambil menggedong anaknya, kebiasaan makan sirih juga tidak pernah hilang untuk suku Asli Akit disini, ia bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, biasanya Itoi dapat menjual kayu yang sudah siap diikat ke tengkulak yang tiap hari menjemput ke rumah-rumah dengan harga seribu rupiah perikat, dalam satu ikat biasanya sepuluh batang ukuran setengan meter, setidakya dalam satu hari ia bias membatu tujuh ribuan, mungkin baut orang kota ini adalah upilnya tapi untuk Itoi ini adalah hasil kerja kerasnya.

Kelelahan Itoi begitu terlihat kalau dibanding guratan kerput di wajahnya pasti orang menebak umurnya sudah lebih dari tiga pulih lima tahun, ia memang sedang bingung Salah seorang anaknya, Pul (8), yang seharusnya masuk sekolah tahun kemaren belum juga dapat di sekolah kannya, karna terbentur biaya, memang sekolah gratis tapi untuk seragam dan bubu-buku Itoi sangat kewalahan, apalagi jarak sekolah lebih kurang 10 Km harus jalan kaki karna sepedapun ia tak punya, pemerintahpun sampai sekarang belum pernah memberikan Itoi dana BLT.

Harapan yang besar kini masih jadi angan-angan Itoi “ yang kelak “ Pul “ anak laki-laki Sulungnya bisa mengubah nasib keluarga dan memberi masa depan yang lebih baik. " Tapi, mau bagaimana lagi? Pendapatan dari suami dan Itoi hanya cukup untuk kebutuhan harian, bahkan ia harus sering mengutang diwarung kalau musim hujan tiba, Kami sekeluarga makan seadanya Tapi, lebih sering makan nasi dengan sambal terasi . Ya, untung masih bisa makan nasi," tuturnya lagi ( itu merupakan potret Suku “ Asli “ akit di selat baru Kec.bantan Bengkalis.

Sebuah keindahan yang muncul disini jika malam sudah menjelang pohon bakau akan di penuhi dengan lampu kelip dari kunang-kunang yang jumlahnya ribuan, hidup dan matinya bersamaan sehingga membentuk seperti pohon natal menjadi pemandangan yang fantastik.

Dan jika malam minggu mereka suka mengadakan acara “ Joget dangdut “ anak-anak perempuan yang sudah dewasa berjoget ria diiringi musik dangdut, dengan sedikit senggol sana sini bagi yang berminat harus mengeluarkan dua ribu rupiah untuk satu lagu, biasanya gadis-gadis akit berbaris berjejer lima sampai tujuh orangan begitu juga pasangan jogetnya.

Satu dari sisi lain kehidupan Suku “ Asli “ akit yang terus menggapai cita-cita untuk mendapatkan kesetaraan, maju terus ....Suku “ Asli “ akit di selatbaru Kec.bantan Kab. Bengkalis.

 

CERITA LEBARAN 2004

 

Sungguh lawa Mak Limah pandai menghias diri
Sayang sedikit Mak Limah tak ada gigi
( Mak Limah sayang )

Hari raya Mak Limah tak lupa zakat fitrah
Mohon doa moga-moga panjang usia
( Mak Limah sayang )

( ulang dari mula )

Mak Limah sayang
( Hai lenggang sayang )
( 2X )

 

Itu antra bait lagu maklimah sayang yang dibawakan oleh Halil chik penyanyi lawas negri sebarang Malaysia akan terdengar di radio – radio Malaysia dan Singapura yang dapat ditangkap bening di Bengkalis dan sekitarnya saat Ramadhan tiba.

 

Bengkalis adalah pulau kecil digugusan selat malaka yang terletak di ujung propinsi Riau, tempat yang menjadi lalu lintas pelayaran  tesibuk saat ini, perbedaan ragam budaya yang cantik dan mempunyai ciri khas tersendiri tidak akan dapat dilupakan begitu saja bagi perantau masarakat selatbaru , balek kampong adalah hal yang sangat ditunggu tunggu menjelang Idul Fitri.

 

Waktu luang dan hari libur lebaran menjadi prioritas, ini terjadi saat hari menjelang lebaran tiba kapal Mulia kencana yang menjadi transportasi utama biasanya akan penuh sesak para pemudik dari pekanbaru dan daerah lainya, bahkan satu bulah sebelumnya para pemudik sudah memboking atau membeli tiket, kalau yang dari Dumai biasanya akan naik dumai exspres dan sekarang akses jalan darat sudah dibuka yaitu lewat darat dari Pakning dan dilanjutkan menaiki fery ( roro ) ke bengkalis, masih ada pintu masuk yang lain yaitu Feri Malindo dari  Malaysia dan Batam Jet dari Batam, saat itulah bengkalis akan diramaikan oleh pemudik yang tujuannya untuk lebaran di kampong.

 

Lebaran tahun ini 2004, untuk lebaran pertama aku tidak bisa pulang kampong karna aku lebaran sama keluarga istriku, khusus di pekanbaru rasanya sangat beda karna selama ini aku lebaran terus pulang kampong, namun keluarga istri minta kau lebaran di pekanbaru ya … jadi aku turuti saja, itung - itung cari suasana beda.

 

Besok tanggal 14 –Nop -2004 berarti lebaran pertama, paginya ku ajak istriku ke pasar Kodim pasar ini adalah pasar tradisional pekanbaru yang sedang direnopasi, pas di seputaran Sudirman aku merasakan pekanbaru benar - benar berubah menjadi kota 15 tahun yang lalu kendaraan bisa dihitung dengan jari, sepi dan sepi seperti kota yang telah ditinggal penduduknya.

Sesampai dipasar kami langsung belanja beli bahan untuk dimasak besok.

 

Antaranya daun kelapa untuk membuat ketupat,  e..malahan penjualnya nanya ? kok tidak beli ketupatnya saja, karna kalau beli ketupat jadi harganya Rp 250 tapi kalau beli daunya Rp 200, istriku balik nanya ke aku ! mau beli yang mana ?..

ku jawab ! … yang daunya aja, karna sejak dari kecil kalau lebaran tugasku buat ketupat jadi kangen rasanya buat ketupat sendiri.

 

Setelah beli kebutuhan lebaran kami pun melanjutkan perjalanan pergi ke pasar buah Jl. Sudirman kami tidak ada membuat kue sendiri habis istriku agak repot maklum anak kami Zaza masih berumur 10 bulan.

 

Sesampainya di rumah ku persiapkan untuk masak ketupat asik sih tapi aku jadi sedih biasanya aku masak kayak gini pas semua keluarga di sampingku, jadi teringat Ibu yang lagi sibuk mempersiapakan hidangan besok, Bapak asik nyuruh ini itu sambil membersihkan daging, biasanya kami di kampong motong kambing  + beli daging dikit, aku cari radio ku stel ke siaran radio Singapura habis di pekanbaru cari siaran Malaysia payah, aku dari kecil sudah dicekokin sama lagu-lagu raye ( P.ramli, saloma, saripah aini, sudirman dan masih banyak lagi ) jadi sedih padahal aku lebaran kedua kan mau pulang, ku hibur hatiku, ku minta sikecilku Zaza dari bundanya lalu ku ajak bercanda di tempat tidur yah… untuk sementara menghibur hatiku.

 

Teringat masa kecilku, kebiasaan dan gembiranya menyambut lebaran di selat baru .

Aku jago membuat meriam dari bambu yang di lubangi dan di kasi karbit, juga meriam tanah yang biasa kami sebut pendeman bunyinya wah seperti bom bali , sangat kuat dorrrrr , di sini siapa yang paling kuat bunyinya akan jadi pembicaraan diantara teman-teman, siapapun waktu itu pasti bangga.

Di mulai waktu puasa pertama biasanya ada kebisaan kami di mesjid yaitu megengan ( makan Barsama ), dilanjutkan dengan sholat tarwih , setelah itu kami biasanya Kalau malam ramadhan setiap malam ada tajilan makan kecil untuk yang ikut tadarus, makan tersebut biasanya terdiri dari pisang goreng, wajik, punten dll

 

Kalau sudah sampai malam ketujuh belas, duapuluh satu dan seterusnya malam ganjil sepuluh hari terahir ramadhan biasanya ada acara makan bersama yang disebut ambeng, dan tahlilan khusus untuk mendapatkan malam lailatul kodar.

Anak  muda biasanya kalau siang ngumpul di mushola atau di mesjid balajar sholat mengaji ke teman yang lebih pandai.

 

lampu colok  tidak pernah tertinggal karna waktu itu lampu penerangan hanya lampu setrongkeng karna lampu listrik PLN belum masuk ke selatbaru sekitar tahun 70 an, lampu colok kalu dulu kami buat dari bambu yang di potung dikasi minyak tanah dan di isi sumbu biasanya hidup sampai tengah malam, kami buat biasanya mulai malam duapuluhan.

 

Sedangkan untuk kue lebaran biasanya ada

 

Kue jenang ( dari beras ketan, mirip dodol garut )

Kue bolu ( biasanya ada bolu yang besar bentuknya seperti ikan yang boleh makan dulu adalah orang yang dituakan di daerah kami.

Kue satu ( terbuat dari kacang hijau dan gula yang di padatkan )

Kue pulau pinang / kue goyang ( dari tepung gandum dan santan )

Kue darlia ( dari terigu dan mentega )

Kue sagong ( dari sagu dan gula )

Kue kacang ( kacang tanah dan gula )

Kue sawut ( dari kelapa )

Kue Rokok ( aku lupa dari apa ya...)

Kacang tujin ( dari kacang tanah )

Bolu gulu ( bolu di kasi manisan nenas lalu di gulung )

Kue Bangkit ( dari tepung beras kasi gula dll )

Agar-Agar + manisan dan asinan ( manisan biasanya dari pepaya, cermai, mangga )

Dan masih banyak kue lain yang aku lupa namanya.

 

Makannan lebaran.

 

Ketupat  + Lontong + Gulai Nangka + gulai kambing  + ayam + Goreng Ati     + Limpa ( kesukaanku ) + Rendang +   serundeng   +  sup tulang + Krupuk dll.

 

Maafan lebaran

 

1. Ada juga tradisi sungkem ( badan ) itu untuk orang yang muda minta maaf ke orang yang lebih tua, ini menggunakan bahasa jawa halus .

2. Baraan ( bersama keluarga besar saling mengunjungi di mulai orang yang paling di tuakan )

 

3. Bujangan ( khusus pemuda membuat open house sendiri )

 

4. Sejarah ( saling mengujungi teman kerabat dan famili untuk saling maafan )

 

Sayup terdengar lagu sudirman dari radio singapura international , dendang perantau membuyarkan lamunanku. Jam 15: 00 sudah siap semua, aku kecapean langsung tidur tapi gak bisa lama habis waktu itu hujan terus turun membuat istirahatku tambah nyaman, apalagi anakku Zaza lagi tudur pulas di sampingku dan istriku Yanti lagi barsih – barsih rumah.

Besok lebaran dan lusa aku pulang kampong .

Sebelumnya kami sekeluarga mengucapkan terima kasih dan selamat lebaran moho maaf lahir dan batin 1425 H untuk semua.
Terima kasih untuk Istri anakku dan semua keluarga kusus untuk Ibundaku maaf lahir bathin.


   . . Terimakasih . .

setstats 1

setstats 1

1